NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:970
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.

Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.

Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?

Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Linus awas di depan ada orang!" jerit seorang perempuan yang saat ini terlihat sangat panik ketika mobil sport yang di kendarai sepupu nya semakin melaju cepat, sementara di hadapan mereka terlihat seseorang yang sedang mengendarai sepeda.

Linus yang melihat itu seketika membunyikan klakson beberapa kali karena ia tidak ingin mengerm mobil nya.

Namun si pengemudi sepeda tidak mendengar dan terus mengayuh sepeda.

Akhirnya Linus pun dengan kesal terpaksa mengerem mobil nya secara mendadak dan menyenggol pengemudi sepeda yang ada di hadapannya hingga jatuh ke pinggir jalan.

"Udah gue bilang gak usah balap-balapan kayak gini! Kita jadi nabrak orang! Nyesel gue berangkat barang sama Lo!" gadis itu segera turun sambil mengomeli sang sepupu yang sudah Kelewatan menurut nya.

Beberapa menit sebelum berangkat sekolah, Linus di hadang oleh teman nya dan mereka meminta agar Linus balapan ke sekolah dengan mereka siapa yang lebih dahulu sampai akan di traktir makan selama sebulan di kantin sekolah, meksipun ini tidak penting bagi Linus yang punya banyak uang namun dia sangat menyukai balap.

Namun siapa sangka naas malah menanti mereka, mereka menabrak Cery yang tengah asik mengayuh sepeda merah muda kesayangan nya. Untuk pergi ke sekolah.

"Aduh sakit sekali!" leguh Cery sambil memegang lutut nya yang sedikit sobek terkena kerikil jalanan, tidak hanya lutut tangan nya juga berdarah akibat tertusuk.

Melihat sepupu nya yang keluar dari mobil untuk menghampiri Cery, Linus pun ikut keluar dan mengekori sepupu nya.

"Ohh ternyata si culun, gue kira siapa, yaudah lah Linus ayo lanjut jalan, gue gak mau telat ke sekolah, dia cuma kesenggol gak mati kok," ujar Della yang kemudian memegang tangan Linus untuk kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka ke sekolah.

Namun Linus sama sekali tidak bergerak, dia melihat Cery yang terluka jadi kasihan dan melepaskan tangan Della dari pergelangan tangan nya kemudian menghampiri Cery.

Della yang melihat itu mengerutkan keningnya, dia kesal karena Linus tidak mendengarkan ucapan nya.

"Lo gak apa-apa? Pantesan gak denger kelakson gue, ternyata Lo pake henset?" ujar Linus membungkuk di hadapan Cery yang sedang terluka.

"Maaf kak,maaf aku beneran gak denger sangking asiknya dengerin musik," Cery meminta maaf sambil menahan rasa sakit di kaki nya.

"Dih," Della melipat tangannya ke bawah dada dan mendelik kesal melihat Cery.

Segera saja Linus mengambil tas nya, dan mencari-cari sesuatu, tidak lama kemudian ia mengeluarkan sebuah bandana dan kemudian membalut bandana tersebut ke lutut Cery yang terluka tampa mengatakan apapun lagi.

Cery sempat menolak nya namun Linus yang merasa bersalah tidak menggubris dan terus melakukan pertolongan sebisanya.

"Ini buat sementara doang, nanti Lo bisa ke UKS buat ngobatin nya, apa Lo mau naik ke mobil kita aja?" setelah selesai mengikat bandana nya ke lutut Cery, Linus berniat untuk mengajak Cery masuk ke mobil nya saja.

"Ah, makasih banyak kak tapi aku pakai sepeda ku aja, kalau aku ningalin sepeda ku takut di curi orang, aku bisa kok," Cery pun menolak nya dengan halus karena di bandingkan dengan apapun sepedanya jauh lebih penting bagi nya.

