NovelToon NovelToon
Talak Tiga Di Malam Pertama

Talak Tiga Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Salwa Azzahra, gadis berusia 22 tahun, menikah dengan orang yang sangat dia cintai , dan berharap Salwa bisa keluar dari rumah yang membuathya terluka . namun harapannya hancur seketika di malam pertama pernikahan .

Baru saja akad dilaksanakan, Yogie, suaminya, langsung menjatuhkan talak tiga tepat di malam itu juga, tanpa penjelasan yang masuk akal. Ia mengembalikan Salwa ke rumah orang tuanya seolah gadis itu barang yang tidak berguna. Salwa hancur, merasa harga dirinya diinjak-injak, dan kini harus menanggung malu serta fitnah masyarakat yang menuduhnya bersalah hingga diceraikan secepat itu.

Di balik sikap dingin Yogie, ternyata ada rahasia besar dan alasan tersembunyi yang membuatnya terpaksa melakukan hal menyakitkan itu, meski sebenarnya ia menyimpan rasa peduli. Takdir mempertemukan mereka kembali bertahun-tahun kemudian, saat luka keduanya belum sembuh , apakah Salwa akan kembali pada Yogie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Setiap kali mereka melangkah sedikit saja, bisik-bisik orang-orang di sekitar terdengar samar namun cukup jelas untuk ditangkap telinga mereka.

"Lihat deh itu keluarga Pratama... kasihan ya, ternyata mereka yang dulu membuang dan menyakiti putri tunggal Pak Ardiansyah." bisik salah satu tamu .

"Iya, gila ya... berani sekali mereka berbuat begitu. Padahal kalau saja mereka baik dulu, sekarang mereka pasti keluarga paling beruntung. Tapi ya begitulah, sifat serakah tidak ada habisnya." sahut yang lain .

"Dan anak mereka, Yogie... dasar laki-laki tidak punya rasa malu. Dulu buang Salwa mentah-mentah demi Sania, sekarang tahu Salwa kaya raya dan berkuasa, dia malah mendekat lagi. Dasar mata duitan!" ucapnya sambil menatap sinis kearah mereka .

"Ih, menjijikkan sekali ya kelakuan mereka. Rasanya mau muntah saja melihat mereka berdiri di sini seolah tidak terjadi apa-apa."

Setiap kata yang terdengar itu terasa seperti jarum tajam yang menusuk-nusuk ulu hati kedua orang tua itu. Wajah Ibu Pratama semakin pucat, tangannya dingin dan berkeringat dingin.

Ia merasa ingin menghilang begitu saja dari tempat itu, merasa tanah sebaiknya terbuka dan menelannya hidup-hidup agar tidak perlu lagi menanggung rasa malu seberat ini. Bapak Pratama pun menggertakan rahangnya keras-keras, urat lehernya menonjol karena menahan amarah dan rasa malu yang meluap.

Ia merasa seluruh reputasi yang ia bangun selama puluhan tahun sebagai pengusaha jujur dan sopan, runtuh seketika hanya karena kebodohan dan keserakahan anaknya serta keluarga wanita yang dipilih anaknya itu.

Tidak sanggup lagi menahan beban pandangan mata yang penuh penghinaan itu, Bapak Pratama akhirnya menarik lengan istrinya dengan kasar, lalu melangkah cepat menghampiri Yogie dan Sania yang masih berdiri terpaku di tempat mereka semula. Yogie dan Sania masih diam membatu, pikiran mereka masih terbungkus rasa takut, penyesalan, dan amarah akibat kata-kata tajam Salwa yang begitu menyakitkan namun benar adanya.

Begitu sampai di hadapan keduanya, Bapak Pratama langsung mencengkeram lengan Yogie dengan kuat, wajahnya menatap anaknya dengan pandangan kecewa yang tak terperi.

"Sudah! Cukup! Kita pergi dari sini, sekarang juga!" perintah Bapak Pratama dengan suara rendah namun penuh penekanan, berusaha agar tidak terlalu banyak orang mendengar namun suaranya gemetar menahan emosi.

