Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎
Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.
Dulu dipuji, kini dihina.
Dulu didekati, kini dijauhi.
Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mewarisi Tehnik Tingkat Langit
Pintu batu terbuka perlahan ketika Xiao Ba melangkah masuk ke kawasan terlarang kediaman Keluarga Xiao
Taman spiritual yang menghijau menyambutnya di mana aroma tanaman yang hanya bisa ditemukan di tempat seperti ini mengisi udara dengan keharuman yang bersih dan menenangkan sementara di kejauhan suara ombak dari Laut Selatan terdengar seperti bisikan yang tidak pernah berhenti mengiringi langkahnya melewati taman menuju bangunan di bagian paling belakang
Di dalam tampak Xiao Sun sedang duduk bersila dalam posisi kultivasi dengan rambut putih yang terurai rapi di kedua bahunya serta wajah penuh keriput yang terlihat tenang layaknya ketenangan seseorang yang sudah berdamai dengan banyak hal dalam hidupnya meski hatinya masih menyimpan luka yang belum sembuh sepenuhnya
Xiao Ba tidak bersuara melainkan hanya duduk diam di dekat pintu untuk menunggu hingga beberapa menit kemudian Xiao Sun akhirnya membuka mata
Ketika pandangannya jatuh pada sosok yang duduk di depannya senyum yang sudah lama tidak tampak di wajah tua itu akhirnya muncul secara perlahan namun terasa hangat seperti cahaya matahari yang pertama kali muncul di pagi hari setelah seminggu hujan tidak berhenti
"Kamu sudah kembali baguslah kamu baik-baik saja," ucapnya
"Salam Kakek," Xiao Ba menundukkan punggungnya sedikit "maafkan Xiao Ba sudah membuat Kakek khawatir"
"Duduklah"
Xiao Ba mengambil tempat duduk di hadapan sang Patriark dan setelah sesaat hening yang hanya diisi oleh suara angin laut yang masuk melalui celah jendela kecil di dinding paviliun itu Xiao Sun mengembuskan napas panjang
"Maafkan kakek Shan'er karena belum berhasil menemukan cara mengembalikan akar spiritualmu," tutur Xiao Sun dengan suara berat namun matanya tidak memalingkan diri dari wajah cucunya
Xiao Ba menatap kakeknya sejenak di mana ada sesuatu yang bergerak di dalam dadanya berupa kehangatan yang datang dari menyaksikan lelaki tua yang paling ia hormati di seluruh dunia ini menanggung beban yang bukan seharusnya ia pikul sendirian
"Ada yang ingin aku katakan kepada Kakek," ucap Xiao Ba akhirnya dengan suara tenang namun mengandung sesuatu yang membuat Xiao Sun langsung mempertajam perhatiannya "sebenarnya akar spiritualku yang baru sudah tumbuh tapi aku juga tidak tahu akar spiritual tingkat apa yang sekarang kumiliki"
Kalimat itu tidak sepenuhnya bohong namun juga tidak sepenuhnya jujur karena ia memilih kata-katanya dengan hati-hati agar cukup untuk meringankan beban sang kakek namun tidak sampai mengungkapkan seluruh kebenaran yang belum waktunya diketahui siapa pun
BOOM!
Xiao Sun melompat berdiri seketika dengan mata yang terbelalak lebar sembari berseru "Shan'er kamu tidak sedang bercanda dengan kakek?"
"Tidak Kakek"
Xiao Sun menatap cucunya dengan ekspresi yang bergetar antara tidak percaya dan harapan yang terlalu besar untuk ia tahan sehingga Xiao Ba memutuskan untuk memberikan bukti yang tidak bisa dibantah
Ia melepaskan teknik penyembunyian alam kultivasinya lalu membiarkan aura Alam Pengumpulan Qi Tingkat 8 Menengah memancar keluar secara terbuka untuk pertama kalinya
Xiao Sun terdiam sebelum matanya mulai berkaca-kaca hingga ia akhirnya tertawa dengan keras dan lepas selaku tawa seorang kakek yang baru saja mendapatkan kembali sesuatu yang ia kira sudah hilang selamanya sementara di luar paviliun angin laut berembus seolah ikut merayakan momen itu
"Hahaha! Langit ternyata tidak begitu jahat!" serunya sambil tertawa dengan air mata yang mengalir bebas di pipinya tanpa ia usap "Hahaha Shan'er kakek hampir tidak percaya!"
