NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Elara mengerang pelan. Kepalanya terasa seperti baru saja dihantam satu ton batubara "Duh... abang sopir mobil sepeda listrik itu benar-benar minta digugat ke pengadilan ya" gumamnya dengan mata masih terpejam.

Namun alih-alih mencium bau aspal atau bensin hidungnya justru disengat bau apek, debu tebal, dan sisa makanan basi. Elara membuka mata dan langsung terduduk kaget. Dia tidak berada di rumah sakit melainkan di sebuah gudang yang luas namun kumuh.

"Buset ini surga? Kenapa surga konsepnya mirip kosan ku pas lagi banjir?" Elara menoleh ke kanan dan kiri, melihat tumpukan peti tua dan sarang laba-laba yang sudah sebesar jaring gawang.

Ingatan asing tiba-tiba menghantam otaknya. Elara Mirabel Astoria. Putri pertama keluarga Duke yang dibuang ke gudang karena tidak punya mana. Dibandingkan dengan dua kakak laki-lakinya yang jenius dan si "anak pungut" kesayangan Lilian, Elara hanyalah sampah yang menunggu waktu untuk dibuang sepenuhnya.

Elara berdiri meraba gaunnya yang sudah compang-camping dan berwarna pudar. Dia berjalan menuju sebuah cermin retak di pojokan.

"Wah... gila sih, ini reinkarnasi kaya di novel-novel itu ya? Tapi namanya kok kebetulan sama, tapi si Elara ini cantik juga" Elara melongo melihat pantulan dirinya. Wajahnya cantik luar biasa, kulitnya seputih susu meski tertutup debu tapi matanya bengkak luar biasa

"Muka spek bidadari begini cuma dijadiin penghuni gudang? Duke sama Duchess itu matanya katarak apa gimana?"

Tiba-tiba pintu gudang yang berat itu terbuka dengan suara decitan yang memilukan telinga. Seorang pelayan berwajah judes masuk, diikuti oleh seorang gadis cantik berambut pirang dengan gaun yang sangat mewah. Itu Lilian

"Aduh Kak Elara sudah bangun?" ucap Lilian dengan nada yang dibuat-buat sedih tapi matanya berkilat mengejek "Aku datang mau bawain baju pestaku yang kemarin kena noda anggur. Ayah bilang Kakak kan ngga ada kerjaan jadi mending bantu cuciin ini ya? Soalnya pelayan lain lagi sibuk nyiapin pesta ulang tahunku"

Si pelayan langsung melempar tumpukan kain ke lantai tepat di depan kaki Elara "Dengar kan Nona? Jangan malas-malasan. Nona beruntung masih dikasih atap buat tidur"

Elara menatap tumpukan baju itu lalu menatap Lilian dengan tatapan malas andalannya. Dia tidak menangis seperti Elara yang dulu. Elara justru tersenyum tipis senyum yang bikin orang merinding.

"Oh ini baju kamu?" Elara memungut baju itu dengan dua jari seolah itu adalah bangkai tikus "Modelnya agak aneh ya. Ini gaun pesta atau taplak meja kelurahan? Rasanya kalau aku pake buat lap lantai di sini, lantai gudangnya malah bakal protes karena ngerasa dihina"

Lilian melongo "Apa kamu bilang?!"

"Telinga kamu juga ngga fungsi ya? Kasihan, pinter sihir tapi budek" celetuk Elara santai.

"Dan buat kamu Mbak Pelayan... itu muka kalau ditekuk terus lama-lama bisa dipake buat peras santen. Mending balik ke dapur sana bantuin masak atau apa gigitdaripada jadi asisten anak pungut yang selera fashion nya ampas begini"

Gudang itu mendadak hening. Lilian dan si pelayan membeku tidak percaya kalau si "Putri Gagal" yang biasanya cuma bisa nangis sekarang punya mulut sepedas cabai rawit pasar kaget.

Lilian mengerjapkan mata berkali-kali, wajahnya yang tadi sok imut langsung berubah jadi merah padam "Kak Elara... kamu barusan bilang apa? Taplak meja?! Kamu tahu ngga gaun ini harganya bisa buat beli sepuluh gudang kumuh ini?"

Elara melirik gaun sutra di tangannya lalu menatap Lilian dengan tatapan datar yang mematikan "Harganya mahal ya? Wah sayang banget, berarti desainer kamu sukses ngerampok keluarga Astoria lewat baju sejelek ini. Kasihan Ayah uangnya dibuang-buang cuma buat dandanin kamu jadi kaya gorden berjalan"

"KURANG AJAR!" teriak si pelayan judes sambil melangkah maju dan tangannya sudah terangkat seolah mau menampar Elara "Nona gagal ini benar-benar perlu dikasih pelajaran!"