"Kau tidak lihat apa yang terjadi di sekitarmu, Yogie?! Kau tidak sadar kita sudah jadi bahan tertawaan seluruh isi gedung ini?! Kau mau kita dipermalukan lebih lama lagi di sini?!" ucap bapak Pratama menatap tajam putranya .

Yogie tersentak kaget, menatap ayahnya dengan wajah bingung dan masih penuh kekalutan. "Tapi, Yah... acara belum selesai... kita belum pamit sama Pak Ardiansyah... lagian aku..."

"Pamit apa?! Berlagak sopan untuk apa?!" potong Ibu Pratama dengan nada mendesis yang penuh kepahitan, matanya menatap tajam ke arah Sania yang langsung menunduk tak berani menatapnya. "Kau mau kita dipermalukan sampai kapan, hah?! Kau mau kita disangka keluarga tidak tahu malu yang terus menempel di sini padahal sudah jelas-jelas dibenci dan dianggap musuh?! Lihat sekelilingmu, Nak! Semua orang memandang kita seperti memandang sampah! Seperti memandang penyakit menular! Kau mau kita berdiri di sini terus sampai diusir paksa?! Ayo cepat ikut Ibu! Pergi sekarang!"

Sania yang mendengar kata-kata itu merasa tertampar hebat. Ia tahu betul kalimat itu ditujukan tidak hanya untuk Yogie, tapi juga untuk dirinya. Ia tahu betul bahwa sejak kejadian tadi, posisinya di mata orang tua Yogie pun sudah berubah drastis. Pandangan Ibu Pratama kepadanya tidak lagi penuh senyum dan harapan seperti dulu. Kini, di mata wanita itu, Sania adalah sumber masalah, penyebab kekacauan, dan wanita yang membawa sial bagi keluarga mereka.

"Tapi Bu... Pak... kami..." Sania mencoba berbicara, berusaha mempertahankan sedikit saja harga dirinya yang tersisa, namun suaranya tercekat di tenggorokan saat melihat tatapan tajam dan penuh rasa jijik dari Bapak Pratama.

"Kau diam saja, Sania!" hardik Bapak Pratama dingin. "Kalau saja bukan karena bujukanmu, kalau saja bukan karena cerita-cerita manismu yang memutarbalikkan fakta, mungkin anakku tidak akan sebodoh ini! Mungkin kita tidak akan berada di posisi memalukan seperti ini! Ayo, berjalan! Jangan banyak tingkah lagi! Cepat kita keluar dari sini sebelum aib kita makin bertambah!"

Mau tak mau, Yogie dan Sania akhirnya menurut. Kaki mereka terasa berat sekali melangkah, seolah ada rantai besi besar yang mengikat pergelangan kaki mereka. Diiringi pandangan-pandangan sinis dan bisikan-bisikan makin keras dari para tamu yang berkerumun di sepanjang jalan yang mereka lewati, keempat orang itu berjalan menuju pintu keluar utama.

Setiap langkah terasa berjalan di atas duri, setiap detik terasa seperti satu jam yang menyiksa. Yogie berjalan dengan kepala tertunduk dalam-dalam, tidak berani menatap siapa pun. Rasa malu dan penyesalan yang menghantui dadanya semakin menjadi-jadi. Ia sadar sepenuhnya, bahwa semua yang terjadi malam ini adalah akibat ulahnya sendiri. Kebodohannya, kesombongannya, dan ketamakannya telah membawa keluarganya ke jurang kehinaan ini.

Sania pun tidak kalah tersiksanya. Ia berjalan di sebelah Yogie, wajahnya tegang dan pucat, namun di balik itu hatinya terbakar amarah dan rasa benci yang luar biasa. Ia membenci Salwa, membenci Ardiansyah, membenci nasibnya, dan kini mulai membenci keluarga Pratama yang berani-beraninya membentak dan menyalahkannya. Dalam hatinya, ia merasa dirinyalah yang paling menderita, dirinyalah yang paling terzalimi, dan dirinyalah yang dirampas kebahagiaannya. Ia sama sekali tidak merasa bersalah atau sadar atas kesalahannya sendiri.

" awas kamu Salwa , aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia . Aku yang seharusnya mendapatkan kebahagian itu ." ucap Sania dalm hatinya . Tangannya mengepal erat .

