NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

.

"Menantu kurang ajar!" maki Pak Bowo dengan wajah memerah padam. "Kamu itu seharusnya bersyukur karena Radit masih mau mempertahankan pernikahan kalian! Bukan malah ngomong ngalor-ngidul tidak jelas seperti itu. Apalagi umurmu sudah 40 tahun! Kalau Radit benar-benar menceraikan kamu, kamu pikir ada laki-laki yang mau sama kamu?!"

Anindya tidak menanggapi ucapan pedas itu. Ia hanya diam, matanya yang jeli memindai setiap perubahan raut wajah pria tua di hadapannya. Gerakan mata yang gelisah, rahang yang menegang... semakin jelas dugaannya bahwa ada rahasia besar yang disembunyikan Ayah mertuanya.

"Apa kalian sudah selesai bicara?" potong Anindya dingin. "Kalau sudah, silakan keluar." Telapak tangannya terulur menunjuk lurus ke arah pintu depan, tanpa rasa hormat sedikitpun.

Bu Anita menggeram tertahan, tapi ia sadar tujuan utamanya belum tercapai. Ia kembali mendekat, suaranya berusaha terdengar mengintimidasi.

"Dengarkan saran kami baik-baik, Anin. Kembalilah ke perusahaan! Bantu Radit seperti biasa, bersikaplah sebagai istri yang baik dan bijaksana. Kalau kamu terus begini, jangan salahkan kalau Radit benar-benar menceraikan kamu!"

Anindya tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman itu, bahkan kepalanya sampai terangkat menengadah ke atas seolah mendengar hal paling lucu di dunia.

"Menceraikanku?" gumam Anin dalam hati. "Kalau aku mau, aku bisa menceraikan dia sekarang juga. Tapi tidak... itu terlalu mudah dan terlalu enak buat mereka. Silakan kalian nikmati kebahagiaan sebentar lagi sebelum akhirnya aku ambil segalanya dan biarkan kalian hidup melarat!"

Kedua orang tua Raditya Saling pandang dengan dengan kening berkerut melihat tawa Anindya. Apa yang lucu? Pikir mereka.

Perlahan tawa itu mereda. Anindya menyilangkan kedua tangannya di depan dada, bersandar santai dengan menumpuk satu pahanya di atas paha lainnya. Tatapannya kini berubah menjadi penuh ejekan saat menatap Bu Anita.

"Ibu mertua..." panggilnya pelan. "Anakmu berselingkuh dan punya anak di luar sana. Sepertinya kamu bangga sekali ya? Jangan lupa, Bu... Hukum Karma itu ada dan nyata.”

“Dan ingat satu lagi, waktu pertama kali aku membangun bisnis dengan Radit, saat itu kehidupan kalian juga belum seperti ini, kan? Baru beberapa tahun saja merasakan hidup enak, sepertinya kalian lupa rasanya pernah hidup menderita."

Anindya tersenyum miring. "Tidak apa-apa. Nanti aku akan bantu kalian untuk mengingatnya lagi. Sekarang... silakan keluar."

Dengan kesal dan menahan amarah, akhirnya Pak Bowo dan Bu Anita keluar dari rumah itu sambil menghentakkan kaki keras-keras.

Begitu tiba di luar gerbang, Pak Bowo langsung mengumpat.

"Dasar menantu kurang ajar! Lihat sikapnya itu! Dia bahkan tidak menyuruh pembantu untuk menyuguhkan teh untuk kita!" geramnya. "Lihat saja nanti! Aku pasti akan menyuruh Radit untuk menceraikan wanita itu!"

Sepeninggal kedua mertuanya, Anindya kembali membuka ponselnya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena gangguan tadi.Namun, tiba-tiba jari-jarinya berhenti bergerak karena dia teringat sesuatu yang penting.

Minggu ini seharusnya tanggal kedatangan kapal. Stok barang dagangan yang mereka impor dari luar negeri untuk didistribusikan ke beberapa perusahaan mitra seharusnya sudah sampai di pelabuhan. Dan urusan bea cukai serta legalitas adalah tanggung jawabnya.

