NovelToon NovelToon
Desa Pocong

Desa Pocong

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Berlatar di sebuah desa bernama Desa Suka Makmur. Anggap saja salah satu desa di Jawa Barat. Desa dengan beberapa fasilitas yang tersedia, seperti bangunan sekolah dasar, balas desa, puskemas pembantu, posyandu , lapangan sepak bola dan lainnya. Namun dibalik itu desa tersebut menyimpan kisah misteri dan terkenal dengan kemistisan nya. Desa pocong sebutan lain dari nama desa itu. Terdapat pantangan untuk tidak membuka pintu dan jendela di malam hari. Lebih-lebih keluar di waktu malam , apapun alasan nya. Jika melanggar maka siapapun akan terkena musibah. Sebuah teror, celaka , jatuh sakit , bahkan hingga kematian. Namun tak hanya itu , teror lain turut membayangi warga desa. Hingga seorang gadis pendatang baru yang tinggal di salah satu rumah yang terkenal angker berusaha mencari tahu tentang desa itu. Fitri namanya, gadis dengan kemampuan spiritual yang akan membantu warga desa terbebas dari ketakutan nyata teror pocong yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal cerita

Brakkk....

Suara dentuman keras dijalanan mengejutkan semua orang. Kecelakaan tunggal yang terjadi pada sebuah mobil yang hilang kendali  menabrak pembatas jalan hingga berguling di aspal. Dalam kondisi mobil terbalik seorang bapak berusaha meraih istri dan kedua anaknya yang terluka parah.

Di luar nampak orang-orang berkerumun panik tanpa ada yang berani membantu sebab bau bensin sudah menguar di udara,mereka takut mobil meledak tiba-tiba. Kebetulan saat itu tim damkar melintas,dan segera mengevakuasi korban.

Sementara itu,di sebuah pabrik makanan ringan seorang gadis tertidur saat menunggu giliran nya mengambil uang pesangon. Dalam tidur nya,gadis itu bermimpi...

"Kalian mau pergi kemana ? "

"Kami mau pergi jauh,kamu jaga diri baik-baik ya...maafin bapak dan juga ibu mu tidak bisa terus mendampingi. Kami yakin kamu gadis kuat bisa menjalani hidup mu dengan baik meski tanpa kami"

"Kenapa bapak ngomong seperti itu ?  Sebenarnya bapak ,ibu dan adik-adik mau pergi kemana ? Kapan kembali ?"

Dengan raut sedih,pria itu berkata "Kami tidak akan kembali "

"Di lemari ada uang tabungan bapak dan ibu,gunakan itu untuk keperluan mu. Uang buat bayar kontrakan ada di amplop warna putih berikan itu di tanggal 15 pada Bu Endar. Satu lagi bapak ada rumah peninggalan orang tua bapak di kampung. Pergilah ke sana pinta kuncinya pada Nina,sepupu bapak. Alamatnya ada di kertas dibawah uang tabungan"

Gadis itu terperanjat saat seorang teman nya menepuk pundak nya kencang,saking kaget nya gadis itu sampai terjatuh dari kursi nya.

Bruukkk...

" Aduh ....!" Kejut nya sambil meringis mengusap pant*tnya yang terasa panas setelah terjatuh tadi.

Namun alih-alih membantu,teman nya itu malah menertawakan nya begitu nyaring. Meski begitu gadis itu tidak merasa tersinggung apalagi sampai sakit hati,karena memang mereka sudah terbiasa saling ejek dan menertawakan ketika salah satu mendapat musibah ( jangan ditiru ya,gak baik !)

"Ketawa nya kurang kenceng neng !" ucap gadis itu mencebik sambil bangkit lalu duduk kembali di kursi nya.

"Hahaha...lagian elu malah bisa-bisanya molor sih,heran gue" ucap teman nya tak habis pikir.

"Abis ngantuk banget sih gue,semalam abis begadang nyiapin surat-surat lamaran baru " Jawab gadis itu sambil menekuk wajahnya,tetapi perasaan nya mulai tidak enak.

"Wuiihh...gercep banget ! Baru saja lo kena PHK langung gas saja. Gue dong santai ...." Ucap teman nya sok tenang padahal dia pun sebenarnya sedang bingung untuk mencari kerja kemana lagi setelah di PHK massal.

"Huuuuhhh....gue kan mesti bantu orang tua gue,Lit. Kasihan lihat bapak harus kerja terus jadi driver taksi online sementara kondisi nya sedang tidak baik,aku juga kasihan lihat ibu harus ikut kerja pontang-panting di pasar " Terang gadis itu sambil menghela nafas panjang beberapa kali.

Teman nya memperhatikan raut wajah gadis itu yang tak biasa.

