NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Tandu Hitam dan Panggilan Darah

Keheningan yang mencekam menyelimuti lembah kecil itu.

Dua puluh pasang mata tertuju pada Liu Ruyan yang berdiri di lereng bukit, matanya bersinar ungu redup. Angin berhenti bertiup. Bahkan burung-burung yang tadinya berkicau di kejauhan ikut terdiam. Hanya suara rintihan lirih dari dalam tandu hitam yang memecah keheningan.

"Putri Kegelapan..." bisik pria tinggi dengan bekas luka di leher itu sekali lagi. Kali ini bukan keterkejutan, melainkan sesuatu yang lebih dalam. Kagum? Takut? Sulit dibaca.

Beberapa orang dari rombongan mulai berbisik. Tangan-tangan yang tadinya siap mencabut senjata kini ragu-ragu.

Xiao Fan melangkah maju, berdiri di antara Liu Ruyan dan rombongan itu. Tangannya tidak menyentuh pedang, tapi posturnya siap bergerak kapan saja. "Kalian mengenalinya. Siapa kalian?"

Pria tinggi itu menatap Xiao Fan, lalu kembali ke Liu Ruyan. Ia mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat pada anak buahnya. Perlahan, satu per satu, mereka menurunkan senjata.

"Aku Lao Hei," katanya. Suaranya masih parau, tapi nada bicaranya berubah—lebih hati-hati, lebih hormat. "Kami adalah rombongan pedagang dari Kota Pasir Putih. Tapi..." ia ragu sejenak, "...pedagang hanyalah samaran."

"Lalu siapa kalian sebenarnya?"

Lao Hei menatap Liu Ruyan. "Keturunan. Kami adalah keturunan para pelayan Putri Kegelapan yang lolos dari pembantaian 25.000 tahun lalu. Selama ini kami bersembunyi, menunggu... menunggu Tuanku kembali."

Liu Ruyan terkejut. "Keturunan... pelayanku?"

"Ya, Tuan Putri." Lao Hei berlutut. Satu per satu, anggota rombongan mengikutinya. Dua puluh orang berlutut di hadapan seorang gadis belia yang beberapa hari lalu masih dianggap sampah tanpa akar spiritual.

Xiao Fan mengamati dengan waspada. Sistem di kepalanya tidak mendeteksi kebohongan dari aura mereka. Tapi ia tetap tidak lengah.

"Tandu itu," kata Liu Ruyan, suaranya bergetar. "Apa isinya? Aku mendengar... panggilan. Seseorang yang kesakitan."

Lao Hei mengangkat wajahnya. Ada kesedihan mendalam di matanya. "Itu... adik Tuan Putri."

Dunia seakan berhenti.

"Adik?" Liu Ruyan mundur selangkah. "Aku... punya adik?"

"Tidak secara darah langsung, Tuan Putri. Tapi dia adalah keturunan dari garis yang sama. Darah Raja Kegelapan mengalir di nadinya, meski lebih tipis." Lao Hei bangkit dan berjalan ke tandu. "Dia adalah harapan kami sebelum Tuan Putri muncul. Tapi para Penyegel menemukannya. Mereka... mereka melakukan sesuatu padanya."

Ia membuka kain hitam penutup tandu.

Di dalamnya, terbaring seorang anak perempuan. Usianya mungkin sepuluh atau sebelas tahun. Rambutnya hitam legam, tapi kusut dan kotor. Kulitnya pucat kelabu. Matanya terpejam, tapi kelopaknya berkedut-kedut seperti sedang bermimpi buruk. Dari tubuh mungilnya, aura hitam yang kacau merembes keluar—Energi Kegelapan yang sakit, terdistorsi.

Liu Ruyan menutup mulutnya dengan kedua tangan. Air mata mengalir tanpa bisa ditahan. "Apa yang mereka lakukan padanya?"

"Mereka mencoba mengekstrak darah Raja Kegelapan dari tubuhnya," jawab Lao Hei dengan suara bergetar menahan amarah. "Mereka ingin menggunakan darah itu untuk melacak keberadaan Tuan Putri. Kami berhasil menyelamatkannya sebelum mereka selesai, tapi... kerusakannya sudah terjadi."

Xiao Fan mendekati tandu. Ia meletakkan tangannya di dahi anak itu. Qi Kematiannya mengalir pelan, mendiagnosa.

[Analisis: Subjek perempuan, usia sekitar 10-11 tahun. Darah Raja Kegelapan terdeteksi—konsentrasi 12%. Kerusakan parah pada meridian spiritual akibat ritual ekstraksi paksa. Kondisi kritis. Tanpa intervensi, subjek akan mati dalam 3-4 hari.]

