4. Hal mendadak

Pertanyaan yang di ajukan Kevin justru terdengar sangat jelas berada tepat di belakang Nayla, membuat ia berbalik dan terkejut melihat Kevin bersama yang lain telah berada didepannya sekarang.

"K-K-Kenapa kalian kemari?" tanya Nayla terbata akibat rasa terkejutnya.

Bukan karena kehadiran mereka di depannya yang membuat dirinya terkejut, melainkan bagaimana cara mereka berada di sana saat ini. Mereka muncul tanpa menutupi wajah mereka sedikitpun, tidak seperti biasanya dimana mereka mengenakan masker dan topi untuk menutupi identitas mereka.

Belum lagi mereka yang datang dengan bersama-sama, hal itu menarik perhatian orang sekitar dengan lebih cepat.

"Kenapa ponselmu mati?" tanya Kevin mengabaikan keterkejutan Nayla.

"Haahhh,,," desah Nayla, lalu menunjukan ponselnya.

"Tidak sengaja terjatuh," jawab Nayla.

"Lebih tepatnya di tabrak seseorang hingga membuat ponsel di tangannya terjatuh," sela Val menjelaskan.

Perhatian Kevin teralihkan selama beberapa saat, menyipitkan matanya saat menatap Val.

"Dan siapa anda?" tanya Kevin curiga.

"Maaf, saya tidak bermaksud menyela_,,,"

"Yang saya tanyakan adalah siapa anda?" potong Kevin memberikan tatapan mengintimidasi.

Val gagal menyelesaikan kalimatnya saat Kevin memotong perkataannya dengan memberikan tatapan tajam padanya, menciptakan suasana canggung dan keheningan singkat sebelum Nayla angkat bicara.

"Dia temanku," ucap Nayla berhasil membuat Kevin menoleh kearahnya.

Nayla memposisikan dirinya diantara Val dan Kevin yang terlihat siap untuk berkelahi.

"Apakah begitu caramu mengucapkan terima kasih pada orang yang telah menolongku?" lanjut Nayla.

"Menolongmu?" ulang Kevin mengerutkan keningnya.

"Ada seseorang yang menabrakku, dan dia menahanku agar tidak terjatuh," papar Nayla.

"Menurutmu, apa yang akan terjadi jika aku benar-benar terjatuh?" tanya Nayla menaikan alisnya.

Mereka serentak melebarkan mata mereka, lalu mengarahkan tatapan mereka pada Val dengan tatapan berbeda.

"Maaf atas sikapku sebelumnya, dan terima kasih telah membantunya," ucap Kevin merubah intonasi suaranya menjadi lebih lembut.

"Tidak,,, Tidak,,," Val mengibaskan kedua tangannya.

"Saya bisa mengerti dengan sikap anda, anda hanya khawatir. Dan lagi, saya hanya secara kebetulan saja melakukannya," jawab Val merasa tak enak.

'Kenapa dia secepat ini berubah sikap hanya karena Nayla mengatakan hampir terjatuh? Posesif atau protektif?, batin Val.

"Bantuanmu sangat berarti," sela Rory menghampiri Val

"Dan saya sangat berterima kasih karenanya," imbuhnya.

Rory mengulurkan tangannya yang di sambut dengan gugup.

"Boleh saya tau nama anda?" tanya Rory.

" Tolong jangan menggunakan bahasa formal kepada saya, itu membuat saya merasa tidak enak," sambut Val.

"Nama saya, Val," jawabnya tersenyum canggung.

"Kalau begitu, kamu juga tidak perlu mengunakan bahasa formal padaku," sambut Rory tersenyum hangat.

"Eh,,, Tapi_,,,"

"Kamu teman Nayla, itu artinya kamu juga temanku_ah maksudku teman kami," ucapnya.

"Tapi, bagaimana jika itu akan mempengaruhi anda dengan penggemar anda?" sambut Val ragu.

"Tak perlu mengkhawatirkan hal itu," jawab Rory ramah.

"Ah,, bagaimana jika kamu bergabung saja bersama kami untuk kudapan atau secangkir kopi mungkin?" tawar Rory.

"Tidak, terima kasih. Kebetulan saya masih ada urusan lain," jawab Val.

