Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hoshi Paramudya Quinn Reeves
"V, kamu panggil si Ding Dong dong! Bilang, Papa mau bicara sekarang!" perintah Hoshi ke putranya, Valentino Reeves, yang sedang bekerja.
"Lha? Pak Macan biasanya telepon sendiri ke Dean," jawab Valentino bingung.
"Jempol Papa pegal. Telepon gih! Kemarin si Ding Dong minta ketemu sama Papa. Sayangnya kan kemarin Papa harus istirahat gegara asam lambung naik kebanyakan mangga." Hoshi lalu duduk di sofa ruang kerja Valentino. "Telepon sana V!"
Valentino menggelengkan kepalanya. Ampun deh Papa nih! Pria itu pun mengambil ponselnya.
"Siang Dik Dean ... Iya ini Pak V. Kamu bisa ke PRC Group? Pak Quinn minta bertemu ... Jam? Kalau bisa sekarang ... Ya sekarang saja." Valentino melihat ke arah Hoshi yang memilih tiduran di sofa. "Oke, dik. Kami tunggu."
Hoshi mendengar Valentino meletakkan ponselnya. "Sudah?"
"Sampun Papa Macan."
"Bagus!" Hoshi memejamkan matanya lagi.
"Pa, apa papa sudah sehat? Semua aman? Sudah diperiksa Kaysa?" tanya Valentino yang cukup cemas karena kemarin Hoshi harus dibawa ke IGD PRC Hospital gara-gara asam lambung.
"Sudah," jawab Hoshi pendek.
"Makanya tho Pa, kalau makan mangga itu kira-kira. Kai sampai nggak dibagi papa lho pas main ke rumah."
"Yeeeee, itu kan yang kupas dan motong mamamu! Ya buat Papa lah! Kai kan bisa kupas dan motong sendiri! Kok ngrepotin mama kamu!" balas Hoshi judes.
"Yaaa tapi kan mama mau kasih ke cucu. Papa tuh lho, egoisnya ampun deh!" kekeh Valentino. "Tetap ya sama cucu jendral VOC tidak luntur!"
"Sekali jendral VOC, tetap jendral VOC! Ingat, Opa buyut bin canggah kalian itu memang orang VOC!" ucap Hoshi. "Mana Arsya juga nikah sama Violet yang notabene dari wangsa VOC."
Valentino menghela napas panjang. "Wangsa pula. Papa habis baca Game of Thrones kah?"
"Iya. Baca lagi dan tidak pernah bosan!"
***
Polda Metro Jaya Jakarta
AKP Dean Thomas bergegas membereskan pekerjaannya setelah ditelpon oleh Valentino Reeves. AKP termuda di usia 28 tahun itu kemudian keluar dari ruang kerjanya. AKP Dean Thomas termasuk mendapatkan percepatan jabatan karena prestasinya di divisi major crimes. Rekannya, Aiptu Rayyan, sekarang sedang pendidikan lagi untuk menjadi perwira di Lembang. Bisa jadi dia solo run dan jujur, AKP Dean Thomas tidak mau ikut arus oknum polisi yang ingin kaya lewat jalur haram.
AKP Dean Thomas sudah menikah dengan Rafika, seorang ahli forensik dari CSI Polda. Mereka sedang menunggu kehadiran buah hati karena Rafika sedang hamil anak pertama yang sudah diperkirakan laki-laki.
"Kamu mau kemana Bang Dean?" tanya Iptu Nana.
"Ada urusan bentar." AKP Dean Thomas berbalik dan menemui juniornya. "Nana ...."
"Ya Bang Dean?"
AKP Dean Thomas berbisik di sisi telinga Iptu Nana. Wanita berambut pendek itu pun terbelalak.
"I'm in Bang Dean! Aku sudah jèléh ( muak ) dengan korupsi di sini! Mas Rommy sudah bilang kalau ada divisi yang bersih, pindah!" bisik Iptu Nana dengan wajah berbinar.
"Doakan proposal aku diterima ya? Nepotisme sih tapi bagiku, yang penting uangnya halal dan kita membantu banyak orang," senyum AKP Dean Thomas.
"Sip bang! Aku nanti ajak Tikah juga. Kita akan sering ketemu sama Mas L kan? Aku kangen sama Shea comel itu."
AKP Dean Thomas mengangguk. "Aku akan ajak Bang Jarot juga. Dia kan definisi orang lurus juga."
