NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Kanebo

Kaluna termenung memandangi rumah tinggal para anggota militer yang ada di seberang jalan. Ia masih saja teringat obrolan perihal Kapten Kalvin.

Rasanya begitu tak enak, sebab tadi Kaluna bicara begitu keras saat mengatakan kalau Kalvin penyuka sesama jenis.

Entah seperti apa hari-hari yang akan ia lalui selama enam bulan ke depan, apalagi jadwal patrolinya berbarengan dengan Kalvin si kutub itu. Pastilah pria itu akan semakin mendiamkannya.

Lamunan Kaluna buyar kala mendapati tepukan di bahunya.

“Ngelamun aja, Letda Kaluna?” sapa Tina yang kini sudah duduk di sampingnya. Sedangkan para Kowad lain sibuk membuat mie instan, begitu pula dengan Safira.

“Ah, Peltu Tina.” Kaluna mengulum senyum menatap wanita yang duduk di sampingnya.

“Itu apa?” Pandangan Tina tertuju pada selembar kertas yang ada dalam genggaman Kaluna.

“Jadwal patroli, Peltu,” sahut Kaluna seraya menyerahkan kertas itu pada Tina.

“Wah, jadwal kita di hari yang sama ternyata.”

Kaluna terbengong. Rasanya ia begitu senang setelah tahu jadwalnya dan Tina berbarengan. Jadi Kaluna tidak perlu terlalu khawatir, meski nantinya ada Kapten Kalvin si kanebo.

“Alhamdulillah, senang bisa patroli bareng Peltu Tina,” ucap Kaluna kemudian.

“Saya juga,” ucap Tina ikut menanggapi.

“Lun, mie-nya udah mateng!” seru Safira.

“Saya ke sana dulu, Peltu Tina.”

Kaluna bangkit, lalu menghampiri Safira. Sedangkan Tina berganti memandangi bangunan para anggota militer itu. Berharap seseorang yang ingin ia lihat ada di sana.

Namun nihil. Tak tampak pria dingin yang pada akhirnya membuat ia nekat mengajukan diri mengikuti penugasan di Papua.

Bahkan demi pria itu, Tina rela meninggalkan kenyamanannya dan bertugas jauh dari rumah selama enam bulan ke depan.

...****************...

“Komandan.”

Anton menghampiri Kalvin yang kini tengah menyeduh teh hangat. Pria itu tampak takut dan tidak enak hati.

Apalagi Kalvin hanya diam saja, meski sedari tadi Anton telah menyerukan namanya.

“Komandan, saya ingin minta maaf soal tadi,” ucap Anton. Entah tulus atau tidak, yang jelas ia harus cari aman.

Kalvin menghentikan aktivitasnya, menatap Anton yang kini tengah menundukkan kepala. “Kenapa harus minta maaf? Saya senang mendengar gosip yang Sertu Anton katakan. Jadi saya tidak perlu lagi repot-repot menghindari para wanita itu, kan? Jadi Sertu Anton tidak perlu khawatir.”

Kalvin berlalu dari dapur seraya membawa mug teh panas yang baru ia buat. Sedangkan Anton masih terpaku di tempatnya. Tangannya terkepal. Entah mengapa ucapan Kalvin semakin membuatnya tak suka pada kapten itu.

“Apa dia merasa sangat keren dan hebat?” gerutu Anton. Pria itu menghela napas, lalu turut menyusul keluar dari dapur.

Langit semakin gelap, namun cahaya gemerlap bintang membuat malam itu terasa begitu indah. Kalvin duduk di teras, pandangannya fokus pada layar ponsel. Sebuah pesan dari saudara kembarnya baru saja masuk.

(Betah kamu ya nggak balik-balik. Nggak kasihan sama Mommy?).

Begitulah isi pesan yang baru saja Kalvin baca, pesan dari Kalea sang kembaran.

Kalvin menghela napas dalam. Bukannya ia tidak merindukan Mommy-nya, hanya saja ia masih enggan kembali ke Jakarta. Padahal sebenarnya ia juga sangat merindukan keluarganya, terutama Mommynya.

(Aku bakal balik kalau abang kamu mau married). Balas Kalvin singkat. Jika ia kembali sekarang, sudah pasti keluarganya akan kembali membahas perjodohan yang begitu ia hindari.

(Lah kan yang mau dijodohin itu kamu. Bang Kevan udah punya pacar). Balas Kalea lagi.

Kalvin memutar bola mata malas. ia tahu Kalea hanya sedang berusaha memancing reaksinya. Tidak mungkin sang kakak sudah memiliki kekasih, sementara keluarganya masih sibuk membahas perjodohan.

(Ya udah, nggak usah ada jodoh-jodohan). Balas Kalvin singkat padat seraya menyudahi percakapan yang menurutnya tidak ada faedahnya itu.

