NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:416.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

" Bu Kirana pulang dulu, ya Bu" pamit Kirana. Dia hanya bekerja sampai jam empat saja karena ada kariawan lain yang masuk di jam dua tadi.

"Ohh sudah mau pulang, ya udah hati-hati ya"

"Pulang duluan ya ki" ucap Kirana pada Kiki yang masuk jam dua itu

"Ohh iya mbak aman, titip salam buat anak mbak"

" Insyaallah nanti aku sampaikan ki"

Setelah pamit Kirana langsung pulang. Banyak orang yang menanyakan kenapa dia tidak menikah lagi padahal dirinya cantik, tapi Kirana hanya bisa membalasnya dengan senyuman

Kirana melangkah pulang dengan langkah letih namun ringan. Setelah seharian berdiri, mengangkat barang, dan melayani pelanggan, tubuhnya memang lelah, tapi hatinya lega karena pekerjaannya selesai untuk hari ini.

Ia baru berjalan sekitar dua ratus meter dari toko ketika seseorang tiba-tiba memanggilnya pelan.

"Mbak... mbak, bisa bantu saya nggak?"

Kirana berhenti dan menoleh. Seorang laki-laki matang berdiri di dekat motornya yang terparkir di pinggir jalan. Bajunya berkeringat, wajahnya cemas, dan helm masih menempel di kepala seolah ia baru saja berhenti mendadak.

"Ada apa, Mas?" tanya Kirana hati-hati.

Pria itu mengusap tengkuknya canggung. "Maaf ya, Mbak... saya mau minta tolong banget. Saya kehabisan bensin. Sementara saya buru-buru harus jemput inu saya... eh, dompet saya malah ketinggalan di rumah."

Seakan tahu keraguannya, pria itu buru-buru menambahkan, "Kalau Mbak keberatan nggak apa-apa. Tapi saya cuma butuh dua puluh ribu buat beli minyak. Nanti saya balikin, sumpah. Kalau perlu Mbak ikut ke pom, saya nggak kabur."

Kirana terdiam. Ia memegang ujung tasnya, berpikir cepat.

Uang di dompetnya... tinggal lima puluh ribu. Sisa dari gaji harian yang tadi ia ambil. Dan itu pun harus ia atur sampai beberapa hari ke depan, termasuk buat makan anak-anak.

Tapi...

Pria itu terlihat benar-benar panik. Entah kenapa wajahnya mengingatkan Kirana pada masa-masa saat Arya masih hidup ketika keduanya saling membantu orang asing tanpa berpikir panjang.

Ia menarik napas kecil. "Ya sudah, Mas. Ini dua puluh ribu, dipakai dulu."

Pria itu terperangah. "Serius, Mbak? Terima kasih banyak, ya Allah..." Ia menerima uang itu dengan kedua tangan. "Mbak tinggal di mana? Biar nanti saya balikin. Jangan khawatir, saya orangnya amanah."

Kirana menggeleng cepat. "Nggak usah dibalikin, Mas. Anggep aja buat nolong orang yang lagi kesusahan. Saya juga pulang buru-buru."

Pria itu tampak makin kikuk, seperti salah tingkah karena diberi tanpa syarat.

"Kalau gitu... boleh tahu nama Mbak siapa?" tanyanya sopan.

"Kirana," jawabnya singkat.

"Nama saya Yuda, Mbak. Sekali lagi makasih banyak. Semoga rezeki Mbak lancar."

Kirana hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan langkahnya. Begitu jauh beberapa meter, barulah ia menghembuskan napas panjang yang berat.

Uangnya kini hanya tersisa tiga puluh ribu.

Tadi pagi anak-anak sarapan mie... besok apa ya? pikirnya getir.

Ia bukan menyesal telah menolong, tapi kekhawatiran mulai menghimpit dadanya. Setiap rupiah bagi mereka sangat berarti.

Namun Kirana mengangkat dagu, mencoba menguatkan diri seperti biasa.

Allah nggak pernah tidur. Rezeki nggak akan tertukar.

Ia menggenggam tali tasnya sedikit lebih erat, lalu melanjutkan perjalanan pulang. Hari masih sore, tetapi langkahnya terasa semakin berat.

Di kejauhan, rumah kontrakan kecilnya mulai terlihat. Dan seperti biasa... dua sosok kecil sudah menunggunya di depan pintu.

"ibuuuu!" seru bocah kecil itu sambil berlari kecil menghampirinya.

Arka menyusul.

Kirana tersenyum. Lelahnya hari itu seperti hilang seketika melihat dua anaknya menunggu dengan antusias.

"Kalian udah nunggu lama?" tanya Kirana sambil berjongkok, mengelus rambut Tiara lalu memandang Arka.

"Enggak kok, Bu," jawab Arka. "Tadi Abang baru pulang jam dua lewat dikit."

Kirana menatapnya pelan. "Jam dua lewat...? Bukannya kamu biasanya pulang setengah dua?"

