Larasati

"KOLOR" jawab gadis itu dengan wajah polosnya

"Emang gesrek" celetuk mang cilor

"Mang mah, mikirnya kejauhan. Kolor yang aku maksud mah, da kol di campur telor. hahahaha" ucap gadis itu tertawa, ia melahap jajanan dengan semangat dan hendak berlalu pergi.

Namun, saat gadis itu berbalik dan akan melangkahkan kakinya. Ia terkejut bukan main, karena kerah baju belakang di tarik si mang cilor dan di depannya ada motor lewat melaju dengan cepatnya.

"Hati-hati neng, Astaghfirullah" ucap mang cilor agak berteriak, gadis itu mengerjapkan matanya saat tersadar dari keterkejutannya.

"Woy, kalo kebutan jangan di jalan rame orang." teriak gadis itu, yang pastinya takkan terdengar oleh si pengendara motor.

"Neng, neng ga papa kan?" tanya mang cilor

"Astaghfirullah, ga papa mang. Gila, itu orang. Bawa motor udah kaya orang kesetanan, kebelet mau BAB kayanya." jawab si gadis, membuat si mang berdecak. Heran ini cewe, cantik-cantik yang di bahas ga jauh-jauh dari buang hajat.

'Innalillahi wa innailihi rajiun, kalo si mang ga narik gue. Alamat gue tinggal nama ini mah, kasian keluarga gue ma sahabat gue yang cuma dua itu..' gumam gadis itu, ia menarik dan menghembuskan nafasnya.

"Nuhun ya mang, udah selametin nyawa tinker bell." ucap gadis itu lagi

"Si neng, cantik-cantik ko mau di panggil si ebel. Sami-sami neng, kalo si ebel kenapa-kenapa. Mang juga rugi atuh, harus kehilangan satu pelanggan setia kaya neng ebel." ucap mang cilor, yang langsung membuat gadis itu menatap kesal dirinya.

"Tinker bell mang, bukan si ebel. Naha ari mang ceupilna kudu di korek eta mah. (Kenapa ini mang, telinganya harus di korek)" gerutu si gadis kesal

"Populasi cewe cantik yang beli cilor mang itu kan hanya aku seorang, rugi ya mang kalo si cantik ini kenapa-kenapa." lanjutnya, sembari lanjut mengunyah jajanannya.

"INI ANAK DI TUNGGUIN DARI TADI DI RUMAH, MALAH NGEJOGROG DI MARI. Lagian, mana ada cewek cantik yang kelayapan pake piyama jam segini. PULANG!!" bentak sang mama, yang bila di film kartun. Terlihat ada dua tanduk, di atas kepalanya.

Sejak sejam yang lalu, ia menunggu putrinya membeli garam tak pulang-pulang. Di suruh beli garem ke warung depan komplek, malah belok ke roda cilor depan sekolahan. Ngidam apa dia sewaktu hamil anak bungsunya ini, bisa lahirin anak gesrek ga ketulungan kaya gini.

"Aw... aduh ma, sakit ma!! Iya ampun, ma. Laras salah ma, tapi jangan di jewer kaya gini ma. Malu banyak yang liat, tuh bocil-bocil pada kaget liat cewe cantik bagaikan peri di jewer sama Ursula." ucap gadis yang bernama Laras tersebut, sembari memegang telinganya yang di jewer sang mama.

"Halah, Malu... malu... kelakuan kamu aja udah malu-maluin tiap hari. Mang, ni anak udah bayar apa belum?" ucap Ajeng sang mama, sembari bertanya pada kang cilor.

"Su-sudah bu" jawab kang cilor takut-takut, ia kira istrinya adalah makhluk bumi paling galak. Ternyata ada yang lebih galak dari sang istri

"Mang, jangan lupa besok jualan kolor ya. Biar lebih sehat.." sempat-sempatnya Laras berteriak pada kang cilor, saat Ajeng menariknya pulang.

"Ma, ampun ma." ucap Laras mengaduh, Ajeng pun melepas jewerannya saat sudah di depan rumah. Lalu ia menatap kesal pada sang putri, yang bandelnya ampun-ampunan.

