NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:137.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Perbandingan

"Kamu itu sudah gendut begini maka jangan banyak makan terus." bu Ningsih menatap anak pertama dia yang sedang mengunyah ayam goreng.

"Ya namanya juga lapar loh, Bu." Anisa menjawab dan dia tetap santai saja mengunyah ayam goreng tersebut.

"Selalu saja melawan kalau diberitahu soal kesehatan untuk diri kamu sendiri, Kamu makan terus dan jarang sekali olahraga." bu Ningsih terus mengoceh karena dia juga tidak ingin bila Anisa terus larut dalam makanan itu.

"Kakak coba setiap pagi jogging sehingga mengurangi berat badan, jangan terlalu banyak makan karbo seperti itu." Arumi juga ikut membuka suara.

"Iya iya si paling langsing, aku tidak sama seperti dirimu yang rajin olahraga dan memiliki tubuh bagus." Anisa langsung menjawab ketus.

"Adik kamu itu memberi nasihat agar tidak semakin gendut saja kamu ini, tapi kalau diberi nasihat terus aja seperti ini dan mudah sekali tersinggung." bu Ningsih menatap sang anak sulung.

"Sudah lah, nanti kalau Anisa memang sudah niat maka dia akan olahraga juga." pak Hardi membuka suara.

Bu Ningsih hanya bisa menarik nafas panjang karena sebenarnya dia bukan mau menghujat Anisa seperti itu, itu dia ingin memberi semangat agar Anisa bisa merubah pola hidup dia yang terkesan memang buruk, dia selalu banyak makan dan terkadang bila malam hari selalu saja memakan makanan berat.

Berat badan Anisa saat ini sudah mencapai sembilan puluh kilo, tentu saja itu menjadi sangat besar bila untuk ukuran para gadis, sementara para gadis lain memiliki tubuh yang langsing dan kulit sehat karena itu adalah daya tarik tersendiri dan tentu saja akan lebih enak dipandang.

Anisa tidak peduli dengan hal itu namun bila ada orang yang menghujat maka dia sakit hati juga, Bu Ningsih ingin sekali bila Anisa sedang sakit hati seperti itu maka dia memiliki motivasi untuk berubah dan menjalani hidup yang sehat agar bisa merubah pola hidup dia, namun Anisa larut pada makanan yang membuat diri dia semakin besar saja.

Nanti bila diberi nasihat maka dia akan tidak terima dan justru mengatakan bahwa orang tuanya pilih kasih, Anisa beranggapan bahwa selama ini hanya Arumi saja yang terus diperhatikan dan disanjung oleh semua orang, meski terkadang ucapan dari bu Ningsih menyakiti hati dia karena Anisa memang mudah sekali tersinggung.

"Kamu lihat ini Arumi yang memiliki....

Braaaaak.

Praaaaang.

"Ya Arumi memang memiliki segalanya dan dia cantik serta langsing!" Anisa membanting piring yang ada di atas meja.

"Kakak Kenapa bersikap seperti itu kepada, Ibu?!" Arumi juga ikut kaget dan dia tidak terima.

"Kalian hanya suka sekali menghujat aku dan membandingkan antara aku dan Arumi, tidak pernah sekali saja ada yang kalian banggakan dari diriku." Anisa menatap semua yang ada di sana dengan air mata berderai.

"Kak, kok kamu jadi sensitif begini dan malah marah sama kita semua." Arumi merasa aneh dengan tingkah Anisa.

"Kau tidak akan pernah paham bagaimana menjadi aku! karena selama ini kau yang terus saja unggul dan aku selalu di bawah." Anisa menunjuk wajah Arumi.

"Anisa! Ibu bukan mau membandingkan kamu dan Arumi, tapi Ibu hanya memberikan contoh yang bagus dan supaya kamu memiliki jalan hidup yang bagus juga." jelas bu Ningsih.

"Oh gitu, jadi jalan hidup yang bagus itu milik Arumi kan dan jalan hidup yang aku pilih ini sangat buruk sekali." Anisa berkata dengan sengit.

"Apa yang ada di dalam otak kamu saat ini, Anisa?!" bentak bu Ningsih karena lama-lama dia juga ikut emosi dengan tingkah sang anak.

"Ibu bela saja dia terus dan tidak usah pernah peduli dengan aku lagi." Anisa bergegas masuk ke dalam kamar.

Pak Hardi hanya bisa menarik nafas panjang bila sudah ada pertengkaran seperti ini karena dia juga tidak tahu harus bagaimana untuk menghentikan mereka, nanti salah ucap malah semakin panjang saja perdebatan itu dan dia akan kena amuk oleh mereka semua.

Kadang perasaan Anisa memang begitu sensitif karena mungkin saja dia mudah tersinggung setelah mendengar omongan dari banyak orang, belum lagi terkadang bu Ningsih salah memilih ucapan ketika akan menasehati sang anak dan malah membawa nama Arumi juga sehingga Anisa merasa di bandingkan dengan sang adik.

