NovelToon NovelToon
My Cold Boss Is A Spicy Writer!

My Cold Boss Is A Spicy Writer!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wie Arpie

Di kantor, Arkananta Dewangga adalah CEO dingin yang bicara seformal buku pelajaran. Namun saat malam tiba, ia adalah "Nightshade", penulis novel dewasa populer dengan imajinasi paling liar.

Rahasia besar itu runtuh saat sekretarisnya, Saffiya "Sia" Adhisti, menemukan draf novelnya dan memberi kritik pedas: "Adegan ini kaku sekali, Pak. Kurang rasa!"

Terpojok karena writer's block, Arkan memaksa Sia menjadi "Konsultan Riset". Sia harus membantu Arkan memahami sensasi nyata demi kelanjutan bab novelnya. Dari diskusi di ruang rapat hingga eksperimen rasa di apartemen pribadi, batasan profesional mulai kabur.

Di hadapan publik, Arkan tetaplah CEO yang tak tersentuh. Namun di balik pintu tertutup, Sia menyadari bahwa bosnya jauh lebih panas dari semua karakter yang pernah ia tulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wie Arpie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa dan Rahasia

Hening di ruang kerja lantai 42 itu terasa begitu menekan, hingga suara detak jam dinding di sudut ruangan terdengar seperti dentum martil. Arkananta Dewangga masih terpaku di kursinya, sementara Saffiya Adhisti berdiri beberapa langkah di depan meja kerja jati yang megah itu. Status mereka baru saja bergeser dari hubungan profesional murni menjadi sesuatu yang jauh lebih kacau.

"Bapak ingin saya mengulanginya?" tanya Sia, memecah keheningan dengan keberanian yang bahkan membuat dirinya sendiri terkejut.

Arkan menarik napas panjang, merapikan letak kacamatanya yang sebenarnya sama sekali tidak miring. "Anda mengatakan bahwa tulisan saya... kaku?"

"Sangat kaku, Pak," Sia mengangguk mantap. "Kalimat 'menginginkanmu secara administratif' itu mungkin akan menjadi meme nasional jika sampai bocor ke internet. Pembaca novel genre romance dewasa ingin merasakan debaran, Pak. Mereka ingin merasakan ketegangan yang membuat bulu kuduk berdiri, bukan merasa seperti sedang diaudit oleh kantor pajak."

Arkan memejamkan mata. Egonya yang biasanya kokoh kini terasa seperti bangunan yang terkena gempa tektonik. "Saya menulis berdasarkan logika, Saffiya. Hubungan manusia adalah pertukaran timbal balik yang seharusnya memiliki struktur yang jelas. Saya hanya mencoba menerapkan presisi ke dalam narasi."

Sia berjalan mendekat, meletakkan tangannya di tepi meja. "Tapi cinta dan gairah itu tidak presisi, Pak Arkan. Itu berantakan. Itu impulsif. Dan yang paling penting, itu tidak bisa direncanakan dengan Microsoft Excel."

Arkan menatap Sia. Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat Sia sebagai sekretaris yang membawakannya kopi atau mengatur jadwal rapatnya. Ia melihat seorang wanita yang memiliki pemahaman tentang sesuatu yang tidak ia kuasai: emosi.

"Duduklah, Saffiya," instruksi Arkan. Suaranya kembali ke nada bariton yang otoriter, namun kali ini ada sedikit getaran defensif di sana.

Sia duduk di kursi kulit di seberang meja Arkan.

"Bagaimana Anda tahu tentang... Nightshade?" tanya Arkan menyelidik.

"Saya adalah pembaca nomor satu Bapak di aplikasi itu," Sia mengaku dengan santai.

"Nama akun saya 'Sia-reader99'. Saya yang memberikan komentar paling panjang di bab terakhir Bapak. Ingat komentar yang mengatakan bahwa adegan ciuman di bab dua belas terasa seperti dua ikan mati yang bersentuhan?"

Wajah Arkan yang biasanya pucat kini berubah menjadi merah tua. "Itu Anda? Anda yang menulis bahwa saya harus belajar anatomi manusia kembali?"