Raut wajah Anindya berubah menjadi dingin. Ia menutup kembali file yang tadi telah terbuka, lalu mencari kontak seseorang yang sangat ia percaya.

Panggilan tersambung dengan cepat.

"Iya, Bu?" suara dari seberang terdengar waspada.

"Buatkan laporan secara anonim ke pihak Bea Cukai," perintah Anindya tegas tanpa basa-basi.

"Baik Bu, laporan apa yang harus dibuat?"

"Katakan bahwa perusahaan Raditya Wicaksono terindikasi memasukkan barang ilegal yang tidak sesuai dokumen. Katakan juga bahwa impor barang tersebut dilakukan secara pribadi dan atas nama Raditya sendiri," Anindya memberi perintah dengan nada datar namun mematikan.

"Dan katakan juga pada pihak di sana, jika bukan aku yang mengkonfirmasi keaslian barang dan dokumen tersebut, jangan biarkan lolos!"

"Siap, Bu. Mengerti," jawab orang di seberang sana dengan sigap.

Anindya menutup panggilan itu lalu kembali menyandarkan punggungnya dengan santai. Raut wajahnya tenang, namun sorot matanya tajam bagai elang yang siap menerkam mangsa.

"Raditya..." bisiknya pelan. "Ayo kita lihat, apa yang bisa kamu lakukan kali ini…"

*

Siang itu, Anindya dan Zaskia sedang asyik mengobrol sambil menikmati waktu santai di sebuah Cafe. Baru saja Anindya hendak memasukkan sepotong kentang goreng ke dalam mulutnya, tiba-tiba suara dering ponselnya memecah keheningan.

Tangan Anindya terhenti, kentang goreng yang sudah hampir sampai di mulut, ia letakkan kembali ke piring, lalu merogoh tasnya untuk mengambil ponsel.

"Siapa, Nin?" tanya Zaskia penasaran sambil mencondongkan tubuhnya.

Anindya melirik layar, lalu mendengus pelan. "Saudara sepupunya Radit."

Zaskia segera memberikan isyarat tangan agar Anindya menyalakan fitur loudspeaker, dan Anindya pun mengangguk lalu menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan.

"Anindya..." suara wanita dari seberang sana terdengar mendesah, nadanya terdengar seolah paling benar dan bijak. "Dengar ya, cowok-cowok kan emang suka main-main di luar. Itu hal biasa. Semua orang juga pasti melakukannya."

Mendengar ucapan itu, Anindya langsung menjauhkan ponsel dari telinganya. Ia menatap layar sekali lagi memastikan nama yang tertera, benar itu kakak sepupu perempuannya Raditya.

Kening Anindya berkerut dalam. Dia juga wanita, kenapa bisa bicara seenak itu? batinnya meledak.

Tanpa berkata sepatah kata pun, Anindya langsung menekan tombol merah memutus sambungan telepon itu secara kasar.

Namun, belum sempat ia memasukkan kembali ponsel itu ke dalam tas, ponsel itu kembali berdering keras. Nama yang sama kembali terpampang di layar.

"Kamu itu jangan keras kepala dong, Nin!" seru suara itu begitu diangkat, suaranya terdengar lebih tinggi dan mendesak. "Apalagi kan kamu sama Radit sampai sekarang nggak punya anak. Sebaiknya kamu..."

Tut! Tut! Tut!

Anindya kembali mematikan panggilan itu bahkan sebelum kalimat sepupunya selesai. Tidak cukup sampai di situ, ia langsung menekan tombol power dan mematikan total perangkatnya agar tidak ada gangguan lagi.

"Sumpah, saudara-saudara suamimu ini benar-benar menyebalkan!" geram Zaskia tak habis pikir. "Kenapa pula mereka ikut campur urusan rumah tangga kalian?!"

"Apalagi? Pasti Ibu mertua yang sudah nyebar omong kosong dan bicara buruk tentangku di hadapan mereka," sahut Anindya kesal.

