memilih diam, bukan karena aku tidak merasa sakit.
Aku hanya terlalu lelah menjelaskan
kepada dunia yang sering kali tidak mendengar.
Ada luka yang tidak terlihat oleh mata,
namun terasa berat di dalam dada.
Ada air mata yang tidak jatuh,
karena hati sudah terbiasa menyimpannya sendiri.
Aku tersenyum bukan berarti semuanya baik-baik saja.
Terkadang senyuman hanyalah cara sederhana
untuk menyembunyikan perang yang sedang terjadi di dalam diri.
Aku belajar bahwa tidak semua rasa harus diceritakan,
tidak semua luka harus diperlihatkan.
Ada kekuatan dalam diam,
ada keberanian dalam bertahan.
Namun aku juga tahu,
hatiku bukan tempat untuk mengubur semua kesedihan selamanya.
Suatu hari nanti, aku akan belajar melepaskan,
memaafkan, dan memberi diriku ruang untuk sembuh.
Karena diamku bukan tanda bahwa aku kalah.
Diamku adalah caraku bertahan
sampai aku menemukan kembali cahaya.
Dan ketika aku tersenyum lagi nanti,
itu bukan karena aku lupa dengan luka,
tetapi karena aku berhasil melewati semuanya.