BAB 5

🌹HAPPY READING🌹

Kenzo turun ke lantai satu saat melihat Satpam yang membantu Zahra sudah kembali kepada tugasnya.

"Kak Ken," panggil Zahra dengan senyumnya. Zahra menekan tombol pada pegangan kursi rodanya hingga dia berhenti tepat di depan Kenzo yang berdiri di anak tangga paling bawah.

Kenzo mensejajarkan tubuhnya dengan Zahra. Tangannya terulur mengusap lembut wajah Zahra. Tapi sedetik kemudian, Kenzo mencengkram kuat rahang Zahra.

"Ka-Kak Ken, sa-sakit," rintih Zahra pelan memberanikan diri menatap Kenzo yang tengah menatapnya tajam.

"Maaf, Sayang," ucap Kenzo dengan seringai jahatnya.

Kenzo melepaskan penahan pada kursi roda Zahra dan mendorongnya kuat ke belakang, hingga kursi roda Zahra mundur ke belakang dengan kencang.

Brak.

Kursi roda Zahra menabrak sofa di ruang keluarga. Ya Allah, apa ini? Batin Zahra takut menatap Kenzo yang berjalan mendekatinya.

Tangan Zahra mencengkram kuat pegangan kursi rodanya. Takut, gugup menjadi satu dalam dirinya saat ini juga.

"Takut Zahra?" tanya Kenzo.

Zahra hanya mengangguk sambil menunduk. Keberaniannya tiba-tiba hilang menatap Kenzo.

"Maafkan suamimu ini, Sayang. Aku sengaja," bisik Kenzo di telinga Zahra. Setelah itu dia mengecup ujung kepala Zahra yang masih tertutup oleh hijabnya.

Zahra meremang mendapat bisikan seperti itu dari Kenzo. Suara Kenzo terdengar sangat menakutkan untuknya saat ini.

Dengan segenap kekuatan hatinya, Zahra memberanikan diri menatap Kenzo. "Kak Ken," panggil Zahra lembut.

Kenzo mengangkat sebelah alisnya menatap Zahra.

"Kenapa Kak Ken berubah?" cicit Zahra pelan bertanya kepada Kenzo.

Terdengar tawa kecil keluar dari mulut Kenzo. "Aku memang seperti ini, Zahra," jawab Kenzo santai.

"Tapi kemaren ..."

"Kemarin hanya sedikit taktik untuk mendapatkan gadis lumpuh sepertimu," ucap Zahra.

Jantung Zahra berdegup kencang mendengar perkataan Kenzo. "Kak Ken bersandiwara?" tanya Zahra berusaha menenangkan dirinya.

Kenzo kembali tertawa kecil dan mengangguk. "Zahra, Zahra. Aku pikir akan sangat sulit mendapatkan gadis dengan agama yang cukup sepertimu. Tapi tidak, hanya dengan sekali sikap baikku, kau langsung menerimaku. Kau sungguh bodoh," ucap Kenzo.

"Dan wanita bodoh ini sudah menjadi istri Kak Ken sekarang," jawab Zahra tenang. Dia harus kuat untuk menghadapi suaminya ini.

Dia yakin, Kenzo yang kemarin melamarnya adalah Kenzo yang sebenarnya. Dan Kenzo yang saat ini bicara dengannya, adalah Kenzo yang memakai topeng untuk sebuah alasan. Karena Zahra percaya, semua ini adlah takdir yang sudah ditentukan Allah untuknya, yaitu menjadi istri Kenzo.

Kenzo menatap Zahra. "Kau memang istriku, tapi maaf, aku mencari istri untuk menjadi target masa laluku," jawab Kenzo menatap Zahra tajam.

"Masa lalu?" tanya Zahra.

Kenzo tertawa sumbang. "Tidak perlu tahu. Yang pasti, bersiaplah untuk pernikahan yang menyakitkan ini bagimu," ucap Kenzo.

Setelah mengatakan itu, Kenzo membalikkan badannya hendak pergi meninggalkan Zahra. Tapi suara Zahra kembali menghentikannya.

"Pernikahan ini akan menjadi sumber kebahagiaan untuk Kak Kenzo nantinya," ucap Zahra berani dengan suara lantangnya.

"Rasa sakit dan penderitaan yang Kak Kenzo berikan nanti, maka Kak Ken sendiri yang akan memberikan obatnya kepada Zahra, bukan orang lain," lanjut Zahra mendorong kursi rodanya mendekat Kenzo.

