Asha mengira pernikahan kontrak dengan Arlan, sang Titan industri, adalah jalan keluar dari kemiskinan. Namun, ia salah. Di balik kemewahan Kota Neovault, Asha hanyalah "piala" yang dipamerkan di antara deretan wanita simpanan Arlan. Puncaknya, Arlan membiarkan Asha disiksa oleh selingkuhannya sendiri demi menutupi skandal bisnis. Saat tubuhnya hancur dan janinnya terancam, Asha menyadari bahwa ia tidak sedang menikah, melainkan sedang dikuliti hidup-hidup oleh pria yang ia cintai. Ketika cinta berubah menjadi dendam yang dingin, apakah air mata cukup untuk membayar pengkhianatan yang berdarah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelahiran "V"
Layar monitor di hadapan Asha memancarkan cahaya biru yang tajam, menerangi wajah barunya yang sempurna. Tidak ada lagi jejak luka di pipi atau hidung, hanya kulit halus yang tampak dingin dan tak tersentuh. Ia mengenakan setelan jas hitam dengan potongan tegas, memberikan kesan wibawa yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun.
"Waktunya dimulai, Paman. Forum investor global sudah membuka sesi diskusinya," ujar Asha tanpa mengalihkan pandangan.
Nelayan tua itu berdiri di belakangnya, menatap layar dengan kening berkerut. "Kau sudah siap dengan identitas ini? Sekali kau masuk, kau tidak bisa menarik diri."
Asha menyesuaikan letak mikrofon kecil di dekat kerah bajunya. "Identitas Asha sudah terkubur di dasar sungai. Sekarang, hanya ada V yang akan menjadi hantu bagi Arlan."
Ia memasukkan kunci akses terenkripsi ke dalam sistem forum tersebut. Namanya muncul di layar sebagai "V", seorang konsultan aset independen dengan portofolio yang diselimuti kerahasiaan. Di dalam ruang virtual itu, puluhan taipan bisnis dan analis saham dari seluruh dunia mulai berkumpul untuk membahas stabilitas Neovault.
"Selamat malam, para pemegang kepentingan. Mari kita bicara tentang retakan di menara gading Arlan Valeska," ucap Asha dengan suara rendah yang telah ia latih berbulan-bulan.
Salah satu moderator forum segera memberikan respons melalui kolom pesan. "Siapa Anda, V? Neovault sedang berada di puncak kejayaannya saat ini."
Asha tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang tampak asing di wajah barunya. "Puncak kejayaan sering kali hanyalah fatamorgana sebelum jatuh. Apakah Anda sudah melihat laporan arus kas mereka di sektor logistik?"
Ia mulai mengunggah beberapa dokumen yang telah ia pelajari selama masa pelatihannya. Data itu menunjukkan ketidakkonsistenan antara pengeluaran operasional dan pendapatan yang dilaporkan oleh Arlan. Meskipun belum menjadi bukti korupsi yang sah, data itu cukup untuk memicu keraguan di benak para investor kawakan.
"Ini hanya spekulasi. Arlan Valeska memiliki dukungan penuh dari dewan direksi," balas salah satu investor dari Eropa.
Asha segera menyambar argumen tersebut dengan nada yang tenang namun menusuk. "Dukungan dewan direksi didasarkan pada stabilitas. Apa yang terjadi jika stabilitas itu ternyata hanya tumpukan kartu yang rapuh?"
Ia melanjutkan narasinya dengan detail yang sangat teknis, memaparkan bagaimana Neovault terlalu bergantung pada satu vendor utama yang sebenarnya sedang di ambang kebangkrutan. Di bawah bimbingan nelayan tua dan informasi pasar gelap, Asha mampu menyusun argumen yang logis sekaligus mengguncang nyali.
"Siapa sebenarnya Anda? Informasi ini seharusnya bersifat rahasia," tanya akun anonim lainnya yang diduga merupakan orang dalam Neovault.
