NovelToon NovelToon
Tentangga 365

Tentangga 365

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Beberapa hari berlalu, Nadila dan Fabian seperti dua orang asing saat ini.

Beberapa hari ini Nadila juga tidak melihat keberadaan Fabian, mungkin memang apa yang ia dengar benar adanya jika Fabian memang seperti itu.

Karena tugas kampus yang cukup banyak membuat Nadila sibuk akan tugasnya, walaupun terkadang ia juga merindukan sosok Fabian.

Seperti hari ini Nadila merasa sedang tidak bersemangat, bahkan sejak tadi ia hanya melamun sambil memikirkan hal-hal lain.

Nia dan Niko keduanya merasa ada yang aneh dari Nadila, tak seperti biasanya yang nampak ceria.

" Jujur deh Nad, lo itu kenapa sih ? Gue perhatiin ya beberapa hari ini tuh bengong ga jelas, jarang makan juga di kantin. Lo kenapa ? "

" Engga gue ga kenapa-kenapa, gue cuma lagi berpikir Ni "

" Mikirin apaan sih ? Ernest ? "

" Cih, bukaan. Gue lagi mikirin, kalau gue mati kira-kira nyokap gue gimana ? Apa dia bakal seneng ya ? "

" Lo ga boleh mikir kayak gitu Nad, inget dosa " ucap Niko

" Cuma mikir Niko ga sampai ngelakuin juga ko, kecuali gue bilang gimana caranya ya buat bundir baru tuh "

" Sama saja Nadila " jawab Nia

Nadila merapihkan barang-barang miliknya kedalam tas.

" Mau kemana ? " tanya Nia

" Mau pulang, badan gue ga enak nih udah berapa hari "

" Gue anterin aja ya Nad " ucap Niko

" Engga usah Nik, gue bisa sendiri. Gue juga lagi mau sendirian dulu. Gue duluan ya "

Nadila pun meninggalkan kedua temannya itu, dengan pikiran yang kosong Nadila berjalan meninggalkan kampusnya.

..

Saat Nadila sampai di lobby, Nadila mengecek paket miliknya.

" Pak ada paket untuk kamar 365 ga ya ? "

" Engga ada kayaknya, tapi kalau untuk Mas Fabian ada nih. Udah tiga hari ga diambil, ga keliatan juga kayaknya "

" Ohh saya ga tau pak "

" Yaudah nih neng titip ya buat Mas Fabian, takut hilang "

" Ohh iya pak "

Nadila pun membawa paket milik Fabian itu, Nadila pun penasaran dengan paket yang Fabian beli.

" Apasih ini " Nadila mencoba membaca

" Punya gue " tiba-tiba dari belakang Fabian mengambil paket dari tangan Nadila

" Ya emang punya lo, siapa yang bilang punya gue. Tadi tuh security nya nyuruh gue bawa "

Tak ada jawaban dari Fabian, hingga akhirnya mereka pun masuk kedalam lift bersamaan.

Fabian berdiri di pojok lift, sedangkan Nadila ia berdiri tepat didepan.

Fabian sendiri sibuk dengan ponselnya, bahkan sepertinya Fabian tak menganggap keberadaan Nadila disana.

Begitu pintu lift terbuka Fabian keluar lebih dulu dengan cepat, begitu juga dengan Nadila yang ikut keluar.

Namun betapa terkejutnya Nadila saat melihat Ernest mantan kekasihnya itu tengah berdiri didepan pintu miliknya.

Fabian merasa tak perduli soal itu, ia lebih memilih masuk kedalam unitnya.

" Hai Nad "

" Lo ngapain sih kesini terus "

" Ya gue kesini itu karena pengen ketemu sama lo Nadila, gue mau ngajak balikan "

" Berapa kali sih gue bilang, gue ga mau balikan sama lo. Gue juga udah punya pacar, jadi stop buat ngajak gue balikan "

" Pacar? Yang tadi itu ? Kalau emang dia pacar lo kenapa dia ninggalin lo gitu aja, biasanya paling galak liat gue "

" Lo bisa ga nest pergi ? Gue cape mau istirahat"

" Kalau gue ga mau lo mau apa ? " Ernest mendorong tubuh Nadila hingga bersandar di dinding

" Lepasin gue Ernest "

" Gue bakal lepasin, kalau lo mau balikan sama gue. "

" Engga, gue ga mau balikan sama lo "

Ernest yang merasa kesal pun langsung mencengkram wajah Nadila.

