NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Dia yang datang

Setelah dari ruangan dosen, Bianca pergi menuju ke perpustakaan karena ingin membaca buku untuk mengisi waktu istirahatnya.

Bianca mondar-mandir sambil membaca buku dan tanpa sadar dia hampir saja menabrak seseorang di samping rak buku. Bianca tidak merasakan sakit karena ada tangan seseorang yang menahannya.

"Hati-hati," ucap seorang laki-laki dengan nada datar lalu berjalan pergi meninggalkan Bianca.

Bianca yang kaget dan terpesona melihat ketampanan pria itu tersentak saat seseorang menepuk bahunya dari belakang.

"Namanya Leo. Dia anak terkaya, paling tampan, dan paling populer di kampus ini. Katanya sih dia lulusan luar negeri," ucap Dinda menjelaskan.

Bianca hanya menjawab, "Hah," sambil menatap Dinda karena belum mengenal siapa orang yang sedang berbicara dengannya saat ini.

"Hehe, kita belum kenalan ya. Nama gue Dinda, kita satu kelas lho. Gue lihat kejadian tadi, maaf ya gue nggak bisa bantu karena kita semua takut sama Ella," ucap Dinda sambil menyatukan kedua tangannya seolah meminta maaf.

"Iya, tidak apa-apa kok, itu juga sudah berlalu. Oh iya, nama gue Bianca, salam kenal ya," jawab Bianca ramah.

Sejak saat itu Bianca dan Dinda menjadi teman akrab dan akhirnya bersahabat baik.

Keesokan harinya suara alarm Bianca berbunyi sangat keras karena dia sengaja menyetelnya agar tidak terlambat datang ke kampus. Bianca berangkat menuju ke kampus dengan mengendarai sepeda listriknya.

Namun tiba-tiba di tengah jalan sepeda listriknya mati total. Dia lupa mengisi daya baterainya sepulang bekerja kemarin malam.

"Aduh, mati deh. Ada saja masalahnya di pagi hari begini. Ya Tuhan, tolonglah hamba, bagaimana ini caranya sampai ke kampus?" keluh Bianca panik.

Tet… tet… tet… Terdengar suara klakson dari arah belakang. Ternyata Ella dan teman-temannya lewat dengan mobil mewah mereka.

"Aduh, kasihan sekali. Kok mogok sih? Mau tumpangan nggak? Makanya jangan sok-sokan masuk kuliah di tempat mahal tapi naik sepeda butut begitu. Dasar orang miskin. Ini uang Gue kasih, biar Lo naik taksi saja ya, jangan naik angkot yang sempit itu," ucap Ella sambil melemparkan sejumlah uang ke arah Bianca.

Bianca hanya diam saja mengumpulkan uang yang berserakan di jalan sambil teringat pesan Bu Rima agar tidak mencari masalah dengan Ella.

"Gue butuh kuliah di sini sampai lulus supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan gaji besar. Sayang sekali kalau uang ini Gue buang-buang begitu saja," batin Bianca sambil memungut uang itu.

Beberapa menit kemudian, muncul seorang pria tampan mengendarai mobil berwarna hitam. Ternyata itu adalah Leo yang berhenti tepat di depan Bianca.

"Butuh tumpangan?" tanya Leo dengan nada lembut dan manis.

Bianca yang kaget melihat Leo ada di depannya hanya bisa ternganga dan menjawab,

"Ah, tidak usah, Gue naik angkot saja nanti."

Leo dengan gagah turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Bianca sambil menyuruhnya masuk.

"Ayo masuk, sebentar lagi kelas mau mulai, nanti kita terlambat lho," ucap Leo meyakinkan.

Tanpa berpikir panjang lagi Bianca langsung masuk ke dalam mobil Leo. Di dalam mobil suasana terasa sangat canggung, bahkan mereka berdua diam saja sepanjang perjalanan menuju kampus.

Sesampainya di kampus, seluruh siswa kaget melihat Bianca turun dari mobil pria paling tampan dan populer di kampus itu.

"Makasih ya…," kata Bianca mengucap terima kasih.

"Nama gue Leo, dan jangan dengarkan omongan mereka ya, berisik sekali mereka itu," jawab Leo santai lalu berlalu pergi meninggalkan Bianca.

Bianca pun berjalan menyusuri lorong menuju ke kelasnya. Namun di tengah perjalanan tiba-tiba Ella dan teman-temannya datang menghampiri Bianca dengan wajah marah.

"Hei Lo! Sejak kapan Lo punya hubungan dengan Leo?" bentak Ella dengan nada tinggi.

Bianca yang masih mengingat pesan Bu Rima hanya diam saja sambil terus berjalan dan tidak menghiraukan Ella.