Padahal kalo di sekolah, anak gadisnya merupakan anak yang pintar MasyaAllah dalam hal pendidikan. Karena selalu mendapatkan juara umum, namun kelakuannya Subhanallah. Kadang gurunya pun sampe angkat tangan, setiap Laras membuat ulah.

"Sejam mama nungguin kamu beli garem, sampe akhirnya mama minta sama bu Romlah. Taunya kamu malah asik-asikan gombalin tukang cilor hah?!" ucap sang mama kesal bukan main.

Karena lama menunggu putrinya beli garam, sedangkan masakannya harus segera matang. Akhirnya Ajeng pergi ke rumah tetangga sebelah dan meminta garam padanya, untung bu Romlah tetangga yang baik hati dan tidak pernah kepo. Bu Romlah dengan senang hati, memberikan garam tersebut beserta dengan wadahnya.

"Ishh... mama apa-apaan sih? Mana ada anak cantik gini, gombalin tukang cilor. Mau juga tukang rujak ma, biar hidup Laras lebih banyak rasa. Ada rasa asam, manis, pedes, dan asin, kaya nano-nano pokonya mah. Biar ga monoton..." celetuk Laras seraya mengusap telinganya, yang membuat Ajeng semakin naik darah.

"Aduh.... Aduh... leher mama, geus kumaha kamu welah. Lama-lama mama bisa struk, gara-gara darah tinggi Ras." Akhirnya sang mama memilih masuk ke dalam rumah, dengan wajah kesal dan memegang leher belakangnya. Punya anak gadis satu-satunya, tapi ga ada feminim-feminimnya.

"Bikin ulah apa lagi lo? Sampe darah tinggi mama kambuh." tanya sang abang kedua, yang baru saja pulang latihan basket.

"Ulah apaan? Mana ada cewek cantik bikin ulah, tadi cuma rebutan mang cilor. Daripada pusing, ya udah ade kasiin aja ke mama. Laras mah ngalah, ga papa nanti nyari tukang rujak." jawab Laras dengan wajah tanpa dosanya.

"Ya salam, makin gesrek aja gue punya adek. Semoga kelak lu dapetin jodoh, yang bisa sabar ngadepin lo." ucap Kenan, ia pun masuk ke dalam rumah.

"BANG KE" panggil Laras berteriak, Kenan yang mendengar langsung melempar bola basketnya. Untung Laras bisa menangkapnya, dan tidak sampai kena kepalanya.

"Ampun ampun... di rumah ini kok pada cepet banget naik darah, kayanya cuma gue aja di sini yang darah rendah." Laras menggelengkan kepalanya dan segera masuk ke dalam rumah, menyusul mama dan kakaknya.

.

.

Anugerah Larasati Van Houten, anak ke tiga dari tiga bersaudara alias anak bungsu. Putri satu-satunya, dari pasangan Arjuna Van Houten dan Ajeng Rostianingrum. Anak yang berbeda jauh sifatnya dengan kedua abangnya, anak ceria, pecicilan, kalo ngomong asal nyablak, namun otak pintar keturunan sang papa dan mama menurun pada ketiga putra putrinya. Kini ia duduk di kelas 2 SMA, usianya 18 tahun.

Keluarganya merupakan keluarga terkaya di Indonesia, namun mereka lebih suka menyembunyikan identitas mereka. Mereka lebih memilih tinggal di perumahan keluarga sederhana, sebuah rumah yang hanya memiliki 2 lantai. 2 kamar di atas dan 3 kamar di bawah, ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga, dapur dan juga kamar mandi untuk tamu. Tentunya di setiap kamar, sudah ada kamar mandi ya guys.

Arjuna yang kini berusia 48 tahun, sedangkan Ajeng berusia 44 tahun. Walau usia mereka hampir setengah abad, namun mereka masih terlihat segar dan juga paras yang tampan juga cantik. Yang tentunya, menurun juga pada paras ketiga putra putrinya.

Bima Putra Van Houten, putra pertama yang kini berusia 23 tahun. Ia baru saja menyandang gelar sarjana jurusan bisnis, karena ia harus meneruskan jejak sang papa. Pria yang di kenal dingin seperti sang papa, tegas saat di depan orang lain. Namun, berbeda saat berada di rumah. Bima sangat menyayangi anggota keluarganya, terutama mama dan adik bungsunya. Walau adik bungsunya selalu membuat dia kesal, namun bila tak ada adiknya. Sudah di pastikan suasana di rumah, tidak akan pernah seramai ini.

