Astri, gadis cantik berumur 20 tahun terpaksa harus menikahi seorang pria tampan demi melunasi hutang budi Ayahnya kepada orang tua pria itu.
Dalam keadaan sekarat, Ayahnya ingin menjadi wali pernikahan Astri dengan pria pilihan Ayahnya itu, anak dari orang yang banyak membantu dirinya dalam waktu kesulitan.
Arya. Pria tampan berumur 30 tahun juga harus terpaksa menurut kepada kedua orang tuanya saat di jodohkan dengan gadis cantik dan polos pilihan Papanya. Sebut saja ini pernikahan tanpa dasar cinta.
Arya seorang pengusaha sukses tapi sifatnya se dingin freezer, sekeras batu bata. Tapi sangat berbeda jika Ia sudah berada di hadapan orang yang lebih tua atau orang yang lebih di mulyakan. Hatinya akan berubah selembut sutra.
*****
Arya dan Astri tinggal di rumah yang baru saja selesai di bangun Arya sebelum menikah dengan Astri.
Sudah Tiga bulan Astri menikah dengan Arya. Tapi belum sekalipun Arya menyentuh istrinya. Karena sebenarnya Dia benar-benar belum bisa menerima perjodohan itu.Jangankan menyentuhnya, berbicara saja bisa di hitung dalam seminggu. Sifat Arya yang seperti kulkas itu terus menyiksa batin Astri.
Dia berharap semoga dalam hitungan waktu yang dekat Ia bisa mengubah sikap Arya Si kulkas itu.
Setiap malam Astri bangun dan berdo'a kepada Allah supaya di beri kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suaminya saat ini serta mempertahankan pernikahan tanpa cinta itu.
Lain hal nya dengan Arya yang tiap malam selalu tertidur pulas tanpa mendengar keluh kesah istrinya kepada tuhan. Arya memang sengaja menyediakan kamar tidur yang berbeda dengan Astri supaya Ia tidak terganggu dengan tuntutan istrinya untuk mencintai dirinya dan menjadi suami yang sempurna.
************
Suatu hari, Pak Bima dan Bu Rosa, orang tua Arya memberi kabar kepada Arya. Mereka memutuskan untuk berkunjung ke rumah Arya dan menginap di sana. Mereka ingin mengetahui seberapa harmonis nya pernikahan anak tunggal mereka yang sebelumnya sedingin Freezer.
Arya bingung apa yang harus Ia perbuat. Karena menolak orang tua nya untuk datang juga tidak mungkin. Akhirnya Ia membuat kesepakatan kepada Astri. "Astri". Hati Astri benar-benar kaget mendengar suami nya memanggil. Karena baru kali ini Ia di panggil langsung oleh Arya dengan nama aslinya. Biasanya cukup di panggil "Hey, Hey kamu".
Arya: "Astri. Kamu dengerin Saya gak sih? ".
Astri: "Mas Arya benar-benar memanggilku". Gumam Astri dalam hati.
Arya: "Kamu ini budek apa gimana sih? Kalau suami tanya itu di jawab".
Astri: "Iya Mas, Aku dengar. Maaf Aku tadi cuma kaget aja. Mas mau minum apa? atau butuh sesuatu? ".
Arya: "Saya gak butuh apa-apa"
Astri: "Terus kenapa Mas manggil Aku? "
Arya: "Dengerin Saya ya. Besok pagi Papa sama Mama mau kesini. Dan menginap selama beberapa hari. Saya mau barang-barang Kamu semuanya Kamu pindahkan ke kamar Saya".
Astri: "Berarti Kita akan tidur sekamar Mas? ".
Arya: "Iya. Tapi jangan harap Saya akan menyentuh Kamu. Dan saat di kamar nanti, jangan sampai kamu deket-deket sama Saya. Mengerti! ".
Hati Astri terasa sakit saat Ia mendengar langsung ucapan Arya kalau Arya tidak akan menyentuh Astri dan tidak mau Astri mendekati Arya.
