Juned terkapar di atas kasur, sudah satu bulan terakhir dia sakit, perutnya membesar mengeluhkan sakit tiada tara ketika menjelang maghrib.
Dibawa ke dokter, tes darah, tes urine semua dalam kondisi normal, dokter geleng-geleng kebingungan bagaimana mungkin jika ini sakit liver semua masih stabil.
Akhirnya Juned dibawa kembali pulang. Keluarga memastikan ini bukan penyakit biasa tapi kena teluh atau santet yang dikirim seseorang, membunuh dari jarak jauh.
" Ini pasti kiriman Mul " kata Juned kepada istrinya.
" Iya Pak.., siapa lagi kalau bukan Mul yang mengirim, kita harus kasih pelajaran". Kata istrinya dengan mata dendam kebencian.
*****
Satu bulan lalu....
Juned dan Mul berada di sawah, mereka berdua menunggui aliran air. Sawah Mul letaknya di atas sawah Juned, sehingga aliran air ke sawah Juned harus terlebih dahulu melewati sawah Mul.
Mereka sama-sama membutuhkan air itu agar padi yang mereka tanam bisa subur, tapi karena musim pancaroba cuaca tidak menentu begitu juga dengan airnya, terbatas harus bergantian, siapa cepat dia dapat.
Mul menutup aliran air ke sawah Juned agar air bisa masuk ke sawahnya, Juned tidak terima. Siang bolong dia labrak Mul yang tengah asik membetulkan tanamannya di tengah sawah.
Pertengkaran mulut terjadi antara dua orang itu, cek-cok adu mulut sengit dan berhenti setelah dilerai oleh warga.
Mereka pulang ke rumah masing-masing, dengan hati yang panas dan tidak puas, mereka ceritakan masalah kepada istrinya.
Istri Juned melabrak istri Mul, mereka berdua membuat heboh ritual pagi di tukang sayur.
Mereka terus berselisih dan tidak ada yang mau mengalah meskipun sudah dipanggil kepala dusun, dan semakin seru karena masing-masing punya pembela yaitu istrinya.
Kepala Dusun turun tangan memediasi, akhirmya mereka diam, dan pulang ke rumahnya masing-masing tapi api dendam masih membara, setan dalam diri mereka begitu bringas mengipasi arang yg sudah menyala.
Setelah peristiwa itu Mul jatuh sakit demam dan merasakan nyeri di perut.
" Ini sampeyan dibuat orang kang Mul " Kata dukun x yang memeriksa Mul.
Mul sama sekali tidak memeriksakan diri ke dokter, dia selalu percaya dengan alternatif untuk penyakit apapun.
" Hemmmh..ini pasti kerjaan Juned " gumam Mul dalam hati, padahal tidaklah demikian, Juned masih belum melakukan kiriman.
" Baiklah Mbah....ini uang , buat Juned sakit" kata Mul kepada Mbah dukun kepercayaannya itu.
Mulailah dukun bekerja. Tengah malam , di atas rumah Juned sebuah bola bercahaya bergerak sangat cepat dan pecah tepat diatas rumahnya tanpa ada yang tahu, hanya bunyinya saja yang terdengar.
" Duaar !!! "
Seperti petasan.
Juned langsung merasakan perutnya mulas tidak karuan, hilang lalu kembali lagi.
Istrinya panik, pukul 02;00 Juned dilarikan ke rumah sakit, tapi sakitnya datang dan pergi . Ketika datang sakit tak tertahankan menghabiskan seluruh tenaganya, tapi ketika hilang tidak merasakan apa-apa.
*********
Akhirnya Juned juga datang ke dukun karena dia sudah memastikan ini magic santet dari Mul.
" Iya betul kang Juned ini dari Mul !! " kata dukun Y yang memeriksa Juned.
Mul yang sudah siap dengan serangang Juned meminta dukun X melindungi dirinya sewaktu-waktu ada serangan balasan.
Warga mulai merasakan hawa magis yang tak biasa, ayam-ayam yang biasanya berkokok di malam hari seperti ketakutan. Kucing-kucing tak berani berkeliaran menangkap tikus dan membiarkan perutnya lapar karena akan ada pertarungan ilmu hitam .
Dukun X sejak sore sudah bersiap begitu juga dukun Y. Mul dan istrinya ikut tegang akankah dukunnya yang menang ataukah kalah dan santet itu mengenai dirinya.
Dukun Y juga sudah menata peralatan ritual, Juned dan istrinya ikut tegang, akankah dukun X yang akan mati ataukah dukun Y yang akan terkapar demi terbalasnya dendam.
Bagi kedua dukun itu bukan membela lagi kepentingan Juned atau Mul tapi ini masalah mempertaruhkan harga diri siapa yang terkuat.
Tengah malam tiba, dukun Y melancarkan serangan., Bola api merah bergerak cepat di udara
" Cuuuus...darrr !!" Doa bola bertabrakan.
Kedua dukun masih belum menampakkan tanda kekalahan,dan kembali mengirimkan serangan.
Kali ini dukun Y seperti akan mengeluarkan seluruh kekuatannya, dukun X bisa merasakan serangan itu. Mereka keluarkan kekuatan penuh, bola api bergerak di udara kadang beradu saling menekan bergeser ke arah tertentu dan ...
" Bluuuuur.....!! Pecah jadi satu kesatuan.
Dukun X terkapar, dengan darah muncrat dari mulutnya. Dukun Y muntah-muntah terbatuk-batuk dengan memegangi nyeri di dadanya. Mul juga ikut terkapar tak sadarkan diri.
Keesokan harinya tersiar kabar dukun x mati, Mul juga mati . Ini pembunuhan tragis, tapi bagaimana mempidanakan dukun Y dan Juned sebagai pelaku dan dalangnya, tidak ada alibi yg bisa membuktikan.