2. Suara Tawa Misterius

Matahari pada siang hari ini terasa sangat panas. Tidak ada satu orang pun yang ingin berlama-lama berkegiatan di luar ruangan siang hari ini. Sengatan sinar matahari siang hari ini rasanya seperti membakar kulit siapa saja yang berkegiatan di luar ruangan.

Tisha menghela napas lega saat dirinya sudah sampai di depan rumah temannya. Ia melangkah masuk ke dalam rumah temannya untuk mendapatkan hawa sejuk dari pendingin ruangan setelah ia harus menerjang panasnya sinar matahari siang ini.

"Tis," panggil Ica.

Tisha menoleh saat mendengar seseorang memanggil namanya. Ia menatap ke arah Ica yang baru saja keluar dari dalam kamar, "hai," sapanya.

"Di ruang tengah aja, agak adem. Di ruang depan panas, di tengah ada AC. Jadi enak tinggal ngadem."

Tisha menganggukkan kepalanya setuju mendengar perkataan Ica. Lagipula ia memang membutuhkan udara sejuk dari pendingin ruangan, tubuhnya sudah berkeringat karena terlalu lama di luar rumah.

Sesampainya di ruang tengah, ia menatap ruang tengah dengan tatapan menelisik. Cahaya matahari tidak masuk ke area ruang tengah, membuat ruangan tersebut terlihat sedikit gelap karena lampu yang belum dinyalakan.

Dari ruang tengah, mereka bisa melihat ke arah pintu utama yang terbuka lebar. Di ruangan tersebut juga terdapat televisi dan juga single bed sebagai pelengkap ruangan agar tidak terlalu kosong.

Tisha langsung duduk lesehan di dekat kasur seraya menyadarkan tubuhnya yang lelah pada dinding di belakangnya. Ia sengaja duduk di dekat kasur karena letaknya yang tidak jauh dari pendingin ruangan.

"Yang lain sebentar lagi bakal dateng kok."

Tisha hanya mengangguk singkat mendengar perkataan Ica. Sambil menunggu temannya yang lain datang, ia memakan beberapa cemilan yang sudah disediakan oleh temannya itu.

"Mau nonton apa?" tanya Ica pada Tisha.

"Film horor?"

Ica terdiam sesaat, "lo kan tau kalau gue gak berani."

"Kan nonton rame-rame, lagian ini masih siang," balas Tisha tak acuh.

Ica menghela napas pelan, "ya udah deh, tapi nanti lo temenin gue sampe Mama gue dateng ya."

Tisha menganggukkan kepalanya, "hm."

"ICA!!!"

"CA!!!"

Ica menghela napas pelan saat mendengar suara teman-temannya yang lain. Ia beranjak menuju pintu utama untuk menghampiri ketiga temannya yang baru saja datang.

Tisha mengalihkan perhatiannya saat mendengar suara langkah kaki mendekat. Ia menghela napas lelah saat melihat ketiga teman laki-lakinya yang baru saja datang.

"Panas banget hari ini!! Gila asli panasnya," keluh Fadhil seraya duduk di ruang tengah.

"Udah biasa," balas Tisha tak acuh.

"Asik nonton horor," ucap Farhan seraya menatap layar laptop milik Ica.

"Sebenernya gue gak mau nonton, tapi paksaan dari Tisha," ujar Ica memberitahu ketiga temannya yang lain.

Tisha mengedikkan bahunya tak acuh mendengar perkataan Ica, "ini lebih seru. Daripada nonton cinta-cintaan gak jelas," ujarnya.

"Bentar, gue minum dulu. Haus, panas banget di luar," ujar Fadhil seraya meminum sirupnya hingga tandas.

"Sha, bener ya nanti temenin gue sampe Mama gue dateng," ujar Ica mengingatkan Tisha.

Pasalnya ia takut mengenai sesuatu hal yang berhubungan dengan hantu. Ia bukan perempuan pemberani yang bisa menonton film horor atau sejenisnya.

"Gak usah penakut ah, nanti disamperin loh," ucap Rizky dengan santai.

Ica memukul bahu Rizky yang menakutinya, "jangan nakutin."

"Makanan sama minuman udah siap kan?! Biar pas nonton enak aja gitu," ujar Farhan pada teman-temannya.

"Ada."

Farhan mulai mencari film horor yang sekiranya seru untuk mereka tonton. Sesekali ia memberitahu teman-temannya mengenai film yang ia pilih.