"Lo denger sendiri kan? Ayo gue ada tugas nih cepetan!" Lagi-lagi Della tidak membiarkan Linus bicara dia langsung memaksa Linus masuk ke dalam mobil dan tidak lama kemudian mobil mereka pun kembali melaju dengan kecepatan tinggi.

Sementara itu Cery dengan susah payah berdiri sambil mendorong sepeda nya, dia terus tersenyum membayangkan bagaimana tampan nya Linus sang kakak kelas yang menjadi idola di sekolah mereka.

Jantung nya berdebar kencang saat melihat perhatian dan kelembutan Linus tadi, ada perasaan aneh yang membuat dirinya terus terbayang dengan Linus.

Dari sinilah Cery yang bisanya tidak pernah jatuh cinta kepada laki-laki mana pun di sekolah nya tiba-tiba terpesona akan Linus hanya karena kejadian tadi.

Cery Vanesa Chaseiro, ia gadis mungil yang berpenampilan seperti anak kecil, meskipun begitu usia nya sudah menginjak angka delapan belas tahun, namun ia masih duduk di bangku kelas sebelas di SMA Mawar Mekar, kenapa dia masih duduk di bangku kelas sebelas di usianya yang sudah delapan belas tahun? Karena ia pernah tinggal kelas saat SD.

Ia bukan tingal kelas karena bodoh, namun karena sakit dan harus berhenti sekolah selama satu tahun. Untuk menjalani pengobatan di luar negeri, setelah benar-benar sembuh barulah ia bisa kembali melanjutkannya sekolah nya.

Cukup banyak hal misteri dalam kehidupan gadis yang di anggap culun oleh satu sekolah itu namun satupun dari mereka tidak ada yang mengetahui nya.

Setiap hari Cery sekolah mengunakan sepeda kesayangan nya, rambut di ikat dua kacamata bulat besar dan juga poni yang hampir menutupi seluruh alis nya, itu adalah ciri khas Cery.

Sementara itu Linus Caesar Pratama, ia adalah idola sekolah, selain memiliki wajah yang tampan paripurna, ia juga di kenal sebagai anak donatur terbesar di sekolah karena papa nya adalah seorang CEO. Tidak hanya itu Linus juga seorang ketua tim basket sekolah, jadi tentu saja banyak wanita yang tergila-gila dengan nya.

Linus punya seorang sepupu bernama Della, dia cantik, namun tidak begitu pintar dia juga ketua dari circle gadis-gadis cantik di sekolah nya dan berada di kelas yang sama dengan Cery.

Tiga puluh menit kemudian, Cery baru saja tiba di parkiran, namun di sekolah elit seperti itu hanya Cery lah yang sekolah mengunakan sepeda, yang lainnya membawa mobil dan juga motor, menurut sepengetahuan para siswa Cery di terima masuk ke sekolah SMA Mawar Mekar karena beasiswa atas kepintaran yang dia punya.

Baru saja selesai menaruh sepedanya, alunan bel sekolah pun telah berbunyi, menandakan bahwa sudah waktunya jam pelajaran pertama akan di mulai.

Dengan langkah terseok-seok, Cery mempercepat jalan nya agar segera tiba di kelas.

Beruntungnya Cery tiba di kelas sebelum guru masuk.

"Si culun kenapa? Ketabrak becak apa bajai?" ujar salah satu dari teman sekelas nya saat melihat Cery masuk kelas dalam keadaan tidak baik.

Namun Cery memilih untuk tetap diam, dia sudah terbiasa dengan perkataan pedas dari teman-teman nya.

"Kesenggol mobil Linus doang," sambung Della sambil membawa buku dan pulpen nya, ia berjalan menghampiri meja Cery.

"Heh, miskin, tolong ya seperti biasanya kerjain tugas gue, Lo harus selesai sebelum pak guru masuk," Della meletakkan buku dan pulpen nya dengan kasar di atas meja Cery.

Kalau sudah Della yang bicara, seluruh kelas diam tanpa sepatah kata pun, mereka cukup menghormati Della karena tau Della adalah sepupunya Linus, di sisi lain mereka juga senang melihat Della seperti ini terhadap Cery karena itu seperti hiburan untuk anak-anak kelas mereka melihat Cery di buli.

