Di tengah malam yang dipenuhi rasa takut dan duka, aku merasa ada seseorang yang datang menemuiku. Hingga sekarang, aku masih bertanya-tanya... apakah itu hanya perasaanku, atau memang ada seseorang yang ingin memastikan aku baik-baik saja.
Malam itu, kota kami sedang gempar.
Beberapa jam sebelumnya, terjadi pembunuhan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumahku. Korbannya masih memiliki hubungan keluarga dengan kami. Sejak sore, banyak warga berdatangan ke tempat kejadian, termasuk papaku.
Di rumah, hanya ada aku dan mama.
Sekitar pukul sepuluh malam, mama sudah lebih dulu tertidur. Sementara aku masih terjaga, memandangi layar ponsel tanpa benar-benar memperhatikan apa yang kulihat. Entah kenapa, malam itu suasananya terasa berbeda. Dadaku sesak oleh rasa gelisah yang tidak bisa dijelaskan. Aku memang selalu seperti itu jika papa belum pulang.
Lalu...
Aku mendengar suara pintu depan terbuka.
Pelan.
Disusul suara langkah kaki memasuki rumah.
Langkah itu terdengar begitu biasa, seperti seseorang yang sudah sangat hafal isi rumah ini. Setelah itu terdengar bunyi sofa yang seolah diduduki seseorang.
Tanpa berpikir macam-macam, aku tersenyum kecil.
"Papa sudah pulang."
Perasaan takut yang sejak tadi memenuhi dadaku perlahan menghilang. Aku merasa jauh lebih tenang, lalu tanpa sadar akhirnya tertidur.
Keesokan paginya, saat sarapan, aku bertanya dengan santai.
"Pa, tadi malam papa pulang jam berapa?"
Papa menjawab singkat.
"Jam dua."
Aku mengernyit.
"Lho... bukan jam sepuluh?"
Papa menatapku bingung.
"Nggak. Papa baru sampai rumah jam dua."
Jawaban itu membuatku terdiam.
Kalau begitu...
Siapa yang membuka pintu semalam?
Siapa yang masuk ke rumah, lalu duduk di ruang tamu, hingga membuat rasa takutku tiba-tiba hilang?
Sampai sekarang aku tidak pernah tahu jawabannya.
Mungkin hanya perasaanku yang sedang lelah.
Atau...
Mungkin malam itu memang ada seseorang yang datang, bukan untuk menakutiku, melainkan hanya memastikan aku bisa tidur dengan tenang.
terinsipirasi dari pengalaman yang tidak pernah bisa kulupakan.
terima kasih sudah mau membaca, semoga ini bisa jadi pembelajaran bagi kalian untuk selalu berpikir positif seperti ku, aku merasa dia datang hanya untuk membuatku tidur nyenyak, karena setelah kejadian itu tidak ada lagi yang aneh atau.. seram lagi.
tamatt