Bab 3. Ketakutan Leni

         Siang itu Yuda benar-benar membuat hati Leni istri nya menjadi terharu dengan perubahan sikap nya, yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Tentu hal itu membuat Leni senang akan tetapi rasa takut tetap ada di hati gadis itu, bagaimana pun ia sudah ikut suami nya kurang lebih tiga tahun, dan selama itu bukan hanya kekerasan fisik namun juga cacian dan makian sering di rasakan oleh nya.

                     “Untuk apa koin itu sistem?” tanya Yuda dalam hati nya, koin F ia bingung apa gunanya.

                    “Koin F bisa tuan tukar di pasar sistem dengan harga yang tertera, dan aneka sumber daya ada di dalam nya.”

                   “ouhh, baiklah aku mengerti maksud mu,” Yuda tersenyum lalu menoleh ke arah istri nya, yang sudah selesai dengan roti yang di makan nya.

                    “Kamu masih lapar tidak?” tanya Yuda, Yuda sebenarnya tahu tanpa di tanya pun hanya sepotong roti mana mungkin membuat perut kenyang.

                “Itu sudah lebih dari cukup untuk hari ini mas, maaf aku tidak menyisakan untuk mu,” ucap nya sedikit sedih karena keenakan ia sampai lupa menyisakan untuk suami nya.

                     “Eh, bukan itu maksud ku, mana mungkin kamu bisa kenyang hanya dengan satu bungkus roti, bentar aku akan memasakkan sesuatu untuk mu, em” ucap Yuda menatap istri nya.

                Leni diam dengan wajah bingung. “Memasak?”

                “Iya,, kenapa? Apa ada yang salah.”

             “Tidak- hanya saja kita sama sekali tidak mempunyai bahan masakan, apa yang akan mas Yuda masak,” ujar Leni membuat Yuda tersadar.

                   “Eumm, untuk itu kamu serahkan kepada suami mu ini, Hem, diam di sini dan tunggu aku membawa makanan untuk mu,” Yuda dengan langkah sedikit tak yakin melangkah menuju dapur untuk menuju tempat masak.

                        Setiba nya di dapur Yuda langsung melihat ke layar hologram yang terpampang jelas di hadapan nya

 “Buka pasar sistem,” seketika deretan bahan makanan di sertai harga harga sudah terpasang di sana.

                 “Beras.. 25 koin, Daging 20, mie instan cup..! 5 Ini dia, yang ini saja,” Yuda langsung menekan tombol membeli mie instan cup itu yang harga nya hanya 5 koin F sehingga ia bisa mendapatkan 4 mie instan.

                  “Ini dia! setidak nya dengan ini, istri ku tidak terlalu kelaparan seperti sebelum-sebelumnya..!” gumam Yuda mengambil mie instan yang ia beli dari toko sistem.

               di ruang tengah Leni masih duduk dengan tenang, memikirkan perlakuan suami nya, yang menurut nya itu sangat aneh dan membingungkan. Baru saja Yuda memukuli nya sambil memaki tiba-tiba suami nya berhenti saat hendak memukul nya lalu berubah drastis seperti saat ini.

              “Apa dia beneran berubah, bahkan sampai rela roti yang berharga aku makan. Atau dia berencana untuk menjual ku untuk berjudi,,” tiba-tiba pikiran itu terbesit karena dari mana roti yang begitu berharga berasal, dari mana suami nya dapat uang untuk membeli nya, kalau bukan untuk menjual nya.

                       “Hiks,,, apakah aku benar-benar akan di jual oleh suami ku sendiri,” hati Leni seperti di cabik cabik, membayangkan nya sebenarnya perlakukan Yuda sebelum nya adalah salam perpisahan untuk nya.

                   Tapi saat ia sedang bersedih Yuda kembali dengan membawa sesuatu di tangan nya, dan Leni buru-buru menghapus air mata nya, dan tersenyum seolah tidak terjadi apa -apa.

“Ehh..! Kamu kenapa, nangis lagi?” tanya Yuda tidak buta melihat jejak air mata di pelupuk mata istri nya, Yuda meletakkan mie instan lalu mendekat ke arah istri nya.

Greb.!,

tanpa permisi Yuda memeluk erat tubuh Leni membuat tubuh sang empu membeku karena terkejut, pelukan ini sangat terasa hangat oleh nya, kenapa ia tak dari dulu merasa pelukan sehangat ini malah hidup dalam penderitaan.

“Maaf kalau aku membuat mu sedih, aku tahu kamu sakit hati atas perlakuan ku tiga kepada mu selama tiga tahun ini, bahkan aku rela kamu bunuh pun, tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu,,” ucap Yuda membuat Leni berada pada dilema.

