Dara Monica adalah gadis tomboy yang sangat sederhana atau biasa orang-orang memanggil nya si miskin. Begitu la perkataan orang-orang pada nya sungguh kejam. Ayah dan Ibu nya bekerja sebagai pedagang biasa yang hasil nya sehari-hari hanya mendaptkan uang untuk keperluan makan saja selanjut nya mereka serba kekurangan. Dara atau biasa di panggil Rara mempunya dua saudara, yakni satu kakak perempuan nama nya Amel dan satu kakak laki-laki namanya Rio. Sebenar nya mereka adalah anak paman dan bibi Dara. Orang tua dara mengambil amel dan rio waktu masih kecil, orang tua amel dan rio sudah bercerai dari mereka kecil. Dan paman dan bibi dara tidak ada yang mau merawat mereka karena mereka sudah mempunyai keluarga masing-masing. Amel dan Rio menjadi anak sebatang kara,lalu orang tua dara merawat mereka dari kecil hingga sekarang. Padahal orang tua dara juga sangat kekurangan bahkan sering berutang karena tidak mempunyai uang untuk kebetuhan sehari-hari.
Dara dari kecil sudah bekerja, waktu kecil dia kerja di sebuah pasar berjualan. Dara bertekad ingin menjadi orang sukses makanya dia bekerja untuk memenuhi kebutuhan sekolah nya. Memang orang tua dara dulu waktu mereka duduk di bangku SMP kehidupan ekonomi mereka semakin membaik, makanya amel dan rio bisa lulus SMA. Tapi semenjak dara masuk SMA keluarga mereka semakin kekurangan akibat kelakuan amel dan rio. Mereka selalu membuat masalah, suka berutang dimana-mana. Bahkan sering orang datang kerumah hanya untuk menagih utang mereka berdua.
Dara tahu ekonomi keluarga mereka semakin sulit, jadi dara bekerja di sebuah toko kue di kota nya tersebut. Sekarang Dara masuk di universitas negeri di kota A karena berkat kepintaran nya dan mendapat bea siswa. Amel dan rio tidak melanjut kan kuliah karena biaya dan seperti biasa mereka tidak mau repot bekerja. Lulus Sekolah menengah atas saja om dan tante nya atau orang tua dara sangat bersyukur ya walaupun amel dan rio ini sangat suka hura-hura dan pemalas. Terkadang Rara sering bertengkar dengan mereka.
Amel adalah gadis yang suka berbelanja. Dia memanfaat kan kecantikan nya untuk membuat pria kaya jatuh cinta padanya. Siapa yang tidak tertarik dengan amel gadis modis dan cantik. Semua barang-barang yang mahal dia dapatkan dari pria kaya yang di kencani nya. Orang tua dara sudah hampir mau stroke melihat tingkah nya. Pergi dari rumah pagi pulang nya sudah tengah malam bahkan tidak pulang. Bagaimana seorang gadis berkeliaran seperti itu, sering para tetangga bergosip yang tidak-tidak. Tapi amel tidak mau ambil pusing, hanya kalau dia mendengar gosip itu langsung dia akan merobek mulut nya.
Rio adalah yang paling tertua, dia juga sama saja seperti amel. Mungkin sudah takdir karena buah jatuh tidak jauh dari pohon nya begitu lah kata pepatah dan itu di tunjukkan pada amel dan rio. Rio adalah pria yang suka mabuk-mabuk dan suka mengencani gadis kaya yang polos bahkan dia juga mau berkencan dengan tante-tante kaya raya dengan bayaran yang mahal.
Secara rio juga pria tampan dan mempesona. Siapa yang tidak jatuh cinta pada ketampanan nya. Tapi orang tua dara tidak mengetahui nya, mereka hanya tahu rio suka mabuk dan minta uang. Rio juga tidak pernah pulang karena dia selalu di manja oleh pacar-pacar nya yang dia kencani. Bagaimana tidak dia berhasil menggoda pacar nya yang kaya raya sehingga pacar nya yang polos itu memberikan semua nya bahkan membelikan apertemen mewah untuk nya. Tapi dibelakang itu semua dia juga terkadang kencan dengan tante-tante yang membayar nya sangat mahal. Seluruh pacar nya tidak ada yang mengetahui. Rio juga pria yang sangat emosional mungkin pengaruh alkohol atau memang begitu sifat nya.
Ayah dan Ibu Dara mereka adalah pekerja keras. Hasil nya mereka bisa menyekolahkan ketiga anak mereka sampai lulus SMA. Beda nya hanya dara yang melanjut berkat tekad nya walaupun bekerja sampai malam dia tetap semangat tanpa ada rasa lelah.