"Kenapa Lu ?" Tanya nya

"Perasaan gue gak enak Lit,tadi gue sempet mimpi ibu ,bapak ,dan adik-adik gue pergi pamitan " Jawab gadis itu kembali mengingat mimpi nya barusan.

"Elah,...ketiduran sampai mimpi pula,mimpi apa kau ?" tanya  teman nya dengan logat Batak yang dibuat-buat

"Mereka pamitan mau pergi ,Lit. Apa artinya ya ...?" Gumam gadis itu sambil melamun.

"Itu kan hanya mimpi di siang bolong ,jangan terlalu dipikirkan " ucap teman nya sambil memasukan jari telunjuknya ke dalam hidung lalu dikorek-koreknya lubang hidung nya sampai dia berhasil mendapatkan sebuah benda putih kecoklatan ,lalu dijentikkan hingga terlempar ke lantai.

"Iiiuuhhh....jorok ! Lu jadi cewek kok jorok begitu sih ... gimana......"belum sempat gadis itu menyelesaikan ucapannya dering ponsel mengalihkan perhatian nya. Kening nya berkerut.

"Bapak ? Tumben telpon di jam sekarang ,ada apa ya perasaan gue kok gak enak " Gumam gadis itu lalu segera menjawab nya panggilan telpon tersebut.

"Iya pak, assalamualaikum..."

"Waalaikumsalam. Selamat siang dengan saudari Fitriana ? "

Gadis itu terdiam sejenak,suara yang berbicara itu bukan suara ayahnya ,lantas siapa pria itu ? Mengapa bisa menghubungi nya menggunakan nomor ayah nya ?

"Maaf ,apa betul saya bicara dengan saudari Fitriana ?"tanya pria itu lagi

Fitri terkesiap ," I...iya pak,saya Fitri. Maaf anda siapa ya,kenapa bisa menghubungi saya dengan nomor ayah saya ?" tanya nya

"Saya Dion,dari pihak kepolisian hendak mengabarkan jika pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan mobil dan sekarang kondisinya kritis di rumah sakit "

DEG'

Demi apapun,Fitri merasa jantung nya seakan berhenti berdetak ,bak disambar petir siang bolong mendengar nya,gadis itu mengerjap, seketika jantung nya berdebar keras.

"Anda bohong kan ? " Tanya Fitri dengan suara bergetar ,berharap dia salah mendengar.

"Untuk apa saya berbohong ? Maaf sebaiknya saudari segera datang saja ke rumah sakit!" Ucapan pria yang mengaku pihak kepolisan itu segera mengakhiri panggilan.

Fitri termangu di tempat nya dengan ponsel yang masih berada di telinga nya,air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.

"Fit... Lo kenapa ?" tanya Lita,"Siapa yang nelpon ?" Lanjut nya

"Polisi. Katanya bapak kecelakaan kondisinya kritis " Jawab Fitri dengan tatapan kosong sementara air mata terus mengalir. Polisi lupa memberi tahu jika yang kecelakaan tak hanya ayahnya ,entah akan bagaimana reaksi gadis itu jika tahu ibu dan kedua adik nya juga turut menjadi korban.

"Hah ? Yang bener Lu ?!" Seru Lira terkejut

"Gue harus pergi sekarang !" Fitri beranjak menuju pintu ruang HRD

Brakkk....

Pintu terbuka dengan kasar membuat staf HRD terkejut.

"Apa-apaan kamu ? Bikin kaget saja , gimana kalau pintu nya rusak ,emang kamu mau ganti,apa ?" Fitri langsung kena semprot

"Maaf Bu,apa bisa saya ambil sekarang uang pesangon saya ? Saya buru-buru mau ke rumah sakit ,ayah saya kecelakaan" Ucap Fitri mengiba

"Hadeuh...di saat seperti ini masih sempat-sempatnya dia inget uang pesangon" Lirih Lita pelan

"Gak bisa begitu Fitri ,semua harus ada prosedur nya. Tunggu nama kamu dipanggil dulu baru kamu bisa ambil uang pesangon mu. Tunggu giliran saja atau kalau tidak kamu bisa ambil nanti " Ucap staf HRD dengan nada ketus

"Bu,tapi saya butuh uang itu buat biaya administrasi rumah sakit,tolong lah Bu...." Pinta Fitri memelas

Lita yang dari tadi hanya diam saja kini ikut berbicara,"Tolong lah Bu,kasih keringanan ,kalau terjadi sesuatu pada ayah nya Fitri apa ibu mau tanggung jawab ? Kondisi nya kritis loh Bu " ucap nya

Staf HRD menatap tajam Fitri dan Lita ,nafasnya kembang kempis. Terlihat sekali jika dia tengah kesal,tetapi sebelum staf HRD itu kembali berbicara,seorang pria paruh baya masuk segera menengahi.