"Aku juga heran," timpal Zaskia lagi sambil melipat tangan di dada. "Saudara mereka yang salah, mereka yang berkhianat, menghancurkan pernikahan, eh malah mereka anggap wajar dan hal biasa. Apa mereka itu waras? Atau mereka sekeluarga memang punya sifat seperti itu... penghianat?"

"Entahlah..." jawab Anindya pendek, napasnya masih memburu menahan emosi.

"Sudahlah, Nin," Zaskia mengusap pelan bahu sahabatnya untuk menenangkan. "Lupakan mereka. Lebih baik lanjutkan makanmu, jangan hiraukan omongan sampah seperti itu."

Anindya menghela napas panjang, berusaha menetralkan kembali emosinya, lalu mengangguk pelan. "Hum. Bagiku mereka hanya nyamuk pengganggu. Akan ada saatnya di mana mereka tak lagi bisa BERDENGING!”

1
Putrii Marfuah
raditya, otakmu kosong, tanpa anis kamu bukan siapa siapa, begitu aja berani selingkuh. ke laut aja jadi rumah ikan,masih bisa bermanfaat.
Putrii Marfuah
smart
Aditya hp/ bunda Lia
hebat sekali rencana mu Anin gak sabar nunggu saat itu tiba ... yakin si Radit bakal ditinggalin sama selingkuhannya kalo udah tau bangkrut
Rahma Inayah
semoga SDH ketok palu baru Anin launcing perushaan barunya takut nya klu blm ketok palu Radit nuntut harta Gono gini walau dia tau klu saldo Anin kosong pas dia cek tp nnt di hasut SM pelakor dan Mak Lampir emaknya .luluh tu si Radit koar2 dia tp pas ktm anin kicep SPT tikus kecebur di air .
Oma Gavin
good job Anin 👍
Dwi Setyaningrum
ya sblm lounching perusahaan baru palu dok dr pengadilan agama sah secara resmi telah bercerei dan ditrima dg baik agar nti ga ada gugatan harta Gono gini trmsk perusahaan baru itu..
Lican
yeee CPT Sofia lahiran biar kalian sekeluarga dapat kejutan dari Anin, aj sebentar LG Anin cerai dan bebas ad Rian yg setia menunggu mu anin
Dew666
🎈🎈🎈
Ilfa Yarni
asyeeeek aku suka cara anin bls dendam selamat ya nin km hampir sukses menghancurkan radit tinggal satu langkah lg ga sabar nunggu radit benar2 hancur dan kembali ke stelan awal yaitu miskin
mariammarife
detik² itu kunantikan pasti seru dech liat si Radit kejang kejang
Zhafran Althaf
good girl😍😍
Lee Mba Young
bagus cerai dulu br party kemenangan.
Rahma Inayah
td koar koar mampu tnp Anin nyata nya mana ada perushaan yg percaya PD mu Radit SDH GK BS bisnis public speaking pun jellek GK nyambung tiap kli memberikan masukan. siap2 menuju kebangkrtn mu tnp Anin BS apa km ..nyata nya apa yg km hrs kn TDK sesuai keningnmu Anin ttp bersinar walau tnp mu tnp air mata sbntr LG dia aka membangun perushaan sendri dan menertawakan kebangkrtn mu
Rahma Inayah
definisi org sok kepedean yaa macam si Radit SDH pasti tender besar akan di raih nya nyata nya GK sesuai harapan
Sulastri Oke86
lanjut mama makin seru ceritanya
Soraya
lanjut
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantep 👍👍👍
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
mesaake gangguan ini y orang🤭 kerja keras seorang diri..br d tggl mangkir Anin kntor carut marut🤣
Noey Aprilia
Dsr ga tau malu ......
Orng lain aja tau spa yg lbih pntr,tp dia msih bs songong tnpa tau kl dia ga bsa apa2 tnpa anin.....
heraaaannn....sbnrnya pas pmbgian otak,dia kbgian ga sihhhh?????🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!