ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.
Degg.
Seketika Keyla pun sedikit Kaget akan pernyataan marvin yang hendak meminta dirinya untuk segera pergi meninggalkan kediaman orangtua angkatnya.
Apa salahnya? Dan apakah Marvin tak mempunyai rasa bersalah terhadap nya? Lantaran telah merenggut kehormatannya dengan paksa dan kasar. Hingga hubungan terlarang tersebut terus berlanjut. Sampai sampai dia pun tak kuasa menolak nya. Karena begitu takut pada laki-laki dengan pandangan elang tersebut. Dan hingga detik ini pun tidak ada itikad baik dari Marvin untuk meminta maaf padanya. Dan saat terakhir mereka melakukan nya. Entah kenapa dia begitu terbuai akan kelembutan dan kehalusan Marvin ketika menyentuh setiap jengkal tubuhnya. Hingga dia terlena dan tanpa sadar ikut menikmatinya sampai di penghujung penyatuan cinta. Drtt Drtt Drtt... Tiba-tiba lamunan Keyla buyar seraya tersentak kaget ketika merasakan getaran handphone yang berada didekatnya. Dengan cepat Keyla pun melihat pada nama yang tertera di layar handphone nya. "Melodi.."beo Keyla ketika melihat nama dilayar handphone nya. Tumben tuh anak telepon! Setelahnya menggeser tombol hijau keatas guna menerima panggilan tersebut. "Hallo mel, kenapa?"tanya Keyla pada sang teman diseberang sana. "E eh,, Mel Mel, lu kenapa beb? Kok tiba-tiba mewek?! Maksudnya gue kerumah lu? Atau ke apartemen lu? Ok deh, gue otw sekarang. Bay. Tut!"ucap Keyla pada sambungan telepon setelahnya mengakhiri. Dan Gegas Keyla beranjak dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap ke tempatnya melodi. Sebenarnya ada apa dengan sahabatnya yang saat itu? Padahal baru beberapa menit yang lalu mereka bertemu!? "hh.. entahlah!!"gumam Keyla menghela nafas panjang. Kemudian Keyla pun melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Namun,, Langkah kaki Keyla berhenti melangkah, ketika pandangan matanya melihat pada bungkusan berwarna biru yang berada di meja rias nya. "Ya ampun,, sepertinya aku melupakan sesuatu!"ucapnya seorang diri. Keyla pun melanjutkan langkah kakinya guna mengambil bungkusan tersebut untuk memastikan apa yang di takutkan tak menjadi kenyataan. "i i ini m masih utuh! B b berati belum terpakai sama sekali,"katanya dengan bergetar. "Tidak! Tidak mungkin!? K k kapan terakhir kali dia kedatangan tamu bulanan ?"bingung Keyla seorang diri ketika bungkusan tersebut berada dalam genggaman tangannya. Yang masih tersegel dan terisi penuh belum terpakai sama sekali. "Apakah mungkin?!"gumam nya dengan cemas terselip rasa takut. "Kapan dia membelinya? Tunggu!? Ya, dia ingat! Pembalut tersebut pemberian dari Jasmine ketika beberapa bulan yang lalu dia kedatangan tamu bulanan saat jam pelajaran sekolah tengah berlangsung. Sampai androk seragam pun terdapat banyak darah haid lantaran tembus. Dan beruntungnya saat itu Jasmine membawa pembalut yang akan dia taruh di loker untuk berjaga-jaga kalau kalau dia kedatangan tamu bulanan. ( Ya Tuhan ku, bagaimana jika aku terbukti hamil? Apalagi bukan cuma sekali kita melakukannya, tapi berkali-kali. Semoga saja semua itu hanya ketakutan ku saja.) Bathin Keyla dengan perasaannya yang takut luar biasa jika apa yang dilakukannya bersama Marvin menghasilkan sebuah janin. Sepertinya dia harus segera periksa ke dokter kandungan Eh eh,, jangan deh! Lebih baik dia mencoba dengan tespek terlebih dahulu dan jika hasilnya positif barulah periksa ke dokter kandungan untuk mengetahui usia kehamilan nya.