"Sebelum saat itu tiba, aku pastikan kau menyerah dalam pernikahan ini," ucap Kenzo menatap Zahra tajam.

"Tidak. Zahra tidak akan menyerah. Apa Kak Kenzo lupa? Zahra sudah terbiasa susah dari kecil. Berjuang dari kecil adalah pekerjaan Zahra. Jadi jika hanya berjuang sebentar untuk pernikahan ini, itu hal mudah untuk Zahra," ucap Zahra menunjukkan kakinya yang lumpuh kepada Kenzo.

Wanita ini benar-benar diluar dugaanku. Batin Kenzo menatap Zahra. Tapi dia berusaha tenang agar Zahra tidak melihat kerisauannya.

"Kamarmu ada di sana," ucap Kenzo menunjuk kamar yang berada di bawah tangga dekat dengan kamar mandi.

"Tapi kita-"

"Kau berharap aku menyentuhmu?" tanya Kenzo memotong perkataan Zahra.

"Apa Zahra bicara seperti itu?" ucap Zahra membalikkan pertanyaan Kenzo.

"Dasar murahan!" desis Kenzo pelan namun tajam.

Zahra tersenyum menatap Kenzo. "Kak Ken, murahan seorang istri di depan suami itu adalah pahala bagi istri. Dan satu lagi, nanti Kak Ken sendiri yang akan meminta Zahra untuk bersikap seperti itu kepada Kak Ken. Karena Zahra percaya, tidak ada seorang suami yang menolak wanita yang sudah tuhan takdirkan untuk menjadi pendamping hidupnya," jawab Zahra tenang.

Kenzo menatap Zahra dari atas sampai bawah. "Satu lagi," ucap Kenzo.

Zahra memandang Kenzo dengan tatapan lembutnya. "Jangan pernah gunakan kursi rodamu itu jika berada di depanku. Gunakan anggota tubuhmu yang lain untuk berjalan. Paha dan pinggulmu pasti sehat bukan? Jika sampai aku melihatmu menggunakan kursi roda kotor itu, bersiaplah untuk kehilangan kaki tidak berguna itu dari pandanganmu," ucap Kenzo.

Zahra yang mendengar perkataan Kenzo hanya bisa memejamkan mata menahan segala sesaknya. Dia tersenyum dan turun dengan perlahan dari kursi roda tersebut, hingga kini Zahra sudah terduduk di lantai sebelah kursi rodanya.

"Jika Kak Ken senang melihat Zahra seperti ini, maka itu adalah suatu kewajiban bagi Zahra. Saat ijab kabul terucap, maka Kak Ken berhak atas Zahra da-"

"Dan kau tidak berhak atas diriku!"

"Zahra tidak bicara seperti itu, Kak Ken. Atau Kak Ken mau Zahra seperti itu?" ucap Zahra memandang Kenzo dengan tatapan mengintimidasinya.

"Benar-benar tidak waras! Aku ingatkan sekali lagi, berani kau menggunakan kursi roda di hadapanku, maka kakimu benar-benar akan terpisah dari tubuhmu!" ucap Kenzo menatap Zahra tajam dan segera menaiki tangga.

Zahra memandangi punggung Kenzo yang menjauh dengan tatapan sendu. "Kak Ken orang baik. Jika Kak Ken jahat, sudah sejak tadi Kak Ken menampar Zahra karena omongan Zahra yang membuat Kak Ken kesal," ucap Zahra berharap.

Zahra menyeret tubuhnya dengan bantuan tangannya. Zahra benar-benar menuruti apa yang Kenzo katakan. Dia benar-benar mengesot seperti anak kecil yang belum bisa berjalan. Dengan sekuat tenaganya, Zahra berhasil sampai di depan kamar yang tadi dikatakan oleh Kenzo.

Dengan sedikit kesusahan, Zahra meraih handel pintu dan membuka pintu tersebut.

"Tidak buruk," ucap Zahra menatap kamar kecil di depannya. Hanya tersedia kasur singel dengan alas tikar dibawahnya dengan lemari kecil.

Zahra tersenyum sendu melihat kopernya sudah ada di sana. "Tidak apa, setidaknya Kak Ken sudah menyiapkan kamar ini untuk Zahra. Bersyukur Zahra tidak dibuang di jalanan," ucap Zahra kembali menyeret tubuhnya memasuki kamar tersebut.

Zahra merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah melepas jilbabnya. Zahra memegang dadanya yang terasa sesak sejak tadi dia tahan.