"Bisa kau selamatkan?" tanya Liu Ruyan, suaranya penuh harap.

Xiao Fan merenung. "Aku bukan penyembuh. Tapi Energi Kegelapanmu mungkin bisa menstabilkannya. Darah kalian berasal dari sumber yang sama. Itu sebabnya dia memanggilmu."

Liu Ruyan menatap anak itu. Tanpa ragu, ia meletakkan tangannya di dada anak itu. Matanya bersinar ungu lebih terang. Energi Kegelapan Sejati mengalir dari telapak tangannya, masuk ke tubuh anak itu.

Anak itu menggeliat. Rintihannya semakin keras. Tapi aura hitam yang kacau di sekitarnya perlahan mulai tenang. Meridiannya yang rusak tidak sembuh, tapi setidaknya tidak semakin hancur.

Setelah beberapa menit, Liu Ruyan menarik tangannya. Ia terhuyung, kehabisan tenaga. Xiao Fan menahannya.

"Nadinya lebih stabil," kata Xiao Fan setelah memeriksa. "Kau membeli waktu. Tapi dia butuh penyembuh sungguhan."

Lao Hei menatap Liu Ruyan dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih, Tuan Putri. Terima kasih."

"Jangan panggil aku begitu," kata Liu Ruyan pelan. "Aku belum jadi apa-apa. Aku bahkan tidak bisa menyembuhkannya."

"Kehadiran Tuan Putri saja sudah cukup." Lao Hei membungkuk dalam. "Kami telah menunggu selama ribuan tahun. Kini, harapan itu hidup kembali."

Xiao Fan memotong, "Kita tidak bisa tinggal di sini. Ada pemburu dari para Penyegel yang mengikuti kami. Dia akan tiba dalam waktu kurang dari sehari."

Lao Hei menegang. "Pemburu? Siapa?"

"Xue Lang. Serigala Darah. Alam Inti Emas Puncak."

Wajah Lao Hei memucat. "Kami pernah mendengar nama itu. Dia... dia yang memimpin penyiksaan pada adik Tuan Putri."

Mata Liu Ruyan menyala ungu—kali ini bukan karena energi, tapi karena kemarahan. "Dia yang melakukan ini pada anak itu?"

"Tidak langsung, Tuan Putri. Tapi atas perintahnya."

Xiao Fan meletakkan tangan di bahu Liu Ruyan. "Tenang. Kemarahan tanpa kekuatan hanya akan menghancurkan diri sendiri. Kita akan menghadapinya. Tapi tidak sekarang."

Ia menatap Lao Hei. "Kalian menuju ke mana?"

"Kota Pasir Putih. Kami punya tempat persembunyian di sana. Tabib tua yang mungkin bisa membantu adik Tuan Putri."

"Kebetulan." Xiao Fan mengangguk. "Kami juga menuju ke sana. Kita bisa berjalan bersama."

Lao Hei menyeringai—senyum pertama sejak pertemuan ini. "Kami akan melindungi Tuan Putri dengan nyawa kami."

"Aku tidak butuh perlindungan," potong Liu Ruyan. Suaranya berubah dingin. "Aku butuh informasi. Tentang siapa diriku. Tentang apa yang terjadi 25.000 tahun lalu. Tentang bagaimana cara menghancurkan para Penyegel."

Lao Hei menatapnya dengan kagum sekaligus gentar. "Kami akan menceritakan semua yang kami tahu, Tuan Putri. Meski itu tidak banyak."

Rombongan itu bersiap melanjutkan perjalanan. Tandu hitam ditutup kembali. Liu Ruyan berjalan di sampingnya, sesekali menyentuh kain penutup, seolah ingin memastikan anak di dalamnya masih bernapas.

Xiao Fan berjalan di depan, di samping Lao Hei.

"Kau bilang kalian menunggu ribuan tahun," katanya pelan. "Bagaimana kalian tahu Putri Kegelapan akan kembali?"

Lao Hei menatap ke depan. "Ada ramalan kuno, Tuan. 'Ketika Pedang Hitam bertemu Mata Ungu, sang Putri akan bangkit dari abu.'"

Xiao Fan tidak bereaksi. Tapi di dalam hatinya, ia mengakui satu hal. Ramalan itu... menggambarkan dirinya dan Liu Ruyan dengan sangat tepat.

Perjalanan dilanjutkan. Matahari semakin condong ke barat. Di kejauhan, bayangan Kota Pasir Putih mulai terlihat di balik kabut tipis. Dan di belakang mereka, tanpa diketahui siapa pun, sepasang mata merah mengamati dari puncak bukit.

Xue Lang sudah lebih dekat dari yang mereka kira.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!