Ia kecewa kepada dirinya, tapi ia sendiri tidak bisa melakukan apapun, sebenarnya hidup di zaman kuno lebih baik hidup di siksa tapi memiliki suami dari pada hidup lajang hanya akan menjadi bahan incaran lelaki bajingan di luar sana, bahkan hidup dalam penderitaan keluarga karena kelangkaan sumber daya.

Leni membekas pelukan itu sambil berkata. “Tidak papa, aku sudah senang melihat perubahan sikap mu hari ini.”

“Terimakasih! Ayo kita makan dulu, kamu pasti sudah lapar kan, mulai saat ini aku tidak akan pernah membiarkan mu kelaparan lagi,,”

meskipun ucapan itu terdengar mustahil tapi Leni mencoba percaya kepada suami nya. “Iya mas.”

“Tada ini dia, kita makan ini dulu, tapi untuk malam aku akan usahakan makan daging.”

Deghh.!!,

“A-apa ini,, mie instan,” Leni langsung berdiri begitu melihat di hadapan nya mie instan cup dengan aroma yang sangat harum.

“Dari mana lagi ini mas..! Sebenarnya dari mana mie dan roti tadi,” kali ini Leni sangat sulit untuk membendung rasa penasaran nya.

“Sayang! Kamu jangan terlalu banyak berpikir, ini semua aku dapat dengan tidak sengaja saat kemarin berburu di hutan,” ucap Yuda terpaksa berbohong, karena akan sulit jika menyerang hal yang sebenarnya kepada Leni.

“Apakah itu benar,” masih sulit di percaya mana mungkin sumber daya yang sangat berharga ini tidak mungkin di buang atau memang ada orang tidak sengaja menjatuhkan nya.

“Kamu ini terlalu banyak bertanya, udah buruan makan mie nya keburu dingin nanti, lagi pula aku sudah berjanji kan, mulai detik ini kita tidak akan kelaparan lagi,” ucap Yuda berjanji layak nya seorang pria, dan Leni percaya karena melihat Yuda yang sekarang terlihat berbeda dari yang ia kenal sebelum nya.

“baiklah aku akan mulai makan,” Leni membuka cup mie itu mengambil garpu lalu mulai menyeruput mie itu.

Sruputt..!!!!,

tringg.!!, “Ini enak bangettt,, aku belum pernah makan makanan seenak ini,” wajah Leni langsung tersenyum cerah saat merasakan mie instan itu begitu memanjakan lidah nya bumbu yang terasa gurih membuat Leni tidak bisa melupakan jejak kenikmatan nya.

“Dia sangat bahagia hanya memakan mie instan, sebenarnya seberapa mengerikan nya bencana uang terjadi di zaman ini,” pikir Yuda dalam hat ia.

“Bahkan ada daging,, mas apa tidak apa apa kita makan daging di saat orang lain sulit untuk makan,” tanya gadis itu tak berhenti menyeruput mie nya.

“Kamu makan saja yang kenyang, tidak perlu pikirkan orang lain dulu,” ucap Sakti mengelus kepala istri nya.

“he'em,” Leni lanjut makan.

Tuk! Tuk..!

“Hey Yuda,katanya kamu ingin menjual istri mu untuk berjudi lagi, kenapa lama sekali.”

