Kalian percaya dengan mitos bayi setan? Bayi berbentuk mungil, mengapa di anggap dengan bayi setan? Bukan kah kata itu sangat tidak pantas? Dan di sinilah aku menceritakan kisah ku yang tak pernah kulupakan
Panggil saja aku Acha seorang istri yang belum mempunyai seorang anak, sudah 5 tahun aku menikah dengan suamiku tapi belum juga Allah memberikan anak untukku, apakah diriku tidak pantas untuk memiliki anak?
Padahal diriku berniat untuk mencarikan calon istri yang pantas untuknya tapi jawabannya sama saja
'Tidak, cukup 2 wanita yang berada di sampingku, kamu dan ibuku, dan cukup 1 saja diriku menikah dengan wanita yang kucintai' ucapnya
Dengan kata seperti itulah membuat diriku sangat-sangat istimewa, pasti kalian bertanya kenapa?, diriku lah yang menjadi wanita sempurna dan bersyukur mempunyai suami sepertinya
Sampai akhirnya mama mertuaku meminta cerai kepadaku, tapi suamiku menolak untuk semua permintaan dari ibunya
"Sayang, aku sudah beli rumah ... Tapi tidak sebagus rumah kita dulu tempatin" katanya memegang pipiku
"Gapapa sederhana, yang penting ada suami untukku yang selalu setia kepadaku" tuturku membalas kedua tanganya
Aku dan suamiku tersenyum dan berpelukan seperti sedang kasmaran, dan aku berjanji akan menjadi istri yang sholehah untuk nya dan tidak menyusahkannya
***
Dan di sinilah tempatnya, suamiku membeli rumah ini dengan harga murah dan pas untuk kecukupan kebutuhan kita ... Aku masuk ke dalam, terdapat debu-debu berserakan
"Uuuhhuuk"
"Sayang, maaf aku ga bisa bahagiakan kamu" kata suamiku memegang tanganku, aku hanya membalas dengan senyuman
"Sudah aku bilang, segala apapun kita hadapin, suka dan duka kita tempuh, dan kita akan selalu bersama untuk selamanya sampai maut memisahkan kita" kataku, dia hanya memeluk erat sekali mencium pucuk kepalaku
"Sekarang kita rapikan rumah" tutur suamiku
Aku hanya terkekeh melihat tingkah suamiku, dia berbeda dengan yang lain .. Mungkin suami yang lain akan berpaling dengan perempuan luaran sana, tetapi dia berbeda sangat berbeda disaat kita pacaran dia sangat berbeda
Aku membantu membereskan semua, dan berakhir dengan canda tawa ... Setelah selesai dengan membenahi rumah baru kita, aku langsung bergegas ke kamar melihat suamiku tertidur pulas
"Selamat malam, Mas" tuturku mencium pucuk keningnya
Aku bergegas mandi, baru saja aku berendam mendengar suara tangisan bayi ... Dengan pikiran aku tidak terjadi apapun, hanya mendiamkan dan sampai tangisan bayi tersebut terdengar jelas menangis sangat kencang
"Mm!, bayi siapa itu? Mungkinkah itu bayi tetangga? Jika itu bayi tetangga, aku sapa saja dia untuk perkenalan awalku" gumamku dan menyelesaikan mandi
***
"Pagi, sayang" sapanya mencium keningku
Chup
"Pagi juga, sarapan seperti biasa, Mas?" tanyaku dia mengangguk dan diriku bersiap untuk menyiapkan makanan nya
"Oh yah, Mas ... Tadi aku semalam dengar suara tangisan bayi" tanyaku
"Mungkin tangisan sebelah, Sayang" jelasnya
"Mungkin nanti aku sapa mereka, Mas ... Btw Mas nanti ke kantor?" tanyaku
"Yah, Sayang ... Kayanya aku bakalan lembur beberapa hari, jaga kesehatan kamu sayang kalo ada apa-apa telpon mas" perintah suamiku mencium pucuk keningku dan pergi ke kantor
Aku membersihkan makanan tersebut, baru saja aku mencuci piring sudah mendengar suara tadi malam
"Ooeeekkk ... Ooooeeekkk ... Ooooeeekkk"
Aku menyusuri tempat suara tangisan tersebut, semakin jelas tangisan itu ... Di sinilah aku melihat bangunan dengan tembok rata? Bukankah disini tidak ada tembok?
"Mengapa tangisan nya berhenti?, apa hanya firasat ku saja?" gumamku dan pergi meninggalkan tempat tersebut
Karena niat awalku ingin berkunjung ke tempat tetangga sebelah, aku langsung bersiap diri dan menyiapkan cemilan untuk tetangga sebelahku
***
Tok ... Tok
"Sebentar" teriaknya
Cklek....