Ayah dan ibu nya terkadang sedih memikir kan amel dan rio, mereka sudah sangat bagus mendidik amel dan rio tapi hingga dewasa mereka semakin kurang ajar. Itu lah yang membuat orang tua nya sakit-sakitan memikir kan mereka berdua. Padahal mereka sayang menyangi amel dan rio tapi begini lah balasan mereka berdua kepada orang tua yang merawat mereka dari kecil. Mereka menganggap amel dan rio sudah seperti anak kandung mereka, yang lahir dari rahim ibu nya dara.
Hati orang tua mana yang tidak sakit melihat tingkah seorang anak yang didik dan di rawat dari kecil dengan kasih sayang. Sekarang mereka pasrah dengan semua nya, karena sudah berulang kali orang tua dara menasehati tapu tidak ada perubahan. Mereka hanya berdoa semoga saja suatu saat mereka berubah.
Pagi ini dara seperti biasa selesai urusan kampus dia kan pergi ke toko kue tidak jauh dari kampus nya. Dia bergegas pergi dan sampai lah disana.
"siang bu" sapa dara pada pemilik toko.
"siang....cepat banget ra, kamu ga ngampus? "
"udah pulang bu kebetulan hanya satu mata kuliah"
"ohh, begitu ya sudah ibu ke atas dulu kamu disini ya. yang lain belum datang"
"iya bu"
Setelah kepergian ibu pemilik toko, dara bersih-bersih. Setelah itu dia memakan bekal nya yang dia bawa dari rumah. Perut nya sangat lapar karena kelelahan.
"hai ra, udah lama" sapa jessy.
"belum la, makan yuk"
"aku udah makan, ya udah lanjut kan makan mu" dia beranjak kebelakang mengganti pakaian seragam.
"ra, sudah selesai makan nya?"
"sudah, aku kebelakang ya ganti" dara mengganti pakaian nya dan selesai itu dia menyusul jessy.
"hai tina, lin.. " sapa nya saat teman nya yang lain datang. Mereka hanya tersenyum membalas sapaan dara. Mereka semua pun memulai pekerjaan nya. Tampak pengunjung sudah ramai berdatangan. Memang toko kue nya lumayan terkenal karena rasa nya yang enak. Ya mungkin saja suatu saat ibu pemilik toko kue mau membuka cabang nya. Maka dari itu karyawan di toko itu banyak. Ada yang menjaga dari pagi hingga sore pukul tiga dan dilanjut sore hingga malam pukul 10 malam.
Hingga malam menunjukkan pukul 9 malam pengunjung masih ramai berdatangan. Terkadang mereka kerepotan meladeni pengunjung tapi dara melakukan nya dengan semangat dan senyum nya tidak mau hilang. Tak jarang pengunjung senang dengan sikap nya yang manis. Mereka sangat senang di layani seorang gadis cantik yang mudah tersenyum dan tidak ada kata lelah.
Pukul 10 para pengunjung masih saja beramai-ramai datang, bahkan stok kue sudah tinggal sedikit. Sampai para karyawan bergantian untuk makan malam karena kesibuk kan mereka. Sementara dara yang belum makan malam, dia senang menggantikan teman nya menunggu mereka makan malam.
"ra, aku gantikan sini, kamu makan " ucap jessy.
"makasi jes"
"iya ga usah sungkan"
dara pun beranjak dan pergi untuk makan. Tadi ibu pemilik kue sudah menyuruh jessy membeli makan malam. Hanya dia yang belum makan. Dia pun melahap makanan itu, dari cara dia makan dia sangat lapar.
"eh gadis miskin biasa aja makan nya, hahahaa"
ucap tina saat lewat.
Dara tidak menghiraukan tina yang mengejek nya yang penting dia makan perut nya terisi dan kenyang hati bahagia. Setelah selesai dia kembali ke depan dan sudah melihat yang lain bersih-bersih. Dara pun datang ikut membereskan toko tersebut. Setelah selesai semua karyawan satu-persatu pulang.
Dara dan jessy menutup toko karena ibu nana pemilik toko sebentar lagi sampai, tidak beberapa lama ibu nana datang.
"kalian hari ini bekerja keras ya"
"iya bu, ni kunci nya bu" dara menyerah kan kunci nya pada bu nana.
"toko tidak ada yang jaga, bapak yang biasa nya menjaga dua-dua nya sakit tidak tau kenapa"
"jadi gimana bu? "tanya dara.
"tidak apa-apa sih, semoga saja tidak ada kejadian"
"iya bu, kami pamit pulang ya bu" ucap jessy.
"bareng ibu aja "
" ga usah bu, ngerepotin "
tolak dara.
"ibu ga repot tu, ayuk kan ada supir ibu nanti yang ngantar ayuk naik rara, jessy"
"baik bu" ucap mereka serentak.
Mereka pun dia antar kerumah masing-masing. Setelah sampai dara melihat rumah sudah sepi karena semua sudah tertidur. Dara bergegas mandi dan langsung menghempas kan tubuh nya di kasur nya yang jelek yang sudah mulai menipis. Dia pun tertidur dan begitu cepat terlelap.
Comments