Dias John Pratiwi adalah seorang gadis berumur 16 tahun, dia memiliki karakter introvert. Setiap hari ia habiskan sisa waktunya di rumah dan bermain handphone sepanjang hari. Dulu ia begitu takut akan kesepian dan kesendirian, namun semua itu tidak ada apa-apanya sekarang. Ia menikmati hal tersebut dengan tenang.
Suatu ketika orang tua Dias ada acara di tempat saudaranya, mereka harus hadir dalam acara tersebut. Namun Dias menolak untuk ikut dan lebih baik ia dirumah sendiri, dia benar-benar lelah hari ini.
"Baiklah, hati-hati di rumah ya. Jangan lupa kunci semua pintu dan jendela," ucap ibunya memperingatkan Dias sebelum pergi.
Dias mengangguk dan melihat orang tuanya pergi meninggalkan rumah, setelah sudah tak terlihat, Dias jingkrak-jingkrak kegirangan dan segera menutup pintu kamar.
"Yeay! Akhirnya bisa di rumah sendirian! Bisa begadang nih," ucap Dias kegirangan dan memasuki kamarnya.
***
Malam hari pun tiba, Dias tetap asik dengan kegiatannya saat ini. Takut? Dias yang sekarang tidak punya rasa takut terhadap apapun kecuali Tuhan, Dias hanya takut kepada Tuhan.
Dias sedang menonton film horor yang paling terseram, ia sangat suka sekali dengan hal-hal yang berbau mistis. Baginya itu adalah sebuah misteri yang harus dipecahkan.
Tok! Tok! Tok!
Dias terganggu dengan ketukan tersebut, siapa yang malam-malam begini datang bertamu? Padahal sudah jam 22:49, tidak mungkin ada tamu pada jam segini. Dias tidak menghiraukan ketukan itu dan melanjutkan nonton film horor.
Tok! Tok! Tok! Tok!
Dias masih tidak menghiraukan ketukan tersebut, dia tetap menonton film horor di handphone miliknya.
TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK!
Ketukan itu semakin keras, membuat Dias terlonjak karena kaget. Dias terdiam cukup lama, memikirkan ketukan pintu tersebut. Lagi-lagi dan lagi Dias melanjutkan menonton film horor tadi.
TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK! TOK
DUAR!
TAP!
SIAPA YANG MENGETUK PINTU?
Bersamaan dengan suara seperti dentuman keras entah dari mana dan lampu ikut padam, Dias kaget bukan takut.
"Ish! Mati lampu segala sih! Itu juga yang ngetok pintu gada akhlak banget ganggu orang aja," gumam Dias sembari turun dari kasur dan mencari lilin.
Dias melewati ruang tamu, dia menyorotkan senter ke arah pintu masuk ke dalam rumah. Terlihat bahwa pintu tersebut sedikit terbuka, padahal Dias sudah mengunci semua pintu rumah. Ia segera menghampiri pintu tersebut dan juga melihat keluar.
"Gila! Gelap bener kek hidup gue," ucapnya sambil menutup pintu tersebut.
Tapi Dias merasa ada yang janggal di belakangnya, seperti ada yang berdiri tepat di belakang Dias. Lantas ia menengok secara perlahan ke arah belakang.
Senter menyorot tepat pada apa yang Dia lihat.
Dias melihat makhluk yang begitu amat menyeramkan, semua wajahnya dipenuhi dengan darah. Matanya putih semua, giginya pun penuh dengan darah. Banyak goresan luka di seluruh mukanya.
"AAAAAA!"
-End