“Ehh, Sis Kalvin,“ ledek Nakara yang baru saja menyantap makan malam.

Sudah memang Kalvin sedang tidak mood, malah kini mendengar candaan sahabatnya yang benar-benar mengesalkan. Ia hanya diam, malas meladeni.

“Sis, besok mangkal yuk!“ Seakan tak kehabisan akal, ada saja yang Nakara katakan, membuat Kalvin berdecak kesal.

Kalvin bangkit, meninggalkan Nakara yang masih terpingkal di luar sana.

“Mari istirahat semuanya!“ serunya pada anggota militer lain.

“Siap Komandan!“ sahut para anggota militer kompak.

...****************...

Kaluna membuka kelopak matanya dengan perlahan. Rasanya baru saja ia terpejam, namun suara aktivitas sudah terdengar di luar sana. Wanita itu menggapai ponselnya, ingin melihat pukul berapa saat ini.

Dan sepertinya memang Kaluna yang sedikit terlambat bangun, sebab saat ini sudah pukul lima lewat tiga puluh pagi.

“Fir, udah siang, Fir.” Kaluna menggoyangkan tubuh Safira dengan sedikit keras.

“Hah... apaan Lun?” tanya Safira kaget.

“Udah siang, yuk bangun. Bantu-bantu yang dapat jadwal masak hari ini,” ajak Kaluna seraya membawa alat mandi untuk mencuci wajahnya.

“Duluan Lun, nanti aku susul!” sahut Safira kemudian.

Kaluna membuka pintu kamarnya. Dari kejauhan tampak para anggota militer tengah berbaris melakukan latihan fisik pagi.

“Letda Kaluna, yuk ikutan lari pagi!” ajak Tina yang terlihat sudah mengenakan pakaian olahraga khas TNI.

“Duluan Peltu Tina, nanti saya nyusul,” ucap Kaluna. Tak mungkin ia ikut lari pagi dengan pakaian tidur seperti ini. Pastilah lagi-lagi Kaluna akan mendapatkan tatapan tajam dari Kalvin.

Kaluna berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Wanita itu sekaligus membersihkan diri agar nanti tak perlu mengantre lagi.

Lantas setelahnya berhenti di dapur, menilik dua orang Kowad yang tengah membuat nasi goreng.

“Wangi sekali,” puji Kaluna.

Kedua wanita itu hanya tersenyum seraya menawarkan Kaluna sarapan lebih dulu, namun ia menolak sebab tak mungkin Kaluna sarapan seorang diri, sedangkan teman-teman lainnya masih lari pagi.

Usai menjemur pakaian dan merapikan diri, Kaluna bergegas berlari mengejar para Kowad yang mengikuti para anggota militer lainnya.

Namun sepertinya ia sudah tertinggal jauh. Andai saja Safira sudah bangun, pastilah Kaluna tak akan berlari seorang diri seperti saat ini.

Kaluna menoleh saat telinganya mendengar derap sepatu yang beradu dengan aspal. Kaluna pikir itu Safira yang tengah mengejarnya, namun ternyata si Kanebo.

Kalvin terlihat sudah mandi keringat, bahkan kaos loreng yang dikenakannya tampak basah membentuk lekuk tubuhnya.

Pria itu berlari tanpa menoleh maupun menyapa Kaluna, padahal Kaluna baru saja berniat menyapa dan meminta maaf perihal semalam.

Gila, dikira aku pohon kali ya? batin Kaluna geram.

Wanita itu turut berlari mengejar Kalvin. Napasnya sedikit terengah sebab langkah Kalvin begitu lebar dan cepat.

Kaluna bertanya-tanya mengapa Kalvin berlari seorang diri dan tidak bersama para anggota militer lainnya.

“Ehem Kapten...” Kaluna memanggil Kalvin, berharap pria itu menghentikan larinya dan menunggu ia, namun sayang si Kanebo tetap saja lempeng tanpa menoleh.

“Huh... ganteng-ganteng sukanya sama terong, dipanggil jeruk aja sampai nggak noleh,” ucap Kaluna sedikit lantang, niat hati ingin meminta maaf, namun sepertinya Kaluna malah menimbulkan masalah baru.

1
MayAyunda
keren 👍👍
Alfatia🌷
Udah mulai mau ngobrol sedikit lebih banyak nih yaaa🤣
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Masih nyimak, tapi... ini Kirana sahabatnya Ravela, kan? Hah... dia gak lihat anaknya nikah dong😭🥹
Mutia Kim🍑: Iya Kirana meninggal 😭😭
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
keren terus semangat ya/Drool/
Mayraa_Tapaa
semangat ka, aku mampir ya💪
izin autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah ya ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, saling suport boleh dong ka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!