Xiao Ba membiarkan sang kakek tertawa sepuasnya karena ada kebahagiaan yang tulus saat menyaksikan hal itu berupa kebahagiaan yang sederhana namun dalam layaknya matahari yang akhirnya muncul setelah hujan yang sangat panjang
Kasih sayang yang diberikan kakeknya selama ini ditambah aksi Patriark Xiao yang nekat mendatangi markas Klan Cakar Hitam sendirian demi membela cucunya membuat Xiao Ba tidak ingin menyembunyikan kondisinya lebih lama dari yang diperlukan
Setelah tawa itu mereda Xiao Ba melanjutkan dengan lebih serius "Tapi aku minta Kakek tidak memberitahu siapa pun tentang kondisiku yang sudah kembali ke jalur kultivasi karena aku curiga kejadian yang menimpa kita kemarin ada campur tangan orang dari dalam keluarga kita sendiri"
Ekspresi Xiao Sun berubah seketika di mana tawa yang baru saja mereda langsung digantikan oleh kemarahan yang dingin selaku kemarahan seseorang yang sudah lama menyimpan kecurigaan namun belum punya cukup bukti untuk bertindak karena ingatan tentang hari saat akar spiritual Xiao Ba dicabut di depan matanya sendiri kembali menyerbu benaknya
"Aku mengerti," kata Xiao Sun akhirnya dengan suara yang kembali ke ketegasan seorang Patriark yang sudah memimpin keluarga selama puluhan tahun "Kakek akan mengikuti pengaturanmu dan kakek juga akan mencari tahu siapa dari Keluarga Xiao yang terlibat dalam pengkhianatan ini karena jika terbukti kakek tidak akan melepasnya"
Dua jam berlalu dalam percakapan yang mengalir tanpa tergesa-gesa mengenai kondisi Xiao Ba situasi keluarga serta persiapan Tebing Tujuh Roh yang tinggal beberapa hari lagi
Ketika Xiao Ba akhirnya pamit dan kembali ke paviliunnya ada sesuatu yang terasa ringan dalam langkahnya sebab beban yang ia pikul sendirian selama beberapa waktu kini telah terbagi dua dengan satu orang yang paling ia percaya di seluruh dunia ini
Sementara itu di ibu kota Kerajaan Ying yang terletak jauh dari Kota Beira sebuah rencana yang lebih besar sedang dijalin
Di sebuah kediaman mewah di bagian selatan kota tampak Yun Song selaku Patriark Keluarga Yun sedang duduk bersama empat orang yang wajahnya menyimpan kesenangan yang sama yaitu Yun Feyue dan Yun Bao serta dua penatua Keluarga Yun
"Orang kita sudah bertemu dengan Xiao Tian Penatua Kedua dan Penatua Kelima Keluarga Xiao," lapor Yun Bao dengan nada yang tidak menyembunyikan kepuasannya "mereka sepakat bekerja sama dengan kita saat pertarungan Tebing Tujuh Roh nanti"
"Sayangnya kita tidak bisa menyaksikan langsung akhir hidup dari sampah itu," gumam Yun Feyue sambil mendengus pelan dengan sudut bilah bibir yang melengkung ke bawah
"Biarkan Penatua Kelima di Kota Beira yang menyelesaikan itu," kata Yun Song dengan tenang "kalian berdua fokus saja pada Sekte Aula Langit karena menanamkan fondasi yang kuat di sana jauh lebih penting daripada memikirkan seseorang yang sudah pasti akan mati di antara celah-celah tebing itu"
Yun Feyue dan Yun Bao memang sudah bukan lagi sekadar anak keluarga biasa semenjak keduanya diundang langsung oleh Sekte Aula Langit karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 7 hingga status Keluarga Yun melonjak drastis di mana Yun Feyue bahkan menjadi murid utama Ketua Sekte Aula Langit Yong Fengying sedangkan Yun Bao diterima sebagai murid utama Wakil Ketua Sekte Heng Guo dengan tingkat kultivasi keduanya yang kini sudah mencapai Pengumpulan Qi Tingkat 8 Awal
