NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Bayang-Bayang di Hutan Azure

Cengkeraman tangan kanan Ye Chen di leher Zhang Hu semakin mengetat. Suara tulang leher yang berderit pelan terdengar di antara keheningan hutan pegunungan yang mencekam. Zhang Hu menggapai-gapai di udara, kedua kakinya menendang-nendang kosong dengan keputusasaan yang luar biasa. Sepasang matanya yang semula penuh keangkuhan kini dipenuhi oleh ketakutan absolut yang mendalam.

"Ka... Kakak Senior... Bai..." suara Zhang Hu keluar tersendat-sendat dari tenggorokannya yang menyempit. "Dia... dia ada di... Paviliun Inti..."

"Kapan dia keluar dari paviliun?" tanya Ye Chen, nadanya sedingin es abadi. Kilatan biru di pupil matanya seolah mampu menembus langsung ke lubuk jiwa Zhang Hu.

"Tiga... tiga hari lagi... ada... Ujian Kompetisi Sekte Luar... Dia akan... hadir sebagai pengawas..." Zhang Hu mencakar pergelangan tangan Ye Chen yang sekeras perunggu, berharap ada belas kasihan. Namun, yang dia temukan hanyalah dinding batu tanpa emosi.

Ye Chen tersenyum tipis. Sebuah senyuman yang membuat Liu Mei, yang masih terduduk lemas di tanah, merinding ketakutan. "Ujian Kompetisi Sekte Luar? Bagus. Tempat yang sangat sempurna untuk sebuah reuni."

KREK!

Tanpa ada kedipan mata sedikit pun, Ye Chen mematahkan leher Zhang Hu dengan satu sentakan ringan. Tubuh besar murid luar itu mendadak lemas, matanya kosong menatap langit sebelum Ye Chen melemparkannya ke semak-semak seperti membuang tumpukan sampah usang.

Ye Chen kemudian membalikkan tubuhnya perlahan, menatap Liu Mei yang kini sudah menangis histeris dengan tubuh yang gemetar hebat. Celana murid luar perempuan itu tampak basah karena ketakutan yang teramat sangat.

"Ye Chen... Kakak Ye... tolong jangan bunuh aku! Aku tidak ikut campur saat Kakak Senior Bai menyerangmu! Aku hanya pelayan yang dipaksa!" ratap Liu Mei sambil bersujud berulang kali, dahinya menghantam tanah berbatu hingga berdarah.

Ye Chen melangkah mendekat tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Setiap langkah kakinya terasa seperti ketukan lonceng kematian di telinga Liu Mei.

"Kamu tidak ikut campur dengan tanganmu, Liu Mei. Tapi lidahmu sering kali menyebarkan fitnah tentang diriku setelah aku dibuang," ucap Ye Chen datar. Dia berdiri tepat di depan kepala Liu Mei yang sedang bersujud.

"Jangan bunuh dia dengan kasar, Bocah," suara Yue-Jian mendadak bergema di benak Ye Chen. "Jika kamu meninggalkan dua mayat dengan bekas patah tulang leher di sini, patroli sekte luar akan langsung menyadari ada penyusup dengan kekuatan fisik tingkat tinggi. Itu akan merusak rencana infiltrasimu."

Ye Chen terdiam sejenak. Lalu apa yang harus saya lakukan, Senior?

"Gunakan setitik Energi Es Yin murni milikmu. Suntikkan ke dalam titik akupunktur jantungnya. Hawa es itu akan membekukan aliran darahnya secara perlahan dari dalam. Di mata orang lain, dia akan tampak seperti mati mendadak karena serangan jantung akibat penyumbatan energi spiritual saat berkultivasi. Tidak akan ada jejak pembunuhan," instruksi Yue-Jian dengan nada tenang namun penuh tipu daya yang kejam.

Ye Chen mengangguk dalam hati. Dia membungkuk sedikit, mengulurkan jari telunjuknya, dan mengetuk dahi Liu Mei dengan sangat cepat sebelum wanita itu sempat bereaksi.

Ting.

