Kini bayangnya kembali hadir, setelah hampir 3 tahun aku tak pernah melihat bayangnya sejelas ini.
"Caca bangun" katanya, suaranya samar samar, lama kelamaan menjadi jelas. kini nyawaku telah kembali seutuhnya,
dalam batin ku
"Owh iya dia kan udah Balik" Kini ku beranjak dari ranjang empuk dan nyaman ku.
Angga sentosa, pria yang entah datang dari mana dan mengambil hati ku, lalu sesukanya pergi tanpa berpamitan, dan kembali lagi saat ku pikir aku sudah lupa akan dirinya.
kini dia tepat duduk di sebrangku sambil menyantap sarapan dan tersenyum memandangiku. andai kau tau, aku sangat membencimu!
"Tante hari ini Caca, Angga ajak pergi ya!" Ucapnya sangat enteng.
"Bawa aja, nggak usah di balikin sekalian" ucap ibuku bercanda.
aku berpikir sungguh, ini bukan candaan yang lucu.
*****
Kini ku duduk di kiri dan ia duduk di kanan sambil menikmati lagu yang sedang ia stel di mobil kesayangannya.
"Masih marah karena aku pergi tidak berpamitan?" Ucapnya memandangku lalu kembali fokus menyetir.
aku diam, sungguh percuma bicara dengan dia. hanya membuang waktu tenaga pikiran dan menguras hati.
"Ca!" Ucapnya, aku tak menyahut dan hanya memainkan handphoneku.
"Aku pindah ke sekolah kamu loh!" ucap Angga antusias. dia melirikku, lalu menghela napas.
"Aku kan udah jelasin, maaf" Ucapnya dengan nada rendah, aku tahu kalau dia tulus, dia orang ter tulus yang pernah aku temui. Tapi maaf hati ini masih tak terima kau mencampakkan aku 5 tahun lamanya.
"Aku tau Lima tahun nggak sebentar, ijinin aku nembus lima tahun itu sama kamu ya!" Ucapnya, semua kata yang ia ucapkan tak pernah ia ingkari.
"Maaf Caca udah punya pengganti Angga!" Ucapku,entah setan apa yang merasuki ku sampai aku bilang seperti itu. padahal sampai detik ini aku belum menemukan pengganti Angga.
wajahnya bisa di bilang enak di pandang, ia memiliki pesona, karisma, wibawa, tutur kata yang lembut, rasa tanggung jawab yang tinggi, Sabar setengah mati.itu yang tak kutemui pada kebanyakan orang.
"Udah punya pengganti?" ucapnya dengan senyum, ku tahu senyum itu di paksakan, matanya menunjukkan harapan, ku tahu hatinya Ambyar.
Aku memalingkan wajah ku.
kita terdiam beberapa saat
"Yasudah kalau memang dia yang terbaik buat kamu, aku rela. tapi boleh nggak kita temenan, seperti dulu, sebelum hubungan kita melibatkan perasaan?" ucapnya, aku tau dia baik, sangat baik. Tapi ini? Bukankah dia terlalu baik?
Dia pergi karena memang aku yang menyuruhnya pergi, dan dia kembali karena aku yang menyuruhnya. aku sangat merasa bersalah padanya
*****
7 Tahun yang lalu
"Maafin angga ca!" Ucap angga sambil berdiri di depan pintu kamar ku yang ku kunci karena kesal.
"Nggak mau! Angga jahat. Angga ninggalin Caca sendirian. terus pergi sama cewek lain!" ucapku kecewa, sedih, dan marah yang bercampur menjadi satu.
"Angga bisa jelasin!" Ucap Angga yang sudah mulai kebingungan akan tangisan Caca yang terus menjadi
"Nggak mau, Angga jahat, Angga pergi aja sana yang jauh, sampe kelas 2 SMA! Caca benci sama Angga!" Ucap Caca
"Tapi ca!"
"Nggak ada tapi tapian, pergi atau Caca nggak akan pernah mau kenal lagi sama Angga! nggak usah hubungin Caca, nggak usah kirim kabar buat Caca!" ucap Caca menangis tersedu sedu.
Angga menghela napas, ia berpikir sejenak.
"Kalo itu mau Caca, angga nurut. Baik baik ya ca, Angga pasti balik lagi, dengan Kepribadian yang lebih baik lagi" ucapnya lalu melangkah pergi.
sejak saat itu Caca tak pernah lagi bertemu dengan Angga.
flashback off
*****
kini sosoknya kembali lagi membangunkan tidurku, ya, dia tinggal di sini. tingal bersama ku, dan keluargaku.
keluarga kita berdua cukup dekat, Angga kembali ke tanah kelahirannya tanpa di dampingi oleh orang tuanya, sibuk katanya. Ia kembali hanya untuk memenuhi permintaanku padanya, memang jahat aku ini.
"Kamu bohong kalo kamu udah nemuin pengganti aku?" Ucapnya membuka topik pembicaraan
"Maaf!" Ucapku, aku tau dia paling tak suka dengan orang yang suka berbohong, lantas mengapa kemarin aku berbohong kepadanya. sungguh tak habis pikir.
"Lain kali jangan ulangi, aku takut bener bener kehilangan kamu." Ucapnya sambil memelukku, sungguh pelukannya sangat hangat dan menenangkan. aku hanya mengangguk lalu membalas pelukannya