NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

:**: "siapa juga yg geer... "

Enggak... siapa juga yang geer," balas [y/n] lirih, hampir berupa bisikan. Dia berusaha keras menatap lurus ke papan tulis, tapi ekor matanya nggak bisa bohong; dia terus-terusan menyadari setiap gerakan kecil yang dibuat Ariel di sampingnya.

Beberapa menit berlalu dengan suara Bu Yeni yang sibuk menjelaskan tentang struktur DNA. [y/n] mencatat dengan tekun, meski tangannya yang diperban sedikit menghambat gerakannya.

Ariel, yang sejak tadi cuma melipat tangan dan bersandar malas, mulai merasa bosan. Matanya yang gelap mulai berkelana, dan akhirnya berhenti tepat di buku catatan [y/n].

Dia memperhatikan deretan kalimat yang ditulis [y/n] dengan tulisan tangan yang rapi tapi sedikit miring-miring karena perbannya.

Tiba-tiba, Ariel berdecak pelan. "Ck."

[y/n] tersentak kecil. "Kenapa?" tanya [y/n] pelan, takut kedengaran Bu Yeni di depan.

Tanpa permisi, Ariel menarik sedikit ujung buku catatan [y/n] ke arahnya. Dia menunjuk sebuah paragraf tentang replikasi DNA dengan jarinya yang panjang.

"Ini salah," gumam Ariel rendah, suaranya sangat dekat di telinga [y/n] sampai bulu kuduk gadis itu meremang. "Adenin itu pasangannya sama Timin, bukan Sitosin. Kalau lu tulis kayak gini, urutan genetikanya jadi kacau. Lu mau bikin mutasi manusia atau gimana?"

[y/n] melongo, dia buru-buru ngecek buku paketnya. Dan bener aja, dia salah tulis karena saking nggak fokusnya duduk di sebelah Ariel.

"Eh... iya, sori. Salah fokus tadi," ucap [y/n] sambil buru-buru mengambil tipe-x.

Ariel nggak melepaskan bukunya. Dia malah mengambil pulpen dari tangan [y/n]—sebuah sentuhan singkat yang bikin jantung [y/n] makin liar. Ariel mencoret pelan bagian yang salah, lalu menuliskan rumus singkat di pinggir halaman dengan tulisan tangan yang sangat bagus dan tegas.

"Nih. Inget aja A-T, G-C. Gampang kan?" ucap Ariel sambil mengembalikan pulpennya. Dia kembali bersandar, tapi kali ini sudut bibirnya sedikit terangkat—hampir nggak kelihatan, tapi itu adalah senyum kemenangan kecil karena dia bisa pamer kepintaran di depan [y/n].

"Makasih, Pak Guru," sindir [y/n] pelan sambil menahan senyum.

Ariel cuma mendengus, kembali ke mode cool-nya. "Diem lu. Tulisan lu jelek kalau lagi gemeteran gitu. Mending fokus, jangan liatin gue terus."

"Siapa juga yang liatin lu!" bantah [y/n] dengan wajah yang mendadak merah padam.

Ariel nggak jawab, tapi dia makin mepetin bahunya ke bahu [y/n], seolah sengaja mau bikin gadis itu makin salah tingkah.

[y/n] bisa merasakan panas yang menjalar dari bahu Ariel yang kini benar-benar menempel pada bahunya. Kursi dan meja yang sempit itu seolah sengaja menjebak mereka dalam jarak yang sangat intim.

Merasa makin tidak fokus dan jantungnya sudah berisik sekali, [y/n] menoleh cepat dan melototi Ariel dengan tatapan "apa-apaan sih lu?". Tapi bukannya takut atau menjauh, Ariel malah tetap bersandar santai, menatap balik [y/n] dengan satu alis yang terangkat seolah menantang.

"Kenapa? Kurang mepet?" tanya Ariel tanpa suara, hanya dengan gerakan bibir yang menyebalkan tapi terlihat sangat tampan.

[y/n] mendengus kesal, pipinya makin merah padam. Dia langsung membuang muka dan mencoba kembali fokus pada penjelasan Bu Yeni tentang pembelahan sel.

Tangannya yang memegang pulpen bergerak kaku di atas kertas, berusaha menulis setiap kata yang diucapkan guru di depan, meski otaknya saat ini hanya berisi: Ariel deket banget... bahunya anget banget...

Bu Yeni yang sedang menulis di papan tulis tiba-tiba berbalik, matanya menyapu seisi kelas dan berhenti tepat di bangku mereka berdua.

"Ariel, [y/n]! Kalian sedang apa? Bisik-bisik terus dari tadi," tegur Bu Yeni dengan nada menyelidik.

Seketika seisi kelas menoleh. Yupi dan Amu menahan tawa di depan, sementara Toro menyeringai lebar sambil mengacungkan jempol ke arah Ariel.

Ariel tetap tenang, tidak sedikit pun terlihat gugup. "Nggak ngapa-ngapain, Bu. Cuma lagi diskusi soal replikasi DNA yang Ibu jelasin tadi. Takut salah catat aja."

Bu Yeni menaikkan sebelah alisnya, tidak percaya begitu saja. "Oh ya? Kalau begitu, coba kamu jelaskan apa itu sitokinesis dan kapan terjadinya!"

[y/n] langsung panik, dia baru saja mau membisikkan jawabannya ke Ariel, tapi Ariel sudah lebih dulu berdiri dengan santai.

"Sitokinesis itu proses pembelahan sitoplasma yang menghasilkan dua sel anak," jawab Ariel dengan nada bosan namun sangat tepat. "Terjadinya di akhir fase telofase pada mitosis. Benar kan, Bu?"

Bu Yeni tertegun sejenak. Dia tidak menyangka Ariel yang tadinya tampak asyik mengganggu murid baru ternyata tetap menyimak pelajarannya dengan sempurna.

"Ya... benar. Bagus, Ariel. Silakan duduk kembali dan jangan berisik lagi," ucap Bu Yeni yang akhirnya kembali melanjutkan penjelasannya.

Ariel kembali duduk, kali ini dengan senyum miring yang lebih jelas di wajahnya. Dia menyenggol bahu [y/n] pelan. "Tuh, denger kan? Makanya fokus, jangan melototin gue terus. Gue emang ganteng, tapi jangan sampe bikin nilai lu turun."

[y/n] cuma bisa menggerutu pelan sambil menenggelamkan wajahnya di balik buku paket. "Dih, pede banget lu jadi orang!"​

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!