Kenan Putra Van Houten, putra kedua yang kini berusia 21 tahun. Ia yang masih kuliah semester 5, di jurusan yang sama dengan yang abangnya ambil. Karena ia juga, ingin mengikuti jejak sang papa. Padahal Arjuna tidak pernah memaksa kehendaknya pada kedua putranya, namun ternyata sang putra lah yang ingin meneruskan usaha sang papa. Kenan juga termasuk pria yang dingin di kampusnya, namun banyak mahasiswi yang menyukainya. Tetapi, tak ada satupun wanita yang bisa mengambil hati Kenan ataupun Bima. Karena mereka ingin mendapatkan wanita seperti sang mama, pintar dalam segala hal.

Ajeng sang istri, tidak suka rumah besar. Walau ia menikah dengan pria dari keluarga kaya raya, ia lebih suka semuanya di kerjakan oleh sendiri. Tanpa ada asisten rumah tangga, maka dari itu ia lebih memilih rumah sederhana.

Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui, bila Arjuna adalah pemilik dari perusahaan terbesar dan pemilik banyaknya usaha. Baik dalam bidang makanan, kesehatan, penginapan dan lain sebagainya. wkwkwk

Udah edan banget lah, halu aku.🤣🤣🤣

...****************...

Jangan lupa senggolannya😘😘

...Happy Reading all💞💞💞

...

Terpopuler

Comments

cookie_23

cookie_23

Enggak dong yakali edan gapapa santai aja semoga nurun nih kekayaannya ke othor beneran

2024-05-11

1

Iis Sumiati

Iis Sumiati

seru nih kayaknya,,,,

2024-05-18

1

Daliffa

Daliffa

mampir Thor,in tuk kedua kliy bacay Thor Krn lgi gbut hehe,xu suka kegesrekamy bikin ketawa

