NovelToon NovelToon
Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Arumi tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir sebagai "jaminan" utang. Dipaksa menikah dengan seorang rentenir tua yang kejam demi melunasi hutang keluarganya, Arumi nekat melakukan aksi gila .
Dalam keputusasaan di tengah taman kota matanya tertuju pada sosok pria tampan yang sedang sibuk mengipasi tusukan bakso. Tanpa pikir panjang, Arumi menarik tangan Elang, sang penjual bakso bakar, dan mengakuinya sebagai calon suami di hadapan Ayahnya
Siapa sangka, Elang yang terlihat sederhana dengan apron hitamnya itu menyanggupi tantangan Arumi. Namun, di balik aroma asap arang dan bumbu kacang, ada rahasia besar yang disimpan Elang. Apakah pernikahan Dadakan ini akan membawa kebahagian ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kegilaan Arumi

"Aku ini anak kandungmu, kenapa kamu tega padaku,dan memaksa menikah dengan lelaki tua."ucap Arumi lirih dengan Air mata  mengalir di pipinya yang memerah akibat tamparan Ayahnya.

Arumi merasa dunianya runtuh ,ditengah keputus asaan ia melangkahkan kakinya dengan gontai menuju taman kota yang tak jauh dari rumahnya. Tempat yang selalu menjadi pelarian ternyaman baginya,sebuah sudut sunyi untuk menumpahkan segala sesak yang menghimpit dada.

"Mungkin di sini aku bisa berpikir jernih," gumam Arumi pada dirinya sendiri.

Ia memilih duduk di sebuah kursi panjang yang agak tersembunyi, tempat favoritnya untuk meratapi nasib. Matanya memanas saat bayangan masa lalu melintas. Biasanya, ia tidak sendirian. Ada Reva ,Adi,dan Reno yang selalu setia mendengarkan keluh kesahnya. Namun saat ini, ia merasa benar-benar terisolasi.

"Ibu ... Aku kangen ibu,kenapa Ibu pergi secepat ini?" Arumi terisak pelan. Dadanya terasa sesak mengingat perlakuan kasar ayahnya tadi.

Saat ini ia perlu menjernihkan pikirannya ,Pikirannya kacau balau dan butuh pelampiasan.Ia memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang dengan pandangan kosong.

"Apa yang harus kulakukan? Ayah sudah tidak sayang lagi padaku. Dia tega menjualku pada lelaki berengsek seperti Dirga Botak itu " bisiknya pedih. "Aku tidak sudi! Aku tidak mau hidupku hancur jika harus menjadi istrinya."

Sebenarnya ia sedikit lega ,karena ada pilihan lain untuk dia tidak menikah ,Namun, syarat yang diberikan ayahnya sangat mustahil. Ia harus membawa calon suami pilihannya sendiri malam ini juga, tapi  Masalahnya, Arumi bahkan tidak memiliki kekasih alias Jomblo .

"Siapa yang bisa membantuku?" Arumi mulai menimbang-nimbang nama sahabatnya.

"Andi ? Tidak mungkin, tunangannya pasti akan melabrakku habis-habisan. Reno ? Istrinya sangat galak, aku bisa habis di tangannya."

Arumi terus melamun ,mencari jalan keluar permasalahannya hingga suara teriakan membangunkannya dari lamunnya

"Bakso bakar! Bakso bakar!"

Suara teriakan itu memecah lamunan Arumi. Seorang pria dengan motor yang dimodifikasi menjadi gerobak bakso bakar berhenti tak jauh darinya.

"Mbak, bakso bakarnya?" tanya pria itu menawarkan dagangannya.

Arumi menoleh. Untuk sesaat, ia terpaku. Di hadapannya berdiri seorang pria yang mengenakan topi, namun ketampanannya tetap memancar. Wajahnya tegas, badannya terlihat bersih dan atletis di balik pakaian sederhananya.

"Eh, iya Mas? Ada apa?" Arumi tergagap, tersadar dari lamunannya

Pria itu terkekeh pelan. "Mbaknya melamun, ya? Tadi saya panggil-panggil tidak menjawab."

