Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?
episode 11
Saat sampai diatas aiden sudah ada disana, sambil memandang sang asisten yang baru tiba.
"Kenapa terlambat? " seru aiden
"Maaf bos, tadi nganterin istri lo dulu, kayak lo harus kukung deh istri lo, banyak sekali para pria menginginkannya jika begini terus istri lo bisa di serempet orang emang lo mau? " seru lucas. Aiden mulai berpikir.
"Ehm.. " Aiden hanya berdehem.
"Gue cuman ingetin aja den, lo aneh punya istri cantik masih aja selingkuh, sama lula" seru lucas
"Awas nanti istri lo ikut selingkuh, karena dia melihat suaminya selingkuh, lo itu imam jika imam tidak benar jangan salahkan makmum berbuat seperti imam" ucap lucas.
"Kenapa lo ngajarin gue"
"Biar lo tobat, jangan sampai menyesal jika aluna pergi dari hidup lo, perempuan mana yang tahan melihat suaminya selingkuh" ucap lucas, dan lagi lagi aiden terdiam.
Sedangkan aluna dibawah masih fokus pada pekerjaan tiba-tiba ada seseorang menghampirinya.
"Hai, lun" sapa orang itu. Aluna mengerutkan keningnya.
"Siapa? " tanya aluna.
"Aku, aden teman sekelas kamu dulu waktu SMA. " ucap aden
"Hah,.. Ha.. Ha.. I-iya sorry gue lupa" sahut aluna.
"Ada apa lo kemari? " tanya aluna.
Aden kini mendekatkan dirinya kepada aluna, sontak aluna langsung menghindar,
"Nikah yuk? " ucap aden, sontak yang ada disana langsung menyoraki Aden
"Uuu.. Giliran udah cantik aja di ajak nikah semalam semalam dianggurin aja tuh" seru teman kerja aluna.
"Jangan mau lun, dia buaya kelas kakap" seru teman aluna satu lagi
"Hei, kenapa kalian yang ribut" ucap Aden. Lalu Aiden menatap kearah aluna.
"Bagaimana lun? " ucap aden aluna bingung mau jawab apa? Karena di sana tidak ada amel dan jay, Aiden yang melihat itu menggertakkan giginya dia berjalan menuju tempat aluna.
"Adrian apa kerajaan kamu sudah selesai berani sekali kamu mengganggu karyawan yang lain? " tanya aiden yang membuat aden terkejut.
"P-pak aiden, maaf pak saya permisi dulu" pamit aden langsung pergi dari sana. Setelah kepergian aden, Aiden menatap aluna.
"Kamu ikut saya keruangan? " ucap aiden menunjuk istrinya, aluna melengos. Mau tidak mau dia ikut aiden.
Sampai mereka di lift aiden dan aluna masuk aiden memencet tombol paling atas, pintu lift tertutup dan bergerak keatas.
"Jangan menatap ku seperti itu pak aiden nanti muka ku bisa bolong akibat tatapan mu itu" seru aluna dengan nada sopan dia tahu aiden menatapnya.
"Senang kamu, banyak yang menggoda dirimu dan ada yang berani mengajak mu menikah" seru aiden. Kini aluna menghadap kearah aiden.
"Mau bapak bagaimana sih, saya sendiri bingung, jika bapak melarang saya seharusnya bapak introspeksi dulu okey" seru aluna yang mulai kesal dengan suaminya.
Ting
Suara lift terbuka aiden langsung keluar begitu juga aluna. lucas yang melihat kedatangan aluna keatas pun menjadi heran
"Lun, kenapa lo disini? "Aluna memutar bila matanya malas.
" bapak lengkuas, bapak pikir saja deh kenapa saya ada disini, pasti kerena seseorang bukan"seru aluna.
"Lucas bukan lengkuas, lagian basa basi doang lun, akhir akhir ini kayak lo jadi lebih galak" seru lucas, Aiden pun duduk ditempatnya sedangkan aluna berdiri tepat dihadapannya.
"Den, kanapa lo bawa aluna kemari? " tanya lucas.
"Mulai sekarang aluna jadi sekretaris gue" ucap aiden aluna langsung syok berat.
"What, tidak tidak mana bisa gue jadi sekertaris, gue tidak bisa apa-apa woy" ucap aluna langsung mendapatkan tatapan tajam dari Aiden aluna langsung kicep.
"Bukannya lo mau gaji besar? "
"Iya sih, tapi batas kemampuan otak gue tidak sampai kesitu gue tidak bisa." seru aluna
"Soal itu lo minta lucas ngajarin lo" ucap aiden, aluna melihat kearah lucas, sedangkan lucas mengangkat bahunya.
"Tidak deh, lebih baik gue jadi artis saja" seru aluna.