Sedangkan Ica hanya berdiam diri di dekat lorong menuju dapur dan juga kamar mandi. Ia lebih baik menerima jadi apa yang akan teman-temannya pilih. Lagipula ia tidak terlalu memahami film horor yang sedang ramai saat ini.

"Anjing," umpat Fadhil.

"Kasar," ucap Rizky seraya memukul kepala Fadhil. "Kenapa sih?!"

Fadhil tertawa kecil, "lo liat temen lo tuh, nyari film horor yang ada adegan dewasanya. Gila."

Tisha mencubit lengan Farhan dengan kencang, "jangan yang ada adegan dewasanya, gue tabok lo ya."

Farhan mendengus, ia kembali mencari film horor yang sekiranya seru, "nih ketemu, gue jamin seru dan gak ada adegan dewasanya," ujarnya seraya menekan tombol play.

Saat film telah diputar, mereka semua langsung terdiam dan fokus pada layar laptop di depannya. Tidak ada yang membuka suara, mereka terlalu menikmati film yang sedang diputar.

Mengetahui salah satu temannya tampak takut, membuat keempat orang di depannya sesekali membuka percakapan. Rizky, Farhan, dan juga Fadhil sesekali mengeluarkan celetukan-celetukan yang membuat mereka tertawa.

Rizky menoleh ke arah Ica, "sini Ca, jangan jauh-jauh," ucapnya pada Ica yang terdiam.

Ica menggelengkan kepalanya dengan cepat, "gak ah, takut."

"Cemen lo," cibir Fadhil.

Rizky kembali mengeluarkan celetukan yang membuat mereka tertawa. Ia melakukannya untuk mengurangi rasa tegang yang terjadi antara mereka berlima.

"Anjir, goblok banget tuh orang," umpat Farhan dengan mata yang terus terfokus ke arah layar.

Fadhil dan Rizky tidak tinggal diam, mereka kembali membuat celetukan agar suasana tidak terlalu tegang. Usaha mereka tidak sia-sia karena ketiga temannya yang lain ikut tertawa karena celetukan mereka.

Tontonan yang mereka tonton menjadi terlihat santai dan tidak terlalu tegang. Celetukan asal kembali Fadhil dan Rizky keluarkan, membuat tawa mereka terdengar sampai keluar rumah.

Tisha menghentikan tawanya saat ia merasa sesuatu hal yang aneh. Ia menatap temannya satu persatu dengan tatapan penuh selidik. Mereka semua sedang tertawa keras, tapi dari tawa tersebut terasa ada yang aneh.

Ia mengalihkan tatapannya ke arah Ica yang sedang tertawa. Ia mengerutkan keningnya dengan bingung saat tawa Ica dengan suara tawa perempuan yang ia dengar terasa berbeda.

Tiba-tiba saja suasana ruang tengah menjadi hening. Tisha menatap satu persatu temannya yang langsung terdiam dengan wajah terkejut. Mereka semua yang berada di ruang tengah saling tatap, mencoba memberitahu sesuatu hal aneh melalui kode mata.

Tisha menatap semua temannya dengan tatapan yang sulit diartikan, "dari tadi loh gue dengernya," ucapnya memberitahu.

Semuanya yang berada di ruang tengah terdiam, tidak ada satupun yang membuka suara. Mereka ingin memastikan jika suara tawa perempuan yang mereka dengar bukan dari area rumah Ica.

"Terus siapa?" tanya Ica dengan takut.

Pasalnya suara tawa perempuan tersebut terdengar jelas. Perempuan misterius itu seperti ada di tengah-tengah mereka saat ini.

"Ada Kakak lo?" tanya Farhan mencoba berpikir positif.

Ica menggelengkan kepalanya dengan pelan, "gue sendirian di rumah," jawabnya.

Farhan yang berada di dekat laptop langsung menghentikan film yang sedang diputar. Mereka semua kembali terdiam, mencoba memastikan jika suara tawa perempuan tersebut hanyalah halusinasi mereka.

Suara tawa tersebut kembali terdengar dengan jelas. Kali ini suaranya berada di area dapur dan juga kamar mandi yang berada di bagian belakang rumah.

"Gue gak salah denger kan ini?" tanya Tisha memastikan.

Semuanya menggelengkan kepalanya secara bersamaan. Mereka semua sama-sama mendengar suara tawa tersebut.

"Gue juga denger," ucap Rizky memberitahu.

"Sama."