2024-05-08

2

lihat semua
Episodes
1 Bintang
2 Larasati
3 Rencana
4 Keluarga Van Houten
5 Kekonyolan Sahabat Laras
6 Bayu dan Ellora
7 Patah Hati
8 Sesi Curhat
9 Perubahan Laras
10 Bobrok
11 Leader Setan
12 Ke perusahaan
13 part 13
14 Jas Hujan Baru
15 Alex Christopher
16 Harus 2 Minggu
17 Cemburu
18 Kita mulai
19 Done
20 Fans Garis Keras
21 Kehancuran Bagus
22 Pelakor Tidak Tau Malu
23 Seujung Kuku Kegarangan Laras
24 Ada apa dengan Bintang?
25 Aksi Kejar-Kejaran
26 Amarah Laras
27 Mulai Bucin
28 Permintaan Maaf Ke sekian kalinya
29 Restu
30 Ngintip
31 Bang Bima di Rawat
32 Salah Cari Lawan
33 Kemarahan Ellora
34 Pertemuan Laras-Ellora dan Orang Tua Naura
35 Cari Mati
36 Kehancuran Naura dan Keluarga
37 SUHU?
38 Rapat Pemegang Saham
39 Rahasia Bintang
40 Menemukan Penolong Bima
41 Ketemu Mama Mertua
42 Asal Muasal Kegesrekan Laras
43 Ellora dalam Bahaya
44 Terbongkar
45 Awal Penyelamatan
46 PENYELAMATAN
47 Kondisi Ellora dan Liliana
48 Part 47 (Kondisi Ellora dan Liliana)
49 Laras Drop
50 Rigantara
51 Kondisi Ben
52 Keputusan Sundari istri Ben
53 Kepergian Ibunda Raihan
54 Fakta Mengejutkan
55 Cinta??
56 Salah Target
57 Markas
58 Balapan
59 Mengawal Laras
60 Drama Sebelum Pertandingan
61 Pertandingan
62 Rumah Baru untuk Anak Asuh
63 Bella
64 Ajakan menikah
65 Kekonyolan Raya
66 2 vs 20
67 Bercerita
68 Kekecewaan Orang Tua Haidar
69 Lamaran
70 Permintaan Maaf Haidar
71 Part 70
72 Dua Bulan Lagi
73 Sudah Mencari Tau
74 SIKAAAAT MAAAA
75 Pasrah
76 Hukuman Arjuna
77 Kebenaran tentang Ayah Raya dan Raihan
78 Ke Pemakaman
79 Foto Keluarga
80 Mine
81 Ujian Dadakan
82 Kejutan untuk Laras
83 Pernikahan Bima dan Raya
84 Resepsi
85 Menumpas para Tikus
86 Leon
87 Orang Mencurigakan
88 Mengunjungi Rumah Singgah
89 Ke rumah Nuri
90 Di balik Kematian sang Ayah
91 Menyeret Ningsih dan Dito ke balik jeruji
92 Rencana ke Malang
93 Hampir Lepas Kendali
94 Putri Pemilik Mall dan Putri Pemilik Butik
95 Percakapan absurd
96 Welcome to Malang
97 Permintaan Maaf bu Sarmi
98 Pertemuan Bumi dan Kedua Orang Tuanya
99 Waktunya Berlibuuuurrrrr
100 Pulang dan Berpisah
101 Menggoda Ken dan Nuri
102 Rencana BBQ dan Belanjaaaa
103 Tetangga Julid
104 Donat J.Long
105 Satria
106 Masih tentang Satria
107 Mata dibalas Mata
108 Mulai??
109 Hukuman
110 Siswi Pendarahan di Toilet
111 Elvira yang Malang
112 Mencari Informasi
113 Pengumuman Tidak Up
114 Penyerangan
115 Aura Mafia