"Hei,, apa yang aku katakan tentang berbicara santai?" sambut Rory tertawa ringan.

"Itu,,, maaf, hanya perlu waktu untuk terbiasa," jawab Val sembari mengosok tengkuknya.

"Kamu yakin urusan yang kamu sebutkan bukan dalih?" sela Nayla.

"Kenapa kamu peka sekali?" keluh Val meletakkan satu telapak tangan diwajahnya.

"Hanya saja, aku sungguh tidak bisa menerima tawarannya, untuk alasannya, kamu bisa melihat sekelilingmu sekarang," ucap Val memelankan suaranya.

Nayla melihat sekeliling dan menyadari banyak orang telah berkerumun mengitari tempat mereka berdiri. Hal itu membuat Nayla merasa sia-sia saja memakai topinya saat ini.

Tangan Nayla terulur meraih kerah baju Rory, lalu menariknya.

"Ehh,,," Rory sedikit terkejut saat Nayla tiba-tiba menarik kerah bajunya.

"Kenapa tidak memakai topimu? Kamu sengaja ingin menarik perhatian?" keluh Nayla.

"Bagaimana aku bisa memikirkan itu?" balas Rory.

"Panggilan terputus begitu saja, dan kamu tidak bisa di hubungi disaat tidak ada Sean disisimu," jelasnya.

"Tapi aku sudah menjelaskan alasanya," sanggah Nayla.

"Kami khawatir. Itu saja," sela Kevin.

"Haiihh,,, sudahlah, lebih baik kita pergi saja dari sini," desah Nayla.

"Kamu yakin tidak mau bergabung, Val?" tanya Nayla.

"Mungkin di lain waktu aku akan menerimanya," jawab Val.

"Kalau begitu, sampai bertemu lagi," ucap Nayla.

Rory mengulurkan tangannya diikuti oleh Kevin dan yang lain secara bergantian. Val menyambut hangat uluran tangan mereka sebelum mereka berpamitan untuk pergi, membuat semua orang melihat Val dengan pandangan iri, namun tidak bisa mengatakannya.

Nayla melambai ringan untuk perpisahan sebelum berbalik dan berjalan dengan Rory di sampingnya yang melingkarkan tangan dibahu Nayla.

Beberapa orang yang melihat Nayla tanpa mengetahui siapa dia karena tertutup topi hanya bisa menatap iri. Beberapa orang merasa aneh karena mereka mengetahui dengan jelas bahwa idola mereka telah menikah, namun merangkul wanita lain

Dalam perjalanan mereka, samar-samar Nayla mendengar suara musik yang tidak asing baginya. Suara tabuhan ringan dari alat musik sederhana yang di padukan dengan gitar dan marakas. Suara musik yang membuatnya menghentikan langkah untuk mencari sumber suara.

"Ada apa?" tanya Rory.

"Aku mendengar_,,,,"

Nayla tidak meneruskan kalimatnya, namun kepalanya bergerak untuk mencari dari mana asalnya suara yang ia dengar.

"Mendengar apa?" tanya Martin.

"Ayo kesana," ucap Nayla.

Tanpa peringatan apapun, Nayla berjalan cepat sembari menarik tangan Rory, meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban di belakangnya.

"Ma Chérie,,, tunggu sebentar_,,," ujar Rory sedikit terhuyung.

"Aku ingin melihatnya, aku menyukai musiknya," potong Nayla.

"Musik apa? Aku tidak mendengar apapun," jawab Rory berhasil menegakkan badannya meski tetap di tarik Nayla .

"Musiknya terdengar jelas, bagaimana bisa kamu tidak mendengar?" jawab Nayla balas bertanya tanpa menoleh.

Rory menghela nafas panjang, memandangi punggung Nayla yang masih menarik tangannya tanpa perlawanan dari dirinya.

Melihat Nayla berjalan sembari menarik Rory kearah yang tidak seharusnya mereka tuju, mereka hanya bisa mengikuti dari belakang. Seolah tidak memperdulikan banyak orang telah memotret mereka. Hingga mereka mulai mendengar sesuatu yang terasa asing bagi mereka. Suara musik yangi diiringi dengan tabuhan musik tradisional dan petikan gitar.