Brakk

Ica tersentak kaget saat mendengar suara benda jatuh dari arah dapur. Ia langsung mendekat ke arah Tisha yang sama terkejutnya dengan dirinya.

"Itu suara apa?" tanya Rizky ingin tau.

"Dari dapur kayanya," balas Tisha pada teman-temannya.

"Barang dapur ada yang jatuh mungkin Ca," ujar Farhan mencoba kembali untuk berpikir positif.

"Tapi apa?" Ica meremas kedua tangannya dengan gelisah.

"Panci mungkin, atau baskom. Di dapur kan banyak barang," balas Fadhil yang sedari tadi mencoba mencerna apa yang terjadi.

Brakk

Brakk

Dua benda jatuh kembali terdengar, total ada tiga benda yang jatuh dari arah dapur.

"Mau di cek?" tawar Farhan pada keempat temannya.

Ica menggelengkan kepalanya, "gue takut."

"Ada kita."

"Ayo."

Mereka semua melangkah menuju ke arah dapur untuk memastikan tidak ada hal aneh di sana.

"Duluan Han." Rizky mendorong Farhan agar melangkah terlebih dahulu.

"Kok gue?!" kesal Farhan seraya berdecak sebal.

"Gapapa."

Dengan tak ikhlas Farhan melangkah terlebih dahulu, di susul Ica, Tisha, Rizky, dan juga Fadhil di posisi paling belakang. Mereka mengerutkan keningnya dengan bingung saat tidak ada satupun barang yang terjatuh. Semua barang masih berada di tempatnya masing-masing, tidak ada yang aneh di area dapur maupun kamar mandi.

"Gak ada apa-apa," ucap Tisha pada keempat temannya.

"Ya udah balik lagi yuk ke depan," ucap Ica seraya memegang lengan Tisha dengan erat.

Semuanya menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Ica, mereka kembali melangkah menuju ruang bagian tengah. Sesampainya di ruang tengah, mereka menyibukkan dirinya dengan kegiatan masing-masing. Mencoba untuk mengabaikan suara tawa misterius yang tadi mereka dengar.

"Nanti beneran temenin gue kan Tis, sampe Mama gue dateng," ujar Ica memastikan.

Tisha menganggukkan kepalanya setuju, ia juga tidak berani membiarkan temannya itu sendirian setelah kejadian tadi. Lagipula ia tidak masalah jika harus berlama-lama di sini.

Mereka semua kembali terdiam karena suara tawa dari seorang perempuan yang entah siapa terdengar kembali. Mereka berlima saling tatap, mencoba untuk mencerna suara tawa yang terdengar jelas itu.

"Sebenarnya siapa yang ikut ketawa sama kita?"

•••

Episodes
1 PERATURAN MEMBACA CERITA!!
2 1. Sosok di Balik Jendela
3 2. Suara Tawa Misterius
4 3. Volume Televisi
5 4. Menyerupai Adikku
6 5. Selamat Ulang Tahun
7 6. Sosok di Tengah Malam
8 7. Rumah Tua
9 8. Suara Ketukan Pintu
10 9. Malam Pertama di Kos
11 10. Malam Sebelum Orientasi Mahasiswa Baru
12 11. Perempuan Berwajah Pucat
13 12. Gangguan Dering Telepon
14 13. Sosok Aneh dalam Mimpi
15 14. Pantulan Cermin Toilet
16 15. Perjalanan Mudik
17 16. Bayangan Hitam di Rumah
18 17. Sosok Hitam di Belakang Kos
19 18. Teman Khayalan
20 19. Sosok Wanita Tua di Kamar
21 20. Sendirian di Rumah
22 21. Penghuni Pohon Rambutan
23 22. Tertangkap Kamera Ponsel
24 23. Suara Cicak di Rumah Kosong
25 24. Bertemu di Kebun
26 25. Penghuni Konveksi
27 26. Kuntilanak di Waktu Subuh
28 27. Tertipu Suara Anak Ayam
29 28. Tersesat Saat Liburan
30 29. Mimpi yang Benar-benar Nyata
31 30. Jangan Sompral!!
32 31. Ada Pocong di Rumah Ibuku
33 32. Gangguan Malam saat Rapat KKN
34 33. Tidur Bersama Kunti
35 34. Pocong di Pesantren
36 35. Suara Tawa Melengking
37 36. Iseng dan Mengganggu
38 37. Ketindihan
39 38. Mendapat Peringatan
40 39. Pendaki Misterius di Gunung Ciremai
41 40. Setelah Bermain di Curug
42 41. Sosok Kepala Buntung Merah
43 42. Rumahku Ternyata Ada Hantu
44 43. Bayangan Hitam di Posko KKN
45 44. Suara Perempuan Tertawa di Telepon
46 45. Perempuan Penghuni Posko KKN
47 46. Suara Langkah Kaki di Kos
48 47. Lebih Satu
49 48. Merasa Diperhatikan
50 49. Kesurupan
51 50. Ikut dalam Pengajian
52 51. Bayangan Hitam di Dapur
53 52. Wajah Perempuan di Jendela Rumah
54 53. Pohon Sawo
55 54. Kakakku yang Telah Pergi
56 55. Terbang
57 56. Teman Indigo
58 57. Gangguan Konveksi Baru
59 58. Saat Maghrib Tiba
60 59. Ibu
61 60. Rest Area Bekas Pabrik Gula
62 61. Ada yang Muncul dari Petasan
63 62. Rumah Kosong Dekat Danau
64 63. Kuntilanak Penghuni Kostan Wanita
65 64. Sosok Hitam Besar Bermata Merah
66 65. Sosok Hitam yang Terbang
67 66. Kuntilanak Samping Kontrakan
68 67. Sendirian Di Rumah
Episodes

