Sebenarnya aku sedih daerah ku masuk televisi bisa diliput dan dilihat oleh banyak orang, mungkin banyak orang bisa menjadi peningkatan, tapi sisi kesedihan nya banyak orang ke bawah tidak bisa kembali berwisata bersejarah, berfaedah, yang bisa hanya orang berpangkat dan berduit, orang orang dibawah perekonomian, dibawah orang yang berprofesi honorer, hanya bisa mengalahkan mencari tempat lebih sederhana lagi, tidak bisa mengunjungi tempat bersejarah lagi, ku hanya bisa mengingat nya saja, tidak bisa datang kembali melihat sejarah refeshing hanya sangat terlalu lebih sederhana. Kuhanya bisa mengingat kembali saja, monumen palagan, seluruh jogja, magelang, jakarta tempat mendiang nenek dari pihak mendiang ibu ku, seandainya tidak masuk TV mungkin tarifnya masih terlalu sangat murah dan aku bisa kembali ke jakarta dan mencari saudara saudara mendiang nenek dari pihak ibu ku, dan seandainya tidak bisa masuk TV, aku bisa kembali ke Monumen palagan, candi Borobudur, daerah daerah jogja, daerah daerah jakara , mengunjungi tugu monumen nasional/ monas dan mesium didalam nya, wisata dan iKON wisata semarang, rakyat sangat ke bawah hanya bisa mengalah.