Suara lagu juga mengalun dengan ringan, mengingatkan mereka tentang lagu siapa itu. Lagu yang memiliki gerakan tari yang sedikit cepat namun sangat pas jika di gunakan untuk bersenang-senang.

Lagu yang mereka semua kenali meski dengan suara alat musik berbeda, namun justru terdengar unik. Dan di sanalah Nayla menghentikan langkahnya.

'Apa dia bercanda? Dia bisa mendengar suara ini dari jarak sejauh itu?' batin Martin takjub.

'Aku bersumpah tak mendengar apapun saat Nayla mengatakan mendengar sesuatu, tapi dia bisa mendengarnya?' batin Thomas melebarkan matanya tak percaya.

'Aku pikir sudah melihat semua versi dari yang di miliki, tapi dia masih bisa membuatku terkejut,' batin Ethan.

'Dia benar-benar sesuatu yang lain,' batin Nathan.

"Apa ini yang kamu dengar tadi?" tanya Kevin memecah keheningan.

"Iya. Bukankah musiknya unik? Aku menyukainya," jawab Nayla tersenyum lebar.

"Yang sedang coba KAMI tanyakan adalah,,, bagaimana kamu bisa mendengarnya? Apa kamu tidak sadar seberapa jauh tempat ini dari tempat kita berdiri tadi?" tanya Rory.

Nayla berbalik menghadap suaminya, menatapnya bingung. Lalu beralih pada teman-temannya yang lain tengah memberikan tatapan mata yang sama.

'Tak bisa percaya dengan apa yang mereka lihat'

"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Nayla bingung sembari memiringkan kepalanya.

Suara alat musik kembali terdengar setelah jeda sesaat mereka berhenti bermain. Nayla mengarahkan pandangannya pada sekelompok remaja yang tengah memainkan alat musik.

Satu di antara mereka yang memainkan marakas terlihat baru berusia sekitar lima tahun, sedangkan yang lain berusia sekitar sepuluh atau dua belas tahun.

Mereka bermain dengan wajah lelah, namun kotak yang berada di depan mereka masih terlihat kosong. Nayla mengedarkan pandanganya, dan melihat orang-orang lebih tertarik melihat Rory dan tim nya dibandingkan menikmati musik yang para remaja itu mainkan.

"Ingin membantu mereka?" tanya Rory.

"Humm,,, tapi bukan dengan cara memasukan uang ke kotak mereka," jawab Nayla.

"Ingin aku yang memasukkan uangnya? Setidaknya mereka tidak menilaimu buruk jika aku yang melakukannya," tawar Martin.

"Tidak," jawab Nayla.

"Lalu apa?" tanya Kevin yang juga mendekati Nayla.

Nayla tersenyum penuh arti. Tangannya meraih topi di kepalanya dan melepasnya.

Apa yang dilakukan Nayla sukses menarik perhatian lebih dari sebelumnya. Mereka terlihat ingin maju sekedar ingin berfoto atau meminta tanda tangan, namun tak satupun dari merek bergerak menghampiri Nayla ataupun Rory dan timnya. Mereka seolah tertahan oleh sesuatu yang tidak bisa dimengerti oleh mereka sendiri.

"Itu Nyloes,,," pekik salah satu pengunjung.

"Dibandingkan memberi uang pada mereka, aku lebih ingin menghapus kesedihan mereka," ucap Nayla.

Rory dan yang lain mengerutkan kening mereka tak mengerti dengan apa yang maksudkan Nayla, namun melihat Nayla menghampiri remaja itu setelah memberi isayrat mengunakan jarinya agar mereka tetap disana.

Mereka hanya bisa mengawasi Nayla dari tempat mereka berdiri, tidak bisa menangkap maksud dari perkataan Nayla tentang menghapus kesedihan disaat mereka melihat para remaja itu tersenyum.

Para remaja itu masih memainkan musik dengan alat yang mereka miliki, hingga tanpa mereka duga, Nayla turut menyanyi dalam lagu itu bersama remaja yang berada disana.

.....

.

To be Continued..

Terpopuler

Comments

Syhr Syhr

Syhr Syhr

seru sepertinya

2024-02-10

1

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

Aku mau juga dong kopinya 🤭

2023-12-25

2

Lenkzher Thea

Lenkzher Thea

Cakepp..