Asha bersandar pada kursi kerjanya, menatap kursor yang berkedip di layar. "Saya adalah suara dari masa depan yang diabaikan oleh Arlan. Saya adalah V."
Di sisi lain kota, di dalam kantor pusat Neovault yang megah, Arlan Valeska mungkin sedang mulai menerima laporan tentang guncangan di forum tersebut. Asha membayangkan wajah suaminya yang angkuh mulai mengeras saat menyadari ada seseorang yang berani menyentuh integritas perusahaannya.
"Kau berhasil menanam benih keraguan itu, Asha. Lihat bagaimana mereka mulai saling bertanya," komentar si nelayan sambil menunjuk grafik aktivitas forum yang meningkat pesat.
Asha mengangguk, namun tatapannya tetap dingin. "Ini baru permulaan, Paman. Keraguan adalah racun yang bekerja lambat namun mematikan bagi harga saham."
Ia kembali mengetik, kali ini menyasar opini publik tentang gaya hidup Arlan yang dianggap terlalu boros pasca kematian istrinya. Asha menggunakan akun-akun bayangan untuk menyebarkan narasi bahwa Arlan tidak lagi fokus pada perusahaan karena terlalu sibuk dengan Elena.
"Dia adalah pemimpin yang tidak stabil. Bagaimana kita bisa mempercayakan modal kita pada pria yang berpesta saat istrinya baru saja hilang?" tulis salah satu akun bayangan tersebut.
Opini publik mulai bergeser di kolom komentar berita keuangan malam itu. Meskipun Arlan mencoba menutupi segala skandalnya, keberadaan "V" di forum investor global memberikan legitimasi pada rumor-rumur negatif yang beredar. Para analis mulai meninjau ulang rekomendasi saham Neovault dari "Beli" menjadi "Tahan".
"Sentimen pasar mulai berubah merah. Kau benar-benar tahu di mana letak urat nadinya," ujar nelayan itu dengan nada kagum.
Asha mematikan mikrofonnya sejenak untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering. "Arlan membangun citranya di atas kesempurnaan. Jika aku bisa menunjukkan satu saja noda, maka seluruh bangunan itu akan terlihat kotor."
"Apa langkahmu selanjutnya setelah forum ini ditutup?" tanya si nelayan.
Asha menatap tajam ke arah peta kekuatan bisnis Neovault yang terpampang di dinding. "Aku akan terus memanipulasi informasi ini sampai harga saham mereka goyah. Arlan harus merasa bahwa kekuasaannya sedang ditarik perlahan oleh tangan yang tidak terlihat."
Forum virtual itu berakhir dengan kehebohan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Nama "V" menjadi buah bibir di kalangan investor papan atas Neovault dalam waktu semalam. Mereka tidak tahu siapa sosok di balik inisial tersebut, namun mereka tidak bisa mengabaikan akurasi data yang disajikannya.
"Identitas V sudah lahir secara resmi di dunia bisnis," gumam Asha sambil mematikan monitor utamanya.
Ia berdiri dan berjalan menuju jendela apartemen, menatap kejauhan di mana lampu-lampu Menara Neovault masih menyala terang. Di sana, Arlan pasti sedang memerintahkan tim humasnya untuk mematikan api yang baru saja ia sulut. Asha merasa ada kepuasan yang dingin mengalir di pembuluh darahnya.
"Kau merasakannya, Arlan? Kursi empukmu mulai terasa panas," bisik Asha pada kegelapan malam.
Si nelayan tua membereskan beberapa kabel di meja kerja. "Kau harus hati-hati. Jika Arlan tahu kau masih hidup dan ada di balik ini, dia tidak akan segan menggunakan cara kasar."
Asha menyentuh bekas luka bakar di bahunya yang tersembunyi di balik jas mahalnya. "Dia sudah menggunakan cara kasarnya padaku, Paman. Sekarang giliran aku yang menggunakan cara cerdas untuk menghancurkannya."
