Di selasa malam yang gelap tanpa bintang, terdengar kabar duka jika telah meninggal satu warga kami di desa x. Hal ini sontak saja membuat tim janaiz bergerak cepat untuk melihat kondisi jenazah.
" Baik. Jenazah ini masih bisa di mandikan besok pagi, sekarang tolong di jaga saja." Ucap ketua tim janaiz.
Semua mengangguk setuju. Akhirnya jenazah itu di tutup kembali.
Di pagi hari nya, setelah jenazah di mandikan, di sholati, maka kewajiban terakhir adalah di makam kan.
Aku yang pagi ini menjadi kurir dadakan, akan mengirim barang searah dengan rumah kaka ipar ku yang juga berdekatan dengan area makam. Jadilah setelah aku mengantar barang, aku menuju kerumah sang kakak. Di sana kami menyaksikan pemakaman yang sudah setengah jalan. Tinggal di timbun dan juga khutbah terakhir untuk pesan pada pelayat yang ikut memakam kan.
Di situ aku tak berdiam lama, jadilah aku beranjak pulang dengan kakak.
" Nur..." Panggil seseorang wanita bercadar.
Ku menoleh, ku lihat, salah satu tetanggaku di kampung kecil. Alis ku menyatu, 'siapa ya' pikir ku. Berulang kali aku menatap dua wanita bergantian.
Hingga akhirnya aku sadar. " Anif!" Seru ku. Dan kedua wanitanitu tertawa.
Ah...sudah lama sekali aku tak bertemu dengan sahabat kecil ku itu, kami berpelukan dan entah kenapa aku menangis sejadi-jadinya di pelukan nya. Wanita bercadar itu heran. " Ih kok gitu, kenapa?"
Aku tak bisa berkata-kata. Air mata tak bisa di bendung, terus mengalir. Hingga beberapa lama setelah tenang, barulah aku bisa berbicara, itu pun dengan mata berkaca-kaca.
" Ya Allah... Udah lama banget kita gak ketemu ya. " Ucap nya.
" Iya. Aku beberapa kali mimpiin kamu nif," air mataku lagi2 menetes.
" Kenapa si teh?" Tanya adik anif,
" Kangen berat kayaknya." Jawab Anif, sang kakak.
Kami mengobrol, dan setelah nya kami pulang. Hingga dirumah, kalau aku mengingat momen tadi, " kok aku bisa nangis gitu ya .?"
" Anif... " Lagi-lagi mata ku berkaca-kaca.
Apa ini yang ku rasakan jika bertemu teman yang udah lama ga jumpa. Serasa bertemu dengan rumah masa kecil ku.
Atau karena perjuangan dan ketangguhan nya menjalani hidup yang ku kagumi?
Apa kalian begitu juga?