NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:759
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

:**: berandalan kelas

Suara pintu yang terbanting pelan saat Ariel keluar tidak membuat satu pun murid di kelas 12-D terkejut. Seolah-olah adegan barusan hanyalah rutinitas pagi yang membosankan. Beberapa teman di barisan belakang malah lanjut menggambar di meja, sementara Yupi hanya menghela napas panjang dan kembali fokus ke papan tulis.

"Udah biasa, [y/n]," bisik Amu tanpa menoleh, tangannya sibuk mencatat. "Ariel emang gitu. Mau diusir kayak apa juga besok nilainya tetep paling tinggi. Guru-guru juga udah capek mau ngurusin tingkah tuh berandalan."

Pak Budi berdeham keras, membetulkan letak kacamatanya yang sedikit melorot. Wajahnya masih agak merah menahan malu karena dikoreksi murid sendiri, tapi dia berusaha tetap profesional.

"Sudah, abaikan saja anak tidak punya sopan santun itu. Mari kita lanjut," suara Pak Budi kembali datar. "Lihat variabel yang dikoreksi... ah maksud saya, lihat pengerjaan nomor tiga ini."

[y/n] mencoba fokus. Dia menggerakkan pulpennya di atas kertas, tapi pikirannya melayang ke koridor. Kalimat Ariel tadi—Jangan sok rajin di sini. Percuma.—masih terngiang-ngiang.

'Kenapa dia bilang percuma?, cowok itu aneh banget....kenapa gua ngerasa dia sama kayak gua?' batin [y/n].

Sambil mencatat rumus logaritma yang rumit, [y/n] sesekali melirik kursi kosong di pojok belakang. Kursi itu kelihatan kesepian, sama seperti pemiliknya. Ada aura berat yang tertinggal di sana, jenis berat yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang juga terbiasa memikul beban di pundak mereka sendirian.

Dua jam pelajaran matematika terasa sangat lambat. Suara kapur yang beradu dengan papan tulis dan desiran kipas angin tua di langit-langit kelas menjadi satu-satunya melodi di ruangan itu. [y/n] berkali-kali membenarkan posisi jaket varsity-nya, memastikan bekas lebam di lengannya benar-benar tertutup rapat.

Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 10.00, bel istirahat berbunyi dengan nyaring.

Teeet... Teeet...

"Oke, kerjakan latihan halaman 155 di rumah. Kumpulkan minggu depan," ucap Pak Budi sambil membereskan bukunya dengan cepat, seolah dia juga sudah tidak sabar ingin keluar dari kelas itu.

Begitu Pak Budi menghilang dari ambang pintu, Kelas 12-D kembali meledak. Suara kursi yang bergesekan dengan lantai dan teriakan "Kantin!" langsung memenuhi udara.

"Kantin yuk, [y/n]! Gue laper banget gara-gara otaknya dipaksa mikir logaritma," ajak Yupi sambil menarik lengan [y/n] dengan semangat.

[y/n] tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan rasa linu saat lengannya ditarik. "Boleh, yuk. Gue juga mau liat-liat kantinnya kayak gimana."

"Gue jamin lu bakal suka siomay mang Ujang!" sahut Amu.

Pas mereka bertiga baru mau keluar pintu kelas, [y/n] nggak sengaja ngeliat ke arah lapangan basket di bawah lewat jendela koridor. Di sana, di bawah pohon beringin yang rimbun dan jauh dari keramaian, dia melihat sosok ber-tudung jaket hitam sedang duduk sendirian.

Ariel. Dia lagi asyik ngasih sesuatu dari bungkus plastik kecil ke seekor kucing kampung warna oranye yang ada di pangkuannya.

"Woy... lu kok berhenti? Ayuk cepet nanti siomay-nya keburu habis!" seru Amu yang sudah berdiri beberapa meter di depan, menyadari [y/n] sempat terpaku menatap ke arah lapangan.

"Eh! Iya... sori," ucap [y/n] kaget, langsung mempercepat langkahnya menyusul mereka.

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!