"E-enggak, Mas. Saya tidak melamun kok," dalih Arumi, meski hatinya mencelos karena ketahuan.

"Kalau tidak melamun, kenapa panggilannya baru dibalas sekarang?" pria itu menggoda dengan sopan.

"Biasa, Mas ... lagi banyak pikiran, jadi kurang fokus," jawab Arumi mencoba memberi penjelasan. Ia terus memperhatikan pria itu.

Meski hanya penjual bakso keliling, auranya terasa berbeda. Kulitnya bersih dan badannya kekar, seolah ia lebih cocok menjadi model atau CEO perusahaan daripada bergelut dengan asap pembakaran.

"Tadi Mas bicara apa?" tanya Arumi lagi. Pikirannya kembali terbagi. Ia melirik jam di layar ponselnya. Pukul tujuh malam lebih. Waktunya tinggal kurang dari satu jam lagi sebelum malam petaka itu tiba.

"Saya cuma tanya, Mbaknya mau beli bakso bakar tidak?" Pria itu tersenyum manis, senyum yang sempat membuat jantung Arumi berdesir sesaat.

"Mbak? Kok malah melamun lagi?" Pria itu melambaikan tangan di depan wajah Arumi.

"Oh, boleh! Saya pesan dua puluh ribu saja, Mas. Kebetulan saya juga belum makan," jawab Arumi cepat.

"Baik, tunggu sebentar ya, Mbak. Saya siapkan dulu." Pria itu mulai sibuk menyusun tusukan bakso di atas panggangan.

Arumi memperhatikan setiap gerak-gerik pria itu dengan tatapan tak berkedip. ("Ganteng sekali ... bersih, kekar. Kenapa dia hanya berjualan bakso bakar?") batinnya heran.

Kepanikan kembali menyerang saat Arumi melihat waktu terus berjalan. Ia merasa seperti sedang dikejar oleh hantu. Jika ia tidak menemukan orang dalam waktu singkat ini, hidupnya tamat.

Sebuah ide gila tiba-tiba melintas di kepalanya. Putus asa memang sering membuat orang melakukan hal yang di luar nalar.

"Mas, sudah lama jualan bakso bakar?" tanya Arumi berbasa-basi, mencoba membangun percakapan.

"Belum, Mbak. Baru sekitar dua bulanan," jawabnya tanpa menoleh, fokus membolak-balik baksonya.

"Mas ... sudah menikah?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Arumi.

Pria itu sempat tertegun sejenak sebelum menjawab singkat, "Belum, Mbak."

"Kenapa belum?" kejar Arumi.

Pria itu tertawa kecil, kali ini menoleh ke arah Arumi. "Siapa juga yang mau dengan saya, Mbak? Saya cuma penjual bakso bakar keliling."

"Kalau misal ada yang mau ... Mas mau tidak?" tanya Arumi lagi, tatapannya kini sangat serius.

Pria itu hanya tersenyum, menyangka Arumi sedang bercanda. Dengan cekatan, ia mulai membungkus bakso pesanan Arumi ke dalam plastik. "Memang siapa yang mau sama orang miskin seperti saya?"

"Banyak mas ,maskan ganteng,Pasti banyak yang mau sama saya ."

"Mbak sekarang cewek itu mencari seorang suami itu tidak cuma tampan ,tapi juga Mapan,"Jawabnya dengan tersenyum  sehingga terlihat lebih tampan ,Arumi sempat terdiam,dia tidak memungkiri kalau dia sempat terpesona melihat senyum pria itu

"Mbk,kenapa melamun ?"

"E ..enggak kok,aku nggak melamun ?"

"Nggak melamun tapi bengong ya mbak ." Pria itu nampak terkekeh membuat Arumi tertunduk malu ,dia lebih malu kalau sampai Pria itu tahu ,kalau Arumi mengagumi ketampanannya.

"Mas Beneran belum menikah ?" kembali Arumi bertanya untuk memastikan ,ia melihat jam ditangannya terus berdetak waktu yang di berikan oleh ayahnya semakin dekat .

