Setiap kali pintu otomatis terbuka, matanya melirik cepat
Tapi tak kunjung datang juga pria bernama Namjoon itu
Hingga mobil hitam mengkilap berhenti di depan pintu masuk
Seokjin
(Woww, keren banget mobilnya)
Seokjin
(Gua penasaran sama pemiliknya)
Dari dalam, turun seorang pria tinggi bersiluet tajam. Ia mengenakan celana hitam rapi dan jas panjang senada, dibalut dalam gaya minimalis yang bersih. Di balik jasnya, tampak kaus putih polos tanpa lengan yang memperlihatkan lekuk tubuh maskulinnya secara elegan. Rambutnya hitam tersisir rapi, wajahnya dingin dan menawan dalam sorotan lampu lobi hotel
Namjoon
Seokjin
A-anda, tuan Aiden?
Tanpa menjawab, pria itu berdiri di hadapannya, matanya menatap tajam ke arah koper yang ada di sampingnya
Namjoon
Kau ceroboh ❄️
Seokjin
*terdiam sejenak
Seokjin
Maaf? Saya gak sengaja
Seokjin
Lagian kopernya sama persis
Namjoon
Kesalahan sekecil itu bisa membuat perusahaan orang bangkrut di dunia nyata
Seokjin
*memutar bola matanya
Seokjin
(untung gua bukan Ceo)
Seokjin
*Kembalikan koper Namjoon
Seokjin
Ini punyamu
Seokjin
Di dalamnya ada berkas-berkas yang... aku enggak sengaja lihat. Sorry
Namjoon
*Menerima kopernya dengan mata yang belum beralih dari Seokjin
Namjoon
Dan ini punyamu
Namjoon
*Kembalikan Koper Seokjin
Namjoon
Diarymu... unik
Seokjin
*Melotot dan buru-buru menarik kopernya
Seokjin
Jangan bilang kamu bacanya?
Namjoon
*tersenyum
Namjoon
Kau suka bunga magnolia?
Seokjin
*terpaku
Seokjin
Itu salah satu sketsaku
Namjoon
Simbol cinta yang setia, tapi menyakitkan jika tumbuh di tanah yang salah
Namjoon
Kau kuliah di Universitas Lentera Bangsa, bukan?
Seokjin
Kok tau!?
Namjoon
*melirik jam tangannya
Namjoon
Aku tahu lebih banyak dari yang kau bayangkan
Namjoon
Jangan terlalu ceroboh di Seoul, Seokjin
Namjoon
Banyak yang mungkin tertarik padamu, tapi tidak semua dengan niat baik
Seokjin
*terdiam
Namjoon sudah berbalik menuju mobilnya. Tapi sebelum pintu tertutup, ia kembali bicara
Comments