"Sip!"
AKP Dean Thomas lalu keluar dari gedung kantornya dan menuju parkiran dimana motornya terparkir. Tak lama, dia pun mengendarai motornya keluar jalan raya dan menuju gedung PRC Group di area segitiga emas Jakarta.
***
Ruang Kerja Hoshi di PRC Group
AKP Dean Thomas diantarkan oleh salah seorang pengawal Hoshi dan Valentino yang sudah menunggu di lobby saat tahu dia datang. Ethan tersenyum ke AKP Dean Thomas karena mereka sudah beberapa kali bertemu baik kasus kemarin maupun acara lebaran yang diadakan keluarga klan Pratomo.
"Sehat mas Dean?" sapa Ethan.
"Puji Tuhan sehat. Pak Quinn gimana?" balas AKP Dean Thomas.
"Yaaaa sudah mendingan. Mas Dean nggak tahu saja, di rumah sakit malah bikin ramai. Pak Quinn eyel-eyelan sama mas Kaivan hanya perkara mangga. Padahal pas mas Kai pulang dari Harvard kok malah gelut unfaedah," kekeh Ethan yang sudah hapal dengan keributan keluarga Reeves.
"Padahal kan cucunya lho? Apa memang seperti itu kah gaya pak Quinn ke cucunya?" tanya AKP Dean Thomas.
"Tahu nggak mas, kata Pak Quinn, lebih kena di memori soal gelut daripada yang manis-manis," senyum Ethan. "Sekarang Bu Rina melarang pak Quinn makan mangga."
AKP Dean Thomas menggeleng gemas. "Pak Quinn tuh ya!"
Mereka pun tiba di ruang kerja Hoshi dan dipersilahkan masuk oleh sekretarisnya.
Tak lama AKP Dean Thomas berada di dalam ruang kerja yang sophisticated dengan dominasi warna coklat, hitam, putih dan abu-abu. Hoshi tidak sendirian disana karena ada Bimasena Baskara yang sedang berbincang dengannya.
"Ah, Ding Dong. Terima kasih Ethan sudah mengantarkan cucu angkat aku," senyum Hoshi membuat AKP Dean Thomas melongo.
"Sama-sama pak Quinn. Saya permisi dulu," pamit Ethan.
"Cucu .... Angkat?" beo AKP Dean Thomas.
"Iya. Kamu aku anggap cucu angkat aku. Tahu kenapa? Aku suka pria cerdas dan lurus! Bagiamana kabar Rafika dan kehamilannya? Masuk usia berapa?"
"Delapan bulan pak Quinn," jawab AKP Dean Thomas sambil Salim ke Hoshi dan Bima.
"Oke, sudah cukup basa basinya. Kamu minta apa Dean?" Tanya Hoshi saat AKP Dean Thomas duduk di kursi depan meja kerjanya.
"Divisi kasus dingin. Saya hanya minta dibuat divisi itu karena saya dan dik Rayyan ingin membantu para keluarga yang masih bertanya-tanya kenapa anggota keluarganya tewas tanpa ada closure yang pasti," jawab AKP Dean Thomas serius. "Saya juga sudah mengajak Nana, Atikah dan Bang Jarot. Saya memang selektif memilih tim yang benar-benar mengayomi masyarakat."
Hoshi saling berpandangan dengan Bima yang berada di depannya.
"Kamu akan berhubungan dengan arwah," ucap Hoshi akhirnya.
"Saya tahu pak Quinn."
"Kalau divisi kasus dingin, tidak bikin kamu kaya."
"Saya juga tahu pak Quinn. Kami disumpah untuk melayani masyarakat jadi bukan kekayaan yang saya cari."
"Jangan ngibrit kalau ada arwah yang bentuknya aneh-aneh! Jangan macam Werkudara satu ini! Nama saja keren, lihat arwah buyutnya jejeritan!" Ejek Hoshi ke Bima yang menatap judes.
"Siapa yang tidak jejeritan! Lehernya hampir pedot Kuwi!" Seru Bima kesal.
***
Yuhuuu up Siang yaaaa
Ini cerita santai ya gengs. Up-nya suka-suka.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️
pntsn mbilnya smp ringsek,yg nmpel ada 10.....tp bgus sih,biar tu pnjht nrima akibtnya....abs ni siap2 bbo d sel pula.....