NovelToon NovelToon
Warisan Darah Sang Mafia

Warisan Darah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Mereka pikir semuanya telah berakhir sejak kematian Leonardo Valerio. Namun dunia gelap tidak pernah benar-benar melupakan darah yang pernah berkuasa.

Leonardo Valerio memang telah mati, tapi warisan darahnya belum berakhir. Saat ancaman mulai mengincar Alessandro, Nadira dipaksa kembali ke dunia gelap yang pernah menghancurkan hidupnya.

Di balik bayangan, musuh lama bangkit, rahasia lama terbuka, dan sifat dingin Leonardo perlahan muncul dalam diri putranya.

Karena darah mafia tidak pernah benar-benar hilang, dan sang pewaris akhirnya mulai bangkit.

**RED ASHES SEASON II**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup yang Terlalu Normal

Hujan turun perlahan di balik dinding kaca, lampu kota memantul samar di permukaan meja hitam, menciptakan suasana dingin yang terasa terlalu sunyi untuk sebuah malam di pusat kota.

Alessandro menatap layar laptop di depannya, tanpa benar-benar fokus. Puluhan angka bergerak, grafik perusahaan naik stabil, dan investor merasa puas.

Media menyebutnya sebagai pengusaha muda paling berpengaruh tahun ini, dari luar semuanya tampak sempurna.

"Meeting Singapore dipindahkan ke hari Jumat, Tuan Alessandro."

Suara sekretarisnya membuat pria itu mengangkat kepala perlahan.

"Hmm."

"Dan juga ada undangan gala dari keluarga Morano."

"Abaikan undangan itu," ucap Alessandro dingin.

Perempuan itu mengangguk cepat, Alessandro memang selalu seperti itu. Dingin, tenang, dan sulit ditebak.

Tatapannya sering membuat orang lupa, bahwa usianya baru dua puluh tujuh tahun. Karena ada sesuatu dalam dirinya, yang terasa berbahaya.

"Kalau tidak ada lagi, saya permisi."

Alessandro hanya mengangguk tipis, pintu ruangan tertutup pelan. Sunyi kembali memenuhi ruangan itu, Alessandro bersandar di kursinya sambil memijat pelan pelipisnya.

Hari-harinya berjalan terlalu normal, bangun pagi, meeting, bisnis, wawancara, dan makan malam formal.

Lalu mengulang semuanya lagi, hidup sempurna. Hidup yang sejak kecil selalu diinginkan Nadira untuknya.

Jauh dari dunia gelap, jauh dari nama Valerio. Namun entah kenapa, akhir-akhir ini dia mulai merasa ada sesuatu yang salah.

Perasaan aneh yang sulit dijelaskan, seolah masa lalu sedang berjalan perlahan ke arahnya.

Tok.

Tok.

Tok.

Alessandro mengangkat kepala saat suara ketukan kembali terdengar.

"Masuk."

Seorang pria tua masuk sambil membawa beberapa dokumen, Rafael adalah orang paling lama yang bekerja untuk keluarganya.

Satu dari sedikit orang yang masih tersisa, sejak Leonardo Valerio masih hidup.

"Dokumen merger sudah selesai."

"Taruh saja."

Rafael meletakkan map itu di meja, namun pria tua itu tidak langsung pergi. Tatapannya justru terlihat ragu.

"Ada apa lagi?" tanya Alessandro datar.

Rafael diam beberapa detik sebelum akhirnya bicara pelan.

"Tuan muda."

Alessandro langsung menatapnya, sudah lama tidak ada yang memanggilnya seperti itu.

"Jangan panggil aku begitu."

Rafael menunduk cepat, "Maaf."

Suasana menjadi hening, tetapi sesuatu mulai berubah. Udara terasa lebih berat, Alessandro menatap Rafael tajam.

"Ada apa?"

"Saya melihat seseorang yang mengikuti anda sejak satu minggu yang lalu."

Alessandro tidak bereaksi banyak, "Apakah mereka media?"

"Bukan."

"Saingan bisnis?"

Rafael menggelang pelan, "Orang-orang itu memakai simbol lama."

Jantung Alessandro berdegup sedikit lebih keras. Simbol lama. Hanya ada satu simbol yang dimaksud Rafael, yaitu simbol 'V' yang tak lain Valerio.