"Penatua Pertama," kata Yun Song kepada penatua yang duduk di sebelah kanannya "sampaikan ke Penatua Kelima Keluarga Xiao agar menyetujui permintaan kerja sama dari Penatua Kedua tapi ingatkan Xiao Ye dan Xiao Shao bahwa setelah berhasil mengambil alih kepemimpinan Keluarga Xiao mereka harus tunduk ke Keluarga Yun"
"Baik Patriark karena menghabisi seseorang tanpa kultivasi sangatlah mudah hingga Keluarga Yun di Kota Beira bisa melakukannya tanpa perlu Tuan Muda dan Nona Muda turun tangan," jawab Penatua Pertama Keluarga Yun dengan nada yang terdengar terlalu ringan untuk membicarakan kematian seseorang
Pertemuan itu dibubarkan dengan cepat lalu Yun Feyue dan Yun Bao segera kembali ke Sekte Aula Langit
Di antara semua rencana yang sedang dijalin malam itu tidak satu pun dari mereka yang bisa membayangkan bahwa orang yang sedang mereka bicarakan selaku si sampah tanpa kultivasi itu ternyata sedang duduk bersila di paviliunnya dengan lautan kesadaran yang bersinar terang seperti galaksi penuh bintang
Kembali di kediaman Keluarga Xiao sosok Xiao Ba mengambil posisi duduk lotus
Ia sudah cukup banyak mengumpulkan kekuatan melalui pertarungan dan kultivasi sehingga kini ada sesuatu yang lebih penting yang harus ia selesaikan berupa sesuatu yang sudah ia tunda sejak pertama kali ia menyadari bahwa lautan kesadarannya menyimpan lebih dari sekadar ingatan dan teknik kultivasi
Jiwanya kembali menjelajah bintang-bintang yang tersebar di lautan kesadarannya untuk ia periksa satu per satu seperti seseorang yang sedang menyisir rak perpustakaan yang sangat besar demi membaca setiap bintang untuk menemukan apa yang ia cari mulai dari teknik pertarungan teknik pertahanan teknik penyembunyian hingga teknik pergerakan yang jumlahnya terlalu banyak untuk dieksplorasi semuanya dalam satu malam
Namun setelah menyisiri puluhan bintang jiwanya menangkap sesuatu yang bersinar lebih terang dari yang lain hingga ia memusatkan seluruh kekuatan jiwanya ke arah bintang itu sampai akhirnya bintang tersebut jatuh ke tangannya
"Ini teknik pertarungan Tingkat Surga yaitu Teknik Pedang Pembelah Langit," Xiao Ba menahan napasnya sejenak
Ia memeriksa seluruh isi teknik itu dengan saksama sembari membaca setiap detail yang tersimpan dalam ingatan peninggalan sang Kaisar Langit tentang teknik pedang tingkat surga selaku jenis teknik yang bahkan di Benua Yancun ini hampir tidak pernah terdengar keberadaannya karena di seluruh wilayah ini teknik tingkat langit hanya dimiliki oleh sekte-sekte terkuat dan itu pun hanya dipegang oleh ketua sekte masing-masing sebagai warisan paling berharga mereka
Namun ada masalah yang segera ia sadari hingga ia bergumam "Aku harus menunggu sampai mendapatkan pedang spiritual baru sebelum bisa mempraktikkan teknik ini sayang sekali padahal teknik ini luar biasa"
Ia tidak menyerah melainkan jiwanya kembali menjelajah hingga setelah semalaman penuh menyisiri bintang demi bintang dengan melewatkan teknik yang memerlukan senjata spiritual teknik yang memerlukan alam kultivasi jauh lebih tinggi serta teknik yang terlalu kompleks untuk dikuasai dalam waktu singkat ia akhirnya menemukan sebuah bintang lain yang bersinar dengan cahaya berbeda
