NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Romansa
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Di mata dunia, aku adalah Nyonya Kalandra yang terhormat. Di mata suamiku, aku hanyalah penipu yang menjijikkan."

​Dua tahun Isvara bertahan dalam pernikahan dingin karena sebuah Perjanjian Pra-Nikah yang membelenggunya. Andra, suaminya yang dulu memujanya, kini hanya menyisakan kebencian sedalam samudra setelah rahasia identitas Isvara terbongkar.

​Andra tidak tahu, di balik aura tegas Isvara yang disegani banyak orang, jantung wanita itu sedang menghitung mundur sisa detaknya. Isvara tidak butuh dimaafkan, dia hanya ingin bertahan sampai napas terakhirnya habis tanpa ada yang perlu merasa kehilangan.

​Saat Isvara akhirnya menyerah dan berhenti membujuk, mampukah Andra tetap membencinya ketika menyadari bahwa "penipuan" terakhir Isvara adalah menyembunyikan kematiannya sendiri?

​"Kebencianmu adalah alasan jantungku masih berdetak, Andra. Tapi sekarang, aku sudah lelah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

​Suasana kamar lama Isvara di kediaman Prayudha terasa begitu asing. Meskipun dekorasinya tidak berubah masih dengan sentuhan elegan nan dingin yang ia sukai udara di dalamnya terasa menyesakkan. Isvara baru saja bangun dari tidur singkatnya yang tidak nyenyak. Ia melirik jam di dinding; tiga jam lagi acara di kediaman Wiratmadja akan dimulai.

​Dadanya masih terasa berdenyut, namun efek dari oksigen portabel tadi sedikit membantunya untuk tetap tegak. Isvara berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya. Wajahnya tetap pucat, namun matanya memancarkan kilatan keras kepala yang tak akan pernah padam.

​"Kamu harus bertahan, Isvara. Hanya satu malam... jangan biarkan mereka melihat retakan di dindingmu," bisiknya pada diri sendiri.

​Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk. Bukan ketukan lembut asisten rumah tangga, melainkan ketukan tegas yang sangat ia kenali.

​"Isvara, keluar. Tim penata rias sudah sampai," suara Andra terdengar dari balik pintu.

​Isvara membuka pintu dengan perlahan. Di sana berdiri Andra, sudah mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku, tampak rapi namun auranya tetap dominan. Matanya langsung memindai wajah Isvara, seolah mencoba mencari tahu apakah tidur singkat tadi sudah mengembalikan sedikit warna di pipi istrinya.

​"Saya bisa bersiap sendiri, Adrian. Saya punya tim sendiri dari Atelier," tolak Isvara dingin.

​"Tidak untuk malam ini. Saya sudah mendatangkan perias terbaik agar mereka bisa menutupi... apa pun yang sedang kamu sembunyikan di wajah itu," sahut Andra tanpa ekspresi, namun tatapannya tak lepas dari jemari Isvara yang sedikit gemetar. "Dan ingat, jangan coba-coba kabur lewat pintu belakang. Mobil kamu sudah saya pindahkan ke gudang. Kamu berangkat dan pulang bersama saya."

​Isvara mendengus sinis. "Anda benar-benar takut saya menghilang lagi? Atau Anda takut sandiwara Anda gagal karena tidak ada 'properti' pelengkap di samping Anda?"

​"Keduanya," jawab Andra singkat. "Cepat bersiap. Gaunmu sudah ada di ruang rias. Saya tunggu di bawah dalam satu jam. Jangan terlambat."

​Satu jam kemudian, Isvara turun melalui tangga utama. Ia mengenakan gaun velvet berwarna biru tengah malam yang menutup seluruh tubuhnya hingga ke leher, menyembunyikan tulang selangkanya yang kini tampak lebih menonjol karena berat badannya yang turun. Penata rias telah melakukan tugas mereka dengan sempurna; pipinya kini bersemu karena blush on, dan matanya tampak tajam dengan riasan bold.

​Di bawah tangga, Andra sudah menunggu dengan setelan jas hitam yang sangat formal. Pria itu sempat tertegun selama beberapa detik saat melihat Isvara. Istrinya tampak sangat cantik, namun kecantikan itu terasa seperti fatamorgana begitu indah namun terasa rapuh, seolah satu sentuhan keras saja bisa membuatnya hancur berkeping-keping.