Tatapan Alessandro berubah dingin, "Tapi itu nggak mungkin."

"Saya juga berharap begitu."

Alessandro berdiri pelan dari kursinya, lalu berjalan mendekati jendela besar. Kota terlihat hidup di bawah sana, ramai, bising, dan normal.

Tetapi hidup mengajarkan satu hal, ketenangan selalu datang sebelum kekacauan.

"Ada nama yang muncul lagi," lanjut Rafael pelan.

Alessandro diam, ia hanya menatap kota dari balik jendela besar itu.

"Dia bernama Viktor Karev," lanjut Rafael.

Nama itu terasa asing, namun entah kenapa, begitu mendengarnya nama itu, tubuh Alessandro langsung menegang.

"Siapa dia? Kenapa aku merasa asing degan namanya."

Rafael terlihat pucat, "Dia mantan tangan kanan ayah anda."

Kata 'ayah' selalu terasa aneh bagi Alessandro. Karena Leonardo Valerio lebih mirip legenda gelap, dibanding seorang ayah.

Semua orang membicarakannya seperti monster, pria paling berbahaya yang pernah mengendalikan dunia bawah.

Dan Alessandro membenci fakta, bahwa darah pria itu mengalir dalam dirinya.

"Bukannya dia sudah mati?"

"Yang kami kira memang dia sudah mati, tapi ternyata dia masih hidup."

Alessandro tersenyum tipis, tapi senyum itu tidak mengandung kehangatan sedikit pun.

"Kalau dia masih hidup, biarkan saja."

"Tapi Tuan muda, ini bukan hal kecil."

"Dan aku bukan bagian dari dunia kecil itu."

"Tapi dunia itu masih menganggap, bahwa anda masih bagian darinya," ucap Rafael yang terus menjawab ucapan Alessandro.

Kalimat itu membuat suasana ruangan berubah sunyi, dingin, dan mencekam.

Alessandro menatap pantulan dirinya di kaca, setelan mahal, wajah tenang, tatapan tajam, dan untuk beberapa detik dia melihat Leonardo di sana.

Persis seperti cerita yang sering dibenci Nadira, pria yang selalu terlihat tenang, sebelum menghancurkan sesuatu.

Alessandro langsung memalingkan wajah, "Tidak, saat ini aku sudah selesai dengan masa lalu."

Rafael tidak menjawab, karena mereka sama-sama tahu, masa lalu keluarga Valerio tidak pernah benar-benar selesai.

Malam semakin larut, saat Alessandro akhirnya pulang ke penthouse pribadinya. Ruangan besar itu terasa terlalu sepi, terlihat modern, mewah, tapi begitu dingin.

Dia melepas jasnya pelan, lalu menuangkan whiskey ke dalam gelas. Tatapannya kosong menembus jendela kota, kadang dia hanya bertanya-tanya.

Apakah hidup normal memang benar-benar ada, untuk orang seperti dirinya?

Atau semua ini hanya ilusi yang perlahan akan runtuh?

Ponselnya bergetar, nama 'mama' muncul di layar ponselnya. Alessandro segera mengangkat panggilan itu.

...📞...

"Hallo."

^^^"Apa kamu sudah makan?"^^^

Suara Nadira terdengar lembut seperti biasanya, dan untuk pertama kalinya, malan itu raut wajah Alessandro sedikit melunak.

"Sudah."

^^^"Jangan bohong."^^^

Alessandro hanya terkekeh pelan.

"Mama selalu tahu, kalau aku belum makan."

^^^"Karena kamu anak mama, jadi jangan menyembunyikan apa pun dari mama."^^^

Kalimat itu terasa hangat, Nadira selalu menjadi satu-satunya alasan Alessandro untuk mencoba hidup normal.

"Besok kamu datang untuk makan malam."

^^^"Aku sibuk, Ma."^^^

"Alessandro."

Nada itu membuat Alessandro menyerah.

^^^"Baiklah, aku akan makan malam di sana."^^^

Nadira tertawa kecil di seberang sana, namun tawa itu tidak bertahan lama.

"Aless."

^^^"Iya, Ma. Kenapa?"^^^

"Ada sesuatu yang ingin mama tanyakan."

Alessandro mengernyit heran.