Deghh.!!,

Episodes
1 Bab 1. Pertemuan Dengan Kakek Tua
2 Bab 2. Satu Bungkus Roti Di Anggap Mutiara
3 Bab 3. Ketakutan Leni
4 Bab 4. Percaya Padamu
5 Bab 5. Dua Ayam Hutan
6 Bab 6. Rencana Bagas In The Genk
7 Bab 7. Menghargai Istri
8 Bab 8. Aku Yang Dulu Bukan Lah Yang Sekarang
9 Bab 9. Peringatan Bahaya Dari Sistem
10 Bab 10. Misi Khusus
11 Bab 11. Benda Kecil Dan Penting Ikut Berdiri
12 Bab 12. “Kak Yuda Dermawan Kak Yuda Pahlawan”
13 Bab 13. Harapan Pak Priyo
14 Bab 14. Kirana
15 Bab 15. Yuda Mode Kejam
16 Bab 16. Pakaian Seksi
17 Bab 17. Kepergok Kirana
18 Bab 18. Pemulung Yang Selalu Menemui Keberuntungan
19 Bab 19. Belanja
20 Bab 20. Hampir Di Lec*hkan
21 Bab 21. Panggil Sayang Untuk Dapat Buah
22 Bab 22. Alat Masak Modern
23 Bab 23. Masalalu Leni & Kirana
24 Bab 24. “Kak Yuda, Serius!”
25 Bab 25. Balas Dendam Arya
26 Bab 26. Yuda Tahu
27 Bab 27. Arya Mati
28 Bab 28. Rasa Tidak Terima Beruang Hitam
29 Bab 29. Jamur Ulat
30 Bab 30. Obat kuat Dari Sistem Untuk Tuan Muda Dore
31 Bab 31. Transaksi Selesai
32 Bab 32. Makan Malam Bersama Yeti & Ziyan
33 Bab 33. Menolak Belalang Kaleng Dari Salwa
34 Bab 34. Ke Zaman Modern Lagi
35 Bab 35. Mendapat Zonk
36 Bab 36. Mencoba Keberuntungan
37 Bab 37. Giok Langka Dan Mahal
38 Bab 38. Siapa Yuda Sebenarnya
39 Bab 39. Yuda & Reina
40 Bab 40. Misi Mendadak
41 Bab 41. Teknik 13 Jarum Ilahi
42 Bab 42. Di Panggil Guru
43 Bab 43. Ziyan Sakit
44 Bab 44. Di Paksa Nginep
45 Bab 45. Pagi Di Zaman Modern
46 Bab 46. Pulang Dapat Kejutan
47 Bab 47. Gerobak Tempat Tinggal Boni & Anggel
48 Bab 48. Harta Pelindung
49 Bab 49. Perkelahian Singkat
50 Bab 50. Di Akui Teman Dekat
51 Bab 51. Bukan Program Pemerintah
52 Bab 52. Nambah Istri?
53 Bab 53. Kelompok Beruang Hitam Kembali Berulah
54 Bab 54. Rencana Yuda
55 Bab 55. Misi Pembantaian
56 Bab 56. Merampok Markas Beruang Hitam
57 Bab 57. Minum Sampai Puas
58 Bab 58. Zara Marah
59 Bab 59. Rencana Membangun Rumah Baru
60 Bab 60. Hadiah Pending Yang Kembali
61 Bab 61. Bertemu Reina Kembali
62 Bab 62. Mati?
63 Bab 63. Kelurga Yang Di Ancam
64 Bab 64. Keajaiban Dunia Medis
65 Bab 65. Percaya Pada Tuan Muda Lukas
66 Bab 66. Di Anggap Air Ajaib
67 Bab 67. Proyek Pembuatan Obat Kanker Dengan Efek Samping Kecil
68 Bab 68. Rumah Tua Di Ujung Kota
69 Bab 69. Artefak Kelas Surgawi
70 Bab 70. Muklis Mukti
71 Bab 71. “Gak Mauu.. Aku Takutt..!”
72 Bab 72. Di Atas Langit Masih Ada Langit Di Bawah Air Masih Ada Air
73 Bab 73. Sepuluh Hari Berlalu
74 Bab 74. Ikut Ke Kota
75 Bab 75. Di Culik
76 Bab 76. Meminta Bantuan Kelurga Javier
77 Bab 77. Menolong Ibu Suri
78 Bab 78. Ibu Suri Sembuh, Kirana Selamat
79 Bab 79. Takut Trauma
80 Bab 80. Efek Tubuh Baja
81 Bab 81. Ada Hadiah Ada Misi
82 Bab 82. Pulang Setelah Berhasil Menyelamatkan & Menyembuhkan
83 Bab 83. Selain Air Mata Kebahagiaan
84 Bab 84. Masalah Teratasi
85 Bab 85. Seperti Dewi Penyelamat
86 Bab 86. Julukan Para Warga Kepada Yuda
87 Bab 87. Kelompok Sihir Iblis
88 Bab 88. Target Ke Seribu
89 Bab 89. Hujan Pembawa Berkah Untuk Rencana Yuda
90 Bab 90. Kalimat Sederhana Yang Terdengar Indah
91 Bab 91. Hadiah Berkebun
92 Bab 92. Empat Bayi Serigala
93 Bab 93. Rahasia yang Tidak Boleh di Beritahukan pada Siapapun
94 Bab 94. Mulai menanam
95 Bab 95. Penyerangan
96 Bab 96. Masuk Jebakan