Setitik Energi Es Yin yang sangat tipis dan tersembunyi melesat masuk, menembus dahi Liu Mei, lalu merayap cepat menyusuri meridian utamanya menuju ke jantung. Liu Mei mendadak menghentikan ratapannya. Matanya membelalak kaku, seluruh tubuhnya menegang sesaat sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tanah, tak lagi bernyawa. Wajahnya tampak pucat dan dingin, namun tidak ada luka luar sedikit pun di tubuhnya.

Ye Chen segera menyeret tubuh Liu Mei ke tempat yang sama dengan Zhang Hu, menyembunyikan keduanya di balik semak-semak lebat yang jarang dilewati orang. Setelah memastikan tidak ada jejak darah atau barang yang tertinggal, dia mengambil pedang perak milik Zhang Hu dan menyelipkannya di pinggangnya, sementara Pedang Hitam di punggungnya tetap tersembunyi di balik kain usang.

"Tiga hari lagi adalah Ujian Kompetisi Sekte Luar," gumam Ye Chen sambil berjalan menyusuri hutan, menghindari jalan utama dan memilih rute-rute tersembunyi yang hanya diketahui oleh murid lama. "Aku memiliki waktu tiga hari untuk mengamati situasi dalam sekte dan memulihkan energi Dantianku hingga ke puncaknya."

"Keputusan yang bijaksana," puji Yue-Jian dari ruang kesadaran. "Meskipun fisikmu kuat, kamu baru berada di Qi Condensation tingkat keempat. Menghadapi Bai Long yang mungkin sudah di puncak Qi Condensation, kamu harus menggunakan elemen kejutan. Terlebih lagi, kamu harus mewaspadai formasi pelindung sekte."

Ye Chen terus bergerak seperti bayangan di antara pepohonan. Dengan kemampuan menyembunyikan aura (breath-concealment) yang telah dia latih di dasar Lembah Ratapan, dia berhasil melewati beberapa pos penjagaan murid luar tanpa memicu kecurigaan sedikit pun.

Malam itu, Ye Chen menyusup ke sebuah gua kecil yang tersembunyi di tebing belakang sekte—tempat yang dulu sering dia gunakan untuk berkultivasi secara diam-diam saat masih menjadi murid inti. Tempat itu tampak kotor dan dipenuhi sarang laba-laba, menandakan sudah lama tidak ada orang yang berkunjung.

Ye Chen duduk bersila di tengah gua. Dia melepaskan Pedang Hitam dari punggungnya, meletakkannya di atas pangkuannya. Sinar bulan yang masuk dari celah gua menyinari wajah tegasnya, memberikan pantulan cahaya keperakan yang mistis.

Dia memejamkan mata, memicu kembali pusaran energi di Dantiannya untuk menyerap energi spiritual alam sekitar. Meskipun energi di luar tidak sepadat di dalam Lembah Ratapan, dengan Meridian Es Yin yang telah direkonstruksi, kecepatan penyerapannya masih sepuluh kali lipat lebih cepat daripada murid biasa.

Bzzzt...

Udara di dalam gua kecil itu perlahan mulai mendingin. Lapisan embun beku tipis mulai terbentuk di dinding-dinding gua. Di dalam kegelapan batinnya, Ye Chen mulai menyusun strategi. Dia tidak akan langsung menyerang Paviliun Inti tempat Bai Long berada. Itu adalah tindakan bunuh diri karena tempat itu dijaga oleh formasi pertahanan yang kuat dan para tetua.

Dia akan menunggu. Dia akan menunggu sampai hari kompetisi tiba, di mana Bai Long akan duduk di kursi pengawas di hadapan ribuan murid sekte luar. Di tempat terbuka itulah, Ye Chen akan menghancurkan kebanggaan, martabat, dan nyawa Bai Long di depan umum, sama seperti apa yang bajingan itu lakukan padanya beberapa minggu lalu.

"Tiga hari lagi..." desis Ye Chen di tengah meditasinya. Kilatan biru es di matanya menyala terang dalam kegelapan gua, laksana sepasang mata hantu yang siap menerkam mangsanya dari kegelapan malam.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!