^^^"Hal apa yang mau mama tanyakan?"^^^

"Belakangan ini, kamu merasa sedang diikuti nggak?"

Ruangan langsung terasa dingin, tatapan Alessandro berubah tajam.

^^^"Kenapa mama tanya begitu?"^^^

"Nggak tahu, mama cuma merasa nggak tenang."

Alessandro terdiam, naluri aneh itu kembali muncul. Perasaan bahwa seseorang sedang mengawasi dari kejauhan.

^^^"Mama jangan khawatir, aku baik-baik saja."^^^

"Kamu harus hati-hati."

^^^"Hmm."^^^

Setelah panggilan berakhir, Alessandro berdiam diri cukup lama. Lalu perlahan dia berjalan mendekati jendela.

Di bawah gedung, tepat di seberang jalan, sebuah mobil hitam terparkir sejak tadi. Mesinnya mati, kacanya gelap, dan seseorang di dalam sana sedang melihat ke arah penthose miliknya.

Tatapan Alessandro berubah dingin, perlahan sisi gelap yang selama ini dia tekan mulai bangkit. Bukannya takut, dia justru merasa penasaran.

Siapa yang cukup berani untuk datang mencarinya?

Dan kenapa harus sekarang?

Poselnya bergetar kembali, sebuah nomor tak dikenal mengirim pesan singkat.

Hanya satu kalimat.

"Selamat malam, Tuan Muda Valerio."

Napas Alessandro berhenti sesaat, lalu pesan kedua masuk.

"Warisan ayahmu sudah menunggumu untuk pulang."

Untuk pertama kalinya, setelah bertahun-tahun, nama Valerio kembali mengetuk pintu kehidupannya.

1
fitryfirna
semngat dek comelku..🥰
Leo Virella: mkasih akaa😚😚
total 1 replies
fitryfirna
ahhh nanggung banget upx thor.🤭lgi seru2 baca eh udah abis aj ayuk semagat untk up selanjutx🥰
Vie
aahhh.... akhirnya nongol juga lanjutanya.... 🥰🥰🥰🥰
Vie
lanjut kak.... makin seru aja... penasaran aku.... 👍👍👍
viandranovel
saling mampir bg 🙏
fitryfirna
lnjut dek🥰
Vie
lanjut kak 👍👍👍👍🤭🤭🤭🤭🤭
Vie: sama2 kak.... ceritanya seru juga.... 👍👍👍👍tetap semangat ya kak.... 👍👍👍
total 2 replies
fitryfirna
luar biasa dek🥰
Leo Virella: Mkasih kak😉
total 1 replies
Lovelynzeaa🌷
kak ada romance nya nggak kak? buat Alessandro jatuh cinta sama perempuan yg hatinya benar" lembut kak, agar dia nggak jdi seperti ayahnya
Leo Virella: Insya allah nanti di season 3 ya kak😉🙏🙏
total 1 replies
Vie
lanjut kak....
fitryfirna
keren dek keren pake banget 😘🥰
Vie
dan itu tidak bisa diubah sampai kapanpun... darahnya ada ditubuhmu.... dan kamu tidak bisa mengelak hal itu.....
Vie
kalau aku jadi kamu.... aku akan mencari diseluruh ruangan cctv tersembuyi itu... karena dengan dia tahu apa yang sedang kamu lakukan dimanapun kamu berada, berarti kamu telah diawasi 24 jam penuh, dan itu bisa ketahuan kalau itu ada diruangan makan ada kamera pengintai disitu...... bukanya hanya membiarkan semua itu terjadi dengan datangnya ancaman2 itu sudah pasti terbukti adanya....
fitryfirna
is is is makin seru aja thor🥰
Vie
iiihhhh.... jadi greget deh.... lanjut kak..... 👍👍👍👍👍👍
fitryfirna
bangun dekk lanjutin upx🤭
Vie
lanjut kak 👍👍👍👍👍 tetap semangat
Vie
lanjut kak.... makin seru juga penasaran lanjutanya.... 👍👍👍👍
Vie: selalu.... 👍👍👍👍😊😊😊
total 2 replies
fitryfirna
bakalan stay nungguin up selanjutx😆
Leo Virella: mkasih kak☺🙏
total 1 replies
fitryfirna
keren skli😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!