1
Semilir angin menerpa wajah pemuda tampan, asher remaja berumur 15 tahun menambah kan kelajuan di motor kesayangannya, jalanan kosong membuat asher mengenderai motornya ugal ugalan
Asher Daharga(Dominic)
"brother kaesang i lop you so much~"
kalimat keluar dari mulut remaja itu, asher tertawa kencang setelah menyanyikan lirik dari lagu ardi, dia terkena virus ardi
Asher Daharga(Dominic)
"kapan kapan nnti gua request, brother asher i love you so much" *asher menggeleng gelengkan kepala nya menggelikan tetapi dia suka*
perumahn yang ditempatinya sudah kelihatan di depat mata, asher menurunkan kecepatan motor miliknya, gerbang gold menjulang tinggi kini di depannya, rumah bernomor 1 yang ditempati nya sekarang penuh dengan mobil mobil yang mengkilap
Asher Daharga(Dominic)
*asher berhenti di depan rumah nya*
Asher Daharga(Dominic)
"anjir maling" *umpatnya
Asher Daharga(Dominic)
*asher memarkingkan motornya dengan asal, bisa miskin dia jika para maling mengambil harta benda yang ditinggalkan oleh alesha almarhum bundanya*
Asher Daharga(Dominic)
*BRAK*
Asher Daharga(Dominic)
*dengan tergesa gesa asher mendobrak pintu rumah dengan kaki nya, tangannya sudah sigap hendak memukul aset berharga maling yang berada di rumah nya*
Asher Daharga(Dominic)
*saat memunculkan kepalanya asher terdiam melihat ruang tamu nya penuh dengan pria berwajah tampan dan hot*
Asher Daharga(Dominic)
"anjing, ngapain kalian kesini, pintu ada di sebelah sana kalian salah alamat kalau mau ngerampok" *usir axel, tapi saat melihat pakaian yang dipakai para pria di depannya ini sudah pasti mereka bersal dari keluarga yang kaya raya*
Brahm Dominic
*Brahm menatap remaja dihadapannya datar, ajaran dari alesha sangat buruk*
Brahm Dominic
*dia beranjak dari sofa mendekati putra bungsunya,
Asher Daharga(Dominic)
*asher yang melihat pria tua yang mendekatinya refleks mundur ke belakang*
Brahm Dominic
"follow me" *dua kata keluar dari bibir brahm*
Asher Daharga(Dominic)
*asher menegang mendengarnya*
Asher Daharga(Dominic)
*dia semakin memundurkan badanya ke arah pintu keluar*
alesha almarhum ibunya mengingatkan nya bahawa jangan pernah ikut dengan pria yang mengaku sebahai ayah kandungnya
Asher Daharga(Dominic)
*asher terdiam mengingatnya, pergi dan pergi kata itu terus menjadi bayangan di pikiranya, tapi tubuhnya menolak untuk pergi darinya*
Brahm Dominic
"ikut daddy asher dominic rumah ini sangat kumuh"
Brahm Dominic
*brahm mengulangi perkataan nya melihat putra nya masih terdiam, dia semakin mendekati putranya*
Asher Daharga(Dominic)
"gak mau, apa kata lo kumuh? Buta mata lo?"
Asher Daharga(Dominic)
*asher menggelengkan kepalanya, dia menolak permintaan pria yang mengaku daddynya*
Brahm Dominic
*brahm yang mendengar penolakan dari putranya menggeram*
saat ingin memundurkan tubuh nya kembali, tubuh nya menabrak seseorang yang tidak dikenali nya
Asher Daharga(Dominic)
*axel meneguk ludah nya kasar, wajah pria yang ia tabrak sangat datar*
Asher Daharga(Dominic)
"minggir" *asher mendorong tubuh pria yang ia tabrak, tapi kekuatanya benar benar tidak berguna disini*
Asher Daharga(Dominic)
*asher menghela nafas kasar*
Asher Daharga(Dominic)
haa...
Asher Daharga(Dominic)
"minggir sialan, punya telinga kan dasar banjingan" *makinya*
Brahm Dominic
*mendengar umpatan dari bilah bibir putra nya tak membuat brahm beraksi sedikit pun*
demgan mata elangnya pria bertubuh kekar itu melirik putra sulungnya, membiarkan alarga yang mengurus adik kesayangannya
Alarga Dominic
*dengan sekali tarikan, tangan besar milik alarga berhasil membawa asher ke dalam dekapanya*
Asher Daharga(Dominic)
*sedangkan asher yang me. dapat perilaku seperti itu langsung memberontak*
Asher Daharga(Dominic)
* bau parfum yang menyengat membuat hidung nya sesak*
Asher Daharga(Dominic)
"lepasin berengsek" *beronta asher*
Asher Daharga(Dominic)
*tubuhnya melemas saat merasakan jarum menusuk lehernya, suara kekehanya terdengar yang tedengar dari pendengaran nya sebelum kegelapan menghantap dirinya*
Alarga Dominic
*alarga mengangkat tubuh asher kedalam gendonganya, tangan kekar bergerak mengusap keringat di dahi sang adik*
dengan langkah tegap kedua keturunan dominic membawa sang bungsu masuk ke mobil menuju kediaman dominic
Alarga Dominic
"Naughty boy"
Brahm Dominic
*brahm tertawa kecil mendengar perkataan putra sulungnya*
Brahm Dominic
"Какое наказание уместно" (hukuman apa yang pantas?)
Brahm Dominic
*ibu jari itu bergerak pelan mengusap bibir kecil tebal asher yang terlihat kering*
Brahm Dominic
* melihat wajah di hadapan nya yang sangat mirip dengan nya membuat brahm sangat puas*
Brahm Dominic
*brahm menyenderkan tubuhnya kebelakang kursi, mata itu terpejam sejenak mengikat mansion yang mungkin akan menjadi saksi keberanian putra bungsunya. Ah dia tidak sabar menunggu itu*
Brahm Dominic
"Albert perketat keamanan mansion"
Comments