Di tangan yang sama, ada pedang dan bunga,
satu diciptakan untuk menghadapi badai,
satu tumbuh untuk mengingatkan bahwa dunia masih memiliki keindahan.
Pedang mengajarkan arti keberanian,
bahwa terkadang hidup memaksa kita untuk bertarung.
Bunga mengajarkan arti kelembutan,
bahwa hati yang kuat tidak harus kehilangan kasih sayang.
Sebab seorang pejuang sejati bukanlah mereka yang hanya tahu cara melukai,
tetapi mereka yang tahu kapan harus mengangkat pedang,
dan kapan harus menurunkannya demi menjaga kedamaian.
Jangan biarkan kerasnya dunia mengubahmu menjadi batu,
tetaplah menjadi bunga yang mampu mekar di antara duri.
Namun jangan pula lupa menjadi pedang,
agar kau mampu melindungi sesuatu yang berharga.
Karena hidup adalah keseimbangan antara tajam dan lembut,
antara luka dan penyembuhan,
antara perang yang harus dihadapi
dan cinta yang harus dijaga.
Pada akhirnya, pedang mungkin akan berkarat,
dan bunga mungkin akan layu.
Tetapi makna dari keduanya akan tetap tinggal:
Bahwa kekuatan tanpa hati hanyalah kehancuran,
dan kelembutan tanpa keberanian hanyalah harapan yang tak pernah diperjuangkan.