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan Dengan Kakek Tua
2
Bab 2. Satu Bungkus Roti Di Anggap Mutiara
3
Bab 3. Ketakutan Leni
4
Bab 4. Percaya Padamu
5
Bab 5. Dua Ayam Hutan
6
Bab 6. Rencana Bagas In The Genk
7
Bab 7. Menghargai Istri
8
Bab 8. Aku Yang Dulu Bukan Lah Yang Sekarang
9
Bab 9. Peringatan Bahaya Dari Sistem
10
Bab 10. Misi Khusus
11
Bab 11. Benda Kecil Dan Penting Ikut Berdiri
12
Bab 12. “Kak Yuda Dermawan Kak Yuda Pahlawan”
13
Bab 13. Harapan Pak Priyo
14
Bab 14. Kirana
15
Bab 15. Yuda Mode Kejam
16
Bab 16. Pakaian Seksi
17
Bab 17. Kepergok Kirana
18
Bab 18. Pemulung Yang Selalu Menemui Keberuntungan
19
Bab 19. Belanja
20
Bab 20. Hampir Di Lec*hkan
21
Bab 21. Panggil Sayang Untuk Dapat Buah
22
Bab 22. Alat Masak Modern
23
Bab 23. Masalalu Leni & Kirana
24
Bab 24. “Kak Yuda, Serius!”
25
Bab 25. Balas Dendam Arya
26
Bab 26. Yuda Tahu
27
Bab 27. Arya Mati
28
Bab 28. Rasa Tidak Terima Beruang Hitam
29
Bab 29. Jamur Ulat
30
Bab 30. Obat kuat Dari Sistem Untuk Tuan Muda Dore
31
Bab 31. Transaksi Selesai
32
Bab 32. Makan Malam Bersama Yeti & Ziyan
33
Bab 33. Menolak Belalang Kaleng Dari Salwa
34
Bab 34. Ke Zaman Modern Lagi
35
Bab 35. Mendapat Zonk
36
Bab 36. Mencoba Keberuntungan
37
Bab 37. Giok Langka Dan Mahal
38
Bab 38. Siapa Yuda Sebenarnya
39
Bab 39. Yuda & Reina
40
Bab 40. Misi Mendadak
41
Bab 41. Teknik 13 Jarum Ilahi
42
Bab 42. Di Panggil Guru
43
Bab 43. Ziyan Sakit
44
Bab 44. Di Paksa Nginep
45
Bab 45. Pagi Di Zaman Modern
46
Bab 46. Pulang Dapat Kejutan
47
Bab 47. Gerobak Tempat Tinggal Boni & Anggel
48
Bab 48. Harta Pelindung
49
Bab 49. Perkelahian Singkat
50
Bab 50. Di Akui Teman Dekat
51
Bab 51. Bukan Program Pemerintah
52
Bab 52. Nambah Istri?
53
Bab 53. Kelompok Beruang Hitam Kembali Berulah
54
Bab 54. Rencana Yuda
55
Bab 55. Misi Pembantaian
56
Bab 56. Merampok Markas Beruang Hitam
57
Bab 57. Minum Sampai Puas
58
Bab 58. Zara Marah
59
Bab 59. Rencana Membangun Rumah Baru
60
Bab 60. Hadiah Pending Yang Kembali
61
Bab 61. Bertemu Reina Kembali
62
Bab 62. Mati?
63
Bab 63. Kelurga Yang Di Ancam
64
Bab 64. Keajaiban Dunia Medis
65
Bab 65. Percaya Pada Tuan Muda Lukas
66
Bab 66. Di Anggap Air Ajaib
67
Bab 67. Proyek Pembuatan Obat Kanker Dengan Efek Samping Kecil
68
Bab 68. Rumah Tua Di Ujung Kota
69
Bab 69. Artefak Kelas Surgawi
70
Bab 70. Muklis Mukti
71
Bab 71. “Gak Mauu.. Aku Takutt..!”
72
Bab 72. Di Atas Langit Masih Ada Langit Di Bawah Air Masih Ada Air
73
Bab 73. Sepuluh Hari Berlalu
74
Bab 74. Ikut Ke Kota
75
Bab 75. Di Culik
76
Bab 76. Meminta Bantuan Kelurga Javier
77
Bab 77. Menolong Ibu Suri
78
Bab 78. Ibu Suri Sembuh, Kirana Selamat
79
Bab 79. Takut Trauma
80
Bab 80. Efek Tubuh Baja
81
Bab 81. Ada Hadiah Ada Misi
82
Bab 82. Pulang Setelah Berhasil Menyelamatkan & Menyembuhkan
83
Bab 83. Selain Air Mata Kebahagiaan
84
Bab 84. Masalah Teratasi
85
Bab 85. Seperti Dewi Penyelamat
86
Bab 86. Julukan Para Warga Kepada Yuda
87
Bab 87. Kelompok Sihir Iblis
88
Bab 88. Target Ke Seribu
89
Bab 89. Hujan Pembawa Berkah Untuk Rencana Yuda
90
Bab 90. Kalimat Sederhana Yang Terdengar Indah
91
Bab 91. Hadiah Berkebun
92
Bab 92. Empat Bayi Serigala
93
Bab 93. Rahasia yang Tidak Boleh di Beritahukan pada Siapapun
94
Bab 94. Mulai menanam
95
Bab 95. Penyerangan
96
Bab 96. Masuk Jebakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!