NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:23
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 11

**

Panti Asuhan dan Luka

**

Suasana kamar yang tadinya sepi kini mulai menampakan eksistensi lagi dengan kehadiran Some yang baru masuk, disertai air mata yang bercerai di kedua pipinya. Ia tak pikir panjang langsung menjatuhkan dirinya ke kasur, dan menuangkan semua isak tangisnya di bantal tempat semula. Bantal yang selalu menjadi saksi kesedihan Some akhir - akhir ini. Kalian tahu apa itu kanker paru-paru? kanker yang hanya menyerang untuk kalangan dewasa, tapi kanker ini ada dalam bagian tumbuhnya. Sekalipun belum ada ronsen khusus untuk menjabarkan kalau itu adalah kanker. Tapi ia bersarang menjadi bagian tumor ganas.

Some tidak pernah mau untuk mengingat jenis penyakit itu, karena ia hanya akan menangis dan terusan merasa putus asa. Ketika Some mengangkat kepala untuk mengusap air matanya, lagi - lagi darah merah menghiasi tangannya. Darah yang segar, yang selalu datang ketika gadis itu menekan dadanya karena menangis.

"Darah," kagetnya sambil meraba bagian hidungnya untuk memastikan. Ternyata benar darah itu secara berkala keluar dari hidungnya. Some hanya sanggup mengusapnya dengan tisu, bahkan air matanya pun masih sempatnya menetes.

"Aku nggak tahu ini kenapa bisa seperti ini, apa aku tidak akan kehabisan darah," kata Some terdengar panik. Namun kepanikan itu hanya ia rasakan sendirian, ia tahu mama dan papa tidak akan mendengar dari luar.

"Jangan keluar, jangan lemah, ini baru awal yang cerah untuk mu, Some," ucap Some lagi terdengar sedih. Ia baru ingat pas pertama masuk SMA, hal selalu ia nantikan agar hidup lebih baik di masa depan. Tapi tidak mungkin dengan keadaannya yang seperti ini.

"Ahh," Some menahan sakit. Tapi karena darahnya tak kunjung berhenti. Some tahu dirinya butuh pengalihan dari rasa sendirian ini. Mungkin dengan melihat keteduhan yang selalu menjadi motivasinya dalam hidup. Some bertekad akan pergi ke panti asuhan. Melihat daun - daun kering yang berjatuhan langsung dari pohon rindang, yang membuat angin sepoi - sepoi menerbangkan anak rambutnya.

Some terkaget ketika melihat ada SMS masuk dari mamanya. Mamanya masih iseng mengsms, mengingat ketika pertama kali Some memegang hp. Ia jadi nampak lebih dewasa dan pakaiannya mulai terlihat seperti anak gadis sungguhan. Some selalu merasa senang ketika mamanya memujinya cantik. Some tersenyum kecil dan membaca SMS ini.

Mama : mama selalu punya hadiah buat Some, anak kesayangan mama. Semoga kamu senang ya.

Some : hadiah apa ma?

Some menyusut airnya, ia tahu akan selalu ada mama dan papa yang menolongnya bahkan sekalipun penyakit itu. Tapi Some tidak mau mama dan papa tahu.

Mama : Emh asal kamu janji harus bahagia. Nanti mama chat lagi, buat tenggat waktunya🦑🦑

Dan Some selalu tahu mama pasti membelikannya hadiah versi masa SMA-nya. Some tahu masa hidupnya begitu bahagia, dan semua berakhir di selembar kertas kecil, hasil tes kesehatan.

Some : oke🦑

Some menghapus bulir air matanya lagi. Apapun hadiahnya mungkin untuk saat ini Some tidak bisa sperti biasnya, menerima dengan senyum secerah mentari pagi.

**

Anak gadis itu beneran tepat waktu, sehabis pulang sekolah ia langsung ke rumah. Mungkin pada saat itu sekitar pukul lima belas lewat dua puluh menit, ia buru menaiki tangga ke atas rumahnya. Dan mandi secara singkat, lalu mengganti bajunya dengan stelan hari - hari. Hanya dengan baju kaos putih di tambah cardigan biru laut yang menambah kesan sederhana. Ia lalu memilih rok pendek untuk menemani jalan sorenya hari ini.