​"Sudah puas melihat properti Anda malam ini?" sindir Isvara saat ia sampai di anak tangga terakhir.

​Andra berdehem, mencoba menguasai dirinya kembali. "Cukup layak. Ayo berangkat. Ingat, di sana nanti, saya ingin kamu tetap berada di dekat saya. Jangan bicara sembarangan, terutama saat kita bertemu dengannya."

​Lampu jalanan Jakarta yang temaram meluncur cepat di kaca jendela SUV mewah milik Andra. Di dalam kabin yang kedap suara itu, suasana terasa mencekam. Isvara menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, matanya terpejam rapat, mencoba menghemat setiap tetes energi yang tersisa.

​Riasan tebal itu memang berhasil menutupi wajah mayat-nya, namun tidak bisa menutupi getaran halus di jemarinya yang tersembunyi di balik tas kecil. Andra melirik sekilas ke samping. Ketegaran Isvara tampak seperti porselen mahal yang sudah retak seribu, namun di mata Andra, itu hanyalah bagian dari taktik.

​"Jangan tidur, Isvara. Kita hampir sampai," suara Andra memecah kesunyian dengan nada sarkasme. "Saya tidak mau kamu terlihat lesu saat bertemu dengan kakak kesayangan kamu itu."

​Mata Isvara terbuka perlahan. "Apa maksud Anda, Adrian?"

​Andra tertawa sinis. "Jangan berpura-pura bodoh. Dewa Abraham. Anak emas yang baru kembali dari London. Bukankah dia pahlawan panti asuhanmu dulu?"

​Jantung Isvara berdenyut nyeri mendengarnya. Dewa Abraham. Sosok yang dulu berjanji melindunginya sebelum akhirnya menghilang tanpa kabar. "Dia bukan siapa-siapa bagi saya," sahut Isvara dingin.

​"Oh, benarkah? Pria yang namanya sering kamu gumamkan saat mengigau? Dia sudah kembali sebagai rekan bisnis strategis Prayudha Group," Andra mengejek. "Ironis, bukan? Orang yang kamu harapkan perlindungannya justru sekarang harus bekerja sama dengan suami yang kamu benci."

​Isvara mengepalkan tangannya. "Dia orang asing, Adrian. Saya tidak pernah menganggap punya cinta dengan siapa pun setelah Anda membuat saya mati rasa selama dua tahun ini."

​Kalimat itu menghujam ulu hati Andra. "Mati rasa? Kamu menyalahkan saya? Kamu itu penipu ulung, Isvara! Kamu berakting seolah-olah kamu korban di rumah ini. Kamu memuja bayangan masa lalu dari seorang kakak panti yang bahkan tidak mengundangmu ke pernikahannya sendiri!"

​Andra tertawa merendahkan. "Istrinya cantik, anggun dan yang paling penting... istrinya sehat. Tidak seperti kamu yang sekarang tampak seperti pajangan rapuh hanya untuk menarik simpati. Kamu pikir dengan wajah pucat itu saya akan percaya kamu sakit? Kamu hanya sedang memainkan peran baru untuk mengelabui saya, bukan?"

​Isvara memalingkan wajahnya. Dadanya terasa diremas tangan raksasa, ia bukan sedang berakting, ia benar-benar sesak. Namun bagi Andra, ia hanyalah seorang manipulator yang jago bersandiwara.

​"Berhenti mengejek saya, Adrian. Buka blokir dana itu dan saya akan memainkan peran saya dengan sempurna malam ini. Setelah itu, biarkan saya tenang."

​"Tenang? Kamu pikir setelah bertemu Dewa kamu bisa tenang?" Andra mengerem mobilnya dengan mendadak saat lampu merah menyala, membuat tubuh Isvara sedikit terdorong ke depan. Isvara meringis, refleks memegang dadanya yang sangat sesak.

​Andra menoleh tajam. Ia melihat istrinya berjuang mengatur napas, namun egonya segera menepis rasa khawatir itu. Ia yakin ini adalah puncak akting Isvara.

​"Perbaiki ekspresimu. Kita sampai dalam lima menit. Saya ingin Dewa melihat bahwa adiknya yang malang ini sudah menjadi istri seorang Prayudha yang terhormat. Jangan tunjukkan kalau kamu di posisi istri yang tidak dianggap di depannya. Beraktinglah seperti biasanya, kamu kan penipu ulung."