Hup.

Dengan gerakan refleks mantan anak kos yang sering nangkep kecoak terbang Elara menangkap pergelangan tangan pelayan itu dengan kuat. Matanya berkilat tajam

"Kamu denger ya" bisik Elara dingin "Meskipun saya diasingkan ke sini di dalam darah saya masih ada nama Astoria. Sedangkan kamu? Kamu cuma dibayar buat kerja bukan buat jadi algojo dadakan. Kalau tangan ini berani nyentuh muka saya, saya pastikan besok kamu ngga bakal punya kerjaan lagi bahkan buat jadi tukang sapu jalanan sekalipun"

Pelayan itu gemetar, tenaga Elara entah kenapa terasa lebih kuat dari biasanya. Elara melepaskan tangan itu dengan sentakan kasar sampai si pelayan limbung ke belakang.

Lilian mundur selangkah tampak mulai ketakutan melihat perubahan drastis kakaknya "Kakak... Kakak pasti sudah gila karena kelamaan di sini! Aku bakal laporin ini ke Ibu"

"Laporin aja" jawab Elara sambil menguap lebar lalu duduk kembali di atas tumpukan jerami dengan gaya bak ratu di atas singgasana emas "Sekalian bilangin ke Ibu kalau mau buang barang itu yang bener. Kasih kek bantal yang empuk atau makanan yang manusiawi, masa anak sendiri dikasih makan sisa? Apa ngga takut masuk berita "Keluarga Duke Astoria Pelit Nutrisi" ?"

"Ayo kita pergi,aku akan laporkan kepada Ibu!" ajak Lilian ke pelayannya dengan suara gemetar. Mereka berdua lari keluar gudang dan membanting pintu besi itu dengan keras.

BRAAAKKK!

Hening kembali merayapi gudang. Elara menghela napas panjang lalu merebahkan dirinya kembali.

"Huft... cape juga akting jadi Lady galak, ngereotin banget sih El kenapa ngga kamu lawan aja sendiri, harusnya aku udah golek-golek di surga tapi malah pindah kesini karena gantiin peran kamu" gumam Elara sambil menatap langit-langit gudang yang suram.

"Tapi emang bener ya, di mana pun dunianya kalau kita kelihatan lemah, orang-orang bakal hobi banget nginjek-nginjek. Oke Elara Mirabel Astoria... mari kita lihat seberapa jauh mulut pedas ini bisa bertahan di sirkus keluarga ini"

Elara kemudian melirik tumpukan baju pesta Lilian yang tertinggal di lantai. Senyum licik muncul di wajah cantiknya "Hmm katanya mahal ya? Kayanya kalau aku modifikasi dikit bisa jadi sprei kasur yang lumayan nyaman nih daripada tidur di atas jerami."

Elara tidak membuang waktu. Dengan bantuan serpihan cermin retak yang cukup tajam dia mulai membedah gaun pesta Lilian. Kain sutra berkualitas tinggi itu dia robek dengan suara srettt yang sangat memuaskan.

"Maaf ya Lilian, tapi prinsip hidup ku itu sederhana, barang mewah di tangan orang pamer itu mubazir tapi di tangan ku bisa jadi fasilitas bintang lima" gumam Elara sambil menyusun jerami kering dan membungkusnya dengan kain sutra merah jambu itu.

Dalam waktu singkat sudut gudang yang tadinya apek kini punya alas tidur yang mengkilap dan lembut "Nah begini kan enak. Punggung bangsawan, nasib jelata tapi kenyamanan tetap harus diprioritaskan. Makasih ya sumbangan sprei kamu sangat membantu kesejahteraan kaum terpinggirkan"

Baru saja Elara mau merebahkan punggungnya yang pegal pintu besi gudang kembali berdebum keras. Kali ini bukan decitan pelan, tapi benturan yang seolah mau merobohkan dinding.

Seorang wanita paruh baya dengan gaun ungu megah dan perhiasan yang saking banyaknya bisa bikin toko emas bangkrut melangkah masuk. Aura dinginnya langsung memenuhi ruangan. Itu Duchess Beatrice ibu kandung Elara yang lebih sayang anak pungut daripada anak sendiri.

