NovelToon NovelToon
Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya dulunya adalah seorang kurir Ojol pengantar makanan dengan kehidupan keluarga yang penuh dengan kemiskinan. akhirnya dia menemukan sistem pengantaran terhebat.

Sistem tersebut membuat dirinya bisa mendapatkan kekayaan dengan melakukan pengantaran makanan, bahkan wanita cantik pun beramai-ramai mendekatinya.

saat sistem bekerja, ulasan terbaik adalah prioritas atas segalanya. akhirnya kekuatan dan pengaruh telah ia dapatkan, namun tuntutan sistem akan semakin menekan.

bahkan kekuatan penguasa - penguasa akan dia lawan, juga wajah - wajah baru akan dia temui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Jangan Salahkanku Kalau Aku Bersikap Kasar

"Tenang saja, Bu, aku akan datang ke kencan butanya."

Kevin menjawab dengan santai, meski dalam hati ia hanya bisa memutar mata.

"Bukannya aku tidak punya pacar… masalahnya justru terlalu banyak, sampai bingung mau bawa pulang yang mana!"

Meski begitu, ia tetap menuruti perkataan ibunya.

Ia tahu betul—kalau berani mangkir, nasibnya saat pulang ke rumah nanti pasti tidak akan menyenangkan.

Sambil menghela napas, ia bergumam dalam hati.

"Kalau orang tahu miliarder sepertiku masih ikut kencan buta… pasti jadi bahan tertawaan."

"Dan yang terakhir kali dikenalkan Bibi Meyti… hampir bikin aku muntah."

Menggeleng sambil tersenyum pahit, Kevin pun tiba di sebuah kafe mewah dekat perusahaannya.

Tempat itu tampak elegan dan berkelas.

Harga menunya juga tidak main-main.

Minuman biasa saja sudah 88 ribu, sementara sebotol anggur bisa mencapai 1 jutaan lebih.

Namun bagi Kevin…

Semua itu tidak ada artinya.

Karena kafe ini adalah bagian dari Grup Hotel miliknya sendiri.

Dengan kata lain, ia adalah bos di sini.

"Bos, Anda sudah datang."

Manajer langsung menyambut dengan hormat, hampir saja menarik perhatian.

Kevin cepat memberi isyarat agar ia tetap tenang.

Ia lalu duduk santai di kursi dekat jendela, menunggu dengan ekspresi datar.

Sekitar sepuluh menit kemudian—

Seorang wanita berusia sekitar tiga puluhan berjalan mendekat.

Ia mengenakan pakaian yang cukup terbuka, ditemani dua wanita lain dengan gaya serupa.

Riasan tebal, pakaian minim, aura yang jelas—

Mereka bukan orang asing bagi Kevin.

Ia sering melihat tipe seperti ini saat mengantar makanan di malam hari dengan mobil mewahnya.

Biasanya, mereka akan langsung meminta kontak, bahkan terang-terangan mengajak ke hotel.

Namun Kevin selalu menolak.

Ia tidak tertarik pada wanita matre, apalagi yang berisiko membawa masalah.

"Heh, kamu Kevin Sanjaya?"

Wanita di tengah berbicara dengan nada dingin dan sedikit merendahkan.

Kevin melirik sekilas.

Dengan riasan seperti itu, wajahnya paling-paling hanya bisa dinilai biasa saja.

Tubuhnya lumayan, tapi terlihat jelas ada lemak di pinggangnya.

Yang paling mencolok—

Tato kalajengking hijau di bagian pinggang yang terbuka.

Kevin mengangguk santai.

"Iya. Kenapa?"

"Kenapa?"

Wanita itu duduk tanpa sopan santun, lalu langsung menyalakan rokok.

"Apa-apaan ini kencan buta?"

Dua temannya bahkan lebih parah.

Mereka tidak menyapa sama sekali, langsung mengambil menu.

"Pelayan, kami mau pesan!"

Nada mereka seperti sedang memerintah.

Melihat sikap itu, Kevin merasa muak.

"Serius? Ini yang katanya ‘cantik dan baik’ versi Bibi Meyti?"

Ia teringat satu kalimat yang sering ia dengar—

"Aku memang tatoan, merokok, minum, berkelahi… tapi aku tetap wanita baik-baik."

Dalam hati ia mendengus.

"Bibi Meyti benar-benar keterlaluan… sudah dibayar malah mengenalkan yang seperti ini ke ibuku?"

Sementara itu, wanita bertato itu memperkenalkan diri dengan dingin.

"Aku Ana Lumi. Kata Bibi Meyti, kamu kurir, ya?"

Dua temannya tertawa kecil penuh hinaan sambil terus memesan makanan mahal tanpa melihat Kevin sama sekali.

Melihat sikap mereka yang begitu merendahkan dan sudah seperti kebiasaan, Kevin langsung paham—

Mereka pasti sudah sering menipu orang.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Kalau kalian mau meremehkanku… jangan salahkan aku kalau nanti aku tidak sopan."

"Ini wilayahku."

"Hari ini, aku akan balaskan untuk semua orang jujur yang pernah kalian tipu."

Dengan nada santai, ia menjawab:

"Iya, aku kurir."

Senyumnya justru membuat Ana Lumi semakin meremehkan.

"Jadi berapa penghasilanmu sebulan?"

"Dan tabunganmu berapa?"

"Aku rasa kamu bahkan tidak mampu memeliharaku."

Nada suaranya penuh kesombongan.

Kevin tetap tenang.

"Paling beberapa juta. Kalau rajin, bisa lebih dari lima juta."

"Kalau tabungan… ya lumayan, cukup untuk menikah."

"Lebih dari sepuluh juta?"

Ana memutar mata, namun dalam hati justru mulai berhitung.

"Tabungannya cukup besar ya… kelihatannya juga bodoh."

"Bagus… aku bisa menguras habis uangnya."

Senyum licik mulai muncul di sudut bibirnya.

"Baiklah… kita mulai permainan ini."

1
Oktaviadi Ayu
S
Naga Hitam
okta
DD
typo Vanesa 🤣
Kenjiro Dominic: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
dhani satria
update yg banyak bang
Kenjiro Dominic
nanti malam author Update 10 Bab yaaa... maaf pagi ini blum ada update🙏
Naga Hitam: makasih
total 1 replies
DD
typo nona Yati, Thor 🤣
Kenjiro Dominic: 🤣 maaf ngantuk jadi Typo dikit nggak ngaruh kan 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!