"hah bocah"
*mendorong kepala gren dengan 1 jari nya*
Dari awal melisa hanya mengapa gren adiknya apalagi karena gren 1 tahun lebih muda darinya walaupun gren lebih tinggi darinya dia selalu menganggap gren sebagai adiknya tanpa tau bahwa gren memiliki perasaan lebih padanya, gren adalah seorang anak jenis tapi ia tidak bisa bertarung karena tubuhnya yang lemah
Gren
"H-hanya ingin membantu, Melisa... Aku tidak ingin kamu melakukan semuanya sendirian..." *memandang Melisa dengan mata yang lembut*
Melisa
"Tenanglah gren kakak mu ini pasti bisa menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini"
*berdiri didepan jendela dengan wajah percaya diri*
ia tidak tahu bahwa gren merasa sedikit kecewa karena melisa selalu menganggap nya anak-anak
Gren memandang Melisa dengan mata yang sedikit kecewa, tapi dia tidak menunjukkan emosi itu
Gren
"Baik, Melisa... Aku percaya kamu bisa menyelesaikan masalah ini..." *Berjalan menjauh, berusaha untuk menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya*
Melisa
"Ee gren tunggu"
*melisa mencegah gren
"Apa kau tidak mau mau menemaniku memetik bunga untuk dijual hari ini"
*melisa memang seorang pembunuh bayaran gajinya juga tidak main-main apalagi dengan kemampuannya, dia sudah menjadi pembunuh profesional tingkat 5
*melisa sering membantu orang-orang yang membutuhkan bukan pula orang yang kekurangan walaupun sebelumnya ayahnya sempat bangkrut tapi uang dari guild sudah cukup untuk membantu membangun bisnis ayahnya walaupun kecil-kecilan
*melisa menjual bunga hanya sebagai penyamaran agar orang tidak curiga tentang siapa ia sebenarnya
*sedangkan ayahnya berada di pinggir kota untuk menjalankan bisnis nya, untuk mengembangkan kembali bisnis yang telah jatuh itu
*melisa hanya bersama dengan gren dan paman Gren
Gren
*Tersenyum sedikit, merasa senang karena Melisa meminta dia untuk menemaninya* "Baik, Melisa... Aku akan menemanimu memetik bunga... Tapi, aku tidak bisa membantu kamu terlalu banyak, karena aku tidak terlalu kuat..." *nada bercanda*
Melisa
"Tentu saja ayo kita berangkat"
Gren tersenyum dan mengangguk, lalu mengikuti Melisa keluar dari rumah. Mereka berjalan bersama-sama menuju ke kebun bunga, dengan suasana yang santai dan nyaman. Gren merasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Melisa
Comments