"C c cepat la lari adikku uhuk jangan sampai kau tertangkap! kakak tak akan pernah tenang jika kau tertangkap, mereka jahat kau harus tau itu! kelak jaga Mafia kita" ucap terbata-bata sang Kakak disusul hembusan nafas terakhirnya yang mampu membuat gadis berumur 15 tahun itu menangis kencang.
"Kalian semua jahat hiks! kalian semua mengapa meninggalkanku sendirian hiks hiks" gadis itu bertanya pada ketiga mayat didepannya, mayat itu adalah keluarganya.
Keluarganya terbantai habis oleh musuh Mafia keluarganya.
Drap....Drap...Drap.
Langkah kaki itu mampu membuat gadis itu berdiri dan dengan cepat lari dari sana tentu saja dengan isakan tangisnya, ia tak peduli lagi dengan kakinya yang sekarang mengeluarkan banyak darah karena belari tak memakai sandal, tak peduli juga dengan gaunnya yang mulai lusuh dan mulai robek.
"Itu dia! cepat tangkap gadis itu! sebelum tuan marah!" langkah kaki gadis itu semakin cepat begitu juga orang-orang dibelakangnya, keringat membanjiri tubuhnya kala bayang-banyang dirinya tertangkap nanti.
"Hosh...Hosh" seorang gadis bangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran "mimpi itu lagi sia*an!" umpat gadis itu bersandar ditepi ranjangnya.
Lexsa nama gadis itu yang kerap sekali dipanggil Black Rose jika tengah melakukan misinya yaitu pembunuhan berantai tanpa meninggalkan jejak.
Dia Leader dari Mafia Diamond, salah satu Mafia yang terkejam dan amat disegani juga salah satu Mafia buronan. Tak heran jika sering kali nama Black Rose muncul diTV dengan kabar pembunuhan sadis.
Sejak dia ditinggal kedua orang tuanya dia merubah sikapnya menjadi datar, dingin, dan cuek.
Drrrrt....Drrttt...Drrrt.
Lexsa mengambil Handphonenya diatas nakas lalu menekan tombol hijau berbentuk telepon disana.
"Halo Miss"
"To the point"
"Mafia Redmoon datang mengahancurkan markas kita Miss sa-"
Prang.
Handphone itu Lexsa lempar begitu saja dengan perasaan marah, cecenguk-cecenguk itu memang minta dihajar!
Gadis itu mulai membasuh wajahnya dan memaki juba dengan tulisan dibelakangnya Leader Diamond, tak lupa dirinya memakai topeng. Setelah siap gadis itu meraih kunci motor dan mulai melajukan motornya diatas rata-rata, membiarkan dirinya disumpahi beberapa pengendarah motor karena membawa motor ugal-ugalan.
Sementara dimarkas Diamond yang kini telah berjejerkan anggota Redmoon tak lupa ketuanya yang memimpin dibarisan paling depan, Mafia itu belum melakukan penyerangan sedikit pun mereka hanya mengumpat atau mengejek Mafia Diamond saja.
"Gass ajalah! lama bener!" sahut Nico dia adalah wakil dari mafia Redmoon.
Ketua Redmoon itu hanya menatap kedepan dengan datar "Kita kesini dengan cara damai gak tau jika orang sana memperlakukan kita tak adil" ucapan datar itu mampu membuat mereka semua terdiam.
"To the point" Lexsa mengucapkan itu dengan nada datar setelah melihat kerumanan anggota Mafia redmoon, ada nada benci didalamnya kala melihat sekumpulan para badjingan yang dengan sadisnya membunuh keluarganya.
Lexsa hanya berdiri seorang diri disana tapi mampu membuat ketua Redmoon tersenyum simrik lantas bergumam "sangat berani"
"Kita hanya melakukan penyeledikan jika kalian menolak bersiaplah untuk mati" ancaman itu tak berpengaruh sedikit pun oleh Lexsa,gadis itu malah dengan berani tertawa keras.
Hening.
Tiba-tiba tempat itu menjadi hening kala Lexsa tertawa keras.