116 Penyelesaian Masalah Sarah
117 Persiapan
118 Terserempet
119 Pembalasan untuk Sandra
120 Benar-benar Kejutan
121 Hal Kecil, namun membuat bahagia
122 Bewara Novel Baru
123 Pillowtalk
124 Kabar Gembira
125 Nek Lampir
126 Room Chat
127 Keseruan Mempersiapkan UlTah Mama Ajeng
128 Fakta si Julid
129 Pembalasan Sanita
130 AKU TERKEJUT
131 Kado dari Kaisar
132 Dihh... Sinting
133 RAS!!!
134 Semua Marah
135 Dalangnya
136 Hukuman dari Ajeng
137 Keterkejutan Tuan Graham
138 Kedatangan tuan Graham
139 Nuri Histeris
140 Masa Lalu yang Sama
141 Kedatangan Nenek Bintang
142 Kekesalan Ayu
143 Triple Date
144 Ayu
145 Jahilnya Diana, Laras dan Ellora
146 Pendapat Nek Rum
147 Lamaran Tanpa Rencana
148 SAH!!! Ken dan Nuri
149 Rencana Ayu
150 Hadiah Turun Temurun
151 Ibu Ayu Tak Terima
152 Masa Lalu
153 Masih Cerita Masa Lalu
154 Akhirnya SAAHHH!!!!
155 Akhirnya SAAHHH!!!!
156 Sungkeman
157 Rencana ke Jepang
158 Otewe Jepang
159 Pertemuan Laras dan Keluarga Arjuna
160 Temu Kangen
161 Akhirnyaaaaa
162 Berita Mengejutkan
163 Raya Siuman
164 Pertemuan Mengharu Biru
165 Rencana Menjebak Dalang
166 Target Tertangkap
167 Cinta Pandangan Pertama
168 Keseruan di Kelas
169 Penjarahan
170 Hari Kelulusan
171 Masalah Barukah?
172 Raihan
173 Detik-detik WAR
174 Bertarung dengan Rival Lama
175 Laras Tak Sadarkan Diri
176 Kedatangan Arjuna dan Ajeng
177 Laras Bangun
178 Ammar dan Belle
179 Ammar
180 Ammar 2
181 Kiwwww
182 Ammar dan Belle 2
183 Ammar dan Belle 3
184 Kaya Biro Jodoh
185 Kabar Mengejutkan
186 Alhamdulillah
187 Detik-detik Lamaran
188 Pertunangan Ammar dan Belle
189 Kating yang Meresahkan
190 Rencana Laras
191 Erik Darmawangsa atau Pangeran Erik Hashim
192 Rencana Laras 2
193 Rencana Laras 3
194 Mulai Beraksi
195 SEKARANG
196 Kondisi Erik
197 Erik Siuman
198 HANCUUURRRR
199 Hukuman untuk Lilac dan...
200 Rencana Pengasingan Ashilah
201 Pertemuan
202 Pertemuan 2
203 Kado Ulang Tahun
204 Kehebohan dua keluarga
205 Kebahagiaan di sekitar Laras
206 Kondisi Laras yang Menurun
207 Gab dan Ashilah
208 Kebaikan Laras
209 Ngidam
210 Demi Laras
211 Bazaar Amal
212 Ngidam Anggur
213 Dihadang Begal
214 Aset yang Tersisa
215 Kemarahan Bintang dan Arjuna
216 Kedatangan Teman-teman
217 Lomba Memasak
218 Bahagia
219 Sedikit Selingan
220 Kontraksi
221 Detik-detik Kelahiran Baby Twin
222 Kelahiran Baby Twin
223 Sebuah Kebenaran
224 Happy Ending
225 Bewara
Episodes