"Harusnya ini malam indah Zahra sama Kak Ken, tapi semua tidak sesuai harapan. Lagi-lagi Zahra harus bersabar terlebih dahulu," gumam Zahra menatap langit-langit kamarnya.

"Semoga Adek bahagia dalam pernikahannya, tidak seperti Zahra," ucap Zahra mengingat Kina. Aska lelaki yang baik, dia pantas bersama Kina. Dan Zahra sudah ikhlas akan perasaanya.

"Sekarang hati Zahra hanya untuk suami tercinta," ucap Zahra mencoba tersenyum dibalik lukanya.

.....

Sedangkan di kamarnya, Kenzo meluapkan emosinya meninju samsak dengan menggila. "Dia tidak selemah yang aku pikirkan," ucap Kenzo menatap tajam ke depan.

Kenzo menahan samsaknya dan mengambil nafas dalam. "Semoga jalanku ini benar, Kinzi," ucap Kenzo berubah sendu.

......................

Jangan lupa buat terus singgah dan jangan lupa kasih like, vote, komen, dan hadiahnya juga ya teman-teman. Aku sayang kalian 🌹🌹🌹😘

Jangan lupa follow Ig author ya @yus_kiz untuk informasi mengenai karya author 🌹🌹🤗

Terpopuler

Comments

🐊⃝⃟ Queen K 🐨 코알라

🐊⃝⃟ Queen K 🐨 코알라

Balas dendam salah alamat juga sia-sia...
Kenzo semoga kamu mendapatkan kebahagiaan atas dendam mu...

2021-11-05

0

Erlina Gita

Erlina Gita

apakah Kenzi gila atau apa karna dia pernah suka sama kina atau gimana ya

2021-10-21

0

Novie Gwen Naura

Novie Gwen Naura

kyknya q harus baca part ortunya Zahra... Mgkn di balik itu semua ada jawabannya.... krna baru baca jd cuma nebak"ja...

2021-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160
161 BAB 161
162 BAB 162
163 BAB 163
164 BAB 164
165 BAB 165
166 BAB 166
167 BAB 167
168 BAB 168
169 BAB 169
170 BAB 170
171 BAB 171
172 BAB 172
173 BAB 173
174 BAB 174
175 BAB 175
176 BAB 176
177 BAB 177
178 BAB 178
179 BAB 179
180 BAB 180
181 BAB 181
182 BAB 182
183 BAB 183
184 BAB 184
185 BAB 185
186 BAB 186
187 BAB 187
188 BAB 188
189 BAB 189
190 BAB 190
191 BAB 191
192 BAB 192
193 BAB 193
194 BAB 194
195 BAB 195
196 BAB 196
197 BAB 197
198 BAB 198
199 BAB 199
200 BAB 200
201 BAB 201
202 BAB 202
203 BAB 203
204 BAB 204
205 BAB 205
206 BAB 206
207 BAB 207
208 BAB 208
209 BAB 209
210 BAB 210
211 BAB 211
212 BAB 212
213 BAB 213
214 BAB 214
215 BAB 215
216 BAB 216
217 BAB 217
218 BAB 218
219 BAB 219
220 BAB 220
221 BAB 221
222 BAB 222
223 PENGUMUMAN NOVEL BARU
224 KARYA BARU
Episodes

Updated 224 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160
161
BAB 161
162
BAB 162
163
BAB 163
164
BAB 164
165
BAB 165
166
BAB 166
167
BAB 167
168
BAB 168
169
BAB 169
170
BAB 170
171
BAB 171
172
BAB 172
173
BAB 173
174
BAB 174
175
BAB 175
176
BAB 176
177
BAB 177
178
BAB 178
179
BAB 179
180
BAB 180
181
BAB 181
182
BAB 182
183
BAB 183
184
BAB 184
185
BAB 185
186
BAB 186
187
BAB 187
188
BAB 188
189
BAB 189
190
BAB 190
191
BAB 191
192
BAB 192
193
BAB 193
194
BAB 194
195
BAB 195
196
BAB 196
197
BAB 197
198
BAB 198
199
BAB 199
200
BAB 200
201
BAB 201
202
BAB 202
203
BAB 203
204
BAB 204
205
BAB 205
206
BAB 206
207
BAB 207
208
BAB 208
209
BAB 209
210
BAB 210
211
BAB 211
212
BAB 212
213
BAB 213
214
BAB 214
215
BAB 215
216
BAB 216
217
BAB 217
218
BAB 218
219
BAB 219
220
BAB 220
221
BAB 221
222
BAB 222
223
PENGUMUMAN NOVEL BARU
224
KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!