"Assalamu'alaikum, Mbak ... Ini saya bawa cemilan hehehe, saya dari rumah sebelah mbak" sapaku
"Oh tetangga sebelah yah, masuk"
"Makasih, Mbak" kataku masuk kedalam dan duduk di sofa
"Ada ini doang, Mbak ... Air putih saja" katanya padaku menyuguhkan minuman kepadaku
"Ga masalah kok"
"Oh yah, apakah disini ada anak bayi?" tanyaku, dan dia hanya menggeleng kepalanya
"Apa kamu pernah dengar cerita rumah sebelahku?" tanyaku lagi, dia menceritakan hanya sebagian dan akhirnya aku berkunjung dirumahnya waktu dengan lama
***
Setelah dengan informasi yang kudapat, membuat diriku sangat takut untuk menempati, jika aku menceritakan semua tentang informasi rumah ini kepada suamiku, sangat di sayangkan rumah ini dijual lagi
Aku masuk kerumah dengan bacaan surah pendek, baru saja aku baca surah pendek membuat buluku merinding
Wush....
"Astaghfirullah, itu apa? Ya Allah lindungi hamba dari makhluk yang tak kasat mata" gumamku dengan bacaan surah pendek
***
"Ibu, to-tolong ... To-tolong ja-jangan bu-bunuh aku... Ibu, jangan bunuh aku ibu, oek ... oek ... oek"
"Ka-kamu sia-siapa?, aku bu-bukan ibumu, jangan mendekat"
"TEGA SEKALI IBU MEMBUNUHKU, MENGAPA IBU MEMBUNUHKU?!, KENAPA? APA IBU TIDAK MENGINGINKAN DIRIKU, IBU?"
"JAWABLAH PERTANYAAKU IBU!! APAKAH IBU SUDAH TULI!!! IBU, HIKS ... AKU KESAKITAN IBU... TUBUHKU SEPERTI TERJEPIT IBU, HIKS"
"Aku bukan ibu kamu, aku bukan IBU KAMU!" teriaku kepadanya
Huftt ... Huftt ...
Ternyata itu hanya mimpi, mengapa mimpi itu sangat nyata? Anak siapa itu? Mengapa dia didalam mimpiku
Sampai akhirnya aku bangun dari tempat tidurku, dan mandi seperti biasa ... Aku pergi ke rumah tetangga sebelahku, seperti biasa kulihat bajunya kemarin lagi yang ia pakai, dan wajahnya putih pucat sangat ..
jika aku bertanya dimana suaminya dan anaknya, dan dia hanya membalas suaminya dan anaknya pergi sangat jauh dan tidak akan pulang, dan itu menurut ku hal wajar, mungkin saja dia sudah bercerai
***
Aku langsung ke kamar mandi, dan mendengar suara tangisan lagi, dan lagi
"Ooooeeekkk ... Ooooeeekkk"
"Tangisan itu lagi, mengapa sekarang saya sangat penasaran" gumamku dengan tekad ku, aku langsung ke tempat suar itu dan tempat itulah yang pertama kali kudengar
Ku dengarkan suara tangisan, semakin menjadi dan meminta pertolongan, aku langsung bergegas mengambil palu dan menelpon pihak berwajib
Langsung saja aku pecahkan tembok tersebut
"Astaghfirullah, tengkorak manusia?" kataku dengan terkejut, aku melihat tengkorak itu sangat mungil dan kecil...
bayi mungil yang malang, aku langsung terdiam menangis dan terdapat mobil polisi di depan, segera saja dia masuk ke ruanganku melihat diriku memegang palu dan bongkaran tembok
"Ibu, tolong keluar sebentar ... Saya akan selidiki ini" kata polisi kepadaku
"Sayang, sayang... Kamu gapapa? Kata pihak berwajib kamu ada masalah? Masalah apa sayang?" tanya suamiku dengan tergesa-gesa dan memeluk tubuhku
Aku langsung menangis di pelukan nya, dan kulihat bayi yang di dalam mimpiku dia tersenyum kepadaku dan mendoakan diriku diberikan anak
***
Setelah kejadian tersebut, suamiku pulang kerumah nya lagi meminta tolong kepada ibunya untuk beri waktu mencari rumah ... Dan untuk tetangga sebelah ku, dia adalah korban dari atas pembunuh
Informasi yang kudapat, terdapat suami istri dan seorang anak bayi yang tinggal bersama dengan harmonis, sampai akhirnya tiba suaminya bangkrut dan membuat suaminya mabuk berat atas kebangkrutan tersebut.. Sampai akhirnya menumpahkan darah, membuat mereka kehilangan nyawa
Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, aku dinyatakan positif hamil dan membuat suamiku dan mertuaku ikut gembira, mereka memelukku dan kulihat ibu tetangga yang kutemukan, dan bayi yang selalu ku mimpikan dia tersenyum dan berterima kasih kepadaku, dan aku hanya tersenyum dan bahagia atas hadiah Allah berikan kepadaku
Beberapa bulan kemudian ...
Dan di sinilah aku dengan keluarga bahagia ku, semoga keluargaku akan seperti ini sampai ajal menjemputku dan suamiku
"Terimakasih atas nikmat yang kau berikan, Ya Allah ..., itu sangat berharga untuku dan aku jaga sampai dia bisa seperti suamiku kelak" batinku mendoa dan memeluk buah hati kecil ku bersama mertuaku dan suamiku
TAMAT
***
FYI jika cerita ini sangat jelek, mohon dimaafkan karena saya tidak pandai membuat cerita🙏🏻😇