​Kediaman Keluarga Wiratmadja, Pukul 19.30 WIB

​Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di depan lobi megah. Tanpa menunggu petugas valet atau berakting membukakan pintu untuk Isvara, Andra langsung keluar dari mobilnya sendiri. Ia mengabaikan Isvara, membiarkan istrinya berjuang sendiri keluar dari pintu mobil.

​Isvara menggunakan kesempatan itu. Dengan tangan gemetar, ia segera meraih tasnya dan mencari tabung oksigen kecil yang ia sembunyikan di bawah dasbor sisi penumpang. Ia menghirupnya sekali dengan cepat, membiarkan oksigen murni itu memenuhi paru-parunya yang sempit.

​"Hanya satu malam, Isvara. Bertahanlah." batinnya.

​Setelah merasa sedikit lebih stabil, ia menyembunyikan kembali tabung itu dan keluar dari mobil dengan kepala tegak. Ia harus kuat. Ia harus membuktikan pada Dewa bahwa ia tidak butuh siapa pun, dan membuktikan pada Andra bahwa ejekannya sebagai "penipu ulung" tidak akan pernah bisa menghancurkan harga dirinya.

​Andra berdiri di dekat pintu masuk lobi, menunggunya dengan wajah tidak sabar. Isvara melangkah mendekat, memasang topeng paling sempurna yang pernah ia miliki. Panggung sandiwara baru saja dimulai.

1
lin sya
sbnrnya jodohnya isvara siapa thor, gk dewa gk andra , sama2 nykitin, lbih baik isvara fokus sm kesehatannya, sayangi diri sndiri pnting💪
Riza Afrianti
kapan si Andra kena karma nya yaa
Wayan Sucani
Apa hanya saya saja yg menangis..menjadi Isvara sangat menyakitkan...
blcak areng: ya ampun kak, peluk"🫂🫂🫂🫂
total 1 replies
Wayan Sucani
Sungguh sakit jd dirimu Isvara...
Wayan Sucani
Apa yg terjadi dimasa lalu Isvara???. rasanya sesak jd dirimu... tanpa cinta... berusaha kuat... dan baik2 saja...
Aku sesak Isvara...
lin sya
gk tau apa yg ada diotak isvara trllu memaksakan tubuhnya pdhl udh mau tumbang, apa krn judulnya rahasia dibalik nafas terakhir isvara makanya isvara kuat diluar tp rapuh didlm, kacian thor isvara kejayaannya ada ditangan suami angkuhnya bkn ditangan dia sndiri /Whimper/
lin sya
klo isvara bneran dibuat mati oleh tekanan ego andra buat dia bertransmigrasi ke tubuh pemeran lain thor, yg lbih kaya trus byk yg sayang, klo boleh saran ya thor, kacian isvara dibalik sikap dinginnya krn gak mau diksihani atau tdk mau trlihat lemah dia tiap hri hrs sllu kuat, gak suami, gak mertua, gk kluarga kndung gk ada yg beres, klo ditubuh baru kan bsa bls dendam dan bikin andra menyesal atas kematiannya💪/Sob/
blcak areng: Terima kasih ya Kak atas masukannya... nanti bisa jadi bahan pertimbangan 😍
total 1 replies
lin sya
gw bknnya bnci dgn karakter isvara justru kacian dan terkesan krn hebat bertahan dri tekanan org2 toxic disekitarnya, mmpu bertahan dgn pnykit jg bsa pnya karier yg bagus, smga klo lepas dri kluarga suami minimal pnya relasi atau org yg bsa jd pelindung agar ttp smgt hdup/Smile/
lin sya
smgt isvara mental mu kuat sekali plus bsa cerdik mnutupi pnyakit , musuhmu bkn hnya kk dan ibu mu tp kluarga suami mu, kira2 isvara bsa dpt donor jantung gak thor plus bsa kluar dri rmh tangga toxic dan dpt jodoh yg lbih baik bahkan isvara keren menutupi kelemahannya dgn skp dingin dan biar lah dianggap buruk pdhl ia pnya sisi rapuh😍
lin sya: ok kk author💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!