Akhirnya, dengan napas yang terasa sesak dan dada yang penuh kepahitan, mereka berempat berhasil melangkah keluar dari pintu besar gedung itu, meninggalkan kemegahan, kemuliaan, dan kebahagiaan yang kini terasa begitu jauh dan mustahil untuk mereka raih lagi.

Udara malam yang dingin langsung menerpa wajah mereka, namun tidak mampu mendinginkan rasa panas dan amarah yang membara di dada masing-masing. Mereka berjalan cepat menuju area parkir yang luas dan agak sepi di ujung sana, tempat mereka memarkirkan kendaraan mereka tadi sore.

Setibanya di barisan mobil-mobil mewah itu, Bapak Pratama langsung berjalan menuju tempat biasanya mobil keluarga Joko diparkirkan mobil yang tadi membawa Sania serta orang tuanya ke sini. Namun, tempat itu kosong melompong. Tidak ada bayangan mobil hitam besar milik Pak Joko di sana.

Bapak Pratama mengerutkan keningnya bingung. Ia menoleh ke belakang, menatap Sania dengan tatapan bertanya yang mulai berubah curiga.

"Mana mobil orang tuamu, Sania? Di mana mobil Bapak dan Ibumu?" tanya Bapak Pratama dengan nada suara yang sudah mulai kembali kasar.

Bersambung,,,

1
🌿🌺WINA🌸🌿
2minggu lagi balas dendam akan segera dimulai, Ratna joko adik tiri salwa dan Yogi pratama...
🌿🌺WINA🌸🌿
kasian ayahmu dimasa tuanya pasti butuh seorang pendamping hidup, restuilah ayahnya dan tante bunga menikah...
🌿🌺WINA🌸🌿
Saatnya tiba salwa muncul dipesta, mereka jahat sama kamu akan hadiiiir, saatnya pelan-pelan balas dendam dimulai...
🌿🌺WINA🌸🌿
Pada saat itu tunjukan diri salwa bukan lemah lagi, salwa yg kuat tidak mudah dihina/ditindas...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa belajarlah dari tante bunga jadi perempuan yg kuat dan tangguh, balas rasa sakit hatimu sama mereka telah mengusir...
🌿🌺WINA🌸🌿
Dasar joko sangat jahat dan licik sekali, mempermalukan salwa emang ulah joko supaya salwa hancur...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa dapat merasakan pelukan seorang ayah, salwa sangat merindukan figur seorang ayah kini dihadapannya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Jadilah salwa yg kuat tidak mudah tindas/hina, balas dendam orang-orang telah menyakitimu salwa....
Dian Fitriana
up lg
🌿🌺WINA🌸🌿
ayah tirimu seorang penipu salsa, ibu kena tipu...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa telah menemukan tempat tinggal yg baru, tekad balas dendam membara...
Salwa menjadi kuat dan tanggung akan balas dendam yg menyakitinya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa ditolong sama pria misterius, ada rasa takut salwa takut pria itu jahat...
tenang salwa semoga pria itu tidak jahat dan baik...
🌿🌺WINA🌸🌿
kasian salwa pergi tanpa arah, salwa penuh kebencian sama ibu dan ayah tirinya tega sekali mengusirnya...

salwa disebut anak pembawa sial , sabar salwa
🌿🌺WINA🌸🌿
Yogie tidak akan bisa kembali lagi sama salwa karena dah metalak 3 salwa, katanya demi keselamatan salwa gak gitu caranya yogi sampai talak 3 salwa...

salwa merasa kecewa dan sakit hatinya diperlakukan seperti itu, Yogi cari cara lain seharusnya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Malang banget nasibmu salwa, dimalam pertama langsung ditalak 3 sama suaminya...alasan yogi demi melindungi salwa tapi sangat kejam dan tega langsung ditalak alasan salwa tidak suci...

pergi yg jauh salwa Yogi masih akan menyesal nantinya dan merasa bersalah....
Emily
CK narasi nya lebay bahkan di ulang ulang dan berulang ulang
Emily
heleh..ujung ujungnya balikan setelah si cewe nikah an bercerai
Safarniaty
👍seruu
Alit Liet
ceritanya bagus tidak berbelit2
Alit Liet
bab 23 nya mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!