2023-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 1. Kenapa Marah?
3 2.Gelisah
4 3.Kembali bertemu teman
5 4. Hal mendadak
6 5.Bernyanyi
7 6. Lagu ciptaan sendiri
8 7. Ngambek?
9 8. Perkara salah gandeng
10 9. Temu dan Sapa
11 10. Pertanyaan dadakan.
12 11. Alasan
13 12.Tersebar
14 13. Penggoda Kecil!
15 14. Kebetulan lagi??
16 15.Permintaan dari Agensi
17 16.Bertemu Agensi
18 17.Obrolan di Balkon
19 18. Val Johnson
20 19.Mimpi
21 20. Berangkat Tour
22 21. Jauh namun dekat
23 22. Ikatan hati
24 23. Direkam dan Diunggah
25 24. Pemilik cafe
26 25. Sepakat
27 26. Bertemu seseorang
28 27. Kebetulan? atau direncanakan?
29 28. Pulang terpisah
30 29. Kabar Buruk
31 30. Berubah
32 31. Pergi
33 32. Masa lalu yang terulang
34 33.Membaik
35 34. Cara Menghibur
36 35. Kalimat dengan Harapan
37 36. Si penyanyi jalanan.
38 37. Noel
39 38. Disukai
40 39.Kepekaan
41 40. Kilasan ingatan.
42 41. Kembali Menyanyi
43 42. Kembali berkumpul
44 43. Kembali dengan nama baru
45 44. Bangkit lagi.
46 45. Teman terbaik
47 46. Kata pertama
48 47. Naluri Alami
49 48. Keusilan Noel
50 49. 5 tahun Masih merindukanmu
51 50. Penolakan
52 51. Hal penting yang di lupakan
53 52. Mempertahankan
54 53. Perasaan tersembunyi
55 54. Buku APA???
56 55. Kue khusus
57 56.Apa yang telah terjadi???
58 57.Nyata atau tidak
59 58. Kau berhutang padaku!
60 59. Mantra tidur
61 60. Membaik
62 61.Berangkat
63 62. Cafe
64 63. Belum saatnya
65 64.Berselisih Jalan
66 65. Sepakat
67 66. Apakah itu kamu?
68 67. Tersudut.
69 68. Kamu siapa?
70 69. Kepanikan Sean.
71 70.Wanita Gila!
72 71. Sikap Aneh.
73 72.Bertahan
74 73. Hatiku sakit
75 74. Kalung milikku.
76 75.Suka usil
77 76. Kesal tanpa sebab
78 77. Salah menilai
79 78. Menunggu tanpa sadar
80 79. Akhirnya bertemu lagi
81 80. Kesamaan
82 81. Permintaan Kecil
83 82. Ber-teman
84 83.Hubungan baik
85 84.Kamu akan pergi?
86 85.Perasaanku
87 86. Fakta tentang
88 87.Pergi Bersama
89 88. Ke suatu tempat
90 89. Melewati batas.
91 90.Ungkapan
92 91. Menunggu Jawaban
93 92. Nyonya???
94 93.Nyloes
95 94.Menyelidiki
96 95. Terungkap.
97 96. Ingin bertemu
98 97. Aku Janji!
99 98. Bertindak lebih jauh
100 99.Rindu
101 100. Aku Boleh Datang?
102 101. Perkara lagu
103 102. Menyadarkan
104 103. janji Bertemu
105 104.Cedera
106 105.Mengungkapkan
107 106. Deja Vu
108 107. Penganggu
109 108. Lari
110 109. Muncul Ingatan Lain
111 110.Tawaran
112 111. Curahan Val
113 112. Tinggal Bersama
114 113. Tinggal bersama 2
115 114. Tinggal Bersama 3
116 115. Tinggal Bersama 4
117 116. Tinggal Bersama 5
118 117. Tinggal Bersama 6
119 118. Dia Milikmu
120 119.Mengelak
121 120.Pengganggu
122 121. Ingatan utuh
123 122. Persiapan
124 123. Keributan
125 124.Rencana
126 125. Kembalinya sang idola
127 126. Kembali Bersama
128 127. Penurut
129 128.Kecrdasan
130 129. Happy
131 130. Happy and ,,,,,
132 131. Janjiku
