PART 1
MISI PENYELAMATAAN
Suasana kelas XI-2 pagi itu layaknya medan perang yang membeku. Di papan tulis, **Pak Yahya**, guru matematika yang kumisnya saja sudah cukup membuat nilai siswa anjlok, sedang menuliskan turunan fungsi trigonometri dengan dentuman kapur yang mengintimidasi.
"Selesaikan ini dalam lima menit. Yang tidak bisa, silakan 'bertapa' di luar," suara Pak Yahya datar, tapi dinginnya sampai ke tulang.
Di pojok belakang, sebuah koalisi unik yang menamakan diri mereka "Jeding GenZ" berisikan 5 sekawan dengan karakteristik yang berbeda ada Victor,Mike,Deka,Bayu,Valen sedang beraksi dengan cara masing-masing
*Victor** membetulkan letak kacamatanya yang melorot. Jemarinya menari di atas kertas, bukan sekadar menghitung, tapi mencari celah. Sebagai keturunan Tionghoa dengan otak encer dan jiwa bisnis yang mendarah daging, Victor melihat peluang di tengah penderitaan temannya.
"Bay, mau jawaban nomor tiga sampai lima?" bisik Victor pada Bayu. "Ceban aja, atau ntar istirahat gue yang bayarin bakso tapi lo kerjain tugas Sejarah gue minggu depan."
**Bayu** yang sedari tadi cuma menggambar grafiti abstrak di meja, langsung sumringah. Penampilannya yang sangar dengan seragam keluar dan rambut agak berantakan memang bikin dia terlihat seperti penguasa sekolah, tapi di hadapan Pak Yahya, Bayu hanyalah butiran debu.
"Deal, Cik! Lo emang *investor* terbaik gue," sahut Bayu sok keren, meski tangannya gemetar menyalin jawaban Victor.
Di sebelah mereka, **Deka** malah asyik bergumam sendiri. Kacamata Deka tampak berkilat terkena cahaya lampu kelas. Dia sedang dalam fase "menjadi" tokoh utama anime *action*.
"Yare yare... limit ini tidak ada apa-apanya dibanding kekuatan persahabatan," bisik Deka pelan, lalu tiba-tiba dia melakukan gerakan tangan *handseal* ala ninja sebelum menulis angka.
**Mike**, yang duduk tepat di depan Deka, hanya melirik datar tanpa ekspresi. Mike adalah definisi *cool* yang sesungguhnya—pendiam, tapi dialah tiang penyangga grup ini. Saat pensil Deka patah karena terlalu bersemangat memerankan karakter anime, Mike secara refleks menyodorkan pulpen cadangan tanpa menoleh sedikit pun.
"Fokus, Dek. Jangan sampai Pak Yahya pakai jurus *domain expansion*-nya buat ngusir lo," ucap Mike pelan tapi menusuk. Deka langsung kicep.
Di barisan depan, **Valen** tampak tenang. Sebagai sosok ambivert yang populer, dia adalah jembatan antara kaum "pencari keributan" di belakang dengan aura serius di depan kelas. Dia sangat mahir Bahasa Inggris, namun otaknya juga cukup tajam untuk melibas soal Pak Yahya.
Saat Pak Yahya mulai berjalan berkeliling, Valen dengan ramah sengaja bertanya tentang soal nomor satu, sekadar untuk mengalihkan perhatian sang guru agar tidak menoleh ke arah Bayu yang sedang sibuk menyontek.
"Excuse me, Pak Yahya? *I'm a bit confused about this variable here...* Apakah ini harus dikalikan dengan konstanta dulu?" tanya Valen dengan aksen yang sangat fasih dan senyum ramah.
Pak Yahya berhenti, terkesan dengan kesopanan dan kecerdasan Valen. "Pertanyaan bagus, Valen. Begini penjelasannya..." lalu pak yahya menjelaskaan pertanyaan valen dengan senyuman.....
1Jam berlalu ....KRINGGGGG.....KRRINGGG....KRINGG tanda jam istirahat sekolah berbunyi ...
Bel istirahat berbunyi. Pak Yahya keluar kelas setelah memberikan "hadiah" tugas tambahan. Victor langsung berdiri, menepuk-nepuk pundak teman-temannya.
"Ayo ke kantin! Tenang, hari ini gue lagi untung dari jualan *item* game semalam. Gue traktir siomay semua!" seru Victor.
"Wih, ini baru ketua kelas bayangan!" seru Bayu heboh, sambil merangkul Mike yang hanya mengangguk tipis.