Ia melepaskan jasnya, menampakkan bahu yang tetap ia biarkan rusak sebagai pengingat abadi. Di cermin, ia melihat sosok V yang elegan namun menyimpan badai di dalam matanya. Ia tidak lagi merindukan kehidupan lamanya yang penuh dengan kepalsuan sebagai istri seorang CEO.
"V tidak punya emosi. V hanya punya kalkulasi," ucapnya pada diri sendiri untuk menguatkan tekad.
Ia kembali duduk di depan laptop kecilnya, mulai merancang serangan informasi berikutnya untuk besok pagi. Asha tahu bahwa Arlan akan mencoba melakukan klarifikasi besar-besaran untuk menenangkan pasar. Tugasnya adalah memastikan bahwa klarifikasi tersebut justru terlihat seperti kebohongan yang putus asa.
"Bagaimana dengan Elena? Apakah dia juga menjadi sasaranmu di forum ini?" tanya nelayan itu sebelum berpamitan pergi.
Asha menggeleng pelan. "Elena hanyalah hiasan bagi Arlan. Jika aku menghancurkan fondasi Arlan, Elena akan jatuh dengan sendirinya seperti debu yang tertiup angin."
Sepanjang malam itu, Asha tidak tidur. Ia terus memantau pergerakan media sosial dan berita ekonomi global. Setiap kali ada penyebutan tentang "V", ia akan memastikan narasi yang berkembang tetap berada di bawah kendalinya. Ia belajar memanipulasi algoritma berita agar keraguan terhadap Neovault tetap berada di halaman utama.
"Melahirkan V adalah bagian termudah. Menjaganya tetap hidup di tengah serigala-serigala itu adalah tantangan sebenarnya," pikir Asha.
Ia meminum kopi hitamnya yang sudah dingin, membiarkan rasa pahit itu menyadarkannya dari kelelahan. Di kepalanya, skenario demi skenario terus berputar, mencari cara tercepat untuk membuat harga saham Neovault anjlok. Kepercayaan investor adalah hal yang sangat rapuh, dan Asha baru saja menemukan palu yang tepat untuk memecahkannya.
"Arlan, kau pasti sangat penasaran siapa yang berani mengusik ketenanganmu," gumamnya dengan nada yang sangat rendah.
Fajar mulai menyingsing di cakrawala Neovault, namun Asha masih tetap terjaga di depan layarnya. Ia melihat berita utama di televisi kabel lokal yang mulai mengangkat topik tentang "misteri investor V". Wajah pembawa acara berita tampak serius saat membahas potensi penurunan nilai aset perusahaan Valeska.
"Rencana ini berjalan lebih baik dari yang aku duga," batin Asha sambil mematikan televisi.
Ia berdiri dan meregangkan otot-ototnya yang kaku. Hari ini adalah hari pertama di mana Arlan harus bertarung melawan musuh yang tidak bisa ia lihat. Asha merasa sangat hidup, lebih hidup daripada saat ia masih menyandang nama Valeska dengan segala kemewahannya yang hampa.
"Selamat pagi, dunia yang baru," ucapnya sambil menatap pantulan wajah barunya di kaca jendela.
Tidak ada lagi getaran ketakutan dalam suaranya. Tidak ada lagi keraguan dalam setiap langkahnya. Asha Valeska telah benar-benar lenyap, digantikan oleh entitas bernama V yang siap memporak-porandakan tatanan ekonomi yang dibangun Arlan di atas darah dan pengkhianatan. Kelahiran V adalah lonceng kematian bagi kejayaan Neovault Metropolis.
Ia bersiap untuk sesi perdagangan saham yang akan dibuka beberapa jam lagi. Ia tahu bahwa ini akan menjadi hari yang panjang bagi para broker di pusat kota. Namun bagi Asha, ini hanyalah satu hari lagi dalam perjalanannya menuju puncak pembalasan dendam yang sempurna. Sang predator telah menampakkan bayangannya, dan mangsanya belum menyadari bahwa maut sedang mendekat.