Seperti biasa Cery tidak pernah keberatan melakukan hal ini untuk teman-teman nya meskipun tidak ada yang akan menghormati nya walaupun dia mengorbankan dirinya sekalipun.

Cery mengangguk paham dan kemudian buru-buru menyalin tugas nya ke buku Della seperti biasanya sebelum guru masuk.

Cery juga sengaja di suruh Della untuk tidak mengisi tugas benar semuanya agar tidak ketahuan kalau Della menyontek Cery.

Sementara itu di kelas Linus.

"Linus Lo kalah mulai hari ini Lo harus traktir gue makan sepuasnya di kantin selama satu bulan," ujar Raja, sahabat Linus yang sangat akrab dan memiliki hobi yang sama seperti Linus ya itu balapan.

Mereka bukan melakukan hal itu karena kekurangan uang namun sebuah hobi yang sudah melekat dalam diri masing-masing.

Raja adalah sahabat baik Linus, mereka bersahabat sejak pertama kali masuk SMP dan sekarang juga berada di SMA yang sama.

Mama Raja adalah seorang wanita karir, dia punya butik yang cukup besar. Namun papa nya Raja sudah lama meningal karena penyakit yang tidak bisa sembuh.

"Sebulan doang? Kenapa gak sekalian setahun aja?" tanya Linus sambil menarik senyum miring di bibir nya.

"Kita udah kelas tiga, sekolah udah gak sampe lagi kalo setahun," sambung Raja.

Linus memilih diam tidak menjawab ucapan Raja lagi.

Melihat Linus yang acuh dan asik memainkan ponselnya, Raja pun teringat akan sesuatu yang sebelumnya ia titip di tas Linus.

Tampa basa-basi ia bergegas menarik tas sahabat nya itu dan mengobrak-abrik isi tas tersebut, namun ia yang terlihat mencari sesuatu namun tidak kunjung menemukan benda itu.

"Ngapain Lo?" Linus segera menarik tas tersebut dari Raja karena merasa sahabat nya lama-lama jika di biarkan akan membuat tas nya sobek.

"Di mana bandana gue?" Bukan nya kemarin gue nitip di tas Lo? Lo buang bandana gue Linus? Itu mahal bego!" Segera saja Raja jadi marah karena tidak mendapati bandana yang sempat ia simpan di tas Linus dengan alasan menitip.

Seketika Linus teridam, ia baru ingat kalau bandana itu milik Raja dan dia malahan mengikat nya di lutut Cery yang terluka.

Segera saja Linus menepuk jidatnya karena memikirkan hal ini, ia jelas akan di amuk oleh Raja sebentar lagi.

"Nah kan Lo buang bandana gue kan? Kelihatan dari raut wajah Lo yang sok bersalah itu," oceh Raja terlihat amat kesal dengan Linus.

"Nanti gue ganti yang lebih mahal," tidak ada cara lain, Linus tidak mungkin mengatakan kepada Raja kalau dirinya mengunakan bandana tersebut untuk mengikat kaki Cery.

"Gue tunggu,"

Setelah obrolan panjang antara Raja dan Linus, guru yang bertugas untuk mengajari mereka di jam pelajaran pertama pun masuk.

Segera saja seisi kelas jadi diam tidak ada suara sedikit pun, Linus memang seorang murid yang nakal di sekolah, namun kalau soal pelajaran dia nomer satu dan tidak pernah bolos karena itu para guru tidak begitu mempedulikan kenalkan Linus yang penting dia lah yang selalu mengharumkan nama sekolah.

Tampa terasa mata pelajaran demi mata pelajaran pun selesai hari ini, tepat pukul tiga lewat dua puluh menit, para siswa dan siswi pun berhamburan keluar dari sekolah, menuju kendaraan mereka masing-masing, begitu juga dengan Cery.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!