"Karena memang begitu kenyataannya, Pak! Bapak mendeskripsikan gerakan tangan karakter pria seolah-olah dia sedang mengoperasikan mesin bubut. Itu sangat... teknis."

Arkan menyandarkan punggungnya, menatap langit-langit ruang kerjanya yang mewah. Rahasia terbesarnya kini dipegang oleh wanita yang paling sering ia temui setiap hari. Jika ini adalah transaksi bisnis, ia berada di posisi yang sangat merugi. Namun, sebagai penulis, ia baru saja menemukan tambang emas informasi.

"Saya mengalami kesulitan," Arkan akhirnya mengaku. Suaranya sangat rendah. "Bab selanjutnya menuntut tingkat... keintiman yang lebih tinggi. Dan saya merasa seolah-olah saya sedang mencoba memecahkan persamaan matematika yang tidak memiliki solusi."

Sia mengangguk paham. Ia merasa sedikit kasihan melihat CEO yang tangguh ini terlihat begitu rapuh hanya karena sebuah draf novel. "Itu karena Bapak terlalu banyak berpikir dan kurang merasakan. Bapak adalah 'The Android' di dunia nyata, dan Bapak membawa itu ke dalam tulisan Bapak."

Arkan mencondongkan tubuhnya ke depan. "Berapa banyak orang yang tahu?"

"Hanya saya. Dan saya berniat menjaganya tetap seperti itu. Saya suka pekerjaan ini, Pak. Gaji dan asuransinya sangat bagus. Saya tidak ingin merusaknya dengan skandal 'CEO Penulis Erotis'."

Arkan terdiam sejenak, menimbang-nimbang. Pikirannya yang analitis mulai bekerja. Jika Sia tahu rahasianya, maka Sia adalah ancaman. Namun, jika Sia terlibat, Sia adalah aset.

"Saya punya proposisi," kata Arkan tiba-tiba. Suaranya kembali formal, seolah-olah ia sedang menawarkan kontrak akuisisi perusahaan. "Saya tidak bisa membiarkan buku ini gagal. Reputasi 'Nightshade' sudah terlalu besar. Saya butuh bantuan Anda."

Sia mengangkat sebelah alisnya. "Bantuan seperti apa, Pak?"

"Jadilah editor pribadi saya. Tapi lebih dari sekadar mengoreksi ejaan. Saya butuh masukan Anda untuk... rasa. Untuk emosi. Untuk semua hal yang Anda sebut 'berantakan' tadi."

Sia hampir saja tertawa. "Bapak ingin saya menjadi guru romansa Bapak?"

"Bukan guru. Konsultan Riset," koreksi Arkan cepat. "Kita akan melakukannya secara profesional. Di luar jam kantor. Saya akan membayar Anda dua kali lipat dari tarif lembur biasanya."

Sia terdiam. Tawaran itu sangat menggiurkan. Bukan hanya soal uangnya, tapi membayangkan Arkananta Dewangga yang kaku harus belajar tentang gairah darinya adalah hiburan yang tidak ternilai harganya.

"Ada syaratnya, Pak," kata Sia.

"Sebutkan."

"Bapak harus mulai bersikap lebih manusiawi di kantor. Berhenti menyebut staf sebagai 'unit sumber daya'. Cobalah tersenyum, atau setidaknya jangan menatap mereka seolah-olah Bapak ingin memecat mereka hanya karena mereka salah menggunakan font."

Arkan mengernyit. "Tersenyum tidak ada hubungannya dengan efisiensi kerja."

"Tapi itu ada hubungannya dengan riset novel Bapak! Karakter utama Bapak harus bisa dicintai oleh pembaca. Bagaimana Bapak bisa menulis karakter yang hangat kalau Bapak sendiri sedingin es?"

Arkan tampak berperang dengan dirinya sendiri. Akhirnya, ia mengangguk pelan. "Baik. Saya akan mencoba... meminimalisir kekakuan saya. Jadi, kita sepakat?"