Arka menunduk sebentar. "Tadi Bu Guru ada pembagian tugas kelompok, jadi agak lama, Bu. Maaf ya..."

Kirana menggeleng lembut. "Nggak apa-apa, Nak. Ibu cuma nanya. Yang penting kamu pulang aman."

Ia berdiri dan membuka pintu rumah yang telah Arka kunci dari dalam. Begitu masuk, Kirana melihat meja kecil di ruang tengah kosong. Tidak ada piring atau gelas tersisa.

"Arka... Tiara... kalian udah makan siang belum?" tanya Kirana hati-hati.

Arka menatap Tiara sekilas sebelum menjawab, "Belum, Bu."

Kirana menatapnya lebih dalam, menyadari Arka berusaha terlihat biasa saja. "Kenapa belum makan? Kan tadi Ibu udah bilang uang jajannya Arka dipakai buat lauk di warung."

Hati Kirana mencelos sejenak-Ia lupa bahwa buku Arka memang tinggal beberapa lembar.

"Terus Tiara kenapa nggak makan?" tanya Kirana lembut.

Tiara yang sedari tadi memeluk kaki ibunya menjawab polos, "Tiara nunggu Ibu... mau makan bareng Ibu..."

Kirana merasa dadanya sesak. Bukan karena marah, tapi karena sedih melihat kedua anaknya menahan lapar untuk alasan sesederhana itu.

Arka buru-buru menambahkan, "Abang nggak apa-apa kok, Bu. Abang nggak lapar banget."

"Tapi perut kamu bunyi dari tadi," celetuk Tiara tanpa rasa bersalah.

Arka langsung menatap adiknya, memerah, sementara Kirana menutup mulut menahan senyum pedih.

"Ya sudah," ucap Kirana pelan. "Ibu masak dulu ya. Hari ini kita makan seadanya dulu. Yang penting perut kalian isi."

Arka mengangguk, sementara Tiara menyenderkan kepala di pinggang ibunya.

Kirana berjalan ke dapur kecil mereka, membuka lemari bahan makanan-yang isinya hanya mie instan tersisa satu bungkus, sedikit beras, dan telur tiga butir.

Ia menatapnya lama.

Tiga perut, satu dapur yang hampir kosong.

Lalu ia menghela napas... dan memilih tetap tersenyum.

Bagaimanapun caranya, malam ini mereka harus makan.

1
Rina Nurvitasari
ceritanya bagus
La Rue
Thanks author
Sri Supriatin
tks Thor 🙏🙏😍😍
dewi rofiqoh
Lho udah end🙄🙄
nilamsari
mohon season 2 ya thor tentang anak² nya mereka.. semangat ya thor.💪💪💪.. terima kasih
Alby Raziq
kirain sampai anaknya sukses thor
ig: denaa_127: kepanjangan 🤭🤭🙏
total 1 replies
dewi rofiqoh
Berbesar hatilah, agar anak dapat menapaki masa depan untuk meraih cita-cita dengan penuh semangat yang diiringi doa restu kedua orang tuanya
Dian
lanjut
Samsiah Yuliana
lanjut lagi ceritanya Thor 🙏🙏🙏
dewi rofiqoh
Wah arka kakak terbaik...
Samsiah Yuliana
lanjut Thor,,,
lagi mewek malah ketunda episode nya 😁🥰🥰🥰🙏
Sri Supriatin
bangga tentunya...selamat Arka🙏🙏🙏
Kaylaa
boleh...ditunggu crita anak2nya Kirana dan Yuda....khususnya si arka....penasaran sama cewek yg diumpetin 🤣🤭
dewi rofiqoh
Selamat arka
Kembarr Kembaarr
yaa emang pd dasarnya sprt itu laura. maka nya jd perempuan jngn terlalu murah. cantik kalau hanya polesan untuk jual diri untuk apa giliran gak di poles rupa kayak badak siapa yg mau. udah bejat ahlaq nya lg
Nabila Nabil
kalo arka sama lilis masih sedarah antara ayahnya arka sama ibu nya lilis... kecuali kalo lilis sama Keenan nah itu udah beda darah dan diperbolehkan tapi kalo arka lilis kayaknya gak boleh deh... gak tau kalo cuma di novel boleh..... 🤣🤣🤣🤣🤣 kan cerita fiktif tapi gak untuk ditiru.....
Nabila Nabil
jangan sama lilis donk... kan masih Arya ibu nya lilis masih sedarah... kalo di kampungku gak boleh..... kecuali kalo udah di canggah mah gpp... kalo se buyut aja masih gak boleh kok
dewi rofiqoh
Jangan sama sepupu sendiri dong arka
dewi rofiqoh
Lanjuut
Kembarr Kembaarr
berarti si ibu ini yergolong manusia yg merasa diri nya mampu berdiri sendiri tanpa orang lain. dn tidak membutuhkn orang lain pula.. wah hebat skl tp apakah dia mampu. nyatanya anaknya aja nyampek kelaparan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!