NovelToon NovelToon
Jodoh Beda Benua

Jodoh Beda Benua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Cinta Karena Taruhan / Romansa Fantasi
Popularitas:418
Nilai: 5
Nama Author: fadiez

Di sebuah kafe kecil yang tidak pernah benar-benar sepi, dua dunia yang berbeda perlahan saling bersinggungan.
Clay—dingin, tenang, dan terbiasa menjaga jarak.
Nindi—jujur, tegas, dan tidak suka sesuatu yang menggantung tanpa kepastian.
Mereka tidak pernah merencanakan apa pun. Tidak pernah mencari satu sama lain.
Namun setiap hari yang sama, percakapan yang sederhana, dan kebetulan yang berulang, perlahan mengubah batas antara “sekadar bertemu” menjadi “tidak ingin kehilangan”.
Dan ketika akhirnya mereka memilih untuk saling menggenggam, mereka juga harus belajar satu hal:
bahwa mempertahankan seseorang tidak pernah sesederhana memilihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fadiez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Clay baru saja mematikan lampu kafe. Malam itu, seperti biasa, ia menjadi orang terakhir yang meninggalkan tempat tersebut.

Lampu-lampu yang tadinya hangat kini padam satu per satu, menyisakan bayangan gelap di dalam ruangan. Clay berdiri sejenak di depan pintu, memastikan semuanya benar-benar sudah rapi. Kursi tersusun, meja bersih, mesin kopi dalam keadaan mati.

Tidak ada yang terlewat. Ia menutup pintu, menguncinya dari luar, lalu menarik gagang pintu sekali lagi—sekadar memastikan. Bunyi klik kecil terdengar, menandakan kunci telah terpasang dengan sempurna. Clay baru benar-benar beranjak setelah yakin semuanya aman.

Ia berjalan menyusuri trotoar.

Kota Fort Collins malam itu tampak lengang. Lampu jalan memantulkan cahaya kekuningan di atas aspal yang sepi. Hanya sesekali mobil melintas, meninggalkan suara mesin yang perlahan menghilang di kejauhan.

Deretan toko dan ruko di sepanjang jalan sudah tutup. Rolling door tertutup rapat, papan nama redup, seolah kota ini ikut beristirahat.

Udara terasa hangat, sekitar tiga puluh satu derajat. Namun angin malam tetap berembus pelan, cukup untuk menyapu kulit dan membuat langkah terasa lebih ringan. Inilah musim panas khas Amerika.

Clay memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Langkahnya santai, tidak terburu-buru, Malam seperti ini, biasanya tenang.

Clay memasuki sebuah minimarket.

Lampu neon di dalam ruangan menyala terang, kontras dengan suasana gelap di luar. Suara mesin pendingin berdengung pelan, menciptakan kesan hening yang aneh.

Tidak ada penjaga. Hanya kamera kecil di sudut-sudut ruangan yang berkedip pelan.

Self-checkout.

Clay langsung menuju chiller tanpa banyak pikir. Ia membuka pintu kaca dan mengambil beberapa minuman kaleng bersoda, lalu menutupnya kembali dengan pelan.

Clay kemudian beralih ke rak camilan. Namun langkahnya terhenti. Perhatiannya tersita. Di antara rak-rak itu, dua orang sedang berdebat. Suara mereka cukup keras untuk memecah keheningan minimarket.

“Kenapa kamu menyentuh bokongku?”

Suara seorang gadis terdengar tajam, penuh amarah yang ditahan.

“Kamu tahu itu tidak sopan?”

Clay melirik sekilas.

Gadis itu bukan orang lokal. Dari bentuk wajah dan kulitnya, jelas ia orang Asia.

“Hey, nona. Jangan GR. Aku tidak pernah menyentuhmu!” bantah pemuda di depannya dengan nada mengejek.

“Jelas-jelas kamu menyentuhku. Aku merasakannya!” balas gadis itu, tidak mau kalah.

“Oh, come on. Kita cuma bersenggolan.”

Gadis itu tersenyum sinis. Tatapannya tajam, tidak gentar sedikit pun.

“Di sini ada CCTV. Aku yakin semuanya terekam.”

Pemuda itu sempat melirik ke atas. Ekspresinya berubah sesaat, gelisah. Namun hanya sesaat.

“Aku tidak melakukan apa-apa,” katanya lagi, kembali keras kepala.

Clay masih berdiri di tempatnya. Mengamati. Bukan karena ia tidak peduli. Tapi karena ia sedang menilai. Apakah ini benar-benar pelecehan? atau hanya kesalahpahaman? Namun dari cara gadis itu berbicara dengan tegas dan tanpa ragu Clay tahu. Ini bukan drama.

“Baik,” ujar gadis itu dingin. “Kita lihat saja nanti.”

Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah nomor.

“Halo, saya ingin melaporkan sebuah pelecehan,”

Belum selesai berbicara panjang, ponselnya tiba-tiba dirampas.

“Hey, girl. Apa yang kamu lakukan?”