< Lanjutnya kemudian. Dan segera Keyla dengan bergerak cepat membersihkan diri, setelahnya memakai pakaian sederhana namun terlihat modis. Tak lupa mengoleskan cream diwajahnya. Rambutnya pun dia ikat ekor kuda. Lantas segera keluar dari kamar pribadinya untuk secepatnya datang ketempat nya melodi. Tapi sebelum itu dia hendak mampir dulu sebentar ke apotik untuk membeli tespek. "Neng Keyla mau pergi?"tanya sang supir pribadi ketika Keyla keluar dari rumah. "Ehh,, iya mang, mau ke tempatnya melodi."jawabnya. "Mau pakai mobil? Atau mang Dadang antar?"katanya menawarkan. "Emm, enggak usah deh mang. Tapi kalau Keyla pinjam motor nya mang Dadang boleh enggak?"ucapnya hati hati. "Motor! Oh boleh kok neng, emang nya neng Keyla bisa bawa motor."tanya mang Dadang penasaran. Sebabnya belum pernah sekalipun melihat sang Putri majikan nya membawa kendaraan roda dua. "Hehe.. Alhamdulillah bisa mang,"jawabnya tersenyum kikuk. "Syukur deh, kalau neng bisa. Bentar, memang ambil dulu kunci motornya."katanya berpamitan. Keyla pun membalasnya dengan tersenyum tipis sambil mengangguk kan kepalanya. Selang beberapa menit mang Dadang pun kembali dengan membawa kunci motor dalam genggaman tangannya. Setelahnya memberikannya kepada sang putri majikan seraya berkata. "Hati-hati ya neng, jangan ngebut ngebut. Bawa nya pelan pelan aja. Yang penting sampai tujuan."katanya mengingatkan. "Iya mang, oh ya, Keyla mau tanya! kok bibi Linda lama ya di kampung halamannya. Kira kira kapan mang, pulang ke sini?"tanya Keyla ingin tahu akan kabar dari sang asisten rumah tangga yang seperti ibu kandung baginya. "Loh loh.. emangnya neng Keyla enggak tahu kalau sekarang bibi Linda di pindah ke rumahnya den Marvin untuk mengurus nona Starla yang tengah hamil."ungkap mang Dadang. Degg. ( Hamil! Mbak Starla hamil?!) Batinnya tak percaya. "Maksudnya mbak Starla mang?"jawab nya memastikan. "Hehe.. emangnya den Marvin punya berapa istri neng? Kan cuma satu istrinya."balasnya terkekeh geli akan pernyataan Keyla. "Hehe.. iya si mang, terus udah berapa lama bibi Linda tinggal di rumahnya mas Marvin?"Keyla pun tersenyum malu-malu akan pertanyaannya. Kemudian ingin tahu tentang keberadaan bibi Linda yang sekarang tak lagi tinggal bersamanya. "Lumayan lama neng, tiga atau empat bulan kayanya."jawab nya jujur. "Oh gitu, yaudah mang kalau gitu saya pergi dulu. Assalammualaikum."pamit Keyla tersenyum tipis sambil mengangguk kan kepalanya. "Hati-hati neng,"ulang mang Dadang kembali mengingat kan. Keyla pun mengendarai motor seraya membalas ucapan dari mang Dadang dengan mengangguk kan kepalanya. Selanjutnya keluar dari mansion megah mewah milik keluarga angkatnya. Oh, jadi itu alasan mas Marvin tak pernah lagi datang menemuinya. Ternyata istrinya telah hamil. Pasti mas Marvin tengah merasakan kebahagiaan lantaran keinginan terbesarnya terkabul kan. Ya, dia sering kali tanpa sengaja mendengar obrolan mas Marvin dengan sang mami. Ingin sekali bisa memiliki anak dari sang istri. Namun sekian lama menanti dan menunggu. istrinya belum juga memberikan kabar baik tentang keinginan nya. Maka dari itu hari hari yang di lalui nya hanya kerja dan kerja. Dan mas Marvin juga lebih sering menginap di kediaman sang mami dari pada tinggal di mansion pribadinya. Sekarang bagaimana dengan Nasib dirinya? Jika terbukti dia tengah mengandung darah dagingnya mas Marvin? Apa mas Marvin bersedia bertanggung jawab? Apa dia percaya jika anak yang dikandung adalah buah hatinya? Ya, walaupun dia belum mengetahui apakah dia terbukti hamil atau tidak!? Namun entah mengapa dia mempunyai filing yang kuat. Jika dia tengah hamil. Cit. Motor pun berhenti di pelataran parkir apartemen kawasan elite. Dimana salah satu sahabatnya tinggal di bangunan mewah tersebut. Sekitar dua puluh menit Keyla menempuh perjalanan lalu melipir sebentar ke apotik untuk membeli tespek. Kret!! "Mel.. melodi.."panggil Keyla seraya mendorong pintu apartemen ketika telah sampai di unit apartemen sang sahabat dengan kondisi pintu apartemen terbuka sedikit. Keyla pun melangkah masuk kedalam apartemen sambil memanggil nama sang sahabat. "Melodi.. melodi.."panggil nya tanpa ada jawaban dari pemilik hunian mewah tersebut. Keyla pun menuju ke lantai dua untuk mengecek di kamar kamar. Barangkali melodi tengah tertidur nyenyak hingga Seruan nya tak mendapat jawaban. Tiba-tiba kedua mata Keyla terbelalak kaget dengan berteriak lantang memanggil nama sang sahabat. "MELODI..?