Arya: " Dan satu lagi yang harus Kamu ingat, saat di depan Papa sama Mama, Kita harus bersikap biasa layaknya suami istri lainnya. Paham kan? ".
Astri: "Kenapa sih Mas, kita harus pura-pura segala. Mending Kita tunjukin aja apa yang sebenarnya terjadi di depan Mama sama Papa? Kenapa Mas? Kenapa? ". Astri berkata sambil terisak-isak yang membuat Arya sedikit merasa iba kepadanya. Kemudian pergi meninggalkan Arya di ruang tamu.
Arya: "Aduh.. Gimana nih kalau Dia benar-benar gak bisa bersandiwara di depan Papa sama Mama? Bisa-bisa Aku kena marah mereka. Lagian Aku sih kenapa tadi bentak-bentak Dia". Gumam Arya dalam hatinya.
Arya: "Ah bodoh amat".
*************
Pukul 08.00 pagi orang tua Arya sudah sampai di depan rumahnya. Membuat jantung Arya berdetak lebih kencang dari biasanya. Dia mengintip dari balik tirai kemudian buru-buru mencari Astri.
Arya: "Astri.... Astri.... "
Astri: "Iya Mas"
Arya: "Papa sama Mama udah sampai depan. Ingat pesan Saya tadi Malam"
Astri mengangguk tanda setuju.
Arya: "Ok. Sandiwara di mulai".
Ting Tung..... Ting Tung.....
Arya menuju Ruang tamu dan membukakan pintu untuk Papa dan Mama nya.
Mama Rosa: "Assalamualaikum sayang... "
Arya: "Wa'alaikum Salam Ma, Pa. Silahkan masuk"
Mama Rosa: "Istri Kamu mana sayang? "
Arya: "Oh lagi di dapur Ma, nyiapin minuman buat Mama sama Papa"
Papa Bima: "Benar-benar menantu idaman ya Ma"
Mama Rosa: "Iya dong Pa"
Astri: "Pagi Ma, Pa. Ini udah Aku siapin minum"
Mama: "Pagi Sayang. Gak usah repot-repot kali. Lagian nanti kalau Mama pengen apa-apa kan bisa buat sendiri. Rumah Kamu kan rumah Mama sama Papa juga kan".
Astri: " Gak ngrepotin kok Ma"
Mama Rosa: "Arya, Mama sama Papa mau nginap di sini Satu minggu ya. Boleh kan? ".
Arya: "Satu minggu? . Mama serius ?". Refleks Arya saat Mamanya mengatakan kalau mereka akn menginap satu minggu di rumahnya.
Mama Rosa: "Emang gak boleh ya Mama di sini lama-lama? lagian itu udah mending. Sebenarnya Kita mau di sini satu bulan. Iya kan Pa? "
Papa Bima: "Iya"
Arya: "Ya.. Ya gapapa sih, cuman Papa sama Mama gak kasian apa sama rumah nya? "
Mama Rosa: "Santai aja kali. Kan udah ada yang ngurusin rumah kita sayang".
Astri benar-benar harus memenuhi permintaan Arya. Harus bersikap biasa saja. "Aku harus bisa menjalani ini semua meskipun hatiku sangat sakit. Harus berpura-pura seperti tidak ada yang sedang terjadi. Andai saja Ayah sama Ibu masih ada, pasti akan ku curahkan semuanya kepada mereka".
"Sayang". Panggilan Mama membuyarkan lamunan Astri yang sedang duduk di ruang tengah. "Eh.. iya Ma". "Kamu nglamunin apa sih? Pasti mikirin suami cap Kulkas kamu ya? ". Pertanyaan Mama Rosa sungguh membuat Astri kaget namun sebenarnya pengen tertawa juga mendengar Mama menyebut Arya Suami Cap kulkas😃😂😂. "Ah Mama bisa aja".