Sudah banyak sekali selama ini orang yang memuji Arumi karena gadis itu memang memiliki paras yang begitu menawan, bahkan selama ini juga banyak para pria yang datang untuk mengajak Arumi keluar sekedar jalan-jalan, sampai saat ini juga tidak ada pria yang tertarik kepada Anisa sehingga banyak orang mengatakan bahwa Anisa akan menjadi perawan tua.

"Anisa mau kemana? jangan keluar di saat pikiran sedang seperti itu, Nak." Pak Hardi menghadang langkah sang anak.

"Aku butuh keluar untuk mencari udara segar, Pak." Anisa segera menyambar kunci motor.

"Hati hati di jalan dan jangan terlalu ngebut." teriak pak Hardi.

Bu Ningsih hanya diam saja karena dia terkadang juga emosi dengan Anisa yang begitu keras kepala, dirinya sudah merasa benar karena memberi nasihat agar Anisa ada perubahan dan mau merubah gaya hidup dia itu, tidak pernah didengar oleh sang anak dan justru melawan Dengan cara demikian sehingga hati orang tua ini merasa sakit juga.

"Sudah, perdebatan berat badan ini cukup sampai di sini saja." pak Hardi menatap mereka semua.

"Aku bukan mau membandingkan antara Anisa dan Arumi, tapi aku juga kasihan karena selama ini dia terus menjadi omongan para warga." Bu Ningsih berusaha menjelaskan perasaan dia.

"Ya tapi tidak seperti itu cara yang kamu ambil, dengan cara kamu membandingkan maka itu menyakiti perasaan Anisa." Pak Hardi berusaha menasehati sang istri.

"Ah dasar Anisa saja yang mudah tersinggung." kesal Bu Ningsih dan dia juga sudah terbawa emosi.

"Kamu juga jangan terlalu lantang memberi nasehat kepada Kakak mu, nanti dia akan semakin merasa benci kepada kamu." Pak Ardi menatap Arumi.

"Iya, Pak." Arumi mengangguk kecil karena dia memang tidak pernah membantah.

"Sudah, mari hentikan perdebatan ini Dan tolong tidak usah dibahas kembali." pinta Pak Hardi dengan sangat serius.

"Ya kau terima saja anak mu yang gemuk dan tidak akan pernah bisa berubah itu." sewot Bu Ningsih sambil berlalu masuk ke dalam kamar.

Pak Ardi menarik nafas panjang Karena terkadang dia juga begitu pusing memikirkan tingkah sang istri, kalau sudah debat seperti ini maka tidak akan pernah ada ujung karena mereka tidak ada yang mau salah, dia ingin menengahi namun pada akhirnya dia juga yang akan terlibat masalah itu.

Hallo semua kembali lagi dengan cerita Novita Jungkook, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Hana Rulisti
cerita bagus di tunggu lanjutannya kak nov semangat
Iis Rohayati
cerita sebagus dan seseru ini harus mandeg 😭
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
apa yang merasuki ningsih ini sih sebenarnya gemes banget, nanti dibantai anak sendiri baru tahu rasa udah cepat mati sana 🤭🤭
Laila Amalia
Thor lanjut dong..cerita bagus Dan seru🙏🙏
vania larasati
lanjut kak
Apriyanti
KY nya si Ningsih memang harus di penggal Pur kepala nya🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
mati saja kau Ningsih.. siap" menderita kau di tangan Purnama, orang kalo salah tapi merasa bener iki yo wis angel, angel tenan tuturane🤣🤣🤣🤣😤😤🤬🤬🤬🤬🤬
ρυтяσ kang'typo✨
serem ish...lagian Yurnita ko ya sudah tau kemarin aneh minuman yang di kasih Ningsih tetep aja di minum🙈🤦‍♀️jadi korban Anisa
V3
mmg dah gila si Ningsih ,,, anak dh mati di hidupin lg ,, kini giliran di omongin mlh marah-marah 😡🤬
ρυтяσ kang'typo✨
jangan di simpan saja Xiela.... ayo katakan pada Purnama apa yang membuat mu resah gelisah seperti itu
V3
sdh 4 orang yg meninggal , yg di bantai oleh Annisa
😡🤬
V3
mending jujur ja yaa Xiela jgn sampai di tutup-tutupi dr purnama 🤗
Ayuk Witanto
kau samalah dengan Annisa
nurul supiati
kayanya yg jadi naksunnya saudara xiela yakkk gak sih
Bu sry Devi
ni udah GK ada lanjutannya lagi ya Thor udh mentok sampe d sini
Fiyan Ayu
Ningsih ..itu bukan lg Anisa anakmu..tp itunsudsh iblis...otakmu dmn si🥲
Nengsih Irawati
Sebenarnya Ningsih itu kenapa sih,,,, ngeyel banget😠kenapa g dibanting aja sih Pur
Radhita Indrawati
bu Ningsih sudah Gilaaaa
Laila Amalia
bantai Aja si ningsih geram bgt..
ρυтяσ kang'typo✨
dih part bengek... di sini ada yang nangis eee disisi lain pengen ketawa q tuh🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!