NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Gedung pencakar langit milik Darren Wijaya Group berdiri begitu megah dan gagah di tengah pusat kota. Setiap sudut gedung ini memancarkan aura kemewahan dan kekuasaan yang luar biasa. Bahkan untuk masuk ke dalamnya saja, seseorang harus melewati beberapa tahap pemeriksaan keamanan yang sangat ketat.

Tapi tidak untuk Selly.

Gadis itu berjalan dengan langkah santai namun penuh percaya diri menuju lift khusus eksekutif. Semua staf dan satpam yang melihatnya sudah mengenal wajah ini dengan sangat baik. Nona Selly Adhitama, "pengunjung tetap" yang selalu datang membawa senyum dan harapan, meski selalu pulang dengan perasaan campur aduk.

"Selamat siang, Nona Selly," sapa seorang resepsionis dengan ramah.

"Selamat siang! Om Darren ada di dalam kan?" tanya Selly ceria sambil mengangkat kotak bekal di tangannya.

"Iya, Nona. Tuan Darren sedang ada di ruangan, belum ada rapat," jawab resepsionis itu.

Selly mengangguk senang, lalu masuk ke dalam lift. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Seperti biasa, rasa gugup dan antusiasme selalu bercampur menjadi satu setiap kali ia akan bertemu dengan pria itu.

Ting!

Pintu lift terbuka di lantai paling atas. Langkah kaki kecil Selly terdengar memantul di lantai marmer yang mengkilap. Ia berjalan menuju pintu besar berdesain minimalis yang menjadi penanda ruangan kerja sang CEO.

Tanpa mengetuk terlalu lama, Selly langsung memutar gagang pintu dan masuk.

" Om Darren~ Selly datang nih bawa kejutan!" serunya dengan suara nyaring dan ceria, seolah-olah ini adalah rumahnya sendiri.

Namun, sambutan yang ia terima sama sekali tidak sehangat suaranya.

Di balik meja kerja raksasa yang terbuat dari kayu hitam berkualitas tinggi itu, duduk seorang pria dengan postur tubuh yang tegap dan sempurna. Darren Wijaya.

Pria itu tidak langsung menoleh. Jari-jarinya yang panjang dan kokoh masih terus bergerak lincah menekan tombol-tombol pada keyboard, sementara matanya tajam menatap layar komputer yang memuat data-data angka dan grafik bisnis.

Hanya saja, meski wajahnya tidak terlihat, aura yang dipancarkannya begitu kuat. Aura dingin yang membuat siapa pun merasa seolah berada di kutub utara.

Setelah beberapa detik yang terasa seperti berjam-jam bagi Selly, akhirnya Darren perlahan menghentikan aktivitasnya. Ia mendorong kursi kerjanya sedikit ke belakang, lalu menolehkan kepala menatap gadis yang berdiri di depan mejanya.

Dan benar saja, seperti dugaan Selly... Darren hari ini terlihat sangat tampan hingga membuat napas gadis itu tercekat sesaat.

Kemeja putih lengan panjang yang digulung rapi hingga siku, memperlihatkan urat-urat tangan yang maskulin. Rambut hitamnya ditata rapi namun sedikit berantakan di bagian depan, memberikan kesan sexy yang tak disengaja. Wajahnya yang tajam dengan rahang yang tegas, benar-benar definisi pria sempurna di mata Selly.

Tapi... sayang sekali, ekspresi wajahnya datar sekali. Tidak ada senyum, tidak ada kerutan, benar-benar polos tanpa emosi. Matanya yang berwarna gelap menatap Selly tanpa ekspresi, seolah sedang melihat benda mati, bukan manusia yang sedang menyukainya.

Selly menelan ludah, mencoba menghilangkan rasa gugupnya. Ia melangkah mendekat, meletakkan kotak bekal berwarna pastel di atas meja kerja itu dengan hati-hati.

"Hari ini Selly masak sendiri lho, Om. Tumis ayam sama sup ayam kesukaan Om. Selly tahu Om pasti jarang makan karena sibuk kerja, jadi Selly buatkan ini khusus buat Om," jelas Selly panjang lebar, wajahnya berseri-seri menunggu pujian atau setidaknya respon baik.

Darren menatap kotak bekal itu sekilas, lalu kembali menatap wajah Selly. Tatapannya dingin, tajam, dan membuat suasana di ruangan itu menjadi hening dan mencekam.

"Terima kasih," ucapnya pelan.

Suaranya berat, khas pria dewasa, namun nadanya datar tanpa rasa.

Selly yang mendengar itu langsung tersenyum lebar, matanya berbinar. "Sama-sama! Semoga suka ya rasanya!"

Namun senyum itu sedikit mengendur saat Darren kembali berbicara dengan kalimat yang begitu menusuk namun diucapkan dengan santai.

"Tapi... jangan sering-sering ke sini," kata Darren singkat, padat, dan jelas.