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Prolog
2
1. Kenapa Marah?
3
2.Gelisah
4
3.Kembali bertemu teman
5
4. Hal mendadak
6
5.Bernyanyi
7
6. Lagu ciptaan sendiri
8
7. Ngambek?
9
8. Perkara salah gandeng
10
9. Temu dan Sapa
11
10. Pertanyaan dadakan.
12
11. Alasan
13
12.Tersebar
14
13. Penggoda Kecil!
15
14. Kebetulan lagi??
16
15.Permintaan dari Agensi
17
16.Bertemu Agensi
18
17.Obrolan di Balkon
19
18. Val Johnson
20
19.Mimpi
21
20. Berangkat Tour
22
21. Jauh namun dekat
23
22. Ikatan hati
24
23. Direkam dan Diunggah
25
24. Pemilik cafe
26
25. Sepakat
27
26. Bertemu seseorang
28
27. Kebetulan? atau direncanakan?
29
28. Pulang terpisah
30
29. Kabar Buruk
31
30. Berubah
32
31. Pergi
33
32. Masa lalu yang terulang
34
33.Membaik
35
34. Cara Menghibur
36
35. Kalimat dengan Harapan
37
36. Si penyanyi jalanan.
38
37. Noel
39
38. Disukai
40
39.Kepekaan
41
40. Kilasan ingatan.
42
41. Kembali Menyanyi
43
42. Kembali berkumpul
44
43. Kembali dengan nama baru
45
44. Bangkit lagi.
46
45. Teman terbaik
47
46. Kata pertama
48
47. Naluri Alami
49
48. Keusilan Noel
50
49. 5 tahun Masih merindukanmu
51
50. Penolakan
52
51. Hal penting yang di lupakan
53
52. Mempertahankan
54
53. Perasaan tersembunyi
55
54. Buku APA???
56
55. Kue khusus
57
56.Apa yang telah terjadi???
58
57.Nyata atau tidak
59
58. Kau berhutang padaku!
60
59. Mantra tidur
61
60. Membaik
62
61.Berangkat
63
62. Cafe
64
63. Belum saatnya
65
64.Berselisih Jalan
66
65. Sepakat
67
66. Apakah itu kamu?
68
67. Tersudut.
69
68. Kamu siapa?
70
69. Kepanikan Sean.
71
70.Wanita Gila!
72
71. Sikap Aneh.
73
72.Bertahan
74
73. Hatiku sakit
75
74. Kalung milikku.
76
75.Suka usil
77
76. Kesal tanpa sebab
78
77. Salah menilai
79
78. Menunggu tanpa sadar
80
79. Akhirnya bertemu lagi
81
80. Kesamaan
82
81. Permintaan Kecil
83
82. Ber-teman
84
83.Hubungan baik
85
84.Kamu akan pergi?
86
85.Perasaanku
87
86. Fakta tentang
88
87.Pergi Bersama
89
88. Ke suatu tempat
90
89. Melewati batas.
91
90.Ungkapan
92
91. Menunggu Jawaban
93
92. Nyonya???
94
93.Nyloes
95
94.Menyelidiki
96
95. Terungkap.
97
96. Ingin bertemu
98
97. Aku Janji!
99
98. Bertindak lebih jauh
100
99.Rindu
101
100. Aku Boleh Datang?
102
101. Perkara lagu
103
102. Menyadarkan
104
103. janji Bertemu
105
104.Cedera
106
105.Mengungkapkan
107
106. Deja Vu
108
107. Penganggu
109
108. Lari
110
109. Muncul Ingatan Lain
111
110.Tawaran
112
111. Curahan Val
113
112. Tinggal Bersama
114
113. Tinggal bersama 2
115
114. Tinggal Bersama 3
116
115. Tinggal Bersama 4
117
116. Tinggal Bersama 5
118
117. Tinggal Bersama 6
119
118. Dia Milikmu
120
119.Mengelak
121
120.Pengganggu
122
121. Ingatan utuh
123
122. Persiapan
124
123. Keributan
125
124.Rencana
126
125. Kembalinya sang idola
127
126. Kembali Bersama
128
127. Penurut
129
128.Kecrdasan
130
129. Happy
131
130. Happy and ,,,,,
132
131. Janjiku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!