Ella merasa tidak terima diperlakukan begitu saja, dia langsung mendorong tubuh Bianca hingga hampir terjatuh.

Syukurlah ada Leo yang sigap langsung menahan tubuh Bianca, sehingga Bianca jatuh ke dalam pelukan Leo. Terjadilah tatapan mata yang panjang di antara Bianca dan Leo.

"Lo ngak apa-apa kan?" tanya Leo lembut.

Bianca langsung tersadar mendengar pertanyaan Leo dan buru-buru melepaskan pelukannya.

"Ah, iya Gue tidak apa-apa. Makasih ya," jawab Bianca dengan gugup.

Ella yang kaget melihat Leo tiba-tiba ada di sana langsung bertanya,

"Leo, kenapa Lo malah membantunya? Dan kenapa kalian datang ke kampus bareng-bareng begitu? Kalian berdua ada hubungan apa sebenarnya?"

"Hubungan Gue dengan dia bukan urusan Lo. Dan jangan pernah ganggu dia lagi mulai sekarang. Kalau Lo berani ganggu dia lagi, Lo harus berhadapan dengan Gue," ucap Leo tegas kepada Ella lalu pergi sambil menggenggam tangan Bianca dan meninggalkan Ella yang terpaku di tempatnya.

Ella sangat kaget melihat kejadian itu karena tidak biasanya Leo membela perempuan yang menjadi bahan ejekan dan sasaran perundungan di kampus ini.

Setelah agak jauh meninggalkan Ella dan teman-temannya, Bianca melepaskan tangannya dari genggaman tangan Leo.

Bianca menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata Leo. "Makasih sudah bantu Gue tadi, tapi maaf… tolong jangan bantu Gue lagi ya," bisiknya pelan. "Gue dengar kalau Lo itu orang yang sangat populer dan Ella menyukai Lo. Gue cuma ingin lulus kuliah dengan tenang dan bekerja di perusahaan besar tanpa ada masalah lagi."

Leo tersenyum sambil menahan tawanya mendengar perkataan Bianca. Karena yang Leo tahu, anak-anak di kampus ini sebagian besar nantinya akan melanjutkan usaha orang tuanya atau setidaknya bekerja sesuai profesi keluarga mereka masing-masing.

"Iya, baiklah. Tapi seharusnya Lo jangan diam saja terus kalau ditindas begitu. Minimal balaslah sedikit perkataannya biar dia tahu kalau Lo bukan orang lemah," ucap Leo memberi saran.

Bianca langsung menghela napas panjang dan menjawab,

"Gue sudah pernah mencoba membela diri, tapi justru Gue lah yang disalahkan. Anak beasiswa seperti Gue ini takut sekali kalau beasiswanya dicabut. Jadi lebih baik cari aman saja dari pada memperpanjang masalah."

Leo tersenyum kagum melihat ketegaran Bianca. Di dalam hatinya Leo berkata,

"Baru kali ini Gue menemukan perempuan seperti Lo, Bi. Berjuang sendirian, bekerja keras, dan tidak pernah mengeluh sedikitpun tentang hal sepele sekalipun."

Sejak saat itu Leo dan Bianca mulai berteman baik. Namun di kampus mereka terlihat tidak terlalu dekat sesuai permintaan Bianca. Dia melarang Leo terlalu dekat dengannya karena hal itu bisa menjadi pemicu kebencian orang-orang kampus kepadanya, terutama Ella.

Bianca akhirnya menemukan teman baik yaitu Leo dan Dinda. Anak-anak orang kaya yang tidak pernah memandang rendah status sosial orang lain.

Bianca teringat dulu saat dia masih bersekolah di SMA, dia juga pernah mengalami perundungan. Tapi sejak dia berpacaran dengan Barra, tidak ada lagi yang berani mengganggunya. Barra juga seperti Leo, anak orang kaya dan memiliki orang tua yang berpengaruh besar di masyarakat.

Leo kini menjadi penyemangat hidup Bianca sebulan setelah dia putus dengan Barra. Berkat kehadiran Leo, Bianca mulai ceria kembali dan bisa tersenyum bahagia.

Di satu sisi, sepertinya Leo mulai menyimpan rasa ketertarikan terhadap Bianca. Namun Bianca tidak terlalu menanggapinya karena hatinya masih terluka akibat patah hati dengan Barra.

Belum memungkinkan baginya untuk menerima seorang laki-laki baru masuk ke dalam kehidupannya. Saat ini dia hanya ingin fokus belajar agar lulus dengan nilai terbaik dan mengubah nasib hidupnya menjadi lebih baik lagi di masa depan.

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!