"Anak-anak... Jangan ada yang masuk ke dalam gua itu..."Ingat Ibu Sery.
Kita sedang berlibur di Gunung Puntang.
Konon Kisahnya di Gunung Puntang ini ada sebuah kerajaan peninggalan Prabu Siliwangi.
Larangan masuk ke dalam Gua di Gunung Puntang karena jika memasuki nya maka tidak bisa keluar lagi.
Namanya juga anak-anak.
Pasti terkadang tidak menghiraukan ucapan Ibu Guru.
***
Kala itu Sekar Wangi berjalan sendirian.
Lalu dia menemukan sebuah Gua.
Dimana larangan untuk tidak memasuki Gua tersebut.
***
"Gua apa ya ini...???"Ucapnya dalam hati.
"Kok nggak ada orang dan tanda-tanda larangan...???"Ucapnya sambil mengamati.
"Mungkin ini boleh di masuki...Masuk saja lah..."Ucapnya sambil berjalan masuk.
***
Tanpa disadari ada yang mengikutinya dari tadi.
Siapa lagi kalau bukan penunggu Gua tersebut.
***
GGGRRROOOAAARR.
Sekar Sari lalu melihat ke belakang.
Seekor Harimau Putih yang mengikutinya dari tadi.
"AAAAAAHHHHHHHH....Kenapa ada harimau di sini...?!?!"Ucapnya gelisah.
***
Lalu muncullah seorang pria muda yang gagah perkasa dan sangat berwibawa mendekati Harimau Putih tersebut tanpa rasa takut.
***
"Koneng...Jangan menakuti garis keturunan keluarga ku..."Ucapnya sambil mengelus-elus kepala harimau tersebut.
"Si...Siapa kau...???.Ke...Kenapa...Kau tidak takut dengan Harimau itu...???"Ucapnya berhati-hati.
"Aku Kakek Buyutmu..."Ucapnya sambil tersenyum.
"Ka...Kau...Kakek Buyut ku...???"Ucapnya tak percaya.
"Benar...Aku adalah Kakek Buyut mu..."Ucapnya serius.
"Ta...Tapi...Ayah bilang Kakek Buyut ku sudah tiada sejak lama..."Ucapnya masih tak percaya.
"Aku masih ada Cucuku..."Ucapnya sambil tersenyum dengan tangan yang dilipat ke belakang.
"Ayah pernah bilang bahwa Kakek Buyut ku sangat hebat... Apakah itu benar Kakek...???"Ucapku sambil memberanikan diri.
"Itu benar Cucu ku... Aku memang sangat hebat..."Ucapnya sambil tersenyum kepadaku.
"Kalau begitu... Bolehkah Kakek menunjukkan nya pada ku...???"Ucapku gembira.
"Baiklah...Kita masuk terlebih dahulu..."Ucap Pria itu dengan mendorong ku masuk.
***
Setelah Aku masuk.
Ternyata di dalam adalah sebuah Kerajaan yang sangat besar.
Tapi aku heran.
Kenapa tidak ada manusia di sini...???
***
"Kakek... Kenapa disini tidak ada orang sama sekali...???"Tanya Sekar.
"Di tempat ini hanya boleh Cucuku dan Keluarga ku yang masuk..."Ucapnya.
"Tapi Kek...Aku disini tidak ada yang menemani..."Ucap Sekar sedih.
"Tenanglah Cucuku...Kau mempunyai banyak teman disini..."Ucapnya.
"Siapa dia Kek...???"Ucap Sekar penasaran.
***
Tak beberapa lama kemudian.
Banyak Harimau Putih yang menghampiri pria tersebut.
***
"Kek... Kenapa banyak sekali Harimau disini...???"Ucap Sekar sambil bersembunyi di belakang Pria tersebut.
"Tenanglah Cucuku... Mereka semua adalah teman Kakek..."Ucapnya lembut.
***
Lalu Harimau Putih tersebut berubah menjadi seorang pria yang sangat berwibawa.
Yang berpakaian serba putih dan dengan belangkon di kepalanya.
Aku pun terkejut melihat kejadian itu.
Pasalnya aku tidak tahu bahwa Harimau bisa berubah menjadi manusia.
***
"Wow...Kakek... Harimau itu berubah menjadi manusia Kek..."Ucapku senang.
"Beri salam pada mereka Cucuku..."Ucapnya lembut.
"Sampurasun Paman..."Ucapku sopan.
"Rampes... Memang benar-benar anggota keluarga Kerajaan Pajajaran... Sangat sopan..."Ucap Pria itu dengan lembut.
"Bermain lah bersama mereka Cucuku..."Ucapnya.
"Baiklah Kek..."Ucapku senang.
***
Aku diajari cara bertarung oleh mereka.
Setelah beberapa saat kemudian.
Aku mulai merasa seperti sudah hampir menjelang malam.
Aku pun menemui Kakek Buyut ku untuk pamit.
"Kek...Ini sudah hampir menjelang malam...Mungkin Bu Guru dan teman-temanku sedang mengkhawatirkan aku..."Ucapku dengan sopan.
"Baiklah jika kau ingin pulang...Tapi bawalah ini bersamamu...Jika kau membutuhkan bantuan Kakek...Kakek akan datang...Panggillah nama Kakek tiga kali maka Kakek akan segera datang..."Ucap Pria itu dengan serius.
Aku diberikan sebuah keris kecil untuk melindungi diriku sendiri.
Lalu aku pun sempat berpikir siapa nama Kakek Buyut ku ini...???
Aku pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Siapa nama Kakek...???. Kalau tidak salah ingat nama Kakek Buyut ku adalah Pra...Pra...Prabu... Siliwangi..."Ucapku sambil terbata-bata.
"Ternyata kau masih mengingat nama Kakek mu ini..."Ucapnya sambil mengelus kepala ku.
"Kalau begitu aku pamit Kek... Sampurasun..."Ucapku.
"Tunggu... Biarkan Paman Koneng mengantar mu..."Ucapnya.
"Baiklah Kek..."Ucapku sambil tersenyum.
Lalu aku pun menaiki Harimau Putih tersebut.
Harimau Putih tersebut mangantar ku sampai di tempat peristirahatan.
***
"Teman-teman... Kalian kenapa...???"Tanya ku.
"Akhirnya kau pulang Sekar...Ibu sempat khawatir karena tidak menemukan mu..."Ucap Bu Sery sambil memeluk ku.
"Aku tidak apa-apa Bu... Kalau begitu lebih baik kita bakar-bakar ikan..."Ucapku mengalihkan perhatian.
"Baiklah Ayo..."Ucap Bu Sery.
***TAMAT***