"Tidak ada penolakan" tegas Aiden
"Lo.. " aluna menunjukan kearah Aiden
"Gue tidak mau, gajinya juga sedikit" kesal aluna.
"Tahu dari mana? " tanya lucas.
"Tahu lah, gue kerja dibawah aja gajinya satu juta," seru aluna
"Enam puluh juta" ucap aiden, sebenarnya aluna syok tapi dia pura pura jual mahal.
"Dih, bakan pangan kambing aja lebih besar dari itu, lebih baik gue jadi model" seru aluna padahal diri ingin bilang duit itu duit.
"Delapan puluh juta" mata aluna melotot lalu dia memasang wajah cueknya sambil bersedekap,
"Tidak deh, gue resign aja gu.. "
"Satu miliar" ucap aiden, lucas langsung melotot, bahkan jadinya saja tidak sampai segitu, aluna sangking senangnya di sampai menutup mulutnya.
"Ini benar kah, tidak bohong? " tanya aluna, Aiden mengangguk, aluna lompat lompat senang, yang membuat lucas terpelongo.
"Setuju, gue sangat setuju, oke deal sekarang gue jadi sekertaris lo" ucap aluna kesenangan.
"Bapak lengkuas tolong antarkan saya keruangan kerja saya" seru aluna langsung keluar dari ruangan aiden. Lucas yang masih tidak percaya menatap aiden
"Lo serius satu miliar? " seru lucas aden diam mau bagaimana lagi dia tidak iklas istrinya menjadi artis. Entah mengapa dia merasa kesal akan hal itu.
Lucas mengantar aluna keruang kerjanya, aluna merasa puas, ruang kerja itu lebih luas dibandingkan tempat kerjanya dibawah. Aluna memindai setiap ruang, dengan sangat antusias, bahkan tingkah anak-anaknya keluar. Dengan wajah yang berseri seri,
"Lo suka sama tempatnya? " tanya lucas, aluna mengangguk cepat.
"Kerjaan lo, bakal lebih barat lagi dari pada sebelumnya? " seru lucas.
"Tidak masalah yang terpenting gajinya" seru aluna. lucas menggeleng
"Gaji besar, tanggung jawab juga besar aluna" ucap lucas.
"Benar gue tahu, yang terpenting ada lo yang siap ajarin gue kapan aja" seru aluna dengan senyumnya, sempat juga membuat lucas melengos, untung dia cepat sadar, jika aluna adalah istri bosnya. Jika tidak ogah juga lucas mengajarinya
"Oh, nanti jam 12:00 kita mengadakan rapat dengan klien penting gue harap lo bersiap siap, " seru lucas aluna mengangguk mantap.
"Oke, apa aja yang perlu gue siapin? "
"Siapkan mental" ucap lucas terkekeh dan pergi dari sana, aluna yang mendengarnya syok sampai dia menganga.
Sudah sekitar setengah jam aluna mondar-mandir masuk keruangan lucas, karena masih banyak yang dia tidak ketahui tidak, lebih tepatnya sama sekali dia tidak diketahui, hal itu membuat lucas benar-benar jengkel.
"Oh, ayolah luna kalau lo gak bisa kenapa lo terima pekerjaan ini? " kesal lucas.
"Bapak bagaimana sih, tawaran bagus masa tidak diterima, dan sebulan gaji segitu siapa yang tidak mau, bahkan jika anjing tahu seberapa berharga uang makanya dia mau, mau menempel terus sama majikannya" ucap aluna. Lucas tersenyum seringai.
"Gue tahu siapa yang lo maksud? " ucap lucas menaikkan alisnya. Aluna tersenyum penuh arti.
"Ah, bapak ini gue tidak membicarakan siapa siapa" elak aluna. Memukul pundak lucas
"Tenang, gue ada dipihak lo" ucap lucas. Aluna melihat kearah lucas
"Beneran? " seru aluna, lucas mengangguk. Aluna mengambil kursi dan duduk disebelah lucas.
"Ah, matahari terbit disebelah barat nih ada ternyata yang berada di pihak gue" ucap aluna.
"Yah, begitu lah, gue cuman tidak suka aja sama lula" ucap lucas mengangkat bahu.
"Kenapa? " penasaran aluna.
"Lo tidak tahu kenapa lula balik kesini? " aluna menggeleng, apa ini?, bukannya mereka mengerjakan tugasnya tapi malah bergosip tentang kekasih bosnya.
"Bahkan gue juga tidak tahu kenapa dia pergi dan kemana dia pergi " seru aluna. Lucas mendekat kearah aluna.
"Lo mau tahu kenapa lula pergi? " bisik lucas. Aluna mengangguk cepat-cepat.
"Lula pergi karena... "
"Ehm"