Wajah Selly sempat terlihat kaget, pipinya sedikit memerah karena campuran malu dan perasaan sedikit kecewa. Tapi ia cepat-cepat menahannya agar tidak terlihat sedih di depan pria itu. Ia tidak mau terlihat lemah.

"Alasannya karena ini kantor, dan kamu seharusnya juga sibuk dengan kuliahmu. Jangan buang waktumu hanya untuk hal seperti ini," tambah Darren lagi, kali ini ia sudah kembali membalikkan tubuhnya, fokus lagi ke layar komputer, seolah pembicaraan ini sudah selesai.

"Padahal Selly cuma mau perhatian..." gumam Selly pelan, hampir tak terdengar.

Meski hatinya terasa sedikit perih dan ditolak mentah-mentah, Selly tetap memaksakan senyum terlebarnya. Ia tidak mau menyerah hanya karena kalimat itu. Sudah bertahun-tahun ia mendengar penolakan atau sikap dingin seperti ini, dan ia sudah terbiasa.

"Oke deh, kalau Om bilang begitu. Tapi lain kali kalau Selly kangen, Selly tetap datang ya!" jawab Selly dengan nada ceria seolah tidak terjadi apa-apa.

Darren tidak menjawab lagi. Hening.

Selly menghela napas pelan dalam hati. 'Gapapa Sel, pelan-pelan aja. Es batu juga bisa cair kan, pasti hati dia juga bakal luluh suatu saat nanti,' batinnya memompa semangat sendiri.

"Ya sudah, Selly pamit dulu ya! Makanannya jangan dibuang ya, Om! Habiskan semuanya!" pesan Selly lagi sebelum akhirnya berbalik badan dan berjalan keluar dari ruangan itu.

Setelah pintu tertutup rapat dan kehadiran gadis itu hilang, ruangan kembali sunyi.

Darren Wijaya menghentikan lagi gerakan jarinya di atas keyboard. Ia menoleh perlahan, menatap pintu yang sudah tertutup itu, lalu mengalihkan pandangannya ke kotak bekal berwarna pastel yang terlihat begitu mencolok di atas meja kerjanya yang gelap dan formal.

Alisnya terangkat sedikit, ada perasaan aneh yang berdenyut di dadanya. Tidak paham, atau mungkin... tidak mau paham.

"Dasar gadis menyebalkan," gumamnya pelan, namun entah kenapa, sudut bibirnya sedikit terangkat sangat tipis, sebelum kembali datar seperti semula.

 

(Bersambung...)

 

1
aku
petir, gledek, angin topan, nyampur dlm otaknya daren 🤣🤣
wiwi: bener banget kak🤣🤭
total 1 replies
aku
bentar, kok aq malah merinding disko sm aron. takut bgt ada niat gk bner, mudahan jgn. kesian selly. n pliss sell, jgn gmpg luluh sm makhluk berkelamin LAKI2 dulu 😭😭
wiwi: lanjut terus kak biar gak penasaran🤭
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
badai salju akan datang🤭🤭
hanyauntknovelygseru😋
aaiisshh bnyak bcot luhh Darren🙈
hanyauntknovelygseru😋
yuhuuiiii thooorr bisa bikin Derren bucin akut ke Selly nggak🤭🤭 seru banget soalnya liat Derren jdi pusing 7 keliling🤣🤣🤣
hanyauntknovelygseru😋: *Darren
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
eeeee situ baru ngerasa sakit yah... apa kabar dngan Selly yg slalu kamu sakiti slm bertahun2 njjirrrr😑
hanyauntknovelygseru😋
Ceritanya sangatt seruuu
Semangattt thoorrr💚❤️🌺🍂🍁🌸🌼💮🔥
partini
daren ngedumel Mulu dah ,,
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak
wiwi: sabar kak, update tiap hari kok
total 1 replies
Celine Jehira
rasain lu 🤣🤣🤣
wiwi: aku aja penulisnya kalau baca ulang kadang jengkel🤣
total 1 replies
Celine Jehira
idihhhh mulai kehilangan loh
Sodiri Dirin
mampir KK 😍😍
wiwi: makasih kak😄
total 1 replies
partini
nah baru segitu kalau lihat dia Ama cowok lain bias" auto pindah alam 😂😂
hanyauntknovelygseru😋
lanjuutttt thoorrr,,, seru banget ceritanyaa
wiwi: sabar yah gays, ini update tiap hari kok, tiap jam 07.00 dan 12.00
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
lanjuuuuutttt thooorrrr🌺❤️
hanyauntknovelygseru😋
😭😭😭😭😭
hanyauntknovelygseru😋
iihhhh dingin bener tuhhh derren kyak es batu
wiwi: sabar aja kak, ada masanya dia yang bucin😄
total 1 replies
partini
lah kejar terus apa ga cape hati malu juga lah dasar laki laki Bege
wiwi: nnti juga dia yang kejar balik kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!