Arkan mengulurkan tangannya di atas meja. Sia melihat tangan itu—jemari yang panjang, bersih, dan tampak sangat kuat. Tangan yang menulis adegan-adegan panas di malam hari namun memegang pulpen mahal dengan kaku di siang hari.

Sia menjabat tangan Arkan. "Sepakat, Pak Arkan."

Detik saat kulit mereka bersentuhan, sebuah sengatan kecil terasa menjalar di lengan Sia. Ia segera melepaskan genggamannya, berdehem untuk menutupi kecanggungannya. Arkan pun tampak sedikit terkejut, namun ia segera kembali ke mode profesionalnya.

"Besok malam, pukul 19.00. Kita akan mulai sesi riset pertama di sebuah restoran," kata Arkan sambil mencatat sesuatu di agenda digitalnya.

"Restoran? Untuk apa, Pak?"

"Riset mengenai 'Kencan Pertama'. Karakter utama saya akan membawa pasangannya makan malam, dan saya perlu memastikan dialognya tidak terdengar seperti negosiasi kontrak vendor."

Sia tersenyum geli. "Baiklah, Pak. Tapi tolong, jangan pakai jas formal seperti ini. Bapak akan terlihat seperti sedang menginterogasi saya, bukan mengajak kencan."

Arkan menatap jasnya. "Ini adalah pakaian standar untuk pria dewasa di malam hari."

"Dan itulah sebabnya novel Bapak kaku," Sia berdiri, merapikan tasnya. "Sampai jumpa besok, Pak Arkan. Dan ingat, besok jangan panggil saya 'Saffiya' dengan nada seperti sedang membacakan dakwaan."

Setelah Sia keluar, Arkan menyandarkan tubuhnya. Ia menatap layar laptopnya lagi. Kata "menginginkanmu secara administratif" masih berkedip di sana. Dengan satu gerakan cepat, ia menekan tombol backspace berkali-kali hingga kalimat itu hilang.

Arkan menarik napas panjang. Sandalwood—aroma parfumnya sendiri—terasa lebih pekat malam itu. Ia tidak tahu apakah melibatkan Sia adalah ide jenius atau bencana besar. Namun, untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Arkan merasa tidak sabar menunggu hari esok. Bukan karena jadwal rapat komisaris, melainkan karena ia ingin tahu: seperti apa rasanya kencan yang tidak memiliki agenda efisiensi?

Di meja sekretarisnya, Sia sedang tersenyum lebar sambil memesan ojek online. Ia membuka aplikasi novelnya, melihat profil "Nightshade" yang masih misterius.

"Siap-siap, Pak CEO," gumam Sia pelan. "Saya akan membuat robot ini punya hati, atau setidaknya membuat novelnya tidak lagi terasa seperti buku panduan operasional pabrik."

Malam itu, hujan di Jakarta mulai mereda, meninggalkan aroma tanah basah dan sisa-sisa ketegangan di lantai 42. Sebuah rahasia telah dibagi, dan sebuah kontrak tanpa tanda tangan resmi telah dimulai. Di balik jendela kaca besar, lampu-lampu kota tampak berkedip seperti kode-kode romansa yang siap untuk diterjemahkan oleh dua orang yang paling tidak mungkin melakukannya bersama.

Arkan pulang ke apartemennya yang minimalis dan dingin, namun pikirannya terus mengulang ucapan Sia: "Cinta itu berantakan, Pak."

Ia membuka buku catatannya, menuliskan satu baris kalimat pendek dengan pulpen hitamnya:

Catatan Riset 1: Emosi adalah variabel yang tidak dapat diprediksi, namun mungkin merupakan kunci utama dalam narasi yang hidup. Subjek Riset: Saffiya Adhisti.

Arkan terdiam melihat nama itu tertulis di bukunya. Ia segera menutup buku itu dan mencoba tidur, meski bayangan senyum nakal Sia terus mengusik pikirannya yang biasanya tenang.

Babak baru kehidupan Arkananta Dewangga baru saja dimulai, dan kali ini, tidak ada satu pun peraturan baku yang bisa menyelamatkannya dari kekacauan yang bernama perasaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!