Ia memusatkan jiwanya sampai bintang itu jatuh lalu berkata "Pukulan Naga Teknik Tingkat Langit dengan empat gerakan"
Xiao Ba membaca seluruh teknik itu dalam benaknya guna menyerap setiap detail dari empat gerakan yang masing-masing menyimpan kekuatan berbeda namun saling melengkapi di mana bagian terbaik dari teknik ini adalah tidak memerlukan senjata spiritual melainkan cukup dengan tangan kosong serta dengan alam Pengumpulan Qi Tingkat 8 Menengah yang ia miliki saat ini ia sudah bisa menjalankan teknik tersebut
"Di Kerajaan Ying bahkan di seluruh Benua Yancun teknik tingkat langit seperti ini pasti sangat langka hingga ini sudah lebih dari cukup untuk saat ini," gumamnya pelan
Matahari pagi menyinari Kota Beira dengan cahaya yang memantul indah dari permukaan Teluk Beira di mana jalanan di kawasan pertokoan sudah mulai ramai oleh para pedagang yang membuka lapak mereka kapal-kapal di pelabuhan yang mulai bergerak serta suara kehidupan kota yang mengisi udara pagi
Jelang pertarungan Tebing Tujuh Roh kota ini menjadi lebih ramai dari biasanya karena rumah-rumah taruhan sudah dipenuhi orang yang ingin memasang taruhan mengenai keluarga mana yang akan keluar sebagai pemenang tahun ini sementara para kultivator dari desa-desa kecil di sekitar Kota Beira berdatangan hanya untuk mencari informasi tentang siapa jenius terbaik dari masing-masing keluarga berapa tingkat alam kultivasi mereka serta siapa yang punya peluang terbesar
Di tengah keramaian itu Xiao Ba berjalan dengan langkah santai menuju Tebing Tujuh Roh hingga di depan salah satu toko senjata yang menghadap ke jalur utama langkahnya tidak melambat namun matanya sempat menangkap sesuatu
Seorang wanita muda dengan pakaian sutra putih dan jubah merah tua tampak sedang berjalan bersama seorang pria muda ke arahnya di mana tidak ada yang aneh dari hal itu sampai wanita tersebut saat berpapasan sengaja menggeserkan bahunya untuk menabrak bahu Xiao Ba secara sengaja
"Hei," kata wanita itu dengan nada yang sudah mengandung tuduhan bahkan sebelum kalimatnya selesai "bisakah kamu berjalan menggunakan mata? Dasar idiot"
Xiao Ba berhenti lalu berbalik menghadap wanita itu dengan ekspresi datar dan tenang yang tidak berubah sama sekali layaknya permukaan Teluk Beira di pagi yang tidak berangin
"Apakah kamu sedang berbicara denganku?" tanya Xiao Ba
"Siapa lagi kalau bukan denganmu karena kamu sengaja menyenggolku kan?"
Pria muda di sebelahnya yang dari potongan pakaian serta cara membawa diri sudah menyatakan bahwa ia bukan orang sembarangan langsung mencibir dengan wajah sangar "Ternyata sampah dari Keluarga Xiao berani sekali menyenggol kekasihku"
Sosok itu adalah Quon Ho selaku Tuan Muda Keluarga Quon yang menjadi salah satu keluarga besar lainnya di Kota Beira
Xiao Ba melirik wanita itu lalu melirik Quon Ho sebelum kembali menatap ke arah wanita itu lagi
"Kekasihmu yang tampaknya tertarik padaku karena jika tidak bagaimana mungkin dia bisa sengaja menyenggolku terlebih dahulu?" jawabnya ringan
Quon Ho mengepalkan tinjunya hingga energi Qi dari alam Pengumpulan Qi Tingkat 7 Menengah langsung membungkus tangannya dan tanpa menunggu lebih lama ia segera mengayunkan tinju tersebut ke arah Xiao Ba
pertahankan👌