"Ingin mencari seorang gadis yang menghilang 6 tahun belakangan ini boy?" tanya Lexsa, membuat Alex (Ketua mafia Redmoon) terkejut. Dari mana gadis ini tau?
Tek.
Lexsa menjentikkan jari jemarinya membuat beberapa anak panah mengenai jantung para anak buah Redmoon yang tak siap.
"Sayangnya gadis itu telah menaruh kebencian kepadamu dan kebencian itu tak akan pernah bisa luntur"
Tek.
Lexsa kembali menjentikkan jemarinya, kini anak buah Mafia Redmoon yang awalnya berjumlah 20 menjadi lima.
Lexsa diam-diam mengeluarkan pisau lipatnya lalu belari menuju Alex yang masih mencernah situasi itu, Tinggal sedikit lagi pisau tajam itu mengenai perut ketua Mafia yang amat dia benci.
Namun tiba-tiba Alex menghindar membuat tubuh tak siap Lexsa jatuh ketanah tapi sebelum itu Alex memampahnya alhasil mereka berdua jatuh ditanah.
Pisau Lexsa terlempar jauh darinya, Alex yang melihat mangsanya terkejut pun tersenyum simrik lantas mengeluarkan pisaunya dari saku celannya lalu mengarahkannya keleher jejang Lexsa.
"Biar kita lihat bagaimana wajah ketua dari Mafia Diamond" perlahan Alex membuka topeng Lexsa, karena gadis itu tak dapat berkutik lagi. bergerak sedikit saja lehernya akan mengeluarkan darah.
Topeng terlepas,Alex terkejut melihat siapakah wajah dibalik topeng keren itu.
"I Ica?"
"Sia*an! jangan sebut nama itu! kau dan aku sudah tak ada hubungan lagi pembunuh sadis! hiks kau- kau tega membunuh keluargaku! baj*ngan sepertimu tak layak hidup!" maki Lexsa yang mampu membuat Alex mengeram marah.
Ica, nama panggilan sayang dari Alex untuk Lexsa sewaktu mereka kecil dan berpacaran, Ale juga nama khusus Lexsa untuk Alex.
Sangat sweet bukan? namun itu semua berakhir kala kesalah pahaman datang, Mafia Alex dituduh membunuh seluruh keluarga Lexsa dengan sadis oleh anak buah yang sengaja berkhianat dengan Alex.
Selama Lima tahun Alex mencari Lexsa dengan sabar dan membunuh siapa saja yang Mafia nya tak ingin diperiksa dan selama itu lah Lexsa menaruh benci yang amat mendalam terhadap cowok itu!
Alex membuang asal pisaunya lalu memeluk Lexsa penuh rindu.
"Miss you" ucap Alex mengecup lama leher jejang Lexsa, tak peduli jika dia akan kotor nantinya karena terlalu lama tiduran ditanah.
"Sisanya ikut aku ke markas Diamond" ucap Nico, seakan tau apa yang dilakukan ketuanya itu. Mereka lantas pergi meninggalkan kedua orang itu.
Lexsa tak munafik, ia juga merindukan pelukkan hangat ini namun rasa benci telah sampai diujung tanduk. Dengan sigap gadis itu mendorong tubuh tegap Alex namun tak bisa karena kekuatan pria lebih kuat dari pada kekuatan perempuan.
"Lepasin bere*sek!" Lexsa tak henti-hentinya memaki Alex, Alex yang mendengar itu dengan cepat mencium bibir ranum Lexsa menaruh sesuatu disana dan menyuruh Lexsa untuk menelannya.
"Kau! apa yang-" pemandangan perlahan kabur, Lexsa tertidur dipelukkan Alex.
"Sepertinya aku mempunyai tawanan baru" gumam Alex tersenyum lalu mengendong ala brindal styel tubuh Lexsa membawanya menuju mansionnya berada.
Jika Lexsa menolak penjelasan Alex, laki-laki itu tak akan segan-segan mengurung Lexsa dan menjadikan Lexsa miliknya seutuhnya! bila perlu membuat gadis itu tak dapat berjalan lagi.