" Lo ga kasian sama nyokap lo ? dia itu selalu mohon mohon sama gue buat ngajak lo balikan "

" Lo ga usah so jual mahal Nadila, lo itu cewek murahan sama kayak nyokap lo itu "

Nadila yang kehilangan kesabaran dan merasa emosi langsung menendang Ernest dengan kencang.

" Pergi atau telp polisi " Nadila mengeluarkan ponselnya dan hendak menelpon seseorang

Ernest pun akhirnya mengalah, namun ia berjanji akan kembali mendatangi Nadila.

Nadila pun langsung masuk kedalam, dikamar ia pun menangis meluapkan rasa sakitnya.

...

Malam hari Nadila merasa tubuhnya semakin lemas, ia pun mencari kotak obat untuk mencari obat yang ia butuhkan.

Namun tiba-tiba saja Nadila mendengar suara ketukan pintu dengan keras dan juga suara yang memanggil namanya.

" Nadila buka Nadila "

Nadila tau persis siapa pemilik suara itu, Nadila pun membuka pintunya dengan segera.

" Mamah, ayo mah Ma—"

Belum selesai Nadila berbicara, sang Mamah sudah lebih dulu menampar wajah Nadila dengan keras.

" Anak gatau diri "

" Mah.. "

" Kamu bisa ga sih bikin mamah bangga sekali aja Nadila, jangan bikin mamah malu terus. Kenapa kamu susah sekali disuruh buat balikan dengan Ernest sih "

" Mah, udah berapa kali Nadila bilang kalau Nadila engga mau Mah. "

" Harus mau Nadila..!! "

" Kalau Mamah tetap maksa aku buat balikan sama Ernest, lebih baik mamah bunuh aku aja Mah. "

" Gila emang kamu Nadila, kamu itu udah ga waras "

" Mamah yang ga waras, demi uang, demi jabatan sampai rela jual anak Mamah sendiri ke orang lain Mah "

" Nadila jaga ucapan kamu ya, dasar anak ga tau diri kamu ya "

Sekali lagi Nadila mendapatkan tamparan diwajahnya, sang Mamah pun pergi dengan amarah.

Nadila mengusap pipinya yang terasa panas, namun ia masih tetap tersenyum saat ini.

Nadila kembali masuk kedalam kamarnya, meringkuk diatas ranjang.

.....

Malam hari di sebuah cafe Ernest tengah duduk sendiri sambil menunggu seseorang, hingga akhirnya setelah 30 menit menunggu datanglah orang yang ditunggunya.

" Sorry gue tadi ada urusan "

" Lo ini bisa becus kerja ga sih ? "

" Sorry Nest, tapi kayaknya emang Nadila itu udah bener bener ga mau balikan sama lo "

" Kalau lo masih belum bisa bikin gue balikan sama Nadila, lo balikin duit yang udah gue kasih ke lo Nia "

Nia meremas ujung bajunya, saat ini ia benar benar merasa ketakutan dengan ucapan Ernest.

" Gue kasih lo waktu 1 Minggu, bikin gue dan Nadila balikan atau lo balikin uang yang udah gue kasih ke lo "

Ernest pun pergi meninggalkan Nia, sedangkan Nia benar benar merasa bingung harus seperti apa sekarang.

Rasanya Nia benar-benar menyesal saat ini, namun saat itu memang hanya Ernest yang dapat membantu dirinya mendapatkan uang.

Nia tak bisa membayangkan bagaimana kecewa nya Nadila kepada dirinya, tapi Nia sendiri sudah siap dengan apa yang akan dia terima nanti dari sahabatnya

1
Rian Moontero
mampiiirrr😍
Mia Camelia
jadi so sweet banget yaa🥰
Mia Camelia
cie...cie...udah mulai nyaman nih🥰
Mia Camelia
jeremy atau ernest sih pacar nya nadila🤔🤔🤔
Mia Camelia
hahaaha jdi panas sendiri yas🤣
Mia Camelia
cerita nya bagus kak, episode pertama aja udh seru begini😄🥰
lanjut ya thor👍😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!