"Kan saya sudah bilang,jangan dipersulit apalagi dia sangat butuh uang itu "Ucap nya

Staf tersebut terkesiap tak menyangka jika atasan nya akan datang.

"Pak Gunawan..."

"Cepat berikan uang mereka !" Perintah Gunawan dengan sinis

"B...baik pak...." Staf itu segera mencari amplop bernama Fitri dan Lita.

"Ini ambil lah "

"Nah gitu dong , dari tadi kek..." Fitri mencebik

Setelah menerima uang pesangon dan menandatangani berkas sebagai tanda bukti penerimaan,Fitri dan Lita segera pergi ke rumah sakit namun sebelumnya mereka mengucapkan terimakasih pada Gunawan yang sudah membantu nya.

Singkat cerita Fitri dan Lita sudah sampai di rumah sakit,mereka segera diarahkan ke ruang ICU oleh polisi yang berjaga di depan. Sesampainya di ruangan ICU Fitri segera membuka pintu dan langsung masuk setelah meminta izin pada dokter sementara Lita menunggu di luar.

"Bapak...." Lirih Fitri dengan air mata yang sudah menggenang siap meluncur kapan saja.

Ayah nya yang masih diambang kesadaran tersenyum melihat kedatangan putri sulung nya. Kondisi nya yang sudah kritis membuat nya tak mampu berkata-kata,hanya kedipan lemah saja yang mampu berisyarat.

"Bapak....kenapa bisa sampai begini ? Bagaimana semua ini bisa terjadi ?" Tanya Fitri dengan tangis tertahan,suaranya pun nampak bergetar namun air mata nya sudah lolos.

Tak ada jawaban dari ayah nya,namun kedipan matanya yang sangat lemah seolah memberikan jawaban yang Fitri sendiri tak mengerti.

Tiba-tiba suara di monitor membuat Fitri terkejut,tubuh ayah nya mengejang. Dadanya terangkat hingga tak lama kemudian tubuh itu diam dengan mata tertutup. Ayahnya telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah akhirnya bertemu dengan putri nya. Rupanya ia tak ingin pergi begitu saja sebelum melihat wajah putri nya.

"BAPAAAAKKKK......!"

Dokter segera memeriksa denyut jantung dan beberapa organ vital lain nya,tetapi ternyata ayahnya Fitri memang telah tiada. Dokter pun segera menutup jenazah ayah Fitri dengan selimut putih. Fitri pun histeris Lita yang diluar segera masuk lalu mencoba menenangkan sahabatnya dengan memeluknya.

Namun kesedihan tak hanya di situ saja, dokter mengatakan jika ibu dan kedua adiknya juga telah tiada dan kini berada di kamar jenazah.

Karena tak kuasa menerima kenyataan pahit itu Fitri akhirnya tak sadarkan diri.

Bruuukkkk......

........

1
Kardi Kardi
ALHAMDULILLAHHH. COME ON TO HOMEEEE👍
Kardi Kardi: bismillahhh. goooo💪
total 1 replies
Kardi Kardi
DREAM ALIAS MIMPI LAGI KAH ?💪
Kardi Kardi: yup. maybeee💪
total 1 replies
Nurr Tika
ridho selamet untung filing fitri bener
Nurr Tika
penasaran ya fit ada mesteri pa didesa
Nurr Tika
😄😄😄 ya ampun bi nina ga usah tkut setanya udah besti ma fitri
falea sezi
🤣🤣 ngakak bi nina ketakutan sendri
Kardi Kardi
CI ... PANCI. GOLET MASALAH WAEEEEE😍
Kardi Kardi: PANCIIIIIIIIII😄
total 1 replies
Kardi Kardi
NAH NASI BUNGKUS LAGIIIIIIII😄
Kardi Kardi: come on. bungkus nasinyaaaa💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NAHHHH. ADA JAWABAN KAH ?👍
Kardi Kardi: yup. maybeeee💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NGINTIP MANINGGGGG😍
Kardi Kardi: ampiunnnn. tip..tipppp🤭
total 1 replies
Asri
Karena memang orang-orang pada takut,🤭
Asri
Alhamdulillah... ada yang penasaran 🤭,
Nurr Tika
knp ga da yg brni nyeritain mg knp sih
Nurr Tika
apaan sih bkin penasaran ja deh
Nurr Tika
liat apa sih kamu fit sampe teriak
Asri: Ternyata pada gak ngeh si Fitri liat apaan 😅kemarin pas di post di apk sebelah juga sama😅mungkin author yang kurang jelas 😁,baiklah nanti diperjelas di bab selanjutnya 😁🙏
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
melasi kang mamattttt💪
Kardi Kardi: sing sabar kang matttt💪
total 1 replies
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!