Some baru beres dandan, dan sedang merapikan bagian make up sederhananya. Ia memakai foundation natural, blush on pink, dan juga cream siang. Ditambah dengan lip tint merah bata, yang tipis. Menambah kesan santai dari sisi gadis itu. Untuk tambahan make up-nya, Some menggunakan shadow ice pink, bulu mata palsu, dan lensa biru kecil. Mungkin Some terkesan baik - baik saja, padahal ia melakukan semuanya untuk meredakan semua yang ia rasakan.

"Non!" ucap seseorang di balik pintu kamarnya. Some nampak tak peduli, ia bahkan membawa sisir mini, dan merapikan rambutnya yang tergerai lurus setelah di catok beberapa menit.

Tuk tuk

"Non," panggil pak Supratman lagi. "Katanya mau berangkat ke sesuatu tempat, tapi emang beneran mau berangkat?" tanya pak Supratman lebih kepo dari biasnya. Harusnya ia merasa bersyukur karena untuk hari ini Some memilih berangkat dengan sopir, ketimbang jalan pake mobil sendirian.

"Iya pak, bentar lagi siap," balas Some. Ia merapikan bandana biru laut, dengan aksen mutiara di tengah karang. Ia melihat seluruh tampilannya yang lumayan.

Some menarik pintunya, lalu pergi ke garasi, ketika pak Supratman terdengar menyalakan mobil. Sehingga cukup membuat Ranu yang sedang asik maen game juga tersadar. Tapi Some buru - buru berlari ke luar rumah.

"Aduh pak jangan berisik, aku nggak mau Ranu tahu," ucap Some yang langsung di turuti dengan hati - hati oleh sopirnya.

"Kenapa.." belum sempat Supratman melanjutkan pertanyaan tapi non-nya sudah masuk ke mobil, dengan menutup pintu lebih cepat. Ia menaiki mobil, dan seperti niat awalnya langsung melajukan gas. Ke tujuan Some yang katanya, Panti Asuhan Kamboja, jln. Waringin, no. 89, Jakarta Selatan.

Setelah perjalanan cukup jauh akhirnya mobil itu berhenti di sebuah jalan besar tapi nampak sepi. Seluruh pinggir jalan di hiasi pohon waringin yang daun - daunnya kering, dan diterbangkan oleh angin. Karena Some memintanya berhenti di tengah jalan, akhirnya Supratman membiarkan gadis itu pergi, berjalan ke arah yang ia maksud.

Some berjalan santai menuju sebuah bangunan yang letaknya di bawah sebuah pohon. Suasana yang sepi, karena untuk tahun ini panti sepi pendatang baru. Some terus berjalan, dan ia tahu anak - anak tidak peduli terhadap kehadirannya. Ia lalu duduk sendirian di sebuah bangku, lalu mengistirahatkan sejenak dirinya.

Angin - angin yang menyapa dan menerbangkan rambutnya selalu merasa membuatnya hidup. Ia bersyukur masih bisa datang ke sini, sambil melihat anak - anak. Sesekali tersenyum ketika melihat mereka becanda ria.

Tapi karena hatinya sedang sedih. Some hanya menikmati suasana panti ini, dan merasakan deburan angin. Teringat dan melamun kembali perkataanya dengan Pak Hanry tempo lalu. 

"Some saya selaku guru dan dokter, juga dokter untuk menjaga mu. Dulu memang hanya gejala ketika kamu minisan, sampai aku menemukan tanda pas. Sampai kamu ke rumah sakit memeriksa keadaan mu di laboratorium, " kata pak Hanry di belakang gedung sekolah. Pas ia memberikan Some sebuah map yang isinya hasil kesehatan.

Dan sekarang Some sudah merelakan semuanya. Hal yang pernah terjadi, dan akan dilalui olehnya. Meskipun lamunan dan air mata ini, mengiringi keikhlasan hatinya. Aku tahu aku harus bangkit kembali, dan menjalaninya seperti yang diinginkan diriku sendiri.

"Some," ucap seseorang tidak beda jauh dari jarak Some saat ini. Some tersadar dan menghapus air matanya.

"Pak Hanry," ucap Some menyebut seseorang yang dengan peduli datang menghampirinya. Dengan kacamata tua yang selalu menghiasi mata tajamnya. Seorang dokter yang dipercayakan untuk memberi arahan pada kesehatan Some.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!