"Belum mbak,tadi kan aku sudah katakan kalau saya belum menikah,nggak ada yang mau menikah dengan saya,mbk." kembali pria itu tersenyum .

Arumi hanya terdiam,dia kembali melirik kearah jam tangannya,dia semakin gelisah.

"Mbak,kenapa gelisah begitu ?Apakah Mbak lagi menunggu seseorang? Mungkin yang mbak tunggu telat datang,mungkin ada sesuatu yang urgent ."

"Aku tidak menunggu seseorang."

"Tapi kenapa dari tadi mbak melihat jam terus ."

"Karena misi yang di berikan ayahku sebentar lagi sudah habis ."

"Misi ? Misi apa ?"

"Nanti juga kamu akan tahu sendiri." pria itu tidak melanjutkan pertanyaannya ,ia tahu kalau ada sesuatu hal yang tidak harus di ungkapan oleh Arumi

Suasana kembali hening .

Arumi menarik napas panjang, mengumpulkan seluruh keberanian yang tersisa di dalam jiwanya.

" Mas mau tidak menikah dengan saya?"

Hening seketika. Pria itu menghentikan aktivitasnya dan menatap Arumi dengan tatapan yang sulit diartikan.

Pria itu nampak tersenyum ,Mbk ,mbak habis dari mana sih ?"

"Dari rumah,emang kenapa ? kenapa kamu tanya seperti itu ?" Tanya Arumi bingung.

"Sepertinya mbak kerasukan."

"Kerasukan ? Maksudnya apa  ?"

"Mbak,Baru putus dari pacarnya ya ?"

"Nggak,aku tidak punya pacar." jawab Arumi Tegas "Jadi mas mau nggak menikah dengan saya?" kembali Arumi memberanikan diri bertanya pada pria itu .

1
Neng Saripah
lama2 istrimu bisa curiga kamu belanja sebanyak itu ,lang 🤭
MayAyunda: he .he. .Iya kak
total 1 replies
Dwiwinarni
suatu saat nanti gilang akan membahagiakan arumi, sabar ya arumi sapa tahu gilang anak horang kaya😃
MayAyunda: he he
total 3 replies
Dwiwinarni
Arumi tidak sudi menikah sama juragan dirga, mending hidup jadi gembel dijalanan.. Elang bersedia menikah sama arumi...
Dwiwinarni
Bagus arumi jangan mau menikah juragan dirga sibandot tua itu🤭
Dwiwinarni
Elang hanya penjual bakso tusuk bakar, dihina abis2an...
Dwiwinarni
bagus itu baru pria gentmen elang...
Dwiwinarni
Kasian arumi yg jadi korbannya menikah sama bandot tua botak🤣🤭
MayAyunda: iya kak😄😄
total 1 replies
Rosmenti Sitanggang
lanjut thor💪💪
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
Dwiwinarni
Ini mah kebalik cewek ngelamar cowok🤣dasar arumi belum kenal dah berani ngelamar😃
MayAyunda: he he 😁
total 1 replies
Nanik Arifin
semoga pernikahan kalian samawa & langgeng. baik tinggal dikontrakan petak maupun di mansion
MayAyunda: aamiin
total 1 replies
Nanik Arifin
tenang Arumi, suamimu ceo, pemilik perusahaan t4 kamu kerja
MayAyunda: iya kak .he.he
total 1 replies
Nanik Arifin
puas"in senyumnya Bu Lastri, krn setelah kepergian Arumi, gaya hidupmu & anakmu minta dilunasi. klo tak ada uang, ya udah bayar aj putrimu atau dirimu sendiri. lumayan kan, jadi istri Tuan Dirga yg kaya...😜
MayAyunda: .he .He ..betul itu kak😁
total 1 replies
Nanik Arifin
enak aj suruh Arumi yg membuat hutang lunas, kan yg pakai uangnya kalian? suruh aj tuh Rina nikah sama juragan Dirga, lagian pacarnya yg direktur blm tentu mau nikahi juga kan ? y ogahlah punya istri + mertua benalu
Nanik Arifin: masama. semangat thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!