Updated 225 Episodes

1
Bintang
2
Larasati
3
Rencana
4
Keluarga Van Houten
5
Kekonyolan Sahabat Laras
6
Bayu dan Ellora
7
Patah Hati
8
Sesi Curhat
9
Perubahan Laras
10
Bobrok
11
Leader Setan
12
Ke perusahaan
13
part 13
14
Jas Hujan Baru
15
Alex Christopher
16
Harus 2 Minggu
17
Cemburu
18
Kita mulai
19
Done
20
Fans Garis Keras
21
Kehancuran Bagus
22
Pelakor Tidak Tau Malu
23
Seujung Kuku Kegarangan Laras
24
Ada apa dengan Bintang?
25
Aksi Kejar-Kejaran
26
Amarah Laras
27
Mulai Bucin
28
Permintaan Maaf Ke sekian kalinya
29
Restu
30
Ngintip
31
Bang Bima di Rawat
32
Salah Cari Lawan
33
Kemarahan Ellora
34
Pertemuan Laras-Ellora dan Orang Tua Naura
35
Cari Mati
36
Kehancuran Naura dan Keluarga
37
SUHU?
38
Rapat Pemegang Saham
39
Rahasia Bintang
40
Menemukan Penolong Bima
41
Ketemu Mama Mertua
42
Asal Muasal Kegesrekan Laras
43
Ellora dalam Bahaya
44
Terbongkar
45
Awal Penyelamatan
46
PENYELAMATAN
47
Kondisi Ellora dan Liliana
48
Part 47 (Kondisi Ellora dan Liliana)
49
Laras Drop
50
Rigantara
51
Kondisi Ben
52
Keputusan Sundari istri Ben
53
Kepergian Ibunda Raihan
54
Fakta Mengejutkan
55
Cinta??
56
Salah Target
57
Markas
58
Balapan
59
Mengawal Laras
60
Drama Sebelum Pertandingan
61
Pertandingan
62
Rumah Baru untuk Anak Asuh
63
Bella
64
Ajakan menikah
65
Kekonyolan Raya
66
2 vs 20
67
Bercerita
68
Kekecewaan Orang Tua Haidar
69
Lamaran
70
Permintaan Maaf Haidar
71
Part 70
72
Dua Bulan Lagi
73
Sudah Mencari Tau
74
SIKAAAAT MAAAA
75
Pasrah
76
Hukuman Arjuna
77
Kebenaran tentang Ayah Raya dan Raihan
78
Ke Pemakaman
79
Foto Keluarga
80
Mine
81
Ujian Dadakan
82
Kejutan untuk Laras
83
Pernikahan Bima dan Raya
84
Resepsi
85
Menumpas para Tikus
86
Leon
87
Orang Mencurigakan
88
Mengunjungi Rumah Singgah
89
Ke rumah Nuri
90
Di balik Kematian sang Ayah
91
Menyeret Ningsih dan Dito ke balik jeruji
92
Rencana ke Malang
93
Hampir Lepas Kendali
94
Putri Pemilik Mall dan Putri Pemilik Butik
95
Percakapan absurd
96
Welcome to Malang
97
Permintaan Maaf bu Sarmi
98
Pertemuan Bumi dan Kedua Orang Tuanya
99
Waktunya Berlibuuuurrrrr
100
Pulang dan Berpisah
101
Menggoda Ken dan Nuri
102
Rencana BBQ dan Belanjaaaa
103
Tetangga Julid
104
Donat J.Long
105
Satria
106
Masih tentang Satria
107
Mata dibalas Mata
108
Mulai??
109
Hukuman
110
Siswi Pendarahan di Toilet
111
Elvira yang Malang
112
Mencari Informasi
113
Pengumuman Tidak Up
114
Penyerangan
115
Aura Mafia
116
Penyelesaian Masalah Sarah
117
Persiapan
118
Terserempet
119
Pembalasan untuk Sandra
120
Benar-benar Kejutan
121
Hal Kecil, namun membuat bahagia
122
Bewara Novel Baru
123
Pillowtalk
124
Kabar Gembira
125
Nek Lampir
126
Room Chat
127
Keseruan Mempersiapkan UlTah Mama Ajeng
128
Fakta si Julid
129
Pembalasan Sanita
130
AKU TERKEJUT
131
Kado dari Kaisar
132
Dihh... Sinting
133
RAS!!!
134
Semua Marah
135
Dalangnya
136
Hukuman dari Ajeng
137
Keterkejutan Tuan Graham
138
Kedatangan tuan Graham
139
Nuri Histeris
140
Masa Lalu yang Sama
141
Kedatangan Nenek Bintang
142
Kekesalan Ayu
143
Triple Date
144
Ayu
145
Jahilnya Diana, Laras dan Ellora
146
Pendapat Nek Rum
147
Lamaran Tanpa Rencana
148
SAH!!! Ken dan Nuri
149
Rencana Ayu
150
Hadiah Turun Temurun
151
Ibu Ayu Tak Terima
152
Masa Lalu
153
Masih Cerita Masa Lalu
154
Akhirnya SAAHHH!!!!
155
Akhirnya SAAHHH!!!!
156
Sungkeman
157
Rencana ke Jepang
158
Otewe Jepang
159
Pertemuan Laras dan Keluarga Arjuna
160
Temu Kangen
161
Akhirnyaaaaa
162
Berita Mengejutkan
163
Raya Siuman
164
Pertemuan Mengharu Biru
165
Rencana Menjebak Dalang
166
Target Tertangkap
167
Cinta Pandangan Pertama
168
Keseruan di Kelas
169
Penjarahan
170
Hari Kelulusan
171
Masalah Barukah?
172
Raihan
173
Detik-detik WAR
174
Bertarung dengan Rival Lama
175
Laras Tak Sadarkan Diri
176
Kedatangan Arjuna dan Ajeng
177
Laras Bangun
178
Ammar dan Belle
179
Ammar
180
Ammar 2
181
Kiwwww
182
Ammar dan Belle 2
183
Ammar dan Belle 3
184
Kaya Biro Jodoh
185
Kabar Mengejutkan
186
Alhamdulillah
187
Detik-detik Lamaran
188
Pertunangan Ammar dan Belle
189
Kating yang Meresahkan
190
Rencana Laras
191
Erik Darmawangsa atau Pangeran Erik Hashim
192
Rencana Laras 2
193
Rencana Laras 3
194
Mulai Beraksi
195
SEKARANG
196
Kondisi Erik
197
Erik Siuman
198
HANCUUURRRR
199
Hukuman untuk Lilac dan...
200
Rencana Pengasingan Ashilah
201
Pertemuan
202
Pertemuan 2
203
Kado Ulang Tahun
204
Kehebohan dua keluarga
205
Kebahagiaan di sekitar Laras
206
Kondisi Laras yang Menurun
207
Gab dan Ashilah
208
Kebaikan Laras
209
Ngidam
210
Demi Laras
211
Bazaar Amal
212
Ngidam Anggur
213
Dihadang Begal
214
Aset yang Tersisa
215
Kemarahan Bintang dan Arjuna
216
Kedatangan Teman-teman
217
Lomba Memasak
218
Bahagia
219
Sedikit Selingan
220
Kontraksi
221
Detik-detik Kelahiran Baby Twin
222
Kelahiran Baby Twin
223
Sebuah Kebenaran
224
Happy Ending
225
Bewara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!