"ELARA! Apa yang kamu lakukan pada gaun Lilian?!" pekik Beatrice matanya hampir keluar melihat gaun mahal itu sudah berubah jadi alas tidur di atas jerami.

Elara berdiri perlahan menepuk-nepuk debu di roknya dengan santai "Oh Ibu, Selamat datang di kediaman aku yang minimalis ini. Itu... aku cuma melakukan daur ulang kreatif. Daripada menumpuk di lantai jadi sarang kecoak mending aku jadikan alas tidur. Sutranya adem loh Bu, mau coba?"

"Kamu... kamu benar-benar sudah gila! Kamu sudah tidak punya mana, tidak berguna, sekarang malah berani menghina adikmu dan merusak barang berharga!" Beatrice melangkah maju dan tangannya gemetar karena emosi "Mulai besok jatah makanmu saya potong! Kamu tidak akan dapat apa-apa sampai kamu sujud minta maaf pada Lilian!"

Elara bukannya takut malah menatap Ibunya dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan menilai "Jatah makan dipotong? Wah tenang aja, aku udah biasa puasa senin kamis gara-gara saldo kritis di kehidupan seb... ah maksud ku, aku sudah terbiasa lapar di gudang ini"

Elara melangkah satu tapak lebih dekat, membuat Beatrice refleks mundur karena melihat kilat mata putrinya yang berbeda dari biasanya.

"Tapi Ibu sebelum sibuk mengurus perut aku mending Ibu cek kaca deh. Itu bedak ketebelan, kalau Ibu bersin mungkin debunya bisa bikin polusi satu kerajaan. Dan perhiasan itu..." Elara menunjuk kalung berlapis-lapis di leher Beatrice "Ibu lagi jualan atau emang takut ngga kelihatan kaya? Berat loh itu, nanti leher Ibu miring sebelah reputasi Astoria malah hancur gara-gara Duchess nya encok"

"K-KAMU! BERANI-BERANINYA!" Beatrice ternganga dan wajahnya merah padam antara malu dan murka.

"Aku cuma jujur Bu. Kejujuran itu pahit kaya nasib aku di keluarga ini" pungkas Elara sambil kembali duduk santai di "kasur sutra" barunya.

"Kalau Ibu mau lapor Ayah silakan. Tapi jangan lupa bilang juga kalau Putri Pertama Astoria tidur di atas jerami sementara anak pungut Ibu pake gaun seharga sepuluh gudang. Kira-kira apa ya kata rakyat kalau tau?"

Beatrice tidak bisa berkata-kata lagi. Dia berbalik dan pergi dengan langkah menghentak-hentak meninggalkan bau parfum menyengat yang bikin Elara bersin.

Hatchiii!

"Duh ini parfum apa semprotan nyamuk sih, nusuk banget gila" gerutu Elara. Begitu suasana sepi perutnya mendadak berbunyi nyaring, kluyutttttt.....

"Sial, mulut boleh savage tapi lambung tetap jelata" desisnya sambil memegang perut "Aku harus cari cara dapet asupan protein. Masa iya aku harus makan tikus gudang? Ngga estetik banget reinkarnasi aku kalau menu makan malamnya sate curut".....

_______________________________________________

Haii teman-teman jangan lupa tinggalin like sama komen yaaa biar aku tambah semangat update🌹

1
Pa Muhsid
linggis itu linggis
Diajeng rini: hai kakk jangan lupa tunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
aku
sumpahmu basi li 😌 krn yg kluar dr mulutmu cm bau jigong 🤣
Diajeng rini: hai kakkk jangan lupa baca kelanjutannya yaaa
total 1 replies
aku
beneran iq ndlosor kluarga siji ki. udh kyk gt loh pdhl sifate 😌 msh d blg kesayangan 🙄 😌
aku: kan yg nulis anda autooooorr 😭😭 napa jd ikut heran 🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
awokawok
Pa Muhsid
jangan sampai ada plot cinta segi tiga
Pa Muhsid
Xander tor chemistry nya dapat di Xander kalo kaelen dari awal seperti,,,, teman👯👯👯 asik aja gak ada feel nya
Diajeng rini: YAKANNNNNNN, tunggu aja kelanjutannya gimana, kira2 xander atau kaelen😍
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
Diajeng rini
makasiiii🫶🫶🫶🫶
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
Diajeng rini: ahahahah😭😭
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
McBos
pilih Kaisar Udin aja thor
Diajeng rini: haha udin
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
McBos
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
McBos
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
McBos
ingat komen ya kalau suka~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!