Dalam mobil Adeba duduk berdampingan dengan bibi duduk di sampingnya, mobil dikendarai oleh Ali. Afril dan Deva naik mobil Deva.
" Kak kita kemana? " Ali. Adeba menghela napasnya.
" Kita ke restoran dulu sudah waktunya makan malam" kata Adeba, melihat hari mulai gelap.
" Sepertinya kita ke restoran Af" kata Deva, melihat mobil Ali menuju restoran.
" Oh hari sudah gelap" kata Afril, juga merasa lapar sejak siang belum terisi dengan makanan.
" Kakak lapar? " Afril, pada Adeba, mereka sudah sampai di restoran.Adeba tersenyum dan memilih duduk di dekat jendela.
Pelayan datang membawa daftar menu. " Kak biar aku yang memesannya, bibi mau apa? " Afril.
" Sama saja tuan muda" kata bibi Lia.
" Nasi goreng 3 minumannya teh hangat, kalian pesanlah sendiri" kata Afril, memberikan daftar menu pada Deva.
" Mie goreng 1 minumannya coffe"
" Sama minumannya air mineral"
" Tuan, nona mohon tunggu kami akan mempersiapkan pesanannya" kata pelayan, setelah menerima daftar menu dari Ali.
" Kak kita menginap di hotel kebetulan Afril ada simpanan " Afril, mengeluarkan kartu ATM milik.
" Tenang saja ini bukan dari pria itu, ini dari ibu kak uang diberikan ibu selalu Afril simpan. Tak terduga ternyata ini berguna" kata Afril.
" Af kita takkan menginap di hotel dan satu lagi simpan uangmu kakak ada" kata Adeba.
" Terus kalian tinggal dimana, gimana tempat ku" kata Deva.
" Kak tempatku juga bisa mami dan papi pasti mau" kata Ali. Adeba tersenyum dan menolak tawaran dari sahabat adiknya yang telah dia anggap sebagai adiknya sendiri.
Adeba menyerahkan berkas pada adiknya dan Afril tersenyum.
" Af coba lihat melihatmu tersenyum setelah membacanya cukup mencurigakan" kata Ali, merampas berkas dari Afril.
Deva juga ikut membacanya dan mereka terkejut.
" Jadi kakak pemilik hotel AP dan ini 20 unit apartemen " kata Deva dan Ali, dengan suara lantang sampai semua orang melihatnya.
" Af" kata Adeba, merasa tak enak pada adiknya karena ibu mereka mewariskan banyak untuknya.
" Kakak tenang saja sebenarnya ibu juga memberiku toko pakaian dan dua mobil. Sekarang mobil ada di bengkel" kata Afril. Adeba merasa lega karena adiknya juga memilikinya.
" Tapi kenapa ibu memberi kakak lebih banyak? " Adeba.
" Kakak itu seorang perempuan dan aku pria bisa mencari uang sendiri apalagi toko pakaian sudah membuatku kerepotan, jadi kakak jangan pusing" kata Afril, mencium kening kakaknya. Bibi Lia tersenyum melihat kasih sayang keduanya.
" Afril kenapa tak beritahu kami kalau memiliki toko pakaian?Deva, kesal pada sahabatnya.
" Tokonya bernama Toko AP untuk memberitahu kalian tak sempat " kata Afril, dengan santainya. Deva dan Ali hanya bisa menghela nafasnya.
Pelayan membawa pesanannya mereka menikmati makanan malam setelah ini akan menuju ke tempat tinggal yang akan di beritahu Adeba.
" Kita ke apartemen sebelumnya ke mall pasti disana tak ada bahan makanan " kata Adeba, telah memikirkannya mereka akan tinggal di apartemen yang diwariskan ibunya untuknya.
Mereka segera ke mall karena hari sudah malam, Adeba dan bibi membeli bahan makanan seperti, beras, ikan, daging, sayuran, buah-buahan dan lainnya.
Afril bersama sahabatnya membeli peralatan yang mereka butuhkan di apartement. Setelah memastikan tak ada yang kurang mereka menuju apartemen.
Apartemen yang mereka tempati sangat mewah memiliki tiga kamar utama, dua kamar tamu, satu kamar mandi, dapur. Adeba meminta mereka untuk istirahat dan bibi merapikan belanjanya ke dalam kulkas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Happy Kids
tp pinter si ibunya. ga minta cerai tp diam diam ngumpulin aset hehehehehe
2024-09-11
0
Sih Mawantutu
bagus aku suka
2022-10-03
0
Nazwa Azzahra
lagi
2022-10-03
0