Pemuda itu mengangkat ponselnya tinggi-tinggi, jelas tidak ingin memberikannya kembali.

“Kembalikan ponselku!” gadis itu mencoba meraihnya.

Namun perbedaan tinggi badan membuat usahanya sia-sia.

Clay memperhatikan. Rahangnya sedikit mengeras. Ia tahu, kalau ini berlanjut secara fisik, gadis itu tidak akan menang.

“Sudahlah. Tidak perlu dibesar-besarkan,” ujar pemuda itu santai. Lalu, dengan senyum menjijikkan, ia menambahkan, “Bagaimana kalau kita habiskan malam ini bersama?”

Gadis itu terdiam sesaat. Lalu tersenyum sinis. Rupanya pemuda itu sudah gila betulan.

“Apa kamu bilang?”

“Aku kembalikan ponselmu, kalau kamu ikut denganku.” Tatapan mata pemuda itu berubah. Lebih nakal.

Clay mengangkat alis. Kesabarannya mulai terusik. Namun ia masih diam mengamati.

Pemuda itu meraih tangan gadis itu. “Ayo. Di dekat sini ada hotel.”

“Lepaskan tanganku.”

Suara gadis itu berubah. Lebih dingin. Lebih tajam. Namun pria itu tetap menariknya.

“Percaya saja padaku,”

“Lepas, kubilang!”

Clay akhirnya bergerak. Langkahnya cepat, niatnya jelas hendak menolong. Namun,

“DASAR BAJINGAN!!”

Segalanya terjadi begitu cepat. Clay melihat kaki gadis itu bergerak. Cepat. Tepat. Tanpa ragu.

BUGH!!

“OOOCHH—!!”

Pemuda itu langsung jatuh ke lantai, meringkuk kesakitan.

Clay meringis refleks. Tendangan itu, tepat di bagian paling vital. Sangat menyakitkan. Bahkan hanya melihatnya saja sudah cukup membuatnya ikut merasa nyeri.

“Rasakan itu!” ujar gadis itu dingin, dengan napas sedikit memburu. “Kamu pantas mendapatkannya!”

Ia mengambil kembali ponselnya yang jatuh dilantai, lalu kembali menelepon polisi.

“Aku yang tadi menelepon. Pelakunya masih di sini.”

“Lokasinya ada di mini market 21 di dekat pertigaan downtown. Aku harap kalian bisa segera datang sebelum dia kabur. Tadi dia sudah ku pukul dan sekarang dia sedang meringkuk kesakitan."

“Baiklah, terima kasih.”

Setelah itu, ia menutup telepon. Tatapannya kembali pada pemuda yang kini hanya bisa mengerang.

“"Oocchhh!! Kamu sungguh kejam."

“Aku memang kejam,” katanya pelan. “Untuk orang seperti kamu!”

Pemuda itu mencoba bicara lagi, tapi yang keluar hanya rintihan.

“Aku harap kita tidak pernah bertemu lagi,” lanjutnya. “Karena kalau iya, aku pastikan kamu tidak akan bisa berdiri lagi.”

Ancaman itu terdengar sangat nyata. Clay, yang melihat dari jauh, hampir tersenyum. Gadis itu menarik. Bukan hanya karena wajahnya. Tapi caranya menghadapi situasi. Tanpa takut. Tanpa ragu.

Gadis itu kemudian berbalik dan berjalan pergi. Langkahnya cepat dan tegas. Ia melewati Clay. Dan saat itulah Clay bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Kecil. Mungil. Wajah khas Asia dengan garis yang halus namun tegas. Dan itu terlihat … Cantik.

Clay terdiam sepersekian detik. Ada sesuatu yang berbeda. Bukan hanya wajahnya. Tapi aura yang dibawanya. Ia menggeleng pelan.

Cukup.

Clay berjalan ke kasir dan menyelesaikan pembayaran melalui self-checkout. Bunyi beep mesin terdengar berulang, memecah keheningan. Saat ia hendak keluar, pintu terbuka. Dua polisi masuk.

“Kami mendapat laporan pelecehan. Apa benar di sini?”

Clay mengangguk lalu menunjuk ke arah pemuda yang masih kesakitan di lantai.

“Benar. Itu orangnya.”

“Baik, terima kasih.”

“Kalian bisa cek CCTV untuk bahan bukti,” tambah Clay singkat.

Polisi mengangguk.

Tak lama, pemuda itu dibawa pergi oleh polisi dari sana. Disaksikan oleh Clay yang masih berdiri di depan minimarket.

Udara malam masih hangat. Namun entah kenapa, ikirannya tidak lagi setenang tadi. Bayangan gadis itu masih tertinggal di kepalanya.

Cara dia bicara. Cara dia melawan.

Dan cara dia, menendang tanpa ragu. Clay menghembuskan napas pelan.

Malam ini, ternyata tidak semembosankan biasanya. Dan entah kenapa, ia merasa ini bukan pertemuan terakhir mereka. Ya, tiba – tiba saja Clay jadi menaruh harapan. Sungguh terasa aneh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!