Deka melompat dari kursinya, "Mari kita rayakan kemenangan ini bagaikan setelah perang di Marineford!"
Valen tertawa kecil melihat tingkah mereka. "Guys, jangan lupa besok ada kuis Bahasa Inggris. *Don't expect me to save your skin again* ya!"
Mereka pun berjalan keluar kelas. Meski sifat mereka bak langit dan bumi—dari si kutu buku materialistis, si introvert wibu, hingga si jagoan kelas—di bawah bayang-bayang Pak Yahya, Jeding GenZ tetaplah satu tim yang solid.
part 2
BROO EGIL
Suasana kantin SMA Garuda siang itu seperti biasa: bising, panas, dan penuh aroma soto. Di meja pojok—"singgasana" resmi geng JEDING Genz—kelima anggotanya sedang berkumpul dengan aura yang kontras satu sama lain.
Victor, si jenius bermata sipit dengan kacamata bertengger di hidungnya, sedang sibuk menghitung margin keuntungan dari bisnis top-up game miliknya. Di sampingnya, Mike duduk menyender dengan wajah datar bin cool, hanya mengangguk singkat saat beberapa siswi lewat menyapa. Sementara itu, Deka yang juga berkacamata, malah asyik melakukan pose ala Gojo Satoru sambil menggumamkan mantra "Tenjo Tenge Yuiga Dokuson"
"Lu tau gak dengan nada menekan Miesabi artis ikonik itu
Balik lagii coeekkk" nada bayu sembari menunjukan ponsel kearah mike dan valen...
"Bay, jangan berisik banget lah. Gue lagi ngitung dividen nih," tegur Victor pada Bayu, si cowok gempal yang sedang tertawa heboh sambil sesekali memukul meja.
Hidup itu harus berisik!" balas Bayu santai. Valen, sang ahli bahasa Inggris yang ramah dan ambivert, hanya tersenyum tipis sambil merapikan rambutnya yang memang terlihat paling keren dan so cool seantero sekolah.
Tiba-tiba, suasana terinterupsi oleh kehadiran seorang cowok yang masuk ke kantin dengan energi yang meledak-ledak.
Si Energi Tanpa Batas
" WHAT'S UP EVERYBODY?!" teriak cowok itu sambil melambaikan tangan ke arah siapa saja. Namanya Egil. Dia berjalan dengan langkah energic dan senyum yang bisa menerangi satu kelurahan.
Egil tak sengaja tersandung kaki kursi meja JEDING Genz. Bukannya marah atau malu, dia malah melakukan putaran balet kecil dan mendarat tepat di depan Mike.
"Waduh, hampir saja aku melakukan tactical roll! Halo kawan-kawan keren! Aku Egil, si pencinta persahabatan!" seru Egil ramah.
Mike hanya menatapnya datar. "Duduk," ucap Mike singkat, namun entah kenapa suaranya yang berwibawa membuat Egil langsung menarik kursi.
Proses "Rekrutmen" Dadakan
Victor melihat Egil dari balik kacamatanya. Otak pebisnisnya langsung berputar. "Gaya lo unik. Punya relasi luas?"
"Luas banget! Dari penjual cilok depan gerbang sampai Pak Kepsek, semua teman gue!" jawab Egil semangat.
"Menarik," gumam Victor. "Gue butuh orang kayak lo buat jadi public relations bisnis gue. Marketing berjalan."
Deka tiba-tiba menaruh tangannya di pundak Egil dengan tatapan serius. "Lo... suka anime?"
"Gue suka semuanya! Gue suka energi! Gue suka pertemanan yang melampaui batas kekuatan persahabatan!" balas Egil meledak-ledak.
Deka langsung berseri-seri. "Fix, lo punya aura protagonis shonen."
Bayu yang dari tadi melihat dengan gaya "sangar"-nya, akhirnya tertawa keras. "Hahaha! Gue suka gaya lo yang heboh! Gak kaku kayak Mike atau si pelit eeeeeh, maksud gue materialistis kayak Victor!"
Valen menimpali dengan bahasa Inggris yang fasih, "I think you'll fit in perfectly with us, Egil. You bring the balance we need."
Selamat Datang di JEDING Genz
Victor menutup buku catatannya. Sebagai bos yang paling 'bermodal', dia mengangkat tangannya.
"Oke, karena hari ini kita dapet anggota baru yang energinya bisa buat nyalain lampu sekecamatan, semua makanan hari ini... Gue yang traktir!"
"Sikattt!" teriak Bayu paling kencang.