Updated 68 Episodes

1
PERATURAN MEMBACA CERITA!!
2
1. Sosok di Balik Jendela
3
2. Suara Tawa Misterius
4
3. Volume Televisi
5
4. Menyerupai Adikku
6
5. Selamat Ulang Tahun
7
6. Sosok di Tengah Malam
8
7. Rumah Tua
9
8. Suara Ketukan Pintu
10
9. Malam Pertama di Kos
11
10. Malam Sebelum Orientasi Mahasiswa Baru
12
11. Perempuan Berwajah Pucat
13
12. Gangguan Dering Telepon
14
13. Sosok Aneh dalam Mimpi
15
14. Pantulan Cermin Toilet
16
15. Perjalanan Mudik
17
16. Bayangan Hitam di Rumah
18
17. Sosok Hitam di Belakang Kos
19
18. Teman Khayalan
20
19. Sosok Wanita Tua di Kamar
21
20. Sendirian di Rumah
22
21. Penghuni Pohon Rambutan
23
22. Tertangkap Kamera Ponsel
24
23. Suara Cicak di Rumah Kosong
25
24. Bertemu di Kebun
26
25. Penghuni Konveksi
27
26. Kuntilanak di Waktu Subuh
28
27. Tertipu Suara Anak Ayam
29
28. Tersesat Saat Liburan
30
29. Mimpi yang Benar-benar Nyata
31
30. Jangan Sompral!!
32
31. Ada Pocong di Rumah Ibuku
33
32. Gangguan Malam saat Rapat KKN
34
33. Tidur Bersama Kunti
35
34. Pocong di Pesantren
36
35. Suara Tawa Melengking
37
36. Iseng dan Mengganggu
38
37. Ketindihan
39
38. Mendapat Peringatan
40
39. Pendaki Misterius di Gunung Ciremai
41
40. Setelah Bermain di Curug
42
41. Sosok Kepala Buntung Merah
43
42. Rumahku Ternyata Ada Hantu
44
43. Bayangan Hitam di Posko KKN
45
44. Suara Perempuan Tertawa di Telepon
46
45. Perempuan Penghuni Posko KKN
47
46. Suara Langkah Kaki di Kos
48
47. Lebih Satu
49
48. Merasa Diperhatikan
50
49. Kesurupan
51
50. Ikut dalam Pengajian
52
51. Bayangan Hitam di Dapur
53
52. Wajah Perempuan di Jendela Rumah
54
53. Pohon Sawo
55
54. Kakakku yang Telah Pergi
56
55. Terbang
57
56. Teman Indigo
58
57. Gangguan Konveksi Baru
59
58. Saat Maghrib Tiba
60
59. Ibu
61
60. Rest Area Bekas Pabrik Gula
62
61. Ada yang Muncul dari Petasan
63
62. Rumah Kosong Dekat Danau
64
63. Kuntilanak Penghuni Kostan Wanita
65
64. Sosok Hitam Besar Bermata Merah
66
65. Sosok Hitam yang Terbang
67
66. Kuntilanak Samping Kontrakan
68
67. Sendirian Di Rumah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!