"Arigato, Victor-sama," sahut Deka sambil membungkuk ala wibu
Mike hanya memberikan jempol pendek—tanda pengakuan tertinggi darinya. Egil yang merasa sangat diterima langsung berdiri di atas kursi (sebelum ditegur ibu kantin).
"OWH I YO! JEDING GENZ SEKARANG PUNYA RADIASI ENERGI POSITIF!"
Sore itu, kantin SMA Garuda menjadi saksi terbentuknya formasi baru. Dari si pinter materialistis hingga si friendly yang super energik, JEDING Genz kini resmi makin lengkap, makin random, dan pastinya makin tak terkalahkan.
Part 3
TITIK KUMPUL
****Suara dentum musik dari lapangan sekolah terdengar samar-samar sampai ke kamar mandi cowok di pojok bangunan. Di luar, seluruh siswa sedang merayakan **Ulang Tahun Sekolah** dengan berbagai lomba dan bazar. Namun, bagi geng ini, keriuhan di luar hanyalah pengalih perhatian untuk rapat yang jauh lebih mendalam
|Valen| Rambut klimis, so cool ,pinter . | Ketua Rapat (The Leader)
|Victor| , kalkulator berjalan, hobi traktir. | Investor (The Banker)
|Deka| wibu garis keras, random. | Seksi Khayal (The Otaku)
|Bayu|sangar, tukang bikin heboh. | Divisi Kerusuhan (The Hype-man)
|Mike|sangat bisa diandalkan. Eksekutor (The Reliable)
|Egil| Energik,super ceria. Humas (The Moodmaker)
"Alright, guys. Focus," ucapnya dengan aksen Inggris yang sempurna. "We need a solid plan for Sunday. Jangan sampai wacana doang."
**Bayu** langsung menggebrak pintu bilik kamar mandi yang kosong. "Pantai! Pokoknya harus pantai! Gue pengen teriak sekencang mungkin biar jiwa nakal gue terlampiaskan!"
"Terlalu bising, Bay," potong **Mike** dengan nada datar tanpa ekspresi. Dia bersandar di tembok sambil melipat tangan."Gue saranin pantai. Suasana tenang, indah. gue lama kepantai dan gue bisa pastiin semua logistik aman di tangan gue."
**Victor** membetulkan letak kacamatanya yang berkilat. "Gue udah hitung profit dan biaya. Kalau kita ke pantai, gue ada kenalan pemilik villa deket Pantai. Gue bisa dapet diskon 30%. Sisa duitnya? Tenang, gue traktir steak pas malam minggu nanti".
Di pojok ruangan, Deka tampak komat-kamit sendiri. Ia sedang membetulkan posisi kacamatanya dengan jari tengah, persis karakter penjahat di anime.
"Hmph... Pantai adalah tempat di mana takdir berkumpul," gumam Deka pelan, lalu tiba-tiba berteriak, "Gomu Gomu no... Sunblock!"
Ia mengeluarkan botol pelindung matahari dari saku seragamnya seolah-olah itu adalah senjata rahasia."
"DEK JIWA AMAN "?,tanya **MIKE** sambil melihat kekonyolan deka
"Woi! Kenapa rapat nggak ajak-ajak gue?!" seru Egil yang berjalan membawa secarik kertas berlari dengan gaya suara yang langsung mencairkan suasana kaku Mike.
"Lu kemana aja gil? tanya valen sembari merapihkan tatanan rambutnya".
. "Gue barusan menang lomba makan kerupuk di lapangan! Hadiahnya voucher bensin! Pas banget kan buat liburan kita?"
**Valen** tersenyum tipis, tetap terlihat *cool*. "Pas banget, Gil. Kita baru aja mau mutusin liburan ahkir pekan ke pantai."
PADA AHKIRNYA....
1. **tujuan liburan **:PANTAI
2. **Transportasi:** Mobil pribadi (Voucher bensin dari Egil).
3. **Konsumsi:** Ditanggung penuh oleh Victor sang pebisnis.
4. **Hiburan:** Bayu yang bikin heboh, Deka yang BERPOSE ala Anime , dan Valen sebagai pemimpin acara liburan ahkir pekan kali ini ...
"Deal ya?" tanya Valen memastikan.
"DEAL!" jawab mereka serempak, kecuali Mike yang hanya mengangguk singkat dan Deka yang sibuk merapal mantra hujan ala kobo kanaeru
Mereka pun keluar dari kamar mandi khas bau karbol dan satu per satu, kembali ke lapangan untuk menikmati sisa perayaan ulang tahun sekolah